
...Berlatih lagi...
Xǔ Shanyuan, tuan muda dari sekte besar dari benua dataran utara. Anak haram dari kerajaan yang memimpin di benua ini.
Tekadnya masih sama untuk mengambil alih tahta kerajaan, setelah tujuannya memperoleh kitab silat tanpa tanding yang berada di tangan Cheng Delun ( guru Zhang Quan) berhasil. Ia dan kelompok nya berniat melakukan konspirasi di kerajaan.
Tangan kanannya ( Kang Jianguo) bersama Manusia hantu tidak berhasil mendapatkan kitab yang ia cari. Ratusan pendekar elite yang ia miliki gugur dalam misi, setelah mendapatkan laporan, pria dewasa ini masih bertanya-tanya akan sosok raja besi yang di laporkan Kang Jianguo.
Sudah lebih dari dua hari ketua sekte ini mencari sosok misterius yang di laporkan anak buah nya. Ke ruang buku sudah, ber tanya pada pendekar hebat sudah dan kali ini ia menggerahkan usaha terakhir nya yaitu bertanya langsung pada pak tua es.
" Jika benar apa yang kau katakan, tidak akan mudah bagi kita untuk mendapatkan kitab itu " seru Xu Shanyuan kepada Kang Jianguo.
Sekarang mereka sedang bergerak menuju tempat pak tua es, sosok pendekar terkuat di benua dataran utara yang menjadi tokoh penting, atas berdirinya kerajaan Xu di benua ini.
Butuh waktu kira-kira sampai seminggu untuk menuju tempat pendekar ini, sosok misterius yang sangat sulit di temui, tapi beda lagi ceritanya bila anak raja Xu datang dan terlebih lagi mereka datang membawa pertanyaan yang berarti bagi pendekar misterius ini.
" Kali ini kita bertaruh, jika sahaja benar sosok yang kau sebut itu musuh sesepuh, maka nyawa mu aku ampuni. Jika tidak...... "
Ucapan Xu Shanyuan membuat kering dingin di dahi Kang Jianguo bercucuran. Kali ini ia tidak dapat lagi selamat, saat ini ia hanya bisa berharap semoga pria sepuh itu tidak berkata bohong.
' Habislah sudah ' batinnya.
...Di tempat Zhang Qian....
Setelah selesai memberikan pesan kepada ketua sekte Seriga putih, Zhang Liang berserta rombongannya kembali untuk melapor.
Perjalanan mereka bisa di bilang cepat, mengingat Zhang Liang adalah pasukan kusus yang di miliki keluarga Zhang. Tidak membutuhkan waktu berihat bagi kelompok ini, sehingga perjalanan mereka terkesan sangat cepat.
Zhang Liang yang telah sampai di tempat kediaman keluarga Zhang, langsung menemui kepala keluarga Zhang, Zhang Qing.
Pria paruh baya dengan wajah kriput di berbagai tempat dan rambut panjang yang di kucir kuda, menampakan sosok pria yang tampan dengan mata sipitnya.
" Keponakan ku, Liang putra Ping, laporan pekerjaan kalian."
" Lapor ketua.... ... "
Zhang Liang menjelaskan kejadian yang disaksikannya, dimana ia tidak sengaja di pertemukan dengan rombongan sekte Teratai Sembilan Warna yang ternyata memiliki tujuan yang sama dengan keluarga Zhang.
Zhang Liang juga menerangkan apa sahaja yang ia dengar dalam pembicaan utusan sekte Teratai Sembilan Warna.
Zhang Qiang menaikan alisnya, wajahnya menjadi buruk setelah mengetahui laporan Zhang Liang. Pria ini tahu, kemungkinan ucap utusan Guo Jun bisa sahaja bohong, tapi tidak menutup kemungkinan bahwasanya itu adalah kebenaran.
" Putra Ping, pergilah selidiki kejadian ini lebih lajut, mintalah bantuan pembunuh bayaran untuk mencari informasi ini. Sekalian sampaikan salam bagi ku untuk putri ku. "
" Siap, ketua. "
Kepergian Zhang Liang membuat pria paruh baya ini menghela nafas panjang, laporan yang ia terima memang sesuai apa yang ia duga. Hanya sahaja sekte yang mendapat sokongan dari orang luar yang belum ia tahu.
__ADS_1
' Harus memihak yang mana yah ' ucap mendesah Zhang Qiang.
...Di tempat Zhang Quan...
Zhang Quan yang sebenarnya tidak tertidur, membuka matanya. Pandangannya mencoba mencari dari mana asal suara berasal. Dahi pria kecil ini mengkerut setelah melihat guru, pria sepuh dan Li Hao berada di hadapannya.
' Ternyata benar guru memiliki hubungan dengan Li Hao ' batinnya.
" Ayo bocah Quan, waktu nya berlatih lagi " ucap guru Zhang Quan.
Dengan metode penyembuhan yang Zhang Quan jalani. Tidak butuh waktu yang lama baginya untuk menyatukan kembali tulang yang patah. Terlebih lagi Zhang Quan memiliki tubuh yang tidak biasa dari manusia pada umumnya.
