Paviliun Bunga Suci

Paviliun Bunga Suci
Bagian 11. Resepsi pernikahan


__ADS_3

...Resepsi pernikahan....


Bagian 11. Pernikahan adik kaka.


Sekarang tinggal menunggu beberapa jam sahaja menunggu acara utama di mulai. Seluruh keluarga utama di luar kota dan seluruh keluarga cabang di berbagai daerah telah berkumpul menjadi satu dalam satu tempat di kediaman utama keluarga Zhang.


Seorang wanita sedang bersolek mempersiapkan acara terpenting dalam hidupnya. Wajahnya terlihat begitu cantik dengan balutan gaun putih bersama bunga buatan tangan yang tersusun rapi di berbagai sisi.


Wajah bahagia terlihat begitu jelas dalam raut mukanya. Senyum cerah dan ceria terpatri membentuk lengkungan bibir dengan dekik di pipi kirinya dan itu menambah kecantikannya.


Zhang Quan ikut pula berrias diri, tapi tidak selama Zhang Mei. Zhang Quan dari kejauhan menatap Zhang Mei, wajahnya jelas sangat mirip sekali dengan Zhang Ann wanita yang dia cintai dulu.


Perlahan langkah kaki Zhang Quan menghampiri Zhang Mei yang telah selesai bersolek. Zhang Mei masih menatap dirinya sendiri dalam cermin besar nya. Zhang Quan mendekat dan dengan tiba tiba ia mengecup kening wanita itu dengan lembut.


“Sayang kamu sangat cantik sekali.”


Ucapan Zhang Quan mengejutkan Zhang Mei. Jantungya memompa dengan sangat cepat saat mendapat kejutan ciuman di keningnya. Wajahnya semakin merah padam mendengar pujian dari lelaki yang di cintai nya.


“Ayo sebentar lagi di mulai.” Tambah Zhang Quan menarik lengan Zhang Mei yang masih tertunduk malu dengan wajah merahnya.


...Di sebuah tempat....


Tidak jauh dari kota Bong tempat kediaman keluarga besar Zhang berada.


Sebuah rombongan pasukan membawa tandu menuju kediaman keluarga Zhang. Mereka terdiri dari ratusan pendekar tingkat atas dan puluhan pendekar tingkat lanjut.


Rombongan ini berniat datang menuju kediaman kelurga Zhang untuk melamar tuan putri keluarga utama keluarga Zhang. Zhang Mei.


Pria dalam tandu ini adalah anak dari ketua sakte aliran putih, sakte Mawar biru. Sakte Mawar biru adalah sakte aliran putih dan termasuk salah satu sakte besar yang ada di benua dataran tengah.


“A...daa.. mu...sss.uu.”


Seru pasuakan dalam rombongan tersebut. Ucapanya terbata bata lantaran sebuah sayatan pedang menggorok leher musuhnya dengan pelan.


Sepasukan yang lain sontak terkejut melihat salah satu anggota kelompok mereka meregang nyawa dengan leher yang tergorok. Darah deras terus mengalir dalam lehernya, menampakan kengerian senjata musuh di hadapan mereka.


“Ada serangan, waspada segera perketat penjagaan tuan muda.” Suara lantang anggota rombongan menyiap siagakan setiap orang untuk masuk ke dalam mode pertempuran .


Ratusan pasukan mengacungkan senjata mereka dan bersiap menyambut setiap serangan yang akan datang.


Mereka mengitari tandu yang membawa tuan muda dan posisi siap siaga menyabut serangan, menggingat mereka tidak mengetahui pasti dari arah mana serangan akan tiba tiba muncul untuk menyerang mereka.


Duaaaaaarrrr


Suara ledakan memekakan telinga setiap pasukan. Ledakan tersebut berada tidak jauh dari rombongan tuan muda sakte Mawar biru. Ledakan tersebut menciptakan sebuah kabut yang membutakan pandangan setiap pasukan.


