Paviliun Bunga Suci

Paviliun Bunga Suci
Bagian 29. Tidak punya pilihan.


__ADS_3

Bagian 29


...Tidak punya pilihan...


Di tempat Zhang Quan.


Usaha nya dalam membaca ulang kitab nafas dewa naga berkali kali telah membuahkan hasil. Ia sekarang telah memahami dengan benar cara mempertajam pendengar.


Nafas yang di hembuskan dan di hirup oleh gurunya dapat ia ikuti dengan benar. Keseluruhan gerakan dapat ia ikuti sama persis, walaupun tidak se halus gerakan gurunya.


Gurunya memandang takjub murid nya. Ia tahu hanya sedikit yang bisa belajar satu bab kitab nafas dewa naga, dalam waktu dua hari. Meskipun tidak termasuk bakat jenius. Kemampuan Zhang Quan dalam belajar bisa di bilang di atas rata rata.


" Bagus bocah Quan. Besok kita akan belajar bab terakhir dari kitab nafas dewa naga" ucap kagum gurunya saat melihat murid nya yang begitu cepat memahami jurus yang di ajarkan nya.


"Baik, Guru" balas Zhang Quan memberikan hormat.


" Tapi sebelum itu, aku akan memberikan ujian kenaikan kelas mu. Aku akan menguji pemahaman serta.......... " Guru Zhang Quan memberikan penjelasan serta maksud ujian yang akan di berikannya.


Langsung sahaja ia mengeluarkan aura Qi yang begitu besar. Jiwa tenaga dalam yang berbentuk naga keluar dan menyelimuti tubuhnya.


Perlahan aura Qi yang ia keluar kan menyebar ke seluruh penjuru arah. Aura tersebut ia kontrol dan membuat sebuah bilik raksasa, yang menyekat tempat Zhang Quan seluas 1000 meter.


Bilik tersebut berbentuk kubus tanpa tutup. Area sekitar yang tersekat diding Qi tidak sanggup siapa pun menjebolnya, kecuali tingkatan pendekar nya sama dengan pembuat dinding.


Mata Zhang Quan membelakak, ia merasakan tekanan kuat di dalam dinding. Hatinya begitu kagum dengan penampakan yang ia lihat saat ini.


Penjara raja perang


" Bocah Quan dengar baik baik perkataan ku. Bilik ini aku sebut penjara raja perang, sebuah penjara yang di gunakan untuk mengurung siluman.


Dalam penjara ini kau harus menangkap satu siluman yang aku lepaskan. Tutup mata mu dengan kain dan berusaha lah menangkap siluman itu. Gunakan ilmu bab kedua dari kitab nafas dewa naga.


Ingat baik baik kau harus menangkap siluman itu sebelum delapan jam. Jika tidak tubuh akan hancur karena tekanan Qi dan kau akan mati karena tidak bisa bernafas " seru gurunya yang terbang ke atas langit dan menjatuhkan siluman.


Setelah menjelaskan ujian nya pria paruh baya ini pergi seperti biasanya.


Siluman tersebut berbentuk seperti kelinci dengan mata tiga dan telinga empat serta warna mata biru pekat. Siluman ini adalah makhluk dengan kemampun berlari yang begitu cepat.


Kelinci tiga mata orang menyebutnya. Kemampuan berlarinya hampir menyamai pendekar tingkatan lanjut. Meskipun tidak memiliki kekuatan serang yang tinggi. Makhluk ini sanggup membunuh satu pendekar tingkat atas dengan mudah.


Zhang Quan mengerutkan dahinya saat melihat makhluk yang di jatuhkan gurunya. Siluman ini sangat jarang di temukan di hutan bagian luar. Hanya sedikit kabar mengenai siluman ini.

__ADS_1


Bocah kecil ini yang tahu akan rumor tantang siluman Kelinci tiga mata, hanya bisa menghela nafas panjang.


" Aku yakin guru pasti tidak akan memberikan ujian di atas kemampuan ku. Aku yakin pasti akan lolos ujian kali ini. " Gumamnya pelan.


" Yosss, kita mulai." Seru Zhang Quan sambil menutup ratap matanya dengan kain.


...Di tempat kediaman keluarga Zhao....


Zhao Tad beserta para tetua keluarga dan Liang Fung berserta pasukan nya memasuki ruang rapat keluarga Zhao.


Liang Fung yang meyetujui persyaratan yang di berikan kepala keluarga, duduk di ruang aula besar di kediaman keluarga Zhao.


" Aku tidak ingin berbasa basi. Cepat katakan apa yang seharusnya kau katakan. " Ucap Liang Fung serius.


Zhao Tad menghela nafas pendek. Ia memang menjanjikan kepada Liang Fung untuk bernegosiasi dengan nya. Jika ia menyetujui negosiasi yang di berikan maka ia akan meyetujui permintaan Liang Fung.


" Baiklah dengar baik-baik apa yang aku katakan. Pertama aku ingin meminta ganti rugi atas kerusakan, pembunuhan sepihak yang kau lakukan.


