Paviliun Bunga Suci

Paviliun Bunga Suci
Bagian 25. Kesepakatan.


__ADS_3

Bagian 25


Kesepakatan


Di sebuah tempat. Sepasukan Liang fung.


Liang Fung beserta pasukannya hampir memasuki perbatasan kota Mong dan Long. Tinggal beberapa jam lagi mereka akan sampai di kota Long. Kota tempat kediaman keluarga Zhao tinggal.


Sebenarnya Liang Fung memiliki niat terselubung kali ini. Bukan hanya menuntut balaskan dendam sahaja, ia juga memiliki sebuah rencana yang hanya dirinya sendiri yang tahu.


Ambisi, pria kekar ini juga memiliki sebuah ambisi. Ia memiliki sebuah cita cita besar akan kedua sektenya. Ia berniat membuat sebuah kerajaan dengan sekte yang akur antara aliran putih dan hitam.


Hampir sama dengan cita citanya sekte Paviliun Bunga Suci, hanya sahaja dia memiliki ideologi yang berbeda dengan sekte itu. Ia juga bersikap netral saat terjadi peperangan besar tiga puluh tahun yang lalu.


“Kita istirahat sebentar. Tinggal satu jam perjalanan lagi kita akan sampai di tempat tujuan.”


“Perintahkan pasukan mendirikan tenda untuk beristirahat.” Liang Fung memberikan komando.


“Siap ketua.”


Liang fung tahu sepasukan Gagak hitam belum sempat beristirahat setelah melakukan perjalanan dari kota Tong. Ia berniat mengambil rehat untuk menyiapkan kondisi pasukannya. Ia ingin sepasukannya bertempur dalam kondisi yang prima.


Di kota Long.


seorang pria kurus menerima laporan dari pasukannya. Ia terkejud dengan laporan yang di berikan pasukannya. Dia adalah Shao Jian. Ketua sekte aliran putih besar, Harimau emas. Ia termasuk tokoh penting juga dalam peperangan besar tiga puluh tahun yang lalu.


Sama seperti Lin Yu ketua sekte tengkorak putih yang mendapat dukungan dari sekte benua luar. Shao Jian juga mendapat bantuan dari kerajaan besar yang berada di benua timur.


“Apaahhhh. Pasukan Liang Fung bergerakk dalam junlah yang besar kemari.” Ucapnya terkejut.


“Seingat ku, aku tidak punya masalah dengannya.” Pria kurus dengan jubah merahnya memegang dagunya.


“Tunggu sebentar, aku tahu seperti apa Liang Fung. Dia pasti punya niat terselubung kali ini. Aku yakin dia juga salah satu orang yang berniat menguasai benua dataran tengah ini.”


“Emmm...” Pria kurus ini berpikir keras akan situasi yang di hadapinya.


Liang Fung memang bukan teman atau orang yang di kenalnya, tapi dari berbagai kabar yang ia terima dan isu mengenainya. Pria kurus ini bisa menebak seperti apa sifat Liang Fung.


“Cepat bawa pasukan dan kita akan berangkat segera menuju kediaman keluarga Zhao. Aku ingin tahu, apa benar dugaan ku kali ini.”


“Siap ketua.”

__ADS_1


Shao Jian beserta pasukannya berangkat menuju tempat kediaman kelurga Zhao. Jika apa yang ia duga benar maka tujuan Liang Fung tidak lain adalah fraksi pedagang.


Mereka berangkat dari kediaman sekte mereka. sepasukan ini berjumlah kurang lebih ratusan dengan tingkatan pendekar tingkat lanjut.


Jarak yang tidak jauh dari kediaman keluarga Zhang membuat rombongan Shao Jian sampai di tempat tujuan dengan cepat. Mereka telah sampai di gapura depan kediaman kelurga Zhao. Terlihat tulisan besar terpampang rapih di atas gapura ‘ Keluarga Zhao’.


Mereka masuk ke dalam gapura. Sepasukan penjaga kediaman menyadari sepasukan Shao Jian. Mereka membungkuk dan memberikan penghormatan kepada rombongan ini.


Sepasukan penjaga tahu siapa itu Shao Jian. Mereka langsung sahaja memberikan laporan kepada kepala kediaman. Kedatangan sekte besar ini membuat Zhao Tad lebih tenang.


Sekte Harimau emas, adalah salah satu pendukung besar keluarga Zhao. Sekte yang sejak dari dulu mendapat pasokan sumber daya dari keluarga Zhao. Menjadikan kedua fraksi ini dekat tapi hanya sebatas bisnis tidak lebih.


Keluarga Zhao masih mempertimbangkan sekte aliran hitam dan sekte sekte lain yang menjadi konsumennya. Jika bukan karena penghalang bisnis, sejak dari dulu tentu kediaman keluarga Zhao telah berserikat dengan sekte Harimau emas.


Zhao Tad yang telah mendapat sebuah laporan dari sepasukan penjaga gerbang, bergegas menyambut kedatangan sekte besar ini. Ia terlihat sumringah dengan senyum cerah di bibirnya.


Zhao Tad tahu kali ini ia memiliki solusi lain bila rencannya semula berakhir dengan percuma. Sekte aliran besar Harimau emas pasti tidak akan sungkun bila mendapat permintaan dari pedagang Zhao, mengigat hubungan masa lalu mereka yang di bilang sangat baik.