“Jlebbbbb.”

__ADS_1


“Jeeeellllbbbb.”


“Jleeeeeellllbbbb.”


Hujan panah dari setiap penjuru menghujani seluruh rombongan pasukan tersebut. Mereka tidak dapat menghindar. Seluruh pasukan tingkat pendekar atas meregang nyawa sedangkan para pendekar tingkat lanjut terlihat sangat mengenaskan dengan berbagai luka yang parah di sekujur tubuh mereka.


“Seluruh pasukan habisi mereka semua.” Suara tegas dan berat memberikan komando kepada sepasukan yang bersembuyi dari balik pohon.


Kelompok ini berniat membunuh seluruh orang dalam rombongan ini. Mereka adalah suruhan Li Hao. Kemampuan rata rata mereka berada di tingkat pendekar tahap lanjut puncak.


Rombongan tuan muda sakte Mawar biru hanya mampu menahan 2/3 gerakan sahaja dari sepasukan yang menyerang mereka. Kondisi mereka yang penuh luka membuat kekautan tempur rombongan ini semakin lemah.


Dalam beberapa menit sahaja mereka sudah membunuh seluruh orang dalam rombongan ini. Pasukan rombongn hanya sedikit sahaja menunujukan perlawannan.


“Katakanlah berapa kepingan logam yang kalian inginkan, aku bisa membayar lebih dari apa tuan kalian berikan untuk kalian ” Seru Liang Bao yu bersujud di hadapan mereka.


Ssssreeeeet


Suara tebasan langsung mendarat tepat di leher tuan muda ini. Darah mengalir deras atas pisahnya kepala dari tubuhnya.


Kelompok suruhan Li Hao pergi mencari kambing hitam untuk kejadian kali ini.


...Kembali ke pernikahan....


Seluruh keluarga baik keluarga cabang atau keluarga utama telah hadir memenuhi kediaman keluarga Zhang Qiang. Banyak dari mereka yang menggunjing pernikahan kali ini. Lantaran kekecewaan mereka atas calon mempelai pria nya.


“Aku tidak habis pikir dengan pernikahan ini. Bagaimana pun juga putri Mei bisa sahaja menikah dengan salah satu tuan muda sakte besar untuk mendukung kedudukan kita.”


“ Aku dengar tuan muda sakte Mawar biru ingin melamar tuan putri Mei, apa kabar dia sekarang yah.”


“Bisa bisanya ini terjadi, apa ini direncangakan bocah kecil Quan. Aku dengar dia sangat licik dan penuh siasaat.”


Begitu banyak omongan omongan yang tidak memihak Zhang Quan memenuhi sisi ruangan acara pernikahan. Mereka tidak habis pikir deangan jalan pikiran ketua keluarga.


Zhang Quan pun tahu benar ini pasti akan terjadi. Omongan omongan sinis dan ejekan sudah tidak lagi asing dalam telinganya, ucapan buruk terhadapnya seperti makanan wajib di hidupnya. Bocah kecil ini hanya menanggapinya dengan santai dan biasa sahaja.


Acara pernikahan di mulai. Sebelum acara di mulai ketua kediaman keluarga Zhang, Zhang Quan memberikan sambutan dan alasan pernikahan putri tercintanya ini.


“Kalian pasti tidak habis pikir dengan pernikahan ini. Aku juga tahu anggapan kalian semua. Tapi kali ini aku ingin membebaskan putri kecil ku ini dari masalah keluarga. Aku tidak ingin kejadian dulu terulang kembali. Apa salahnya memberikan kebahagiaan dengan pernikahan yang dia inginkan ” Ucap Zhang Qiang memberikan alasan pernikahan putri kecilnya.


Acara utama di mulai, berbagai janji suci telah mereka berdua sampaikan. Acara berjalan sangat cepat, tidak ada keluarga utama atau cabang yang memberiakan ucapan selamat kepada kedua mempelai ini.


