
Episode kusus pertemuan dengan Li Hao bagian 2.
" Senior Wu, kau ambil alih pimpinan rombongan dan gantikan kami untuk membeli material di pasar. Ada sesuatu yang mencurigakan di sini. Bila ada apa apa, langsung kabur selamatkan diri masing-masing" ucapnya sebelum meninggalkan rombongan.
" Bisa sahaja ini semua adalah jebakan. Mereka berniat mendapatkan resep ramuan keluarga Zhang. " Gumamnya pelan.
Sepasukan nya melakukan perintah Zhang Quan. Ia dan keponakannya beserta beberapa pasukan, berpisah dari rombongannya. Mereka berniat menyelidiki keganjalan yang terjadi.
Dengan pakaian yang menutupi identitas mereka, baik wajah dan tubuh mereka yang terbungkus mantel hitam dengan krudung. Kelompok ini menyisiri kota Yong.
Kelompok ini berjumlah dua puluhan orang dan terbagi lagi menjadi lima kelompok. Setiap kelompok berpencar ke setiap arah, bila mereka menemukan informasi kusus. Salah satu dari anggota kelompok akan memberi tanda yang hanya sepasukan ini yang tahu.
Mereka mulai berpencar. Zhang Quan dan Zhang Kun berada di kelompok yang sama. Merka langsung menuju ke pusat kota. Keramaian yang tidak biasa seperti mereka saksikan kali ini.
Begitu banyak anggota sekte aliran hitam berkeliaran di pusat kota Yong. Merka seperti dari kedua besar hitam, sekte Banggau hijau dan Elang merah. Itu semua dapat dilihat dari pakaian mereka yang bersimbol sekte mereka.
Zhang Quan mengerutkan dahinya. Mulut yang tertutupi masker, hanya menampakan mata dan dahi sahaja.
Ia sudah menduga sekte besar ini pasti sedang menunggu kedatangan rombongan pedagang keluarga Zhang.
" Sial, seperti nya dugaan ku benar " gumamnya pelan.
Berbeda dengan Zhang Quan yang menunjukkan ekspresi rumit nya, Zhang Kun terlihat sangat antusias saat melihat keramaian di pasar Wonokriyo.
Ini adalah pertama kali nya bagi Zhang Kun melakukan perjalanan dagang. Di usia remaja awal, Zhang Kun begitu senang melihat sesuatu hal yang baru.
" Bocah Kun, sebaiknya kita pergi dari sini secepatnya. Akan ada pertikaian besar antara rombongan kita dengan sekte di sini. "
" Lalu bagaimana dengan tujuan kita ke sini, Paman? "
" Lupakan tujuan mu sekarang, bisa keluar hidup hidup sahaja kita sudah sangat beruntung. "
Tidak dapat menyangkal, Zhang Kun yang baru melihat dunia luar hanya bisa terseyum pahit dan mengikuti perkataan pamanya.
Kelompok yang berjulah lima orang ini saling memberikan informasi. Mereka mencoba mencegah rombongan dagang keluarga Zhang masuk ke dalam pasar.
Namun sayang, sebelum sempat mereka mencegah rombongannya. Sebuah kavilah besar sudah memasuki pasar kota Yong. Mereka adalah rombongan dagang keluarga Zhang.
Zhang Quan menepuk sediri dahinya. Ia tidak menyangka rombongan besar, bisa dengan cepat nya sampai di tempat tujuan. Wajah pria kecil ini semkain rumit. Itu bisa di lihat dari caranya memandang rombongannya.
Berbeda dengan Zhang Kun, ia masih butuh waktu untuk memproses situasi di depannya. Ia sedang mencari alasan apa yang dapat mendorong pamanya berbicara seperti itu.
Pikiran Zhang Quan menjadi kalut, ia sekarang terjebak dalam dua pilihan. Memilih untuk meninggalkan pasukan atau ikut menghadapi masalah di depan. Keputusannya menentukan segalanya kali ini.
" Cepat. Perintahkan pasukan untuk mundur dan keluar dari kota Yong. "
" Siap, tuan besar. "
Kavilah dagang keluarga Zhang sudah sampai di pusat kota Yong, tidak jauh dari mereka kelompok Zhang Quan berada di sana, tapi kavilah ini tidak melihat keberadaan mereka.
Kavilah dagang ini melakukan tugasnya. Dengan ketua Wu sebagai pimpinan rombongan, kavilah ini memasuki berbagai tempat penjualan material bahan di pasar Wonokriyo.
__ADS_1
Ketua Wu sebagai pimpinan rombongan merasakan hal yang tidak wajar di pasar ini. Penampakan yang ia saksikan seperti tidak biasa. Kebanyakan orang yang ia lihat di keramaian kota Yong adalah anggota sekte yang sering bertikai.
Dan lebih anehnya lagi dalam pandangannya adalah mereka terlihat melihat menanti kedatangan seseorang. Ketika rombongannya semakin dekat dengan mereka, seluruh anggota sekte keluar dari persembunyian dan menghampirinya.
" Ini, seperti nya akan terjadi hal buruk................ "
Belum sempat ia menyelesaikan bicaranya, salah satu pasukan memberikan pesan dari pimpinan rombongan.
" Pimpinan Wu, ketua rombongan menyuruh sepasukan untuk mundur dan keluar dari kota Yong. "
Sekarang pria yang bermarga Wu ini menjadi bingung . Lari dengan pasukan sebesar ini tentu tidak akan mudah, sedangkan menghadapi kedua sekte di depannya, sungguh tidak ada kemