Paviliun Bunga Suci

Paviliun Bunga Suci
35. Siluman Dewa Naga.


__ADS_3

Siluman Dewa Naga


Naga berwarna emas mengeluarkan qi berbentuk bola dari mulutnya. Energi qi dari alam berkumpul seperti cara Zhang Quan memulihkan tubuhnya.


" Jika serangan kali ini masih belum cukup untuk menghilangkan kesadaran mu, aku tidak tahu cara apa lagi yang mesti aku tempuh. "


Guru Zhang Quan tidak punya pilihan lain selain menghilangkan kesadaran muridnya, ia tidak berniat membunuh nya, hanya sahaja untuk menyadarkan makhluk berkekuatan dewa yang sedang mengamuk, harus dengan cara ini.


Bola besar berdiameter kurang lebih dua meter melesat menuju Zhang Quan. Zhang Quan yang sedang memulihkan tubuhnya di hadapkan dengan serangan maha dahsyattttt.


Duuuuuuuuuuaaaaaaarrrrrrrrrrr


Serangan tenaga dalam yang sangat kuat menciptakan kawah yang begitu besar dan dalam. Kawah ini mengepulkan asap yang bergitu pekat, sampai makhluk di dasar kawah tidak sanggup untuk di lihat.


Getaran ledakan yang begitu dahsat ini dapat di rasakan oleh seluruh makhluk di benua dataran tengah.


" Apa aku terlalu berlebihan yahh. "


Guru Zhang Quan menyipitkan matanya, ia mencium bau gosong di tempat nya. Perasaan khawatir terlihat jelas padanya, kepulan asap perlahan menampakkan sosok pria bertubuh kecil berwarna hitam pekat.


Masih dalam posisi siaga ia melihat kawah. Matanya semakin terbelakak, melihat sosok pria kecil dengan zirah hitam menyelimuti tubuhnya. Zirah hitam tersebut terlihat retak di beberapa bagian, menampakan rajah dan tato di tubunya.


" Bagaimana bisa, siluman dewa tersegel dalam tubuhnya " ucap pria paruh baya ini yang masih terkejut dengan pemandangan yang ia saksikan.


" Siapa bocah ini sebenarnya, siapa pula yang mampu menyegel kekuatan yang begitu besar dalam tubuh nya. "


Wajah pria ini sangat terkejut, siluman dewa naga adalah salah satu dari lima ras siluman terkuat di dunia. Bisa di bilang rajanya para siluman. Bagaimana bisa seorang pendekar mampu menyegel kekuatan yang sangat besar pada seorang manusia, hal itulah yang masih menjadi pertanyaan besar pada benak pria ini.


( note tingkatan siluman : Tingkatan siluman di sini di bagi menjadi empat: siluman biasa, siluman raja, siluman kaisar dan siluman dewa.)


Sekarang Zang Quan benar-benar kehilangan kendali atas tubuhnya, tubuh yang sekarang ini sudah di kendalikan penuh oleh ruh siluman dalam tubuh nya.


Mata kirinya berwaran merah darah sedang mata kanannya masih berwarna kuning keemasan. Raut wajah benci dan dendam ia tunjukan, dengan cepat ia terbang ke arah gurunya.


Guru Zhang Quan telah bersiap menyambut serangan. Sekarang ia merasakan tekanan yang begitu berat dari setiap pukulan Zhang Quan, berbagai pukulan Zhang Quan memang masih dapat ia imbangi.


Namun sebab serangan yang begitu cepat dan kuat dari sebelumnya, pria ini tidak mampu memberikan perlawanan sedikit pun, walaupun sudah mengeluarkan kekuatan penuh nya dengan jiwa tenaga dalam yang berbentuk naga.


Pukulan demi pukulan beberapa kali memang berhasil mengenai Zhang Quan, tapi tidak sedikit pun memberikan luka yang berarti. Beda lagi dengan pukul Zhang Quan yang mendarat pada tubuhnya, pria ini beberapa kali menyeringai kesakitan dengan darah segar keluar dari bibirnya.


" Sialan, aku bisa mati bila bertarung dengan nya. Sebaiknya aku pergi sahaja, tunggu aku memulihkan tubuh......... "


Ingin pergi dari pertarungan pria ini terbang menjauh dari Zhang Quan, belum sempat menyelesaikan ucapan nya. Pukulan keras menghantam tubuhnya.


Aaaaaarrrrrrrrghhhhhh

__ADS_1


Tidak ingin lagi berhadapan dengan murid nya, pukulan yang mengenai nya membuat pria ini mengambil langkah seribu menjauh dari muridnya sendiri.


Aksi kejar kejar terjadi, Zhang Quan sekarang bisa terbang layaknya pendekar dewa, tidak kesulitan baginya untuk mengejar gurunya. Kecepatan nya memang lebih lambat dari gurunya, tapi dengan setamina yang tidak ada habisnya, tidak menutup kemungkinan sebentar lagi ia akan maraih gurunya karena menang dalam ketahanan.


" Sialll. Bagaimana ini... Jika sahaja aku membawa gulungan magic, tentu tidak akan sulit lari dari situasi sekarang " ucap pria paruh baya ini yang memaki dirinya sendiri


( note : gulungan magic adalah sebuah gulungan yang berfungsi sebagi serangan magis, segel makhluk dan sebagainya. Gulungan ini mampu memberikan serangan fatal pada makhluk siluman dewa dengan mudah. )


Di tempat Lin yu.


