
Bagian 27
Tukang pos
Pasukan misterius dari benua dataran utara.
" Yang mulia. Kali ini kita akan mengirim manusia hantu untuk menangkap pria tua itu. Aku yakin manusia hantu pasti akan membawa kepala dan kitab tanpa tanding yang di curinya. "
" Aku pegang omongna mu kali ini. Jangan biarkan pria tua itu lolos. Aku ingin kitab itu apapun caranya. Bila tidak.......... " Ucap pria dewasa ini sambil mengancam.
Keringat dingin bercucuran di kening pria ini. Wajah yang menunduk dengan kaki yang di tekuk sebelah menampakan penghormatan yang tinggi kepada tuan nya.
" Aku pasti tidak akan mengecewakan yang mulia. Di benua dataran tengah kami sudah beraliansi dengan sekte besar di sana. Suatu saat nanti kita pasti bisa menguasi benua itu."
" AKU BUTUH KITAB ITU TERLEBIH DAHULU. Fokus pada kitab itu dahulu. Jangan.......... " Pria dewsa ini memarahi anak buah nya. Ia membentaknya.
" Siap Yang mulia. Maafkan atas kelancangan hamba. " Pria ini seakan sulit bernafas, amarah tuannya membuat pria ini sesak nafas.
Di tempat keluarga Zhou.
Sudah hampir setengah jam Liang Fung menembakan panah api nya. Tidak ada reaksi perlawanan dari keluarga Zhao.
Kebakaran besar terjadi di seluruh wilayah keluarga Zhao yang dekat dengan dinding pembatas. Hampir ribuan orang terkelepar mati terbakar atau tertusuk panah.
Kepala keluarga Zhao Tad mengumpat keras dalan hati. Ia bertekad akan membalasnya berkali kali lipat. Semua keluarga di kediaman ini adalah satu keluarga. Tidak heran lagi bila Zhao Tad geram, melihat kematian yang sangat mengenaskan saudara nya di depan matanya sendiri.
" Liang Fung. Akan akau balas kau berkali lipat. "
Sebuah bendera putih besar berkibar di kediaman keluarga Zhao. Liang Fung berserta pasukannya mengerutkan dahinya. Mereka mencoba berpikir situasi di hadapan mereka.
Apa mereka menyerah atau itu semua hanya jebakan lawan sahaja. Berbagai dugaan hanya bisa mereka sangka. Sampai sebuah pasukan sekte Harimau emas tiba depan gapura kediaman keluarga Zhao.
Liang Fung memberi isyarat kepada pasukannya untuk menahan serangan. Ia juga memberi kode untuk tetap siap siaga.
Pria kekar ini tidak ingin mencari keributan dengan sekte lain, yang tidak ada hubungan dengannya.
" Saudaraku Liang. Bisakah kita bicara sebentar. Aku bisa meluruskan kesalah pahaman ini. " Ucap pria kurus yang penuh wibawa.
" Hmppp. Apa lagi yang perlu di jelaskan. Apa kau tahu permasalah ku. Apa hubungannya pula ini dengan urusan mu. " Dengus kesal Liang Fung.
Mata Shao Jian kerkedut. Seyum canggung ia tampakan. Ia seperti kehilangan alasan atas pertanyaan yang ia dengar.
" Tenanglah. Bukankah sekarang kau beraliran putih sama dengan ku. Apa hal ini pantas di lakukan oleh aliran putih. " Balas Shao Jian yang mencoba mengalihkan perhatian nya.
" Bicara apa kau. Aliran putih, aliran hitam. Lalu apa perilaku anggota sekte mu tiga puluh tahun yang lalu, apa itu pantas di sebut aliran putih. " Liang Fung mencoba menjatuhkan pernyataan Shao Jian.
__ADS_1
Shao Jian menggaruk kepalanya yang mulai terasa sakit. Pernyataan Liang Fung memang benar nyata nya. Alasan yang ia guna tidak akan sanggup menepis balasan Liang Fung.
" Atau jangan jangan kau pelakunya. " Hardik Liang Fung.
Keringat dingin membasahi kening Shao Jian. Pernyataan Liang Fung barusan benar-benar membuat jantung Shao Jian seakan berhenti sesaat.
" Bicara apa kau ini saudara Liang. Kedatangan ku kali ini hanya sebagai pembawa pesan dari keluarga Zhao. Aku sama sekali tidak bermaksud lain. " Ucap Shao Jian sambil tersenyum canggung.
Shao Jian tidak percaya diri dengan pasukan nya sendiri yang berjumlah ratusan. Jika sahaja dia berada dengan posisi siap tempur, tentu pria kurus ini tidak akan berbicara layak nya seorang pengecut.
" Aku tidak peduli dengan mu. Urusan mu bukan urusan ku. Kau mau jadi tukang pos, apa peduli ku. Aku hanya ingin bertemu dengan kepala keluarga Zhao sahaja.
Jangan halangi jalan ku. Apa kau ingin terlibat dalam masalah ku. Apa kau ingin menjadi musuh ku!! " ucap Liang Fung menghardik.
