
"Iya, Kenzo," balas Galang memperjelas.
"Lo kenal sama dia Lang?" Tanya Dika.
Galang mengangguk. "Kenal. Kenal banget-"
"Lah lo kenal tapi kenapa waktu balik ke rumah sakit gue nggak liat lo? Kata Kenzo waktu dia bangun tidur juga nggak liat lo," potong Kafi yang membuat Galang berdecak sebal.
"Bisa nggak sih, jangan potong omongan gue?!
"I--iya sorry,"
Galang menatap sengit Kafi selama beberapa detik sebelum akhirnya cowok itu beralih menatap Dika. "Kenzo itu... adik tiri gue,"
"HAH?! ADIK TIRI!?"
Ucapan Galang spontan membuat kedua sahabatnya kaget bukan main. Bahkan Dika sampai berdiri dari tempat duduknya.
Galang menatap sebal keduanya. "Lagi di tempat umum kampret! Jangan bikin malu gue elah!"
Dika duduk kembali. "Ya habisnya lo bikin kaget sih!" Kepala Dika menoleh ke kanan dan kiri. "Lagian... ruang VIPnya lagi sepi kok. Udah pada pergi orang-orang tadi,"
Keadaan hening beberapa saat. Ketiganya diam dengan pikiran masing-masing.
"Lo nggak pernah bilang Lang. Apa kita kurang deket? Apa gue nggak ada artinya di mata lo Lang? Gue nggak penting ya? Katanya sahabat. Harusnya lo cerita dong! Lagian kita sahabatan udah cukup lama loh Lang! Dari SMP!" Ujar Dika dengan mata yang menatap Galang kecewa.
__ADS_1
Galang tersenyum kecut. "Gue... cuma nggak mau aja berbagi kesedihan sama lo Dik," balas Galang merasa bersalah, "maaf,"
"Terus, lo bisa cerita ke kita sekarang?" Tanya Kafi pada Galang.
Galang mengangguk. Tatapannya kosong menatap jendela yang memperlihatkan keadaan luar Kafe.
"Dulu, waktu awal SMA, sekitar 3 bulanan setelah MOS, Mami nikah lagi. Dan lo tahu itu kan Dik?"
Dika mengangguk. Dika bahkan menghadiri acara pernikahan Maminya Galang dulu.
"Ternyata setelah beberapa hari pernikahan mereka, Doni (Papi tiri Galang) punya anak yang usianya seumuran sama gue, dan gue sama Mami baru tahu itu," Galang menjeda sejenak dengan meminum jus di depannya,
"Mami nggak marah. Dia nerima Kenzo. Dia menganggap Kenzo seperti anaknya sendiri. Bahkan gue rasa Mami pilih kasih sama gue karena Mami lebih mendahuluin kepentingan Kenzo daripada gue hanya karena usia dia sedikit lebih muda dari gue. Padahal cuma beda bulan aja. Tapi di situ gue nggak tahu kalo ternyata Kenzo manfaatin itu,"
Alis Dika tertaut. "Maksudnya?"
"A-ap-a? Ja-jadi gue sama Dika salah nolong orang dong?" Kata Kafi polos.
Dika langsung menabok lengan Kafi membuat cowok itu meringis. "Shh, sakit Bang!"
Mata Dika melotot. "Diem!" Perintahnya. Kafi langsung mengatupkan mulutnya.
"Terus Lang, lo nggak bales Kenzo gitu? Lo ngejelasin ke Mami lo nggak?"
"Udah gue jelasin banyak kali Dik, tapi Mami tetep ggak percaya. Gue aja sampe heran, kenapa Mami berubah? Kenapa Mami lebih sayang sama Kenzo ketimbang gue? Oma juga jadi lebih deket ke Kenzo, dan gue di lupain. Gue merasa kehilangan Mami dan Oma. Mereka nggak peduli lagi sama gue. Di situ timbul rasa benci gue sama Kenzo dan Doni Papi tiri gue yang malah nggak pernah ngganggap gue ada. Gue coba aja tuh sebar CCTV kecil di rumah. Dan setelah beberapa video bukti bahwa Kenzo emang sering ekting dan bohong itu udah ada, gue langsung aja kasih bukti ke Mami. Untungnya Mami percaya. Tapi Oma nggak percaya. Akhirnya Kenzo di pindahin ke rumah Oma di luar kota. Tapi tiba-tiba gue ketemu lagi deh sama tu orang gara-gara kalian." Jelas Galang panjang lebar.
__ADS_1
"Maafin gue sama Kafi ya Lang? Kita nggak tahu,"
Galang mengangguk dan tersenyum menatap keduanya secara bergantian. "Kalian nggak salah kok. Kalian kan nggak tahu. Malah gue yang salah karena gue nggak cerita. Maaf lagi Dik,"
"Nggak masalah kok Lang. Sekarang kan lo udah cerita. Tapi lain kali lo harus cerita lebih awal sih. Jangan sampe kejadian waktu lo ngumpetin Gilang terulang lagi. Gue nggak mau ada rahasia-rahasiaan lagi di persahabatan kita,"
Galang mengangguk. "Gue usahain."
"Wey, fotbar kuy! Gue belum punya foto bertiga bareng kalian nih!"
"Kuy!"
"Yok lah!"
Ketiganya kemudian foto bersama dengan berbagai gaya. Yang memfotokan mereka Elang. Dika dan Kafi sudah kenal dengan cowok itu karena Galang yang sudah pernah memperkenalkan. Dan mereka juga tahu kalau Kafe G'A ini punya Galang.
"Oh ya, ada satu lagi yang mau gue bilang," ujar Galang.
Kafi yang tadinya sibuk melihat foto-foto mereka tadi seketika langsung menoleh. "Apa?" Tanyanya bersamaan dengan Dika.
"Waktu itu gue pernah di ajak ketua mafia ikut gabung ke geng mafianya,"
"What!?"
"Serius lo? Mafia?! Mafia loh ini,"
__ADS_1
"Serius. Itu alasan kenapa gue bisa dapet CCTV kecil itu. Kamera kecil yang buat ngerekam bukti itu loh. Gue nolongin ketua mafia itu pas dia lagi di kejar banyak preman dan banyak luka sayatan di badannya. Karena dia liat kemampuan bela diri gue bagus, dia ngajak gue ikut geng itu,"
"Terus, lo ikut jadi mafia?" Dika kini menatap serius ke arah Galang. Cowok itu sebenarnya takut kalau Galang benar ikut geng mafia itu. Ia takut Galang salah pergaulan.