
Bagian 15
Kenangan pahit di kota song 3
Segerombolan pria yang mengejar Li Annci ikut penasaran dengan tuan muda di dekat pintu. Beberpa dari mereka berdiri melihat sosok tuan muda yang mendapat penghormatan dari pendekar tingkat lanjut.
“Itu bocah mesum di gang sempi itu kan.”
“Coba lihat dia itukan tuan putri Li Annci.”
Li Annci seperti tersedak dengan nafasnya sendiri. Bagaimana bisa seorang bocah kecil dengan penampilan yang biasa sahaja mendapat penghormatan yang besar dari pendekar tingkat lanjut. Dia sendiri sebagai anak dari ketua sakte besar di kota Song sahaja hanya memiliki beberpa pendekar tingkat lanjut sebagai penjanya.
“Kaka, lebih baik kita berpisah di sini. Ada keperluan yang harus aku selesaikan.”
“Senior tunggu. Urusan ku sudah selesai. Kita bisa pergi bersama.” Suara berat dan berwibawa keluar dari Zhang quan mencegah sepasukan keluarga Zhang berhenti dan menghadap tuan mereka.
Li Annci masih terkejut dengan sosok bocah di hadpanya tidak mampu mengungkapkan kata apapun. Suara pasukan yang mengawalnya membuatnya semakin terkejut.
“Bocah kecil, tunggu sebentar.” Pengawal Li Annci menghentikan Zhang Quan yang mencoba beranjak dari tempat duduknya.
Zhang Quan mengumpat keras. Dia tidak habis pikir dengan pikirannya sendiri. Bila apa yang dia lihat dengan sosok wanita ini benar maka sudah bisa di pastikan ia mendapat masalah besar.
Zhang Quan sudah hidup lama di dunia dagang. Ia habiskan lebih dari dua puluh tahun belajar sifat dan sikap seseorang. Bisa dia lihat wanita remaja di hadapanya ini memiliki sifat suka mencari sensasi dan hobi membuat keributan. Ia tahu dari raut wajahnya yang terlihat mudah bosan dan menyukai sesuatu yang berbau kontrofersi. Walaupun itu semua cuma dugaanya sahaja.
Segerobolan pria pengawal LI Annci menghentikan langkah zhang Quan. Pasuakan pengawal keluarga Zhang menatap tajam dan posisi siap pertempur melihat seseorang mencegat tuan mudanya.
“Tuan putri apa benar, bocah kecil ini berbuat senonoh kepada anda.” Ucap pengawal yang melihat Zhang Quan di gang sempit dan mendengar suara mendesah seperti suara tuan putrinya.
Pikiran Li Annci mulai menyusun sebuah siasat, ia memiliki sebuah ide yang menarik dengan bocah kecil di hadapannya. Sebenarnaya Ia tidak menduga akan ada pangawal yang mengejarnya di kedai yang sama. Pikiran pikiran kotrofersi memenuhi akalnya.
Li Annci merubah ekspresi wajanya. Ia terlihat sedih dan berpura pura menangis. Wajah sembab ia tunjukan seperti natural tanpa di buat buat.
Zhang Quan tersedak sendiri dengan ludahnya. Ia tidak mampu lagi berbicara, saksi, bukti telah lengkap terpapar rapih. Dalih tidak akan mampu lagi bocah kecil Zhang berdalih dengan korban yang pandai bersandiwara.
Tebakan Zhang Quan benar mengenai sifat Li Annci. Ia menghela nafas berat. Sedang sepasukan keluarga Zhang terkejut dengan menaikan alisnya.
__ADS_1
Li Annci licik tapi ingat Zhang Quan juga lebih licik. Ia menghela nafas panjang beberapa kali dan solusi akan maslahnya kelaur dari pikirannya dengan cepat.
“Baiklah, aku akan bertanggung jawab.”
“Kita lihat seperti apa permainan mu.” Ucap lirih Zhang quan yang terdengar jelas di telinga Li Annci.
Li Annci masih sibuk menangis dan beberapa kali senggukan. Ia memainkan sandiwaranya dengan sempurna. Tidak ada yang tahu kebenaran dari penampakan yang saat ini terlihat mengingat Li Annci begitu sempurna memainkan sandiwaraya.
“Aku akan berbicara dengan pasukan ku sebenatar sebelum ikut ke kediaman keluarga kalian.” Suara berat dan berwibawa terdengar fasih di kedai minuman ini. Semua orang menatap Li Annci dengan iba sedangkan Zhang Quan di tatap semua orang dengan benci serta hina.
Kecuali sepasukan kelauraga Zhang yang telah lama mengenal sifat Zhang Quan. Mereka menepis anggapan buruk semua orang. Mereka ingin mendengar penjelasan yang jelas dari tuan muda mereka.
Zhang quan menjelaskan dengan jelas kepada pasukannya secara pelan dan terperinci mulai dari terpisahnya dia dengan rombongannya. Ia juga sudah menjelaskan rencana kedepannya. Sepasukan keluarga zhang terseyum lega dengan kebenaran yang di ketahuinya.
