Pangeran Kelas

Pangeran Kelas
Kedatangan Mami 2


__ADS_3

"Galang nggak ngelakuin kayak apa yang Mami pik-"


"Udah deh jujur aja!"


'Ini mau jujur, tapi Mami malah motong ucapan Galang terus! Gimana Galang mau jujur kalo gini!' -Batin Galang kesal sambil menatap Maminya yang tengah menatapnya horor.


•••


Mami Galang langsung masuk ke dalam apartemen Galang begitu saja. Sedangkan Galang menelan ludah. "Ck. Gimana jelasinnya? Mami percaya nggak ya?" Gumamanya.


"GALANG SINI!" Teriak Mami Galang dari dalam.


"IYA MI!" Balas Galang.


Galang segera masuk ke dalam apartemennya, tak lupa menutup pintunya kembali. Jika tidak, Maminya pasti akan terus berteriak memanggil namanya jika ia tak cepat menghampiri Maminya.


Kini Galang dan Maminya berada di ruang tamu. Mereka duduk di atas sofa, berhadapan. Mami Galang menatap Galang tajam. Kemudian beralih menatap Gilang dengan lembut. "Siniin anak kamu! Mami mau gendong cucu Mami!" Serunya.


"Ini bukan an-"


"Udah nggak usah ngelak!"


Galang menghela napas, lalu menyerahkan Gilang. Mami Galang tersenyum ke arah Gilang. Tapi Gilang malah menangis. Membuat senyumnya luntur. Ia pun berdiri sambil mencoba menenangkan Gilang agar berhenti menangis.


"Sutt sutt sutt Sayang, cucu nenek jangan nagis,"


"Pfffftt," Galang menahan tawa. Cucu nenek?


Mami Galang yang menyadari itu langsung menatap tajam Galang membuat Galang beralih menatap ke arah lain.

__ADS_1


"Mana sih Mamanya? Mami mau ketemu sama dia. Wanita murahan ya? Makanya sampe punya anak sama kamu?" ucapnya bertanya, "atau jangan-jangan kamu di jebak sama Mamanya bayi ini? Makanya jadi anak ini?"


"Ambigu Mi,"


"Diam!"


"Lah kan Mami nannya,"


"Mami nggak nannya!"


"Ish, iya-iya."


Mami Galang memperhatikan bentuk wajah Gilang. Jika di lihat dengan baik, Gilang sedikit mirip dengan Galang. Sedikit loh ya...


Maka dari itu Mami Galang langsung menyimpulkan bahwa Gilang adalah anak Galang.


"Udah mirip mukannya, masih aja ngeles bilang bukan anaknya. Dasar, bapak lucnat," cibir Mami Galang yang masih bisa di dengar oleh Galang.


Tangis Gilang kini sudah mereda. Mata Gilang menatap Mami Gilang polos membuat Mami Gilang gemas dan langsung mencubit pipi gembul Gilang. "Ih lucunya..."


"Pipinya kayak mau jatuh gemes."


"Mi itu pipi, bukan squisy, jangan di cubitin terus ih! Pipi anak Galang jadi merah tuh!" Ujar Galang kesal lantaran Maminya yang terus mencubit pipi Gilang. Tapi...


"Tuh kan, kamu ngaku sendiri bahwa ini anak kamu!" Balas Mami Galang sinis membuat Galang langsung menutup mulutnya. Ups


'Kebiasaan waktu sama Dika, Kafi gue manggil Gilang anak gue sih jadi gini kan?! Ah, kacau!'


"Bukan Mi! Sumpah Gilang bukan anak Galang!"

__ADS_1


"Gilang?"


"Iya itu nama bayi itu,"


Mami Galang manggut-manggut. "Namanya aja mirip sama nama kamu, pasti kamu yang buat nama itu kan?"


Dengan polosnya, Galang menjawab. "Iya sih,"


1 detik kemudian, Galang menggeleng. Salah lagi...


Alis Mami Galang tertaut. "Kamu nikahin Mamanya Gilang nggak?"


"Nggak! Kan udah Galang bilang, Gilang itu bukan anak Galang Mi! Galang belum punya anak! Galang juga belum pernah anu... Masa Mami nggak percaya sama anaknya sendiri sih!"


"Ya jelas Mami nggak percaya, selama ini kamu tinggal di apartemen. Selalu minta uang lebih dengan alasan bayaran sekolahlah, kebutuhan apartlah, padahal Mami hitung total semua kebutuhan kaku nggak sampe sebegitu banyak yang kayak kamu minta. Itu berarti kamu bohong," jelas Mami Galang, "belum lagi Mami nggak tau pergaulan kamu setelah kamu pindah ke sini. Bisa aja kan kamu jadi anak nakal? Punya geng-gengan atau apalah it-"


"Tapi Galang nggak gitu Mi..."


"Halah..."


"Mami... percaya dong sama Galang..." Galang merengek layaknya anak kecil. Percayalah, cowok itu sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya agar Maminya percaya pada ucapannya.


"HALLO EVERYBADY, DIKA TAMPAN NAN IMUT INI DATANG~"


Deg


°•°•°•°•


Yang belum baca cerita DIVANO, siapa tau minat. Klik aja profilku, dan baca ya...

__ADS_1


See you readers...


__ADS_2