
...Zhang Ann...
...10 jam yang lalu...
...Di tempat Zhang Mei....
7 jam yang lalu.
" Ayah apa yang harus kita lakukan " ucap Zhang Kun yang menatap sedih Zhang Mei yang sedang meringkuk sedih di dalam tenda.
Belltaaaakk
" Jika kau tanya aku, aku tanya siapa " dengus kesal sang ayah.
Zhang Mei dengan wajah lusuhnya masih terlihat cantik sebagai seorang wanita, wajah sedikit pucat memang ia tampakan, tapi kecantikan natural yang ia tunjukan, sangat menawan hati para lelaki yang melihatnya.
Berberapa hari ini memang Zhang Mei tidak makan, jika pun makan. Ia akan makan cuma beberapa suap sahaja, perasaan sedih yang ia rasakan membuat wanita ini kehilangan selera makannya.
Di luar tenda, pasangan ayah dan anak ini, selalu mengawasi bibi sekaligus keponakan bagi mereka.
Mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga penerus keluarga Zhang, bila mereka lalai akan tugas ini. Kepala keluarga Zhang, Zhang Qiang pasti akan menghukum berat mereka.
Dua jam mereka duduk bersebrangan, mencari ide, cara, trik dan siasat agar bisa menghilangkan kesedihan wanita remaja akhir ini.
" Ayah, apa sebaiknya kita coba masuk sahaja ke dalam dan memastikan apa benar perkataan resepsionis itu. Aku curiga ada yang sedang mereka sembunyikan " Zhang Kun angkat bicara.
" Boleh juga sih pendapat mu, tapi apa tidak berisiko rencana mu itu. "
" Tenang ayah, kita biasa........ "
Zhang Kun menjelaskan rencananya, siasat yang ia tunjukan benar-benar membuat Zhang Ping melebarkan matanya, ia bertanya-tanya bagaimana bisa anaknya memiliki ide seperti ini.
Masih dengan wajah heran lagi penasaran, Zhang Ping memikirkan resiko terburuk yang akan ia terima bila mengunakan rencana anaknya.
" Baiklah, lebih baik kita coba. Lagi pula apa salahnya berusaha. "
" Siappp, komandan. "
Kedua ayah dan anak ini mengunjungi lagi Zhang Mei, mereka menjelaskan rencana mereka.
Wajah menundukan dengan tatapan kosong, Zhang Mei lakukan. Rencana yang Zhang Kun katakan mebuat wanita ini mendongkakkan wajahnya ke sumber suara.
Mata wanita ini berbinar-binar, seperti anak kecil yang melihat kerja kerasnya di puji guru kelasnya.
" Ayo kita lakukan, apa pun itu. Asalkan bisa bertemu dengan kak Quan, aku siap berjuang... " ucap lirih Zhang Mei.
Dengan tubuh lemasnya, Zhang Mei, Zhang Kun dan Zhang ping memulai rencananya. Mereka memasuki kota Tersembunyi di bawah tanah.
Setelah memasuki dinding batu, mereka di sambut oleh salah satu resepsionis di ruang depan. Pertanyaan panjang kedua ayah dan anak ini sampaikan, berniat mengulur waktu dan mengalihkan perhatian.
Kedua pasangan ayah dan anak ini berhasil membuat Zhang Mei masuk ke dalam kota tanpa di ketahui resepsionis.
Zhang Mei terus melangkah lurus, tidak ada apapun di jalan ini. Hanya sebuah lorong tanpa pintu dengan beberapa obor di berbagai sisi.
Zhang Mei terus berjalan, tanpa ia sadari jalannya telah sampai pada ujungnya, sebuah pintu besar tanpa penjaga ia dapati. Zhang Mei mengerutkan dahinya, bagaimana bisa tiada ada penjagaan sedikitpun di depan pintu gerbang, dengan kunci gerbang yang tertinggal.
Tidak ambil pusing akan masalah sepele yang ia temukan, ia memasuki kota Tersembunyi. Berbagai bangunan seperti rumah ia temukan, jumlahnya sangat banyak.
Tidak heran, jika orang yang melihat tempat ini akan menyebutnya sebuah kota. Zhang Mei menyisiri setiap sudut tempat di hadapannya. Tujuannya kesini tidak lain adalah untuk meminta bantuan pasukan bayaran agar mau membantunya.
Sangat sepi, berbagai rumah dengan penerangan obor tanpa penerangan matahari, semakin menambah sunyi kota ini.
Zhang Mei terus berjalan, ia terus sahaja melihat kanan dan kirinya. Tidak ia dapati satu pun manusia di tempat ini.
