Paviliun Bunga Suci

Paviliun Bunga Suci
39. Reuni


__ADS_3

Reuni


Tubuh yang sudah pulih dan rajah serta tato yang semakin bercahaya menyilaukan. Membuat makhluk siluman ini bergidik ngeri.


Merasakan tingkatan kekuatan yang jauh, Raja Gorila ini menyiutkan nyalinya dan berlari dari tempat nya.


****


Seorang pria paruh baya berjubah putih menyipitkan matanya, ia yang tengah bersembuyi di atas pohon. Jurus penghilang ruhnya memang terbukti berhasil, muridnya saat ini pun tidak menyadari keberadaanya.


Namun apakah dia akan terus bersembuyi, melihat muridnya terus mengamuk tentu hati siapa pun guru pasti akan merasakan sedih.


Sosok monster Raja gorila yang ia kira mampu menghilang kesadaran nya, ternyata tidak sesuai harapan. Siluman tingkat kaisar pun belum cukup kuat untuk mengimbangi Zhang Quan.


" Arrrrrggggghhhhh, sialan seandainya aku membawa gulungan magic " ucap pria ini sambil mencakar sendiri rambutnya.


Kembali ke tempat Zhang Quan.


Raja gorila mengambil langkah seribu saat melihat aura dari tubuh Zhang Quan, makhluk ini seakan mengerti tingkatan Zhang Quan yang berada jauh di atasnya.


Zhang Quan yang melihat musuhnya mecoba kabur, melesat dengan kecepatan penuh nya.


Brrruuuuukkk


Sreeetttt


Brurkkkk


Brukkk


Srrrrreeett


Pukulan cepat dari kedua tangan nya menerjang tubuh makhluk besar ini, tubuh yang besar seakan tidak terasa berat bagi Zhang Quan. Setiap pukulan dengan mudah nya menghempaskan makhluk ini begitu jauh.


Tidak memberikan ruang sedikit pun untuk bernafas, pukulan demi pukulan terus sahaja Zhang Quan lancarkan. Beberapa kali makhluk ini mencoba kabur, tapi tidak membuahkan hasil. Kecepatan Zhang Quan benar-benar melebihi sebelumnya.


Jika bisa bicara bahasa manusia, pasti makhluk ini akan mengumpat keras dalam hatinya. Sekarang ia tidak lebih dari samsak bagi Zhang Quan.


Grrrooooaaarrrr


Raja Gorila sudah kehabisan tenaga untuk kabur, sekarang ia tidak punya pilihan yang menguntungkannya. Pilihan di depannya hanyalah kematian.


Merasa sudah terdesak dengan kondisi nya, pukulan keras yang mengenainya benar-benar berakibat fatal bagi tubuhnya. Membuat Raja Gorila mengunakan mode berseknya.


Teriakan keras makhluk besar ini manampilakan perubahan wujud pada tubuh besar nya . Tubuh berselimut api memenuhi tangan dan kakinya, matanya merah darah menujukan keganasan raja kera ini.


Duggg


Duggg


Grrroaaarrrrrrrr

__ADS_1


Pukulan tangan pada dadanya dan teriakan keras yang ia keluarkan, membuat riuh suasana sepi di hutan siluman ini. Sekarang makhluk ini tidak ingin menjadi samsak bagi Zhang Quan, ia lebih memilih mati dengan terhormat sebagai pejuang.


Dalam mode berseknya, kecepatan dan pukulannya menjadi semakin kuat. Namun sayang, kekuatan Zhang Quan benar-benar pada puncak nya sekarang. Setiap pukulan Raja Gorila tidak sedikit pun berhasil mengenai bocah kecil ini.


Seperti tidak ingin menyerah behitu sahaja, Raja Gorila ini terua menerus melakukan serangan, Zhang Quan sama sekali tidak kesulitan dalam menangkis serangan makhluk ini. Hanya sahaja kesempatan mendaratkan pukulan menjadi lebih berkurang dari sebelumnya.


Bruuukkk


Brrrrakkkkkk


Brukkkkk


Braaakkk


Pukulan Zhang Quan beberapa kali menghempaskan tubuh besar Raja Gorila, tidak putus asa, makhluk ini menyerang kembali.


Hasil yang sama pula iya dapat kan, lima samapi tujuan serang Raja Gorila lakukan dan dapat di tangkis dengan mudah, untuk serangan berikutnya Zhang Quan meng ambil giliran mendaratkan pukulan, dan berhasil memukul mundur tubuh besar makhluk ini.


Hal tersebut terus terjadi sampai setengah jam kemudian, pergerakan Raja Gorila yang semakin melambat dan pukulan yang semakib melemah. Mata merah mulai kembali menjadi hitam seperti sedia kala.


Duuuuarrrrr


Pukulan terakhir Zhang Quan menjadi akhir dari riwayat Raja Gorila ini. Tubuh penuh luka terlihat jelas pada tubuhnya brsarnya, kondisi nya sangat mengenaskan. Jika sahaja Zhang Quan bisa mengunakan tenaga dalamnya, bisa di pastikan tubuh makhluk ini lebih mengenaskan dari sekarang.


Waaaaaarrrrrrrgggghhhhh


Zhang Quan berteriak keras. Pandangan nya kembali menyisiri seluruh tempat, dan mencari makhluk hidup untuk memuaskan hasrat membunuh nya.


Setelah beberapa detik pandangan mata menyisiri tempat di sekitar, ia merasakan begitu banyak aura kehidupan dengan kekuatan besar menujunya.


" Kakak, bagaimana bisa kakak berada di sini. " Pandangannya semakin melebar saat melihat sosok pria misterius yang datang dengan ribuan pasukannya.


Dua jam yang lalu, di tempat pria sepuh misterius.


