Paviliun Bunga Suci

Paviliun Bunga Suci
Bagian 6. Paviliun Bunga Suci


__ADS_3

...paviliun bunga suci ...


Sesaat sebelum pertempuran di mulai.


Di dalam sebuah ruang rahasia di dalam tanah di sekte Paviliun Bunga Suci duduk puluhan tetua yang terlihat sedang membahas sesuat.


Raut wajah mereka terlihat sangat serius. Hal yang mereka bahas sebenarnya sederhana namun bila semua benar apa adanya maka nasib sekte mereka di perkirakan tidak akan slamat dari pertempuran kali ini.


“Sebegitukah mengerikan nya racun dewa kematian ?”


“Menurut rumor yang beredar memang seperti itu, dari mata mata yang kita siapkan di sekte mereka. Sepertinya mereka akan menggunakkannya kali ini.


Jika benar adanya maka tidak ada lagi jaminan keselamatan dari sakte ini. Walaupun pemimpin sekte turun tangan langsung tidak akan mudah membalikan keadaan yang kita hadapi”.


“Lantas bagaimana caranya kita menghadapi mereka dengan posisi kita seperti ini”.


“Menurut ku hanya ada satu cara, kita alihkan perhatian mereka dan pastikan mereka benar benar mengeluarkan kartu mereka semua..............”.


“Apa menurut mu itu akan berhasil, bagaimana dengan kemungkinan sepasukan tersembunyi yang lain?”


“Benar, kita tidak mungkin selamat bila ada sepasukan yang menyerang lagi”.


“Ini seperti berjudi”.


“Iya benar, taruahan kita sangat kecil terlebih resiko yang kita terima tidak sebanding dengan taruhan kita”.


“Harapan terakhir kita tinggal ketua sakte”.


Mereka semua menghela nafas panjang tidak dapat lagi mereka bayangkan apa yang akan mereka hadapi kedepannya. Mereka memang kalah jumlah.


Tapi bukan hal itu yang membuat mereka gentar dengan ratusan ribu pasukan. Sebab keberadaan senjata rahasia mereka lah yang membuat mereka takut dan tidak percaya diri.


Para tetua tidak membahas ini dengan para anggota sakte biasa, ditakutkan mejatuhkan moral mereka sebelum peperangan. Hanya para tetua dan petinggi sahaja lah yang tahu.


“Jangan meremehkan ketua sakte”. Peria sepuh dengan jengot dan rambut memutihnya angkat suara.


“Satu juta pasukan pun dapat di hadapi sendiri olehnya, apa kalian lupa pertempuran di kota Tong 70 tahun lalu. Hanya demi melerai pasukan aliran putih dan hitam dia ******* habis kedua aliran dalam satu hari”.


“Tapi ini kasusnya berbeda, mereka memiliki racun dewa kematian” suara tetua Xiao memecah keheningan.


“Apa kalian lupa tingakatan pendekar ketua sakte saat ini. Dia sudah banyak mengonsumsi ekstrak darah yin dan yang. Kekutanya saat ini pasti di atas pendekar tingkat dewa” balas tetua Li.

__ADS_1


Mereka tersenyum lega. Mereka hampir sahaja melupakan kekuatan tetua sekte mereka. Tetua sekte merekalah harapan terakhir pada pertempuran kali ini.


...Kembali ke pertempuran...


Senyum cerah menghiasi wajah pemimpin pasukan aliansi. Ribuan botol yang berisi racun dewa kematian jatuh ke tanah dan membentuk sebuah asap berracun yang mematikan. Puluhan ribu anggota sekte tingkatan pendekar tingkat lanjut menemui ajalnya.


Tidak ada kematian untuk mereka para pendekar tingkat dewa. Mereka sanggup bertahan, sebab lingkaran tenaga dalam mereka yang tinggi mampu menahan racun dewa tidak menjalan ke dalam organ vital. Namun beda lagi ceritanya dengan tingkatan pendekar di bawahnya.


Kepulan asap terlihat memenuhi sekitar area pertempuran. Ribuan botol yang pecah menciptakan menciptakan gas yang beracun. Ribuan anggota saktew yang bertingkat lanjut terkapar jatuh keracunan. Tubuh mereka biru kehitaman dengan darah dan daging yang mengeriput.


“Arrrrrrghhhhh”.


Teriakan orang yang terkena racun memekikan heningnya malam yang sebentar lagi pagi.


Pasukan tingkat dewa tidak berdiam diri sahaja saat racun dewa kematian memenuhi area pertarungan. Mereka sudah menyiapkan siasat nya untuk kondisi saat ini.


“Tetua Li, tetua Xiao, tetua Zhang. Siapkan formasi” seru tetua Fang yang bertugas mengatur setrategi.


Anggota sekte paham untuk dapat menghindari serangan racun dewa kematian tidaklah mudah. Mereka harus keluar dari area yang berkabut asap yang beracun tersebut dengan waktu cepat. Di karenakan racun dewa kematian ini berefek saat di hirup dan menempel di kulit secara langsung.