Sepasukan misterius dari benua dataran utara menuju kota Tong, tempat sekte Tengkorak Putih berada. Tujuan mereka kesana tidak lain adalah untuk meminta bantuan dari sekte aliansi mereka untuk mencari keberadaan kitab tanpa tanding.


Jarak kota Tong yang tidak jauh dari pesisir pantai, membuat perjalanan mereka tidak memakan waktu yang lama.


Dalam waktu empat jam perjalanan mereka telah sampai di depan sekte Tengkorak Putih, sekte besar yang menjalin aliansi dengan mereka.


" Ketua Lin, maksud kedatangan kami kesini ingin..... " Kang Jianguo sebagi pimpinan rombongan menjelaskan tujuan mereka, serta menegaskan hubungan aliansinya.


Wajah kecewa terlihat jelas pada Lin yu, tidak hanya kecewa, ia juga merasa penasaran akan kitab tanpa tanding yang sedang di cari rombongan ini.


" Senior Kang, sebenarnya kami ingin sekali....... " Lin Yu menjelaskan, berbagai alasan ketidak sanggupan mereka.


Setelah pertempuran yang ia lakukan dengan beberapa sekte di kota ini, kekuatan pasukan mereka semakin berkurang. Jumlah pasukan dari utara yang membantu misi ini juga tersisa sangat sedikit.


Namun bila Lin Yu membantu rombongan ini, bisa di pastikan sekte mereka tidak akan mampu menahan serangan Liang Fung dengan pasukan besarnya.


Pimpinan rombongan dari utara ini terseyum pahit, ia tidak menyangka bahwasanya Lin Yu akan mengambil langkah besar seperti sekarang ini.


Kang Jianguo menghela nafasnya. Pikirannya menjadi kalut dengan pernyataan ketidak sanggupan sekte aliansi mereka.


Ingin memblas lebih perkataan Lin Yu, sebuah guncangan besar terjadi di ruang aula sekte tengkorak putih. Guncangan tersebut seperti gempa bumi.


Manusia hantu berserta seluruh rombongan pasukan utara mengerutkan dahinya, guncangan dan tekanan qi yang menyebar dapat mereka rasakan. Kekuatan tenaga dalam yang ini pasti miliki seseorang yang sedang mereka cari.


" Persetan dengan kelompok ini, lebih baik kita pergi menuju ke pusat getaran ini tercipta. Aku yakin tekan qi yang aku rasakan ini sama persis denga pak tua itu " ucap manusia hantu yang beranjak dari tempat duduknya.


" Lin Yu, kita akan bahas ini lebih lanjut setelah urusan ku selesai " seru ketua Kang dengan ekspresi tidak sukanya.


Di tempat Zhang Mei.


" Paman, Zhang Kun. Mau pergi kemana kalian. Mengapa tidak mengajak ku, bukankah kita mau pergi ke tempat penjual informasi.... "


Kedua pasangan ayah dan anak ini saling menatap dengan seyum pahit menghiasi bibirnya.


" eeee.... "

__ADS_1


Kedua ayah dan anak ini saling dorong, mereka seakan tidak ingin menjelaskan situasi yang terjadi pada Zhang Mei.


" Anu, kami seperti nya ingin pergi sendiri kali ini, aku tidak ingin menambah beban pikiran Bibi nantinya. " Zhang Kun yang angkat bicara.


" Ohhhh.. Jadi begitu. Justru kepegian kalian sendirilah yang akan menambah beban pikiran ku!!!!! " Suara lantang Zhang Mei, membuat bulu kuduk ayah dan anak ini merinding.


" Tenang lah, Mei 'er. Kami hanya ingin membuat mu beristirahat dengan tenang, biarkan urusan bocah Quan, paman mu ini yang tangani. " Dengan eksepresi gugup ayah Zhang Quan menjawab pernyataan keponakannya.


" Hmmppp, aku tidak percaya dengan kalian. Kalian mungkin akan pergi liburan, melihat jumlah pasukan penjaga yang kalian bawa. Tidak mungkin akan menuju kota Dong. " Dengus kesal Zhang Mei.


Seakan kehabisan kata-kata, kedua pasang ayah dan anak ini bermuka pucat pasih. Penampakan nya persis seperti guru killer yang sedang memarahi murid bandelnya.


" Aku akan menambah pasukan penjaga lagi, sekaligus menyelesaikan kegagalan pembelian material bahan yang tidak berhasil."


Pasang ayah dan anak ini menganguk setuju dengan wajah tengelam ke tanah.


Di tempat Shao Jian.


" Wooooaaaaaahhhhh.. "


" Aku berhasil naik tingkat " Shao Jian berteriak dengan girang.


" Yossssssss. Aku juga berhasil. "


" Akhir nya aku juga naik. "


" Jadi begini rasanya naik tingkat. "


Ruangan pelatihan di sekte Harimau emas tampak riuh dengan pencapaian yang seluruh orang rasakan. Kegembiraan menyelimuti seluruh orang di kediaman sekte ini. Setelah sekian lama, mereka akhirnya dapat melakukan trobosan ke tahap dewa.


Di tempat Guo Jun.


" Ada hal yang aneh, mengapa akhir-akhir ini benua ini sepi akan pertempuran.


Guo Ann, cepat kau cari tahu dengan benar situasi di benua dataran tengah. Aku yakin banyak hal yang pasti berbau mencurigakan. " Guo Jun memberikan perintah.


Halllooo


Para readers.


Jangan lupa yahh.


Klik tombol like yaaa.


Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.

__ADS_1


__ADS_2