
...Mencari alasan...
" Apa benar yang aku duga. Bahwa kalian ingin beralinasi dengan sekte kami " seru Guo Jun tanpa basa basi.
Pria kurus ini beserta rombongannya hanya terseyum kecut. Mereka tahu pasti ucapan ini akan keluar dari ketua sekte Teratai Sembilan Warna.
Shao Jian menggaruk kepala nya yang tidak terasa gatal. Senyum canggung menyelimuti lekukan bibirnya.
" Akan ada pergolakan besar di benua ini, kitab tanpa tanding yang kita cari di benua dataran tengah, ternyata sudah menyebar luas di benua luar.
Kita harus segera mencari kitab tanpa tanding itu. Bila tidak..... "
Belum sempat Shao Jian menyelesaikan kata katanya, sebuh kitab melayang terbang di arahnya dengan iringan suara tawa yang terdengar ke seluruh ruangan.
" Hahahha hahaha. Ambil lah kitab itu, meskipun palsu.... " Guo Jun menatap dalam lawan bicaranya, melihat nya begitu terkejut, membuat wanita tua ini menghentikan omongan nya.
Mata Shao Jian terbelakak, ia perlahan membuka isi kitab tetsebut. Segala ilmu dan berbagai pengetahuan peningkatan ketahapan dewa, di jelaskan dengan rinci. Shao Jian yang mengalami kemandekan di tahap pendekar lanjut, semakin tidak sabar untuk mempraktikan semua yang dia baca nya.
" Kau bisa memiliknya dengan syarat....... "
" Apapun itu akan kami lakukan. Shao Jian begitu be semangat kali ini, ia sama sekali tidak peduli lagi dengan persyaratan yang akan ia terima.
" Baiklah jika begitu kita sepakat. "
Shao Jian menunjukan kitab yang di bacanya kepada anggota rombongannya, mereka yang membaca melebarkan matanya dan menaikan alisnya.
" Ini... Iniiii... INI SANGAT LUAR BIASA... "
" Ketua, kita harus segera mengajarkan ini para anggota kita... "
" Jika belajar kitab ini pasti tidak akan ada lagi yang menganggap kita remeh.. "
" Iya betul, ..."
Ruangan ini mendadak riuh, berbagai suara takjub keluar dari seluruh anggota sekte Harimau emas. Meraka hampir sahaja pingsan saat melihat bagian awal kitab.
Sekelompok ini benar-benar tidak menyangka, kesulitan yang menghambat kenaikan tingkat pendekar mereka, ternyata sangat sederhana.
Guo Jun menatap bodoh sekawanan pria di hadapan nya. Ia sendiri belum menjajal kitab pemberian rekan aliansinya dari awal, mengingat resiko yang ia dengar sangat mengerikan karena ini bukan kitab yang asli.
Guo Jun terseyum ceria. Dengan begini, seluruh rencana nya akan tercapai, ia juga bisa melihat bagaimana resiko yang di katakan berbahaya pada kitab palsu itu. Hitung-hitung ia bisa menjadikan relasinya ini, sebagai kelinci percobaan.
...Di tempat Liang Fung....
"Ternyata benar. Semua sekte besar membeli peledak dari mu." Seru Liang Fung menghela nafas berat saat melihat daftar pembeli, yang Zhao Tad tunjukan.
" Untuk kedepannya akan terjadi konflik besar lagi di benua dataran ini, tujuan pertempuran tiga puluh tahun yang lalu sepertinya belum membuahkan hasil. Sebentar lagi mereka pasti akan memulai peperangan lagi. Sekarang tinggal menunggu pemicu dari peperangan yang di nantikan semua orang. "
Zhao Tad sama sekali tidak terkejut dengan pernyataan lawan bicara, memang sudah menjadi kebiasaan dari seluruh aliran di sekte benua dataran tengah, untuk selalu ber rebut kekuasaan.