Ribuan pasukan tingakat dewa menarik setiap anggota sekte di samping mereka. Mereka terbang di atas udara dengan tangan yang menarik dua sampai tiga orang anggota sekte yang berada di samping mereka.


Melihat anggota sekte yang terbang membuat para ketua pasukan aliansi tersenyum cerah, mereka sangat senang melihat rencana mereka sesuai dengan perkiraan mereka.


Ribuan anak panah melesat kearah pasukan tingkat dewa. Mereka bisa sahaja menghindar tapi dengan kondisi mereka saat ini sangat sulit sebab mereka sedang membawa orang di tangan mereka. Kecepatan terbang menjadi lambat. Pergerakan mereka terbatas.


Pasukan aliansi tahu senjata semacam panah biasa tidak akan mungkin melukai mereka lantaran Qi yang mereka alirkan di setiap tubuh mereka. Namun itu tidak berlaku bagi orang yang berada di tingkatan pendekar lanjut di tangan mereka.


Belum sempat menghindar anggota sekte seperti terkepung panah dari berbagi sisi. Mereka mengerti tidak ada lagi solusi untuk menyelamatkan saudara saudara mereka yang berada di tangan mereka.


“Jlebb”.


“Jellllebbbb”.


“Jeeeelllleebbbb”.


Ratusan orang yang terbang di bawa pendekar tingakt dewa tertusuk panah. Para tetua sakte Paviliun Bunga Suci geram melihat saudara mereka mati tapi di satu sisi rencana mereka berjalan sesuai dengan rencana.


Ribuan anggota sekte sekarang tinggal ratusan. Mereka yang tersisa adalah para petinggi petinggi dan para tetua sekte Paviliun Bunga suci.


Setelah hujan panah reda anggota sekte Paviliun Bunga Suci terbang melesat kesetiap arah. Mereka terbang dan melibas semua orang yang terlihat di hadapan mereka.

__ADS_1


Pasukan aliansi sudah memperkirakan akan terjadi hal seperti ini. Terlebih lagi tujuan mereka membuat pasukan berkelompok kecil dengan dua ratus orang telah mereka persiapkan untuk mengantisipasi keadaan saat ini.


Rencana pasukan aliansi memang sukses besar dengan adanya beberapa orang yang berpengalam pernah bertempur langsung melawan pendekar tingkat dewa.


Siasat mereka berhasil dengan mulus. Namun itu tidak lah cukup untuk menghapuskan seyum kecut di wajah mereka. Dua ratus orang di bantai dengan mudah hanya dengan waktu beberapa menit.


“ Berisap, siapkan rencana C”. Seru pimpian pasukan aliansi.


Pasukan aliansi terus menggempur anggota sakte Paviliun Bunga Suci. Walaupun mereka seperti samsak yang tidak sedikitpun memeberikan perlawanan yang berguana.


“Semua sesuai rencana”.


“Hahahahahaaha”.


Suara wanita yang bergumam dan tertawa dalam pasukan aliansi . Wanita tersebut pergi dari peperangan bersama puluhan anggotanya tanpa ada yang tahu.


Peria paruh baya bermantel hitam dan para ketua pasukan aliansi berulang kali mencoba kabur dari pertempuran. Mereka terkesan berlari dan terus menerus menghindar tapi sebenarnya itulah rencana mereka sejak awal.


Peria bermantel hitam ini melihat aura para pendekar tingkat dewa. Cahya Qi yang menyelimuti tubuh mereka terlihat perlahan memudar dan serangan mereka terlihat tidak seganas awal mereka bertempur.


“Sekarang”.


Pasukan aliansi yang sekarang tinggal puluhan ribu. Rencana dan siasat mereka telah di kerahkan dengan menjual nyawa puluhan ribu pasukan untuk menguras tenaga musuh terbeli dengan semestinya.


Anggota sakte Paviliun Bunga Suci terlihat sangat kelelahan. Aliran Qi di seluruh tubuh mereka perlahan memudar. Warna aura keemasan di tubuh mereka tidak lagi menyala seterang awal pertempuran.


“Lempar”.


Ribuan botol beracun jatuh membuat kepulan asap. Serangan bunuh diri mereka lakukan. Tidak peduli lagi dengan pasukan nya. Para pimpinan aliansi berserta pasukan rahasianya melemparkan lagi ratusan botol beracun Dewa kematian.


“Sebenarnya seberapa kaya mereka sih, hanya demi memusanhkan sekte ini, jutaan keping emas habis dengan percuma”. Tetua Xiao menanggapi serangan mereka.


“Dasar bodoh, ini namanya bunuh diri”. Tetua Li yang tidak jauh dari tetua Xiao ikut berkomentar.


Halllooo


Para readers.


Jangan lupa yahh.


Klik tombol like yaaa.

__ADS_1


Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.


__ADS_2