Setelah cukup lama ia berjalan, akhirnya ia melihat beberapa orang berlarian menuju sebuah ruang besar seperti aula tempat rapat.
Tidak ingin membuat orang curiga, Zhang Mei mengikuti dengan tenang di belakang anak muda yang berlarian itu.
__ADS_1
Sebuah ruangan bertuliskan ' Ruang pelatihan pendekar ' telihat di atas pintu masuk ruangan.
Zhang Mei ikut menyelinap masuk ke dalam ruangan, tidak ingin membuat orang lain curiga, ia berpura-pura membaur dengan orang-orang yang memasuki ruangan itu.
Wwwwooooaaaargggg
Sebuah teriakan terdengar jelas di luar ruangan, semua orang bergegas masuk masuk ke dalam ruangan, tanpa terkecuali Zhang Mei.
Semua orang terlihat berdesak-desakan untuk memasuki ruangan pelatihan ini, sebuah lorong jalan menuju ruangan penuh sesak akan manusia.
Setelah cukup lama mereka berdesak-desakan, perlahan orang-orang ini memasuki ruangan pelatihan.
Semua orang di buat terkejut dengan sosok asing yang mereka lihat, dan lebih mengejutkan lagi. Ada para tetua dan pimpinan tertinggi mereka.
Berbagai ucapan terdengar jelas dalam telinga Zhang Mei, perlahan ia dapat menyimpulan apa yang sebenarnya sedangkan terjadi.
Zhang Mei menyipitkan matanya di saat semua orang sedang khawatir dengan kehadiran sosok tuan muda mereka.
Setelah cukup lama memastikan, air mata tidak terasa menetes pada wajah Zhang Mei. Ia bergegas berlari dari kerumunan orang, dan memeluk sosok lelaki yang sedang meronta ingin melepaskan diri dari ikatan lingkaran.
" Nona jangan kesana, itu berbahaya. "
" Cepat hentikan dia. "
" Ckk, apasih yang dikirkan wanita itu. "
" Cepat kejar dan hentikan wanita itu. "
Berbagai ucapan semua katakan, tapi tidak ada satu pun yang berhasil menghentikan wanita itu.
****
Para tetua berserta guru Zhang Quan terjatuh dari posisinya, mereka tidak sanggup lagi melanjutkan penyegelan. Sekarang tersisa pria sepuh yang masih tetap tegak berdiri mengalirkan tenaga dalam.
" Kaka Quan sadarlah. "
Semua orang terkejut dengan kehadiran wanita yang memeluk Zhang Quan, mereka tidak habis pikir. Bagaimana bisa orang tidak takut dengan sosok mengerikan Zhang Quan yang tengah kerasukan.
" Zhang Ann, maafkan aku. Aku terlalu lemah sehingga tidak mempu menolong mu....." ucap lirih Zhang Quan.
Zhang Mei seperti tersambar petir, ia tersentak mendengar nama Zhang Ann, kakanya. Sekarang ia tahu, ternyata di hati Zhang Quan masih ada Zhang Ann.
Walaupun seperti itu, Zhang Mei tetap memeluk Zhang Quan. Kerinduannya ini membuat Zhang Mei tidak ingin melepaskan pelukannya.
Lain halnya dengan Zhang Mei, pria sepuh kakek Zhang Quan mengeryitkan dahinya. Kedatangan Zhang Mei benar-benar tepat waktu. Gelang pengekang sekarang bisa menyerap seluruh energi Zhang Quan.
Perlahan matanya berangsur-angsur kembali normal. Gelang penggekang berubah mengecil dan masuk ke dalam pergelangan tangan kiri Zhang Quan.
Kali ini semua orang terseyum lega. Roh siluman naga akhirnya berhasil di atasi, tapi di sisi Zhang Mei, ia merasakan kecewa yang sangat besar karena hati suami yang di cintainya ternyata memiliki wanita lain.
" Bagaimana perempuan ini bisa masuk, penjaga gerbang. Tunggu sahaja, kalian harus menjelaskan masalah ini " batin pria sepuh ini yang sedikit kecewa akan kinerja penjaga gerbang.
...Sekte besar di utara...
" Pasukan cepat panggil Kang Jianguo kesini " perintah Xu Shanyuan kepada penjaga ruangan.
" Siap. Yang mulia. "
" Bagaimana cara mu menjelaskan ini semua Kang Jianguo " batin Xu Shanyuan setelah membaca gulungan surat dari Lin Yu, ketua sekte Tengkorak Putih.
****
Di dalam pos tugasnya, Kang Jianguo berihat. Banyak sekali yang dipikirkan lelaki ini, masalah yang di timbulkanya akhir-akhir ini semakin membuat atasannya kecewa.