" Tunggu dulu, Li Hao bagaimana bisa di sini. Lalu siapa sesepuh ini dan...... "
Zhang Quan menyatakan semua rasa penasarannya, dan Li Hao juga menjawab semua pertanyaan yang Zhang Quan berikan.
Zhang Quan menatap pria sepuh dari ujung kaki sampai kepala, ia benar benar-benar terkejut. Apa mungkin perkataan Li Hao salah, seingatnya ia tidak memiliki kerabat dalam hidup nya.
Bellltakkk
Pukulan kayu yang entah dari mana guru Zhang Quan dapatkan, jatuh tapat di kepala Zhang Quan.
" Aa... Ddd.. Tttr.. Hhhh.. "
" Tidak sopan, tunjukan hormat mu yang benar pada kakek mu!! " bentak guru Zhang Quan.
" Akhirnya kita bertemu cucuk ku, belajarlah yang benar dengan guru mu, nanti satu persatu pertanyaan mu akan aku jawab.
Li Hao awasi cucu ku dan laporkan terus perkembangannya " ucap pria sepuh ini, sebelum melangkah pergi meninggalkan ruangan.
" Siap, Yang mulia. "
Zhang Quan menatap tubuh besar pria sepuh yang sudah membungkuk, wajah penuh tanya terlihat jelas di wajah pria kecil ini.
Jika Zhang Quan penasaran maka beda lagi dengan gurunya, sorot mata tajam dengan wajah kesal terlihat pada gurunya. Jika sahaja Zhang Quan tahu kejadian saat ia mengamuk, mungkin sekarang ia akan malu untuk berbicara di depan gurunya.
" Apa kau tidak mendengar kakek mu. Cepat bagun dari kasur mu, kita akan melanjutkan pelatihan mu. "
Merasa mendapatkan tatapan acaman, Zhang Quan mencoba untuk tidak memancing emosi gurunya. Ia yang terduduk berusaha beranjak dari tempat nya.
Kratkkkk
Kratkkk
Karrrttaaakk
Tubuh Zhang Quan berbuyi saat di gerakan, suara persendian yang bergeser terdengar jalas pada ruangan kecil itu.
__ADS_1
" Baiklah guru, tapi sebelum itu bisakah kita.... "
Guru Zhang Quan terseyum tipis saat melihat muridnya kelaparan.
...Di tempat Liang Fung...
" Prajurit ambilkan aku pena dan kertas " ucap Liang Fung memberikan perintah.
" Sepertinya hal ini harus aku tanyakan pada kerajaan timur " gumamnya.
Liang Fung yang tidak memiliki kitab silat bingung, ia memang sudah berhasil naik ke tahap dewa. Namun ia bingung cara yang benar untuk membentuk jiwa tenaga dalam seperti para pendekar tingkat dewa.
Tidak memiliki solusi lain, akhirnya ia mengirim surat kepada aliansinya untuk meminta penjelasan.
Seminggu terasa lama bagi Liang Fung, waktu seminggu ini lah pasukan aliansi akan tiba . Ia yang menaruh dendam yang begitu dalam kepada Lin Yu, sudah tidak sabar untuk membalaskan dendamnya.
Dari pada melakukan aktifitas yang tidak jelas Liang Fung memilih memperkuat pasukannya.
" Sial, sudah naik, tapi sekarang bingung" ucapnya setelah melihat puluhan ribu pasukannya mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuh.
...Di tempat Lin Yu....
'Ini adalah permintaan yang mustahil. ' batinnya.
Lin Yu tidak tahu harus mencari kemana sosok anak yang di inginkan keluarga Zhou. Walaupun ia tidak tahu, tapi ia memprioritaskan kesepakatan aliansi ini, urusan bisa atau tidak nya ia pikirkan belakangan.
" Baiklahlah kita sepakat, tapi sebelum itu..... "
Lin Yu menjelaskan posisinya yang terancam, dan perbuatan tidak sengajanya yang menyingung sekte Liang Fung.
Kepala keluarga Zhou mengerutkan dahinya, ia paham seperti apa sifat Liang Fung, walaupun hanya mendengar kabar burung mengenai sosok Liang Fung, tapi Zhou Bo yakin Liang Fung memiliki sifat keras kepala dan pendendam.
" Urusan Liang Fung biar aku yang tangani, kami akan membantu mu dengan pasukan elit yang kami miliki. Kemungkinan menang ada di tangan kita, hanya sahaja bila Liang Fung memiliki bantuan dari pihak luar. Jangan berharap kita akan keluar sebagi pemenang. "
Sekarang mata Lin Yu melebar, ia sendiri tidak tahu apakah Liang Fung seperti nya yang memiliki bantuan dari pihak luar.
Ucap ketua keluarga Zhou memang sesuai perkiraannya, jika sahaja dia masih punya muka untuk meminta bantuan dari sekte besar di utara, tentu kemungkinan besar Lin Yu lah yang akan keluar sebagai pemenang.
' Siall, seandainya aku ikut membantu di hari yang lalu, tentu aku punya muka sekarang untuk meminta bantun ' batin Lin Yu sambil menepuk dahinya.
Halllooo
Para readers.
Jangan lupa yahh.
Klik tombol like yaaa.
__ADS_1
Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.