
Bagian 30.
Pembunuh bayaran dan Li Hao.
" Aku yakin guru pasti tidak akan memberikan ujian di atas kemampuan ku. Aku yakin pasti akan lolos ujian kali ini " gumamnya pelan.
" Yosss, kita mulai" seru Zhang Quan sambil menutup ratap matanya dengan kain.
Zhang Quan mulai fokus dengan pendengarannya. Ia berjalan pelan di tengah bilik seluas 1000 meter ini. Beberapa kali ia merasakan ada suara di balik semak semak pohon.
Ia mendekati arah suara tersebut. Bocah kecil ini berusaha memastikan keberadaan kelinci tiga mata. Semakin ia mendekati arah suara, pergerakan di balik semak semak semakin reda.
Zhang Quan mencoba mengendap endap. Ia sadar mungkin pergerakan nya dapat di ketahui makhluk siluman ini. Tinggal tiga langkah lagi Zhang Quan sampai di semak semak tersebut.
Aaarrrghhhh
Sebuah tendangan keras menghantam dada Zhang Quan. Kelinci tiga mata melakukan tendangan tepat di dadanya. Zhang Quan menyeringai kesakitan bersama dengan teriakan yang ia keluar kan.
Bocah kecil ini mengumpat keras. Apa yang ia ketahui tentang kelinci tiga mata ternyata benar adanya. Bila sahaja Zhang Quan pendekar biasa di tahap atas, bisa di pastikan beberapa tulang rusuknya patah.
Namun berbeda dengan pendekar lainnya. Zhang Quan yang memang masih di tingkat bela diri, tidak merasakan luka berarti karena tubuh istimewa nya.
( note : tingkatan pendekar :1. Bela diri – 2. Penempaan tenaga dalam ‘ pendekar tingkat dasar’ – 3. Pembentukan Qi ‘ pendekar tingkat atas’ - 4. Penyempurnaan Qi ‘ pendekar tingkat lanjut’ – 5. Pendekar suci ‘ pendekar tingkat dewa’. Untuk pendekar tingkatan dewa masih ada tahapannya lagi. )
" Kelinci sialan. Jangan kau pikir aku tidak tahu kelemahan mu " seru Zhang Quan mulai menerapkan ilmu kitab nafas dewa naga.
Zhang Quan mulai fokus kembali dengan pendengarannya. Beberapa kali ia menghela nafas untuk menenagkan pikirannya. Ia mulai merasakan pergerakan kelinci tiga mata.
" Pertama harus ikuti nafas lawan. Sama kan dengan nafas nya."
Zhang Quan melakukan apa yang ia ketahui dari kitab nafas dewa naga. Nafasnya mulai sama dengan kelinci tiga mata. Ia merasakan keberadaan siluman ini di balik pohon besar, tidak jauh di sisi kanannya.
Dengan tertutupi kain di matanya, Zhang Quan tidak bisa asal bergerak cepat. Ia hanya mengandalkan pendengaran dan meraskan aura Qi dari tumbuhan di sekitar agar tidak menabrak pohon atau tersandung.
Semakin dekat sahaja Zhang Quan dengan asal suara. Ia semakin bersiaga menyambut serangan yang akan di terimanya. Mengingat baru sahaja ia mendapatkan serangan telak di dadanya.
Sebuah tendangan dari kaki kelinci tiga mata mengarah kepada Zhang Quan. Ia yang sudah menyelaraskan nafasnya dengan mudah menghindarinya.
Seakan tidak terima dengan kegagalanya dalam menyerang. Kelinci tiga mata ini menyerang kembali Zhang Quan. Zhang Quan dengan mudahnya menghindari nya lagi.
Siluman ini terlihat kesal dengan sorot mata yang tadinya biru sekarang berubah menjadi merah. Lebih dari tiga serangan ia lakukan tidak ada satu pun yang mendarat di tubuh Zhang Quan.
__ADS_1
Zhang Quan menaikan alisnya. Ia merasakan tekanan yang berbeda dari sebelumnya. Energi siluman yang di pancarkan makhluk ini berbeda dari yang sebelumnya.
Pergerakan kelinci tiga mata ini semakin cepat. Zhang Quan mulai kewalah menghindari serangannya. Gerakan gesit dan dari dua sisi yang berbeda, terkombinasi dalam satu tendangan kaki kecinya.
"Sialan, sepertinya ia marah. "
Beberapa kali Zhang Quan bisa menghindari serangan sampai pada satu kecelakan kecil yang Zhang Quan lakukan. Ia tidak sengaja mengijak batu di kaki nya.
Zhang Quan terpeleset dan kuda kudanya tidak seimbang. Kombinasi serangan dari dua arah yang berbeda masih sempat Zhang Quan hindari, tapi karena kuda kuda yang tidak kuat Zhang Quan tidak bisa menghindari serangan berikutnya.
Duarrrrrr
Sebuah tendangan keras tepat di dadanya. Ia terpental sampai menabrak pohoh. Bunyi benturan terdengar jelas di bilik ini. Tabrakan antara punggung dengan tubuh pohoh, membuat pohon ini hampir tumbang.