Merasa Manusia hantu akan kehilangan nyawa, Kang Jianguo beserta pasukannya turun dari bangku penonton. Di pihak Li Hao juga sama, pertemuan sengit terjadi, semua orang di tempat ini mengeluarkan jiwa tenaga dalamnya masing-masing.


Gajah, serigala, kelinci, rubah, singa, belalang dan sebagainya. Terihat di pertarungan kali ini. Jiwa-jiwa tenaga dalam ini saling beradu.


Namun tidak butuh waktu yang lama bagi pria sepuh misterius ini untuk memimpin jalannya pertarungan, dalam waktu setengah jam sahaja. Sudah terlihat siapa yang akan keluar menjadi pemenang dalam pertempuran kali ini.


Rombongan dari utara seakan tidak memberikan perlawanan yang sengit, semua serangan mereka begitu lemah dan lambat. Berbeda dengan pasukan elite dari pria sepuh ini, serangan cepat dan kuat mereka berikan, dalam waktu ini mereka sanggup membunuh separuh lebih orang-orang dari utara.


" Sialan. Siapa sebenarnya pria sepuh ini. Bagaimana bisa di sekuat itu. Manusia hantu dan pasukan ku sampai tidak berkutik di hadapan nya. " Dengus kesal Kang Jianguo yang sedang berlari dari kejaran musuhnya.


Pria sepuh ini memberikan kode pada pasukannya untuk mebiarkan rombongan utara pergi melarikan diri.


" Biarkan lah mereka pergi. " Pria sepuh ini mengangkat tangannya.


" Hey, anak muda sampaikan salam ku untuk pak Tua es, Raja besi menunggunya bermain. "


Pria sepuh ini berteriak dengan Lantang, saat melihat pimpinan pasukan dari utara dan beberapa pasukannya lari kocar-kacir.

__ADS_1


Selesai pertarungan, mereka melanjutkan perjalanan kembali menuju tempat Zhang Quan.


" Cucu ku, aku datang untuk mu. " Pria sepuh ini melesat begitu cepat menuju ke hutan siluman bagian dalam.


Di tempat Zhang Mei.


Sudah seminggu mereka melakukan perjalanan, hari ini mereka sampai di kota Tersembunyi. Sebuah kota di bagian selatan benua dataran tengah. Kota yang dekat dengan kota Dong. Tempat pertempuran besar terjadi.


Kota Tersembunyi sebenarnya adalah wilayah sekte Paviliun Bunga Suci, tempat sekte ini tinggal. Karena pertempuran 30 tahun yang lalu, anggota sekte yang tinggal di bawah tanah, mengisolasi diri dari dunia luar.


Seluruh orang di benua dataran tengah mengira sekte Paviliun Bunga Suci telah hilang sepenuhnya, tapi sebenarnya tidak demikian. Karena kebencian anggota keluarga yang di bunuh habis dalam konflik 30 tahun yang lalu, orang-orang di sekte ini beralih profesi menjadi pembunuh bayaran.


Rombongan ini memasuki Kota tersembunyi. Mereka masuk ke dalam sebuah batu, sebelum masuk mereka menyebutkan kata kunci agar bisa masuk.


" Sepuluh kelinci satu ekor rubah."


( note :Setiap sekte mendapatkan kata kunci masing-masing dan untuk kata kunci bagi keluarga Zhang adalah kelinci dan rubah.)


Sepuluh orang lelaki dan satu wanita masuk ke dalam kota Tersembunyi. Sepuluh lelaki ini adalah ayah, anak dari keluarga Zhang dan pasukan penjaga serta Zhang Mei sebagi satu wanitanya.


Rombongan pasukan yang berjumlah ribuan tidak bisa ikut masuk, karena sudah di beri peraturan, jumlah orang yang bisa memasuki kota tersembunyi.


Setelah mereka masuk, mereka sampai di sebuah ruangan yang berisikan satu orang perempuan, wanita tersebut bertugas mencatat permintaan pelanggan.


" Mohon maaf, seluruh pasukan kami sedang melakukan misi penting dari pimpinan tertinggi. Jadi untuk beberapa bulan ke depan kami tutup " ucap ramah wanita resepsionis.


Sekarang mata Zhang Mei melotot ke arah ayah dan anak ini, wajah marah terlihat jelas pada rona wajah merahnya.


Kedua ayah dan anak ini bergidik negri saat merasakan aura tidak mengenakkan pada Zhang Mei.


Di tempat Liang Fung.


Mata Liang Fung terbelakak saat sampai di kota Tong, tempat sekte Gagak hitam tinggal. Wajah geram ia tampakkan. Nafas yang tidak teratur ia rasakan dengan detak jantung yang semakin keras. Itu bukan cinta, itu adalah perasaan benci dan terkejut yang menjadi satu.


" Lin Yu. Hari ini aku bersumpah. Aku kan meratakan sekte mu rata dengan tanah " ucap marah Liang Fung, saat melihat wilayah sekte nya yang porak-poranda.


Di tempat Sekte Serigala putih.


Guo Ann dan Zhang Liang di dudukan di meja yang sama dalam ruang aula sekte Serigala putih. Jika sahaja Zhang Liang berasal bukan dari keluarga pedagang, tentu Guo Ann akan berbicara berbeda dari tujuan awal ia ke sini.


" Apa kau punya bukti. " Suara berat Li Fengyin memecah keheningan saat seluruh orang sedang fokus mendengarkan penjelasan Guo Ann.


" Tentu ada........... "


Semua orang dalam ruangan menaikan alisnya, terkejut. Kecuali rombongan Guo Ann.


Halllooo


Para readers.


Jangan lupa yahh.

__ADS_1


Klik tombol like yaaa.


Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komenta


__ADS_2