Zhang Quan terseyum pahit melihat para tamu pergi meninggalkan resepsi pernikahan mereka. Mereka datang ke pernikan hanya sekedar untuk menghormati kepala keluarga.


Keluarga utama atau cabang merasa bocah kecil ini jauh dari kata pantas untuk menikahi tuan putri Zhang yang terkenal cantik namun dingin.


“Pasti bocah kecil itu mengunakan sihir untuk membuat tuan putri jatuh hati kepadnya.”

__ADS_1


“Aku tidak bisa berpikir bagaimana bisa tuan putri mencintai bocah kecil itu.”


“Sebaiknya kita pergi sahaja, tidak ada yang perlu kita lakukan lagi disini bukan.”


Seluruh orang pergi meninggalkan acara pernikahan menyisakan tiga orang yang paling dekat dengan Zhang Quan . Mereka adalah Zhang Ping sebagi paman Zhang Mei, Zhang Lian dan Zhang Kun anak Zhang Ping yang berusia di bawah Zhang Quan.


Ketiga orang ini menyampaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai, mereka adalah orang terdekat Zhang Quan. Seluruh kerja sama dagang hanya Zhang Quan ambil bila ada sosok ayah dan anak ini ada dalam rombongan.


Perbincangan dan obrolan ringan sedikit mereka berlima lakukan. Mereka terlihat sangat dekat seperti sekumpulan sahabat yang sedang nongkrong bareng. Tidak terasa obrolan mereka cukup lama sampai waktu malam tiba. Mereka pergi meninggal kan mereka berdua untuk menikmati momen pasangan suami istri.


...Di kediamaman sakte aliran putih....


Sakte Mawar biru.


Ketua sakte dan para tetua menerima kabar kematian Liang Bao yu.


Seorang pria paruh baya menatap tajam lelaki dengan kepala dan tubuh yang terpisah. Tangannya mengepal keras, matanya memerah tajam. Wajah penuh bulu serat bekas luka pertarungan di sekujur tubuhnya menampakan sosok peria garang yang menakutkan.


Dia adalah Liang Fung pria yang di anggap telah mencapai tingkatan dewa bebarapa tahun yang lalau.


“Segera kumpulkan seluruh petinggi sakte, tidak akan aku biarkan pembunuh putra ku hidup di langit yang sama dengan ku.” Ucap Liang Fung marah.


Liang Fung sebenarnya adalah anak tetua dari sakte aliran hitam, tapi sebab pria ini mencintai istrinya di sakte aliran putih. Pria ini berganti aliran dan menjadi ketua sakte lantaran menikahi putri ketua sakte Mawar biru.


...Semenatara di tempat nenek lampir....


Wanita yang bernama asli Guo Jun lebih akrab di panggil nenek lampir oleh Zhang Quan. Guo Jun adalah wanita licik dan sama liciknya dengan Zhang Quan.


Zhang Quan sendiri menaruh benci yang mendalam dengan nenek lampir ini, masih bisa dia ingat dalam pikirannya. Wanita tua penyebab kematian Zhang Ann yang memicu konflik keluarga Zhang dengan sakte aliran putih menengah.


Di sisi Guo Jun juga sama, Guo Jun menganggap pria bocah itu adalah biang masalah untuknya, setiap harapan dan keingianannya pasti selalu bersamaan dengan peria bocah ini. Lebih anehnya lagi keinginan dan harapan mereka selalu bersinggunngan.


“ Apa mungkin bocah Quan pelakunya.”


“Ahh, tidak mungkin dia memiliki kekuatan yang besar di belakangnya.” Guo Jun menepis sendiri anggapannya.


...Sementara di kediaman keluarga Zhang....


Zhang Quan dan Zhang Mei sedang melakukan aktifitas suami istri di malam hari.


Halllooo


Para readers.


Jangan lupa yahh.


Klik tombol like yaaa.

__ADS_1


Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.


__ADS_2