Zhang Quan merapatkan gigi nya. Belum sempat ia beranjak dari pohon, sebuah nafas yang menggebu gebu menerjang ke arahnya.
" Tidak heran makhluk kecil ini bisa membunuh pendekar tingkat atas dengan mudah " seru Zhang Quan berdecak kesal.
Duarrrrrr
Tendangan kaki kelinci tiga mata itu menghantam pohon dan menumbangkannya. Di balik kain yang tertutup, sudut mata Zhang Quan berkedut. Sekarang bukan hanya siluman ini yang kesal dan marah.
" Hey, makhluk sialan. Jika sahaja itu mengenai ku bisa patah sebagian tulang ku " ucap kesal Zhang Quan tidak jauh dari pohon yang tumbang.
Zhang Quan yang tidak siap dengan kuda kudanya menyiapkan langkah panjang untuk berlari dari makhluk kecil ini.
Aksi kejar kejaran terjadi. Kelinci yang sebenarnya imut di dunia nyata, mengejar manusia sebagai samasak tendangan nya.
Zhang Quan terus mengumpat dalam larinya. Untung sahaja ia sudah puluhan tahun mempelajari ilmu pernafasan. Tingkat indra perasa auranya sekarang meningkatkan tajam. Jika tidak, bisa di pastikan. Zhang Quan sudah menabrak pohon dari larinya sekarang ini.
...Di tempat Zhang Mei....
Zhang Ping dan anaknya sekarang terlihat sangat bersedih, melihat wanita yang terlihat lemah meringkuk menangis di depan abu di tengah kawah.
" Ayah kita harus bagaimana ini " ucap Zhang Kun yang merasa ikut bersedih melihat bibinya tidak berhenti menangis.
" Apa kita terlalu berlebihan yah " balas Zhang Ping memijat kepalanya yang mulai terasa sakit.
Sama seperti ayah dan anak ini. Sepasukan keluarga Zhang pula merasakan sedih yang sama. Tangisan keras serta suara sengukan terus Zhang Mei lakukan untuk waktu yang lama.
Sepasukan keluarga Zhang menatap tajam kedua ayah dan anak ini. Sorot mata mereka terlihat marah dengan solusi yang mereka ambil.
__ADS_1
" Tenang lah. Aku ada rencana yang lebih baik lagi " ucap Zhang Ping ke arah semua orang yang menatapnya tajam.
Zhang Ping mengangkat keponakanya dari posisi nya. Pandangan yang tengelam ke bawah serta air mata yang membasai wajahnya, terlihat jelas saat Zhang Ping memegang kedua bahu Zhang Mei.
" Mei'er tenanglah. MEI'ER TENANGLAH!!! " Zhang Ping membentak Zhang Mei.
Pandangan Zhang Mei mulai terangkat dan ia menatap sedih pamannya. Wajah yang basah dengan air mata serta rona wajah yang sedih, Zhang Mei tampakan.
" Itu mungkin sahaja bukan abu jasad Zhang Quan. Bisa jadi Zhang Quan masih hidup di luar sana. Kita bisa meminta kelompok pembunuh bayaran serta penjual informasi ( Li hao) untuk mencari bocah Quan" seru Zhang Ping yang terdengar jelas di telinga Zhang Mei.
( note : ada kisah antara Zhang Quan dan Li Hao yang menarik. Li Hao bisa menjadi pengikut setia Zhang Quan ada kisahnya. Nanti kedepannya akan di ceritakan.)
Zhang Mei mulai mengangkat kepalanya. Ia yang tahu siapa itu Pembunuh bayaran dam penjual informasi. Saat mendengar hal itu, ia mulai terseyum lega.
" Sekarang mari kita pulang ke rumah " seru Zhang Ping memapah keponakannya.
Sepasukan dan Zhang Kun terseyum lega. Akhir nya mereka telah terbebas dari masalah Zhang Mei. Rombongan mereka berangkat pulang menuju kediaman Keluarga Zhang.
...Di tempat Liang Fung....
Liang Fung memijat kepalanya yang mulai terasa pusing. Ia memang berhasil mewujudkan rencana nya, tapi untuk membalaskan dendam anaknya. Di butuhkan waktu yang cukup lama. Mengingat pembunuh anaknya belum ia ketahui.
" Ternyata benar. Semua sekte besar membeli peledak dari mu" ucap Liang Fung menghela nafas berat saat melihat daftar pembeli, yang Zhao Tad tunjukan.
...Di sekte tengkorak putih....
Lin yu dan sekelompok orang asing dari benua dataran luar tengah melakukan rencana nya.
" Hahahha haha. Sebentar lagi. Kota ini akan aku kuasai " berkata Lin Yu setelah mendapatkan laporan keberhasilan kelompok nya.
...Di tempat sekte Harimau emas....
" Sial. Merka seperti sudah bergerak sekarang. Kita tidak punya pilihan lain selain mencari dukung dari berbagai sekte kecil dan keluarga pedagang " dengus kesal Shao Jian saat mendapatkan laporan dari anak buahnya.
Halllooo
Para readers.
Jangan lupa yahh.
Klik tombol like yaaa.
__ADS_1
Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.