__ADS_1
" Aku memiliki cita cita yang sama seperti sekte netral Paviliun Bunga suci, tapi aku tidak akan terlalu terobsesi dengan kekuatan. Aku hanya ingin kedua aliran dan seluruh orang di benua ini hidup dengan damai dan sejahtera. Itu sahaja keinginan ku"
Liang Fung mengira sekte Paviliun Bunga Suci terlalu obsesif kepada kekuatan, dan memicu konflik dengan seluruh sekte di benua dataran tengah, padahal kenyataan yang ia duga benar-benar salah.
Pandangan Zhao Tad melebar, ia merasakan sendiri perasaan tulus dari lawan biacarnya. Ia sedikit terkejut mendengar harapan Liang Fung, pria garang. Namun memiliki cita cita yang mulia.
" Oleh sebab itu, aku ingin mendirikan sebuah kerajaan. Dengan bantuan kalian dan para alkemis di keluarga kalian. Aku ingin seluruh sekte ku dapat melakukan terobosan untuk naik tingkat ke tahap dewa."
" Bukankah lebih cepat melakukan terobosan dengan menggunakan kitab silat " balas nya.
" Kebanyakan pendekar memang seperti itu, mereka yang minim sumber daya dan harta akan berdalih seperti itu. Padahal kenyataannya, lebih baik mengunakan sumber daya dari pada belajar kitab silat. Kecuali kitab tersebut benar-benar kitab silat tanpa tanding.
Dalam beberapa tahun yang lalu, kami sudah dapat membuktikan nya. Kami bahkan sudah berhasil melakukan terobosan ke tahap dewa. Walaupun tidak sekuat seperti anggota sekte Paviliun Bunga Suci, tapi kami yakin dengan sumber daya yang cukup. Dalam beberapa hari kami bisa menyamai mereka. "
Kali ini ekspresi Zhao Tad benar-benar terkejud, dengan mata yang menyipit ia berusaha mencerna apa yang ia dengar.
" Tidak heran dia ingin menyatukan benua dataran tengah ini " batinnya.
" Baiklah, dengan ini aku menjadi lebih tenang. Kami keluarga Zhao akan membantu mewujudkan impian kalian " ucap Zhao Tad.
" Dengan ini kita sepakat untuk beraliansi " seru Liang Fung menjabat tangan Zhao Tad.
...Di tempat Lin yu....
Lin yu dan sekelompok orang asing dari benua dataran luar tengah melakukan rencana nya.
" Hahahha haha. Sebentar lagi. Kota ini akan aku kuasai " seru Lin Yu setelah mendapatkan laporan keberhasilan kelompok nya.
" Hahhah hahah, Liang Fung. Sekarang tinggal sekte mu sahaja. "
Di kota Tong sekrang hanya ada dua sekte besar. Sekte Gagak hitam dan Tengkorak putih. Mereka sama sama beraliran hitam, lantaran Lin Yu dari dulu tidak pernah meyukai perangai Liang Fung. Kedua sekte ini tidak pernah akur.
Yang meyebabkan sekte besar di wilayah ini sedikit adalah peperangan ratusan tahun silam, dimana kota Tong menjadi bukti dari eksistensi kehebatan pendekar tingkat dewa, sekte paviliun bunga suci.
...Di tempat Zhang Mei....
" Ayah, sepertinya kita baru sahaja membuat masalah baru " ucap Zhang Kun pada ayahnya.
Zhang Ping terlihat kosong dengan tatapannya, ia berwajah pucat kali ini. Ia sama sekali tidak mendengar perkataan anaknya, dengan pikiran rumit yang ia rasa sekarang.
" Ayah, ayah.... " ucap Zhang Kun mencoba membangunkan Zhang Ping dengan mengerakan tubuhnya.
" Sepertinya kita harus mencari alasan, kita lebih baik kabur dan berihat sebentar. Ayo kita memancing di kota Mong, ku dengar ada tempat pemancingan yang bagus di sana " seru Zhang Ping yang mulai kembali sadar.