Beberapa bulan yang lalu memang sosok Kang Jianguo di angkat sebagai tangan kanan ketua sekte. Namun bila melihat tugas yang ia terima di hari yang lalu. Ia pesimis, bisa menpertahankan posisinya.
Kang Jianguo menghela nafas berat dalam posisi berbaringnya, mata yang terpejamnya seakan tidak memberikan sela bagi pikirannya untuk berihat, misi yang gagal ia kerjakan seperti hantu yang menghantui pikirannya.
__ADS_1
" Mengapa akhir-akhir ini semua berjalan tidak lancar...... " ucap lemas Kang Jianguo.
Tok
Tok
Tok
" Tuan, Yang mulia ingin bertemu dengan Tuan di kantornya " seru salah satu pasukan.
Kang Jianguo tersentak, perkataan pasukan di depan pintu benar-benar mengejutkan nya. Detak jantungnya sekarang bergerak dengan cepat. Ia merasa akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkannya.
" Baiklah. Aku kesana " ucap Kang Jianguo.
" Semoga sahaja bukan hal buruk " batin Kang Jianguo sambil mengosok mukanya.
...Di kerajaan timur...
Dalam kerajaan ini terdapat sepuluh bangsawan yang menjadi dewan pengambilan keputusan, raja atau kaisar sendiri dalam menentukan kebijakan harus mendapatkan ijin min 7 suara dari para dewan agar kebijakan itu bisa di terapkan.
Sepuluh bangsawan itu, memilih tanggung jawab nya masing-masing. Ada yang bertanggung jawab di sektor pangan, militer, pengembangan usaha dan berbagai sektor vital bagi kerajaan.
Liang Fung berhasil mendapat bantuan dari kerajaan timur dengan jalan perdagangan, ia menjajikan wilayah benua dataran tengah yang kaya akan sumber daya sebagai alasan aliansi mereka.
Bila Liang Fung berhasil menguasai benua dataran Tengah, ia berjanji akan membagi setengah wilayah yang akan ia kuasai dengan mereka.
****
Sepuluh bangsawan kerjaan sedang rapat, pasukan yang di minta Liang Fung sebentar lagi siap. Rapat kali ini membahas tentang rencana selanjutnya setelah membantu Liang Fung.
" Apa sebaiknya kita meminta Liang Fung untuk segera memperbesar pengaruhnya."
" Tunggu sebentar, kita perlu mengukur sekuat apa sekte-sekte di benuanya. Jangan asal bertindak. "
" Kemarin Liang Fung memberikan surat kusus untuk ku, dia bertanya cara melakukan trobosan agar bisa naik ke tahap selanjutnya dari tingkatan pendekar suci ( pendekar dewa)...... "
" Hahahahhaa, Jika Liang Fung sahaja masih belum tahu caranya, aku yakin banyak sekte besar yang sama dengan sekte Liang Fung. ( memotong pembicaraan) "
" Jangan anggap remeh, bisa jadi ada sekte lain yang mendapatkan dukungan dari luar, seperti kita. "
" Rencana selanjutnya bergantung pertempuran kali ini. Kita harus membuka mata dengan lebar. Bila ingin mengambil keputusan. "
" Ya, aku setuju. "
" Dan untuk, surat Liang Fung. Sebaiknya kau sendiri sahaja yang mengurusnya, baik di beri tahu ataupun tidak. Cepat atau lambat Liang Fung pasti akan mengetahuinya. "
" Dengan ini rapat kita akhiri, salah satu dari kita akan ikut berperang melihat perkembangan pendekar di benua dataran Tengah. Sesuai kesepakatan di awal Bangsawan Tang yang akan memimpin pasukan. "
...Di tempat Shao Jian...
Sekte Harimau emas masih terus berlatih kitab silat tanpa tanding kw 5nya, mereka memang berhasil melakukan terobosan, hanya sahaja kemampuan bertarung mereka tidak sekuat belajar kitab asli.
Shao Jian mengepal keras. Matanya terpejam sesat, rasa dendam akan Liang Fung benar-benar dalam. Bagaimana tidak, di depan ratusan ribu pasukan ia dipermalukan.
" Liang Fung, awas sahaja kau. Kali ini aku akan membalas semua perbuatan mu " batin Saho Jian.
" Pasukan, cepat cari apakah Liang Fung memiliki musuh " perintah Shao Jian.
" Siappp, ketua. "
" Hahahahhaa, kali ini. Jangan harap kau bisa lolos. "
Halllooo
Para readers.
Jangan lupa yahh.
__ADS_1
Klik tombol like yaaa.
Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.