Mata dan sudut bibir Shao Jian lagi berkedut. Ia seperti mendapatkan sebuah tamparan keras dan telak. Ia sekarang kehabisan kosa kata di pikiran nya.
" Iya, ini memang urusan ku. Karena aku tahu siapa pelaku nya. " Jawab Shao Jian asal asalan.
Liang Fung menaikan alisnya, matanya melotot kearah pria kurus itu. Wajah geram ia tunjukan tanpa ekspresi takut.
" Jika seperti itu, katakanlah siapa pelakunya. Bila tidak, mulai detik ini juga kau akan menjadi musuh ku " ucap Liang Fung mengancam.
Shao Jian tampak ketakutan dengan pernyataan Liang Fung. Ia mengumpat keras atas jawaban yang menjadikannya senjata makan tuan. Wajah gugup nampak Shao Jian tunjukan.
" Serang. "
Liang Fung beserta pasukannya maju ke depan menyerang Shao Jian beserta pasukannya.
Shao Jian yang berada di tingkat sama dengan Liang Fung bersiap pula dengan serangan lawannya.
" Setidaknya tingkatan nya sama dengan ku " batin Shao Jian.
Adu pukulan terjadi antara Liang Fung dan Shao Jian. Tendangan memutar ke atas Liang Fung lakukan, sedang Shao Jian menangkis dengan kedua tangannya.
Shao Jian membalas serangan dengan tendangan di memutar bawah yang mengincar kaki Liang Fung. Liang Fung langsung sahaja reflect dengan cepat dan melompot ke atas.
Pukulan demi pukulan terus berlanjut antara pria kekar dan kurus ini. Mereka tampak imbang dengan tingkatan yang sama.
Shao Jian nampak kelelahan dengan berbagai jurus yang Liang Fung lakukan. Ia mamang di tingkat yang sama, tapi mental dan tekad yang kuat membuat Liang Fung kehilangan rasa lelahnya setelah ratusan jurus mereka keluar kan .
Shao Jian mengumpat keras pada Zhao Tad rencana yang di setuju nya tidak sesuai harapan. Ia yang bertugas menyampaikan pesan kepada Liang Fung ternyata gagal bernegosiasi.
Pria kurus ini melirik sepasukan nya yang tidak jauh bertempur dengannya. Hampir separuh pasukanya tewas. Shao Jian yang membawa pasukan 500 an, kini tingal seratusan.
Liang Fung mendapatkan sebuah kesempatan. Ia melihat sebuah celah di depan nya. Satu pukulan bertenaga dalam tinggi menghantam dada Shao Jian.
__ADS_1
Shao Jian yang melirik sekitar tidak sempat menghindar dari pukulan keras Liang Fung.
" Uhuk, uhukk, uhukk. "
Shao Jian memuntahkan darah segarnya dari mulutnya. Kali ini ia bersumpah akan membalaskan dendam sepasukan nya. Ia memasukan Liang Fung sebagai orang pertama, yang akan dia bunuh saat menguasai benua dataran tengah.
" Sepasukan ku. MUNDUR. "
Shao Jian berusaha kabur dari pertempuran ini. Tidak ada kemungkinan untuk menang apa lagi imbang dengan perbandingan jumlah yang ratusan kali lipat.
Pria kurus ini berlari mundur dengan sepsukannya, mereka kembali masuk ke dalam gapura kediaman keluarga Zhao.
" Biarkanlah. Urusan kita bukan dengan mereka. Ucap Liang Fung memberi kode untuk tidak mengejar.
Liang Fung menghentikan pasukan yang berusaha mengejar mereka, sejak dari awal memang Liang Fung tidak berniat berurusan dengan Shao Jian.
" Pasukan ku, kita harus keluar dari tempat ini. Tempat ini mungkin menjadi medan pertarungan besar bila Zhao Tad salah mengambil keputusan. "
Sepasukan ini keluar dari pintu belakang keluarga Zhao. Para tetua dan kepala keluarga Zhao hanya bisa mengganti rencana awal mereka.
Zhao Tad tidak mungkin menyalahi etika berdagang nya. Ia tidak mungkin akan memberi tahu siapa yang membeli peledak dari nya, mengingat peledak yang ia jual sebenarnya barang rahasia dengan harga yang fantastis tentunya.
" Ketua, kita harus bagaimana lagi ini. "
" Apa ada ide yang punya ide. "
" Iya bagaimana ini. "
"Benar, negosiasi tidak akan berhasil ketua. "
Zhao Tad menghela nafas berat. Ia sudah hampir kehabisan akal. Ia sebgai kepala keluarga tentu harus bertanggung jawab atas masalah ini.
" Baiklah. Biarkan aku ke medan perang. Siapkan pasukan penjaga. "
Pria dewas ini sudah kehilangan ide, melihat saudara nya mati mengenaskan tentu tidak di harapkannya. Ia akan sendiri yang akan tampil untuk menghadapi Liang Fung.
Halllooo
Para readers.
Jangan lupa yahh.
Klik tombol like yaaa.
Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.
__ADS_1