Pangeran Kelas

Pangeran Kelas
Kelebihan Galang


__ADS_3

"Lang, itu gitarnya siapa?" Gina menunjuk sebuah gitar yang di senderkan di tembok.


Galang yang sedang bermain game melisrik sekilas, kemudian menatap layar ponselnya kembali. "Gue." Jawabnya singkat.


Gina mengangguk paham. "Oh."


"Emang lo bisa main gitar?"


"Bisa kok."


"Nyanyi?"


"Bisa juga."


"Emang suara lo bagus?"


"Hmm lumayanlah, nggak jelek-jelek amat."


Galang mematikan ponselnya. Lalu menatap Gina dengan tatapan yang sulit di artikan. Apa Gina tipe cewek yang suka cowok bisa nyanyi? Terus, yang bisa main gitar juga? Pikir Galang. Senyum tipisnya terukir. "Lo mau gue nyanyiin nggak?"


"Mau dong!"


Jawaban Gina dengan nada semangat membuat Galang yakin bahwa Gina suka pada cowok yang bisa bernyanyi dan bermain gitar. 'Kalo itu sih gampang...' -Batin Galang PD.


"Sini duduk!" Ujar Galang sambil menepuk-nepuk tempat di sampingnya.


Gina pun menurut, dan duduk di samping Galang.


Galang mengambil gitarnya, dan memangkunya. "Mau di nyanyiin lagu apa?"


"Terserah."


"Emm oke." Galang diam berfikir. Ketika sudah mendapat gambaran lagu yang akan dia nyanyikan, cowok itu membenarkan letak gitarnya, dan berdehem.


"I like your eyes you look away when you pretend not to care


I like the dimples on the corners of the smile that you wear


I like you more, the world may know but don't be scared


'Cause I'm falling deeper, baby be prepared


I like your shirt, I like your fingers, love the way that you smell

__ADS_1


To be your favorite jacket, just so I could always be near


I loved you for so long, sometimes it's hard to bear


But after all this time, I hope you wait and see


Love you every minute, every second


Love you everywhere and any moment


Always and forever I know I can't quit you


'Cause baby you're the one, I don't know how


Love you 'til the last of snow disappears


Love you 'til a rainy day becomes clear


Never knew a love like this, now I can't let go


I'm in love with you, and now you know


Gina menikmati setiap lantunan lagu yang dinyanyikan oleh Galang. Lagu yang Galang nyanyikan dengan judul 'I like you so much, You'll no it' itu berhasil membuat Gina bungkam. Keduanya saling tatap dengan tatapan yang berbeda.


I like the way you hit the notes, in every song you're shining


I love the little things, like when you're unaware


I catch you steal a glance and smile so perfectly


Though sometimes when life brings me down


You're the cure my love


In a bad rainy day


You take all the worries away


Love you every minute, every second


Love you everywhere and any moment


Always and forever I know I can't quit you

__ADS_1


'Cause baby you're the one, I don't know how


In a world devoid of life, you bring color


In your eyes I see the light, my future


Always and forever I know I can't let you go


I'm in love with you, and now you know


I'm in love with you, and now you know


Thank you."


Gina bertepuk tangan sambil tersenyum lebar. Prok prok prok


Senyum lebar pertama kali yang pernah Gina tunjukkan hanya untuk Galang seorang.


Galang pun ikut tersenyum membalasnya.


Gue kira cowok tengil kayak lo cuma bisa nyusahin dan banyak tingkah doang. Ternyata lo punya kelebihan. Suara lo bagus Lang. Gue jadi suka, eh...


Gue mikir apa sih!


"Bagus kan suara gue?" Tanya Galang.


Gina mengangguk. "Iya, bagus. Bagus banget. Suara kak Leo aja kalah bagusnya sama suara lo," jawab Gina. "Kenapa lo nggak ikut ekskul musik Lang?"


"Males."


Alis Gina terangkat satu. "Kok, males?"


"Males ketemu Aldo si ketos itu. Lagian juga gue lebih suka basket."


"Emang lo ada masalah apa sama Aldo? Sampe bilang males gitu. Cuma karena Aldo lo nggak mau ikut ekskul musik, dan menyia-nyiakan suara bagus lo itu?"


Gina memang pecinta musik. Gadis itu pun mengikuti ekstrakulikuler musik di sekolahnya. Jadi, wajar saja bila respon Gina sedikit berlebihan.


Galang tersenyum tipis mendengar kata menyia-nyiakan yang keluar dari mulut Gina. "Cuma suara, Sayang."


Mendengar panggilan Sayang dari Galang membuat Gina salting, merapihkan rambutnya.


"Y--ya tapi--tapi kan-"

__ADS_1


"Ssstt." Galang mencondongkan tubuhnya agar lebih dekat dengan Gina. Hal itu berhasil membuat jantung Gina berdetak lebih cepat. Kedua mata mereka saling menatap satu sama lain. Galang tersenyum penuh arti. "Ciee salting."


__ADS_2