Kedua aku ingin kau juga membeli peledak itu. Hanya itu sahaja persyaratan yang aku berikan. Jika itu kau bisa sanggupi maka aku akan menyetujui permintaan mu. " Balas Zhao Tad.


" Baiklah, aku akan menyanggupi nya dengan satu syarat. Keluarga mu harus menjadi penyuplai ramuan untuk keluarga kami dengan memberikan potongan harga yang tinggi.


Sebagai timbal balik. Kedua sekte ku akan menjaga kediaman kalian dan menjaga rombongan dagang kalian. Apa kau bisa menyetujuinya. "


Di sisi yang lain. Ia mungkin akan mendapat kecaman besar dari para pelanggan yang membeli peledak darinya.


Zhao Tad semakin hanyut dalam pikirannya. Ia sebenarnya tidak memiliki pilihan lain, selain menyanggupi permintaan Liang Fung.


Sepasukan besar yang menanti di luar kediaman telah berisap menunggu komando dari pimpinan nya. Bila Zhao Tad salah mengambil keputusan maka seluruh keluarga nya bisa rata dengan tanah.


Sesungguhnya kenyataan yang di hadapan Zhao Tad bukan lagi sebuah negosiasi yang menguntungkan kedua belah pihak. Apa yang di hadapan Zhao Tad adalah sebuah ancaman yang mengharuakan jawab iya.


Setelah sekian lama berpikir Zhao Tad menjawab pernyataan Liang Fung dengan kata sepakat. Wajah suram terlihat jelas di mata semua anggota keluarga Zhao. Mereka hanya berusaha percaya bahwa kepala keluarga mereka bisa mengatasi masalah kedepannya.


Berbeda dengan wajah suram seluruh keluarga Zhao. Rombongan Liang Fung sangat bahagia kali ini. Wajah cerah ceria nampak jelas dari cara mereka tersenyum.


" Hahahhahahahahah. Baiklah jika begitu. Sekarang ceritakan siapa sahaja sekte yang membeli peledak dari kalian. "


" Bila aku beri tahu, bahwa semua sekte besar di benua dataran tengah apa kalian akan percaya. "


Wajah seluruh rombongan Liang Fung nampak terkejut bukan main. Seluruh rombongan ini hanya bisa menepuk dahi mereka masing masing. Untuk menemukan pelaku pembunuh tuan muda mereka pasti tidak akan mudah.

__ADS_1


...Di tempat Zhang Mei....


Zhang Mei menangis sejadi jadinya. Rasa sakit hati menyelimuti hatinya. Sedih sangat perasaan nya sampai tidak ada pikiran jernih di kepalanya.


Abu mayat di tengah kawah besar ini tidak membuat Zhang Mei curiga, bahwa itu bisa di buat dengan sengaja oleh pihak tertentu.


Apa yang Zhang Mei tahu. Bila seseorang yang bisa membut kawah sebesar itu pasti bisa membuat tubuh manusia menjadi abu.


Tangisan keras Zhang Mei melegakan perasaan semua orang. Sepasukan dan kedua pasang ayah dan anak ini terlihat terseyum lega.


Mereka sadar bila tidak melakukan cara ini, maka mereka akan mencari terus sampai tidak tahu kapan akan berakhir. Sepasukan ini terduduk dan mengelilingi Zhang Mei yang sedang berkabung.


" Tuan putri, sebaiknya kita melakukan pemakaman yang layak untuk tuan muda. "


" Benar Tuan putri. Sebaiknya anda beristirahat sebentar dan melakukan perjalanan pulang untuk melakukan penghormatan terakhir kepad tuan muda. "


" Itu benar Tuan putri. "


" Benar bibi. Bibi harus berihat untuk melakukan penghormatan terakhir kepada paman Quan." Seru Zhang Kun yang pura pura ikut iba padahal dia lah yang merasa paling lega.


" Benar itu Mei'er kau harus mendengar perkataan semua orang." Sahut Zhang Ping yang bersandiwa dengan memasang wajah sedihnya.


Berbagai ucapan di seru kan semua orang. Mereka berusaha mengajak wanita keras kepala ini, untuk beranjak dari posisi nya yang meringkuk menangis di depan abu.


Zhang Mei sama sekali tidak mendengar perkataan semua orang. Pikirannya kosong dengan hati yang begitu bersedih, membuat telinga nya kehilangan fokus untuk mendengar.


Semua orang yang merasa lega berubah rasa menjadi ikut bersedih, melihat seorang wanita yang terlihat lemah menagis begitu sendu di hadapan semua orang.


" Ayah kita harus bagaimana ini. " Ucap Zhang Kun yang merasa ikut bersedih melihat bibinya tidak berhenti menangis.


" Apa kita terlalu berlebihan yah. " Balas Zhang Ping memijat kepalanya.


...Di tempat Shao Jian....


" Sial, seperti nya dugaan ku benar terhadap Liang Fung. Mereka pasti punya niat terselubung dengan sepasukan besar itu. " Dengus kesal pria kurus ini setelah mendapatkan laporan dari mata mata yang ia sembunyikan di kediaman keluarga Zhao.


Halllooo


Para readers.


Jangan lupa yahh.

__ADS_1


Klik tombol like yaaa.


Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.


__ADS_2