Pangeran Kelas

Pangeran Kelas
Anything For You


__ADS_3

"Mau dong gue jadi murid lo kalo nggak akan ngasih PR!"


Suara seseorang yang berasal dari arah belakangnya membuat Gina terlonjak kaget sekaligus menjadi sedikit gugup. Gadis itu pun berbalik dan menatap cowok yang tadi bersuara.


"Galang ngagetin aja deh!"


Yah, orang itu adalah Galang. Galang terkekeh sembari melangkah mendekati Gina. "Di hukum lo?"


"Udah tau tanya!" Ketus Gina membuat Galang terkekeh lagi.


"Ayo! Dua langkah lagi sampe tuh!"


"Ayo kemana?" Bingung Gina.


"Ayo ke toilet lah, masa iya ke pelaminan. Kan kita masih sekolah," goda Galang jail.


Gina mengembungkan pipinya. Ia melangkah lebar memasuki toilet. Mengambil peralatan pel, dan berjalan menuju bagian paling pojok.


"Ehm!" Galang berdehem keras untuk mengingatkan bahwa dirinya masih ada di sana. Sontak Gina berbalik dan menatap Galang dengan satu alisnya yang terangkat satu.


"Lo kenapa masih di situ? Ke kelas sana!" Ujar Gina.


"Mungkin ini udah takdir kita ya Gin,"


"Maksud lo?" Gina sungguh tidak paham. Apa maksdunya Galang tiba-tiba berbicara tentang takdir? Dan tadi apa katanya? Takdir kita?...

__ADS_1


"Maksud gue..." kata Galang sambil berjalan mendekat ke arah Gina, "kita di pertemukan hari ini dengan takdir di hukum yang untungnya... hukuman kita sama."


"What?!"


"Kondisikan ekspresi!"


Gina yang tadinya melongo kini menormalkan ekspresi wajahnya. Sedikit malu sebenarnya. 'Ish Gina... lo bodoh banget sih! Ngapain tadi cengo di depan Galang!' Makinya dalam batin.


'Gina gemesin deh.'


Galang tersenyum tipis. "Lo gemesin!" Ucapan Galang membuat Gina merasa panas di kedua pipinya.


"Ciee blushing!"


•••


Galang dan Gina kini tengah berada di taman sekolah. Keduanya duduk di bangku besi panjang yang sudah tersedia di sana. Sungguh Gina merasa capek sekali. Toilet perempuan di lantai 1 itu banyak. Bahkan lebih banyak dari lantai 2 dan 3.


"Gina!" Panggil Galang membuat Gina langsung menoleh.


Galang tersenyum. Kemudian mengangkat tangannya, dan mengelap keringat yang ada di dahi Gina dengan sapu tangan yang ia bawa. Hal itu membuat Gina terpaku. Pandangannya tak bisa teralihkan dari wajah tampan cowok di depannya.


Gina akui, Galang memang tampan. Tak salah jika cowok itu di juluki sebagai Pangeran Kelas.


"Gerah ya?" Tanya Galang.

__ADS_1


Gina diam. Gadis itu masih menatap wajah Galang.


Galang yang sebelumnya fokus melihat ke arah keringat di pelipis Gina kini beralih fokus menatap Gina. Ia tersenyum melihat Gina yang memperhatikan wajahnya.


"Jagan di liatin terus kalik, nanti suka! Tau kok kalau gue ganteng,"


Ucapan Galang membuat Gina tersadar. Gadis itu mengerjapkan matanya dua kali dan mengalihkan pandangan ke arah pohon yang tak jauh darinya.


Galang terkekeh. Hari ini Gina sangat menggemaskan.


"Gin,"


"Hm?" Gina tak menoleh. Gadis itu masih merasa malu sehabis ke gep beberapa detik lalu.


"Pulang sekolah bareng sama gue ya? Sekalian cari ortu kandung Gilang."


"Mm oke. Gue udah lama nggak jengukin Gilang. Pulang sekolah ke apart lo dulu kan Lang?" Kini Gina menoleh ke arah Galang.


Galang mengangguk. "Kalau itu mau lo, ya udah. Kita ke apart dulu, baru cari,"


Galang sedikit mencodongkan badannya ke Gina. Hal itu membuat Gina mundur. Tapi Galang dengan cepat memegang pinggang Gina, dan sedikit menariknya. Gina memejamkan matanya. Hal itu membuat Galang lagi-lagi tersenyum. "anything for you." Bisik Galang tepat di depan telinga Gina.


Gina sontak membuka matanya. Keduanya lalu saling bertatapan dengan degup jantung yang tal normal. Masih dengan posisi sama. Wajah mereka sangat dekat. Bahkan hembusan napas Galang sangat terasa di hidung Gina.


"WOI! KALIAN NGAPAIN!?"

__ADS_1


__ADS_2