" Ide yang bagus ayah, tapi sebaiknya kita harus bergegas. Sebelum kekuatannya bangikit kita harus meniggalkan tempat ini. " Zang Kun membisikan ucapannya.
" Ayo sekarang sahaja kita berangkat, ratusan pasukan penjaga seperti nya cukup untuk menemani perjalanan kali ini. "
Kedua ayah dan anak ini bergegas pergi meninggalkan kediaman keluarga Zhang. Dengan ratusan pengawal mereka melakukan perjalanan ke kota Mong, sebuh tempat yang terkenal akan pemancingan nya.
__ADS_1
...Di tempat pria sepuh misterius....
" Suasana semkain memanas seperti nya. Liang Fung benar-benar berambisi besar kali ini, Guo Juga mulai besar pengaruh nya. Dan terlebih lagi Lin Yu, ia seakan tidak puas sebelum melihat isi di balik segel itu. "
" Yang mulia, apa lebih baik kita bantai sahaja mereka semua. Dengan kekuatan yang kita miliki, sangat lah mudah meratakan mereka semua dengan tanah. " Li Hao menyuarakan pendapat nya.
" Hahhahhahah, jangan seperti itu. Nanti cerita nya tidak menarik. Biarkanlah mereka saling beradu. Aku tidak ingin usaha anak ku, selama ini menjadi sia sia. "
Perkataan pria sepuh ini, mengingatkanya kembali pada sosok anaknya yang menjadi ketua sakte Paviliun Bunga Suci. Cita cita mulia, dan niat baik meyelamatkan dunia, berakhir dengan balasan pedih dari seluruh aliran.
...Di tempat Zhang Quan...
" Hahahhahaha. Bocah Quan kita lihat seberapa besar kau bisa memaksimalkan kekuatan yang tersegel itu. " Gumamnya di atas langit melihat murid nya mengejar seekor kelinci.
Zhang Quan masih mengejar kelinci siluman, cukup lama bagi Zhang Quan untuk bisa menangkapnya. Ia merasa curiga dengan pergerakan kelinci tiga mata ini. Makhluk itu bergerak semakin melambat.
Melihat pergerakan siluman target nya yang melambat, membuat Zhang Quan dengan sigap nya mengkap makhluk ini. Ia yang tahu kelemahan makhluk ini, langsung meraih ke empat telinganya.
" Hahhaha, makhluk kecil, sekarang kau tidak bisa lari lagi " ucap Zhang Quan mengejek dengan memancungkan mulutnya, berusaha menirukan wajah siluman yang berada di tangan nya.
Cccciiiitttttt
Ciiiiittttttt
Ccccciiiiiitttt
Cit..cit...cittt
Suara aneh keluar dari mulut siluman ini, Zhang Quan tidak merasa curiga dengan suara yang di dengar nya. Ia malah tertawa mengejek dengan mengikuti mimik wajah makhluk ini.
Dengan mata tertutup, Zhang Quan merasakan bulu kuduknya merinding. Ia merasakan tekanan sangat kuat dari berbagai arah.
Belum selesai ia mengalihkan pandangannya dari siluman yang berada di tangan nya. Berbagai serangan kaki kecil bertenaga kuat menghujam ke arahnya..
Duaaaar...
Duarrrrr..
Duarrrrrr.
Siluman kelinci tiga mata ini mengeroyok Zhang Quan. Suara aneh yang di keluarkan oleh makhluk kecil ini, ternyata adalah sinyal bantuan. Ia tidak menduga akan ada banyak makhluk kecil sebanyak ini berkumpul di satu tempat.
" Sial... Pak tua... Berengsekkk.... " ucap Zhang Quan mengumpat kesal keras.
Halllooo
Para readers.
Jangan lupa yahh.
__ADS_1
Klik tombol like yaaa.
Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.