Segerombolan pengawal Li Annci mencoba menenangkan tangisan tuan putri mereka yang mejadi anak kesayangan ketua sekte mereka. Mereka menatap tajam dengan penuh kebencian kepada pemuda kecil yang telah menodai tuan putri mereka.
“Baiklah, lakukan sesuai rencana.” Zhang Quan tersenyum jahat sepeerti penjahat jalanan. Salah satu pasukan keluarga Zhang pergi dari rombongan melakukan perintah Zhang Quan.
Selesai berdiskusi dengan pasukannya. Zhang Quan kembali ke dalam kedai dan mengikuti alur permainan wanita licik Li Annci.
Mereka berangkat bersama menuju ke kediaman sakte mereka. Sepasukan keluarga Zhang dan Zhang Quan jalan kakai sedangkan LI Annci dengan para pengawalnya memiliki sebuah tandu untuk membawa tuan putri mereka.
Mereka berjalan melewati pasar Guyangan. Melewati beberapa sakte menengah dan sakte kecil di jalan mereka. Zhang Quan menaikan alisnya. Ia tahu betul bagaimana kedudukan seseorang yang dapat dengan mudah melewati wilayah sekte lain tanpa proses lama.
“Sial, sepertnya wanita itu bukan dari sakte biasa.” Ucap Zhang Quan berdecak kesal.
“Tuan muda apa kita akan merubah rencananya.”
“Tidak, kalian tetap ikuti alurnya sahaja, bila berrubah rencana kalian jangan ikut berbicara.”
“Siapp, tuan muda.” Seru sepasukan dengan kompak.
Sepasukan pengawal Li Annci menatap tajam rombongan Zhang Quan. Melihat mereka berbisik bisik di belakang membuat pasukan pengawal Li Annci menunjukan ekspresi permusuhan.
Li Annci yang berada dalam tandu tidak hentinya tesenyum berseri seri. Ia memiliki berbagai rencana licik dengan sandiwara sempurna sedang ia rencanakan kepada bocah kecil Zhang. Jika sahaja Zhang Quan tidak memiliki paras wajah yang tampan tentu wanita ini tidak ingin bermain main dengannya.
__ADS_1
Butuh waktu kurang lebih dua jam perjalan dengan melewati berbgai sakte untuk dapat sampai di sakte mereka. Tinggal seratus meter sahaja ke depan tempat sakte mereka tinggal.
Penampakan megah gapura dan dinding batu pembatas yang mengelilingi wilayah mereka. Dari atas dinding berkibar sebuah bendera dengan gambar tombak dan kapak yang menyilang serta bekas cakaran di atasnya.
Zhang Quan dan sepasukan keluaraga Zhang meengerutkan dahinya. Apa yang mereka duga benar adanya. Li Annci dan pasukan pengawalnya tersenyum jahat seperti penjahat jalan. Melihat senyum mereka, sepasukan keluarga Zhang hanya tesenyum kecut dan berusaha menunjuka poker facenya.
Mereka memasuki wilayah sakte Serigala putih. Setelah mereka melewati gapura sekte, mereka berjalan lurus dan beberpa kali belokan sampai menuju ke sebuah tempat paling besar dan mewah di tempat tersebut.
‘Kediaman ketua sekte Seriga putih’. Sebuah papan nama yang besar terpampang jelas di atas gerbang besar rumah mewah ketua sakte ini. Mereka memasuki kediaman tersebut, terlihat puluhan oran berhenti dan memberikan hormat kepada tuan putri mereka.
Merka berjalan menuju ke sebuah aula besar tempat berdiskusi sekte mereka. Pintu besar menutupi ruang an tersebut, perlahan pintu tersebut terbuka dan tidak terlihat siapa pun dalam ruangan tersebut. Para pengawal Li Annci menyuruh rombongan keluarga Zhang untuk menunggu di ruangan tersebut.
“Ini pasti akan sulit, jika benar sesuai dugaan ku. Mereka akan memanfaatkan ku untuk dekat semakin dekat dengan keluarga pedagang Zhang.” Batin Zhang Quan.
Zhang Quan menunjukan ekspresi yang rumit atas kepergian Li Annci dan sepasukan pengawalnya yang meninggalkan rombongannya di sebuah aula besar.
Sepasukan keluarga Zhang terlihat tenang dan biasa sahja. Mereka sudah berpuluhan kali merasakan kejadian seperti ini. Mereka tahu betul pria kecil pimpinan mereka memiliki banyak tipu daya yang licik.
Zhang Quan beberapa kali menghela nafasnya. Ia mecoba menenangkan dirinya. Dia dan rombaongan pasukan Zhang sedang duduk di sebuah meja besar yang berada di aula sekte Seriga putih.
Suasanya cukup hening untuk sesaat. Zhang Quan yang sudah tenang dengan situasinya di kejutkan oleh sebuah bantingan pintu yang melepaskan pintu dari dinding ruanga aula tersebut.
Duarrrrrr
“Mana pemuda baj*an itu.”
Halllooo
Para readers.
Jangan lupa yahh.
Klik tombol like yaaa.
Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.
__ADS_1