
Happy Readingš
Rasanya jantung Galang berpindah tempat mendengar pertanyaan Gina barusan. 'Ini serius Gina izin mau peluk gue?!'
Seperti mimpi bagi Galang. Kemana Gina yang judes, galak, dan cuek itu?
Merasa sudah lama ia menunggu jawaban dari Galang, tapi cowok itu tidak juga menjawabnya, Gina pun bertanya lagi. "Boleh nggak?"
"B-bo-boleh Gin." Jawab Galang terbata.
Gina tersenyum. Lalu langsung memeluk Galang dari belakang. Galang sempat tegang beberapa detik. Tapi cowok itu usahakan agar tubuhnya rileks. Detak jantungnya masih berdetak lebih cepat dari biasanya. Gina membuatnya gugup. 'Gina salah makan kalik ya..?'
ā¢ā¢ā¢
Galang menatap heran keadaan meja makan yang ada di apartemennya. Seperti baru saja ada yang makan. Bungkus snak pun berserakan di depan TV yang masih menyala.
Tanpa menunggu lama, Galang langsung saja berjalan cepat menuju kamarnya. Tentu untuk melihat Gilang.
"Kalian ngapain ke sini?" Galang sedikit terkejut melihat keberadaan Dika dan Kafi yang ada di dalam kamar apartnya.
Kafi yang tengah menggendong Gilang, dan Dika yang tengah mengambil mainan Gilang sontak kompak menoleh ke arah Galang.
"Main sama anak lo." Jawab Kafi asal.
"Lang, kok Gilang kalo di gendong gue nangis ya?" Tanya Dika pada Galang membuat cowok itu menoleh.
"Mana gue tahu," jawab Galang acuh sambil menggidikkan bahunya. Cowok itu kemudian berjalan mendekat, dan membaringkan tubuhnya di atas kasur king size. Sungguh lelah hari ini. Tapi ia pun masih kepo kenapa Gina menangis tadi?
"Soalnya lo jelek sih Dik. Makanya Gilang nggak mau di gendong sama lo. Liat nih, gue ganteng, jadi Gilang nurut deh," sambar Kafi dengan muka tanpa dosanya. "Iya kan nak? Uhh lucu banget cih kamu?"
Dika menatap Kafi dengan tatapan tak suka. "Bukan karena lo ganteng. Tapi karena muka lo yang kayak bapak-bapak, iya nggak Lang?"
__ADS_1
Galang terkekeh mendengar penuturan Dika. "Iyain,"
"KALIAN SOLIMEHH DEH! NGGAK SUKA AH!" Kafi menggerucutkan bibirnya. Kemudian berjalan pergi keluar kamar. Jangan lupakan Gilang di bawa oleh cowok itu. Sebenarnya, Kafi itu lebih ganteng dari Dika. Cowok itu pun banyak di sukai karena Kafi itu Ketua ekskul futsal. Siapa yang mau sama Kafi?
"Heh anak gue jangan lo culik!!"
ā¢ā¢ā¢
Gina menatap pantulan kaca yang memperlihatkan wajahnya. Matanya sembab terlihat seperti orang yang habis menangis. Memang kenyataannya begitu.
Gina sebenarnya menangis karena tidak habis pikir dengan orang tua Gilang yang membuang Gilang di dekat danau. Gina tidak bisa membayangkan kalau dirinya menjadi Gilang. Bagaimana perasaannya nanti jika sudah tau kebenarannya tentang itu? Orang tua yang melahirkan malah membuangnya? Pantaskah seperti itu?
Bagaimana jika tidak ada dirinya dan Galang waktu itu? Pasti Gilang sudah meninggal karena kedinginan.
Dan karena ada orang yang setelah di kasih kertas yang siang tadi ia sebarkan bersama Galang, orang itu dengan tanpa rasa bersalahnya malah merobek-robek kertas itu dengan sengajanya. Tega sekali memang. Tapi jaman sekarang kebanyakan orang tidak perduli sekitar. Mereka menganggap remeh apa yang mereka pikir tidak penting.
Ting!
GalangJelek
Kenapa tadi nangis?
^^^Gina^^^
^^^Kepo^^^
GalangJelek
Gue serius
Gue khawatir sama lo Gin
__ADS_1
Ada masalah?
Gina menghela napasnya. Galang pasti akan terus bertanya jika ia tidak kunjung membalasnya dengan benar. Tapi ia pun malas jika harus membalasnya dengan jujur. Takut nanti dikatai baperan! Padahalkan tidak! Eh, dikit maksudnya.
^^^Gina^^^
^^^Gpp kok^^^
^^^G pnting^^^
^^^Udah ya Lang, gue mau istirahat^^^
GalangJelek
Selamat istirahatā¤
Besok gue jemput. Nggak terima penolakan.
Pulang sekolah juga harus sama gue.
^^^Gina^^^
^^^Sejak kapan sih lo jdi maksa gini?^^^
GalangJelek
Sejak gue takut kalo ada cowok yang lebih deket sama lo selain gue
Gina menghela napasnya lagi. Ia hanya membaca pesan itu. Malas membalasnya. Lebih baik sekarang ia mandi.
Gina dulu itu orangnya baperan. Kadang juga ke GR-an. Tapi karena belajar dari yang sudah-sudah, Gina jadi punya prinsip. Jangan berekspetasi tinggi, dan jangan menaruh harapan sedikit pun pada manusia. Karena berharap pada manusia itu nggak pasti.
__ADS_1