“Ketua sekte Harimau emas, silahkan masuk.” Selesai memeberikan penghormatan Zhao tad dan para tetua kediaman menyuruh rombongan masuk ke dalam kediaman mereka.


Rombongan Shao Jian menyampaikan maksud kedatangan mereka. mereka menjelaskan situasi yang mereka tahu. Shao Jian juga bercerita tentang pendapatnya mengenai rombongan Liang Fung beserta pasukannya.


Zhao Tad mengeryitkan dahinya. Ia memegang dagunya dan sejenak berfikir. Apa yang di ketahui Shao Jian berbeda sekali dengan kenyataan sebenarnya yang terjadi. Rombongan Shao Jian tidak tahu menahu mengenai kasus pembunuhan anak Liang Fung.


Cukup lama ia berfikir dan akhirnya ia memutuskan salah satu idenya. Ia menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Shao Jian, dari awal sampai akhir dan jelas tanpa berbasa basi.


Shao Jian menaikan alisnya. Shao Jian yang baru tahu mengenai kabar itu, hanya bisa tersenyum kecut menanggapi pernyataan ketua kediaman keluarga Zhao.


Zhao Tad meneruskan bicaranya yang pada intinya membutuhkan bantuan Shao Jian dalam setiap rencannya kedepannya. Ia menjelaskan bagaiman peran Shao Jian dalam setiap rencannya.


Shao Jian memegang kepanya. Ia menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. Ia tersenyum canggung dan memberikan sebuah pernyataan kepada Zhao Tad.


“Ehmmm, permintaan kepala keluarga Zhao sangat beresiko, aku tidak tahu apakah masih akan semapat pasukann ku..........” Shao Jian menjelaskan situasi yang ia ketahui dan bagaiman langkah yang kepala keluarga ambil.


Zhao Tad berpikir lagi. Pernyataan Shao Jian memang sesuai dengan kenyataan dan memang masuka akal.


“Bagaimana jika.....................” Zhao Tad menjelaskan rencannya.


“Ahaaaa. Bagus juga ide mu kepala keluarga Zhao, tapi.........” Shao Jian menjelaskan timbal balik apa yang akan ia dapatkan.


Di tempat kediaman keluarga Zhang.

__ADS_1


Zhang Mei, paman Ping beserta anaknya Zhang Kun berangkat menuju perbatasan kota Song dan Bong. Rombongan mereka kali ini bukan untuk berdagang, kepergian mereka untuk mencari Zhang Quan yang hilang di perbatasan kota tersebut.


Zhang Ping dan Zhang Kun terlihat lemas. Wajah tidak bersemangat dan pergerakan yang loyo, menampakan sosok ayah dan anak yang begitu menyedihkan.


Entah sudah berapa jam Zhang Mei memarahi ayah dan anak ini, yang pasti omelan Zhang Mei membuat mereka kehilang selera makan malam hari ini.


Mereka semua berjumlah kurang lebih tiga ribuan pasukan. Tingkatan rata rata pasukan berada di tingkat pendekar lanjut dan puncak. Di bawah pimpinan ketiga orang ini, sepasukan ini pergi ke perbatasan kota.


Saat di perjalanan Zhang Mei sama sekali tidak menunjukan ekspresi tenang, rasa khawatir dan emosi masih terus terlihat dalam rona wajahnya. Sorot mata yang tajam serta pikiran yang gelisah tergambar jelas dalam setiap geraknya.


“Kaka Quan di mana engkau, baru sehari aku memiliki mu. kenapa juga kau meninggalkan aku.” Ucapnya lirih yang hanya dirinya sendiri yang mendengarnya.


Mata berkaca kaca terlihat nampak dalam sorot matanya. Ia sebenarnya ingin sekali menangis sekeras kerasnya, tapi mengingat omelan yang ia berikan kepada paman dan keponaknnya membuat Zhang Mei malu menitihkan kesedihannya.


Di tempat Zhang Quan.


Zhang Quan yang melihat kejadian di sungai hanya bisa menutup matanya, ia sadar dengan kondisinya. Ia belum cukup kuat untuk membalaskan dendam gurunya.


Zhang Quan tersenyum pahit menelan ludahnya saat teringat eksistensi pendekar di benua luar yang berkali lipat lebih kuat darinya.


Bocah kecil ini yang sejak dari tadi menatap api unggun di depannya. Ia terhanyutkan oleh pikirannya tentang adik kecilnya sekaligus istri baginya. Ia merasa bersalah karena harus meninggalkannya cukup lama.


Namun keputusan Zhang Quan sudah bulat. Ia harus benar benar mengambil langkah besar untuk mencapai tujuannya dan melindungi segala hal terpenting dalam dirinya.


“Nanti, jika aku sudah cuku kuat. Aku akan bertanya mengenai hal ini.” Ucap Zhang Quan sambil menirup nafas berat saat teringat kondisi gurunya.


************


“Ada serangan, ada serangan.”


“Pasukan persiapkan formasi berrtahan.”


“Tidak semudah itu, akan aku pastikan kediaman kalian menjadi kuburan masal bagi kalian.”


“ Tidak akan aku biarkan kalian hidup tenang sebelum kalian bisa membunuh pembunuh anak ku yang membeli peledak dari kalian.” Ucap keras Liang Fung yang terdengar ke setiap penjuru.


Halllooo


Para readers.


Jangan lupa yahh.

__ADS_1


Klik tombol like yaaa.


Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.


__ADS_2