
Bagian 34. Guru dan murid.
" Tidak ada pilihan lain, seperti nya aku harus melawannya. "
Pria paruh baya ini turun dari langit dan menerjang murid nya. Pikiran khawatir memenuhi kepala pria paruh baya ini. Rasa cemas terpatri jelas dari raut mukanya dan sorot matanya yang sayu.
Ia sangat takut bila muridnya ini akan seperti makhluk siluman saat di keadaan bersek, tidak menutup kemungkinan bila Zhang Quan akan mati karena kehilangan energi kehidupan nya.
Pria paruh baya ini melesat dengan cepat ke arah murid nya. Zhang Quan yang sedang dalam posisi berlari, merasakan tekan kuat dari arah langit.
Tendangan gurunya melesat ke arah punggung nya. Dengan sigap Zhang Quan membalik posisinya dan menghindar, gurunya langsung sahaja melancarkan sebuah pukul tangan ke arahnya, namun dengan mudahnya Zhang Quan menghindarinya.
Zhang Quan memberikan serangan balasan. Serangan brutal dan tidak berjurus ia peragakan, begitu cepat serangan brutal Zhang Quan. Dengan kombinasi tendangan dan pukulan, ia dengan mudahnya membuat gurunya tersudut.
Masih bisa mengelak, dan bertahan tapi sama sekali tidak mampu melancarkan serangan balasan. Langkah mundur selalu ia lakukan, lantaran serangannya hanya mampu menahan dan mengelak sahaja setiap pukul muridnya.
" Sialll. Makhluk seperti apa sebenarnya di dalam bocah kecil ini !!!! " Pria paruh baya mengumpat keras dalam hatinya karena kondisi nya yang semakin tersudut.
" Tidak punya pilihan lain. "
Perlahan aura qi meyelimuti tubuh pria paruh baya ini. Serangannya semakin berat dan kuat. Kecepatan pukulan nya juga semakin cepat dan sekarang ia sanggup mengimbangi setiap serangan muridnya.
Dalam beberapa saat serangannya mulai memberikan kemajuan, ia sekarang tidak lagi melangkah mundur, dengan pelan guru dari Zhang Quan ini bergerak maju bersama setiap kombinasi serangannya.
Zhang Quan yang merasa lawanya semakin kuat, membuat nya semakin geram. Mata yang menyala kuning keemasan dan rajah serta tato pada tubuhnya semakin menyala terang.
Waaaarrrggggghhhh
Teriakan Zhang Quan seperti menambah kekuatan bocah kecil ini, kombinasi serangannya lebih cepat dan kuat dari sebelumnya. Sebuah pukulan acak ini seakan menyusahkan lawanya untuk menghindar.
Duarrrrrr
Pukulan acak Zhang Quan menghantam pohon dan menumbangkannya. Pukulan ini dapat di hindari oleh gurunya, tapi sebuah serangan tendangan melesat ke arah lengannya.
Brukkkkkk
Tubuh pria paruh baya dengan jubah putih ini, menabrak pohon. Rasa sedikit sakit ia rasakan, bila sahaja ia tidak melindungi tubuhnya dengan aura qi nya, bisa di pastikan lengan kirinya ini patah karena menerima serangan kuat itu.
" Aku tidak bisa membayangkan bila bocah ini memukul mengunakan tenaga dalamnya " ucap pria ini dengan wajah buruk nya.
Wajah pucat putih ia tampak kan, ini adalah kali pertama baginya merasakan serangan yang memberikan rasa sakit padanya.
Di antara puluhan ribu pertarungan yang ia lakukan, belum pernah ia merasakan rasanya perasaan terpojok.
" Aku tidak punya pilihan lain, nyawa ku benar-benar di pertaruhkan kali ini. "
Melihat Zhang Quan yang melesat ke arahnya, pria paruh baya ini mengeluarkan kekuatan maksimalnya. Aura qi nya perlahan menciptakan sebuah makhluk berbentuk naga.
__ADS_1
Naga yang berukuran panjang kurang lebih 10 meter, menghadang serangan Zhang Quan. Adu pukulan dengan tabrakan kepala naga te jadi.
Duaaarrr
Tubuh Zhang Quan terlempar menghantam pohon dan menumbangkannya, dengan tatapan becinya, Zhang Quan seperti menyeringai kesakitan.
Seperti tidak memberikan kesempatan untuk berihat, pria yang mengendalikan qi berbentuk naga ini, menyerang kembali dengan jurusnya.
Duuuaaaaarrrrr
Sebuah kawah tercipta dari serangannya. Kawah ini cukup dalam, gurunya memandang murindnya dari atas kawah. Ia melihat wajah Zhang Quan menitihkan air mata.
Dengan tubuh terlentang, mata kuning keemasan nya mengeluarkan air mata, Zhang Quan terlihat sangat sedih, walaupun kesadaran belum kembali.
Waaaaaarrrrrrrggggghhhh
Waaaaarrrrrrgggghhhhhh
Waaaaarrrrggggghhhhhhhh
Waaaaarrrrrgggggghhhhh
Waaaaarrrrrrggggghhhhh
Waaaaaarrrrrgggghhhhh
Waaaarrrrrrrggggghhhhh
Waaaaaaaaaarrrgggghh
Waaaaaarrrrrrrrrgggghh
Zhang Quan terduduk dan mencakar-cakar sendiri rambutnya, teriakan keras ia serukan. Air mata mengalir dengan deras pada wajahnya. Wajah sangat sedih ia tampakan. Kenangan masa lalu yang menyakitkan kembali terkenang nya.
Guru nya yang berada dia atas kawah, menatap iba pada muridnya. Seperti ikut merasakan kesediha yang sama, mata pria ini mulai berkaca-kaca.
" Murid ku, masa lalu seperti apa yang kembali terkenang dalam hati mu " gumamnya pelan.
Zhang Quan berhenti dari teriakan nya dan menatap sosok makhluk di atas kawah yang tidak lain adalah gurunya. Tubuh buruk dengan berbagai luka ia tampakan.
Wajah penuh amarah terlihat jelas dari caranya menatap. Bocah kecil ini mengepalkan tangan nya dengan erat, energi qi dari alam menyelimuti tubuhnya dan menyembuhkan berbagai luka pada tubuhnya.
Guru Zhang Quan yang merasa muridnya akan melakukan serangan, memilih melakukan inisiatif menyerang terlebih dahulu.
Naga berwarna emas mengeluarkan qi berbentuk bola dari mulutnya. Energi qi dari alam berkumpul seperti cara Zhang Quan memulihkan tubuhnya.
" Jika serangan kali ini masih belum cukup untuk menghilangkan kesadaran mu, aku tidak tahu cara apa lagi yang mesti aku tempuh. "
__ADS_1
...Di tempat Liang Fung...
Liang Fung beserta pasukannya meninggalkan kediaman keluarga Zhao. Mereka pergi setelah rencana mereka tercapai. Seluruh pasukan baik dari sekte Gagak hitam dan Mawar Biru nampak senang.
Sepasukan ini tidak menyangka, ternyata pimpinan mereka memiliki pikiran yang jauh seperti ini. Dan sekarang mereka semakin membanggakan pria kekar berwajah garang ini.
Saat ini mereka sudah berjalan kurang lebih dua jam dari kediaman keluarga Zhao. Dalam perjalanan pulang mereka ratusan ribu pasukan ini, di cegat oleh seseorang.
Seluruh pasukan yang tahu pria ini mengerutkan dahi, mereka tidak menyangka akan ada tetua pasukan penjaga sekte di depan mereka.
Tetua sekte Wu dari sekte Gagak putih adalah identitas pria ini. Dengan wajah rumit serta takut nya ia memberikan laporan.
" Tuan besar... Gawawwwatttt.. Tuuuaaannn.. Aa.. Ddd..aaa... " seru pria ini dengan nafas yang masih terengah-engah.
Liang Fung beserta para tetua dari sekte Gagak hitam menaikkan alisnya, setelah mendengar laporan dari pria bermarga wu itu. Wajah senang mereka kini berganti menjadi wajah marah dan benci.
" LINNNNNN YUUUUUUU. DASAR PRIA KE*PARAT!!!!!! "
...Di tempat Shao Jian....
Shao Jian bersama tetua sekte bergegas kembali ke kediaman mereka, sekarang mereka sudah tidak sabar untuk mempraktikan apa pun yang tertera dalam kitab tanpa tanding yang mereka pegang.
" Hahahaha, Liang Fung. Tunggu sahaja kau. Akan aku permalukan diri, lebih dari apa yang kau perbuat kepada ku. "
...Di pesisir pantai benua dataran tengah....
Ratusan pasukan berseragam khas dari benua dataran utara telah tiba. Kelompok ini adalah salah satu bagian dari pasukan yang bertugas mengambil kitab tanpa tanding dari guru Zhang Quan.
Kali ini mereka lebih percaya diri dari sebelumnya, lantaran mereka membawa manusia hantu, salah satu dari sepuluh jagoan pendekar di benua dataran tengah.
Manusia hantu adalah seorang pembunuh bayaran yang terkenal begis dan kejam, ia paling suka memutilasi setiap pendekar kuat yang menjadi musuhnya.
" Seberapa jauh lagi kita akan sampai, aku sudah tidak sabar untuk memotong seluruh bagian tubuh pria tua itu " ucap pria dewasa ini yang menjulurkan lidanya, sambil menjilat bibirnya.
" Sabar sebentar tuan pendekar, kita menuju sekte aliansi kita dulu untuk mempercepat pencarian. "
...Di tempat keluarga Zhang...
" Paman, Zhang Kun. Mau pergi kemana kalian. Mengapa tidak mengajak ku, bukankah kita mau pergi ke tempat penjual informasi.... "
Kedua pasangan ayah dan anak ini saling menatap dengan seyum pahit menghiasi bibirnya.
Halllooo
Para readers.
Jangan lupa yahh.
__ADS_1
Klik tombol like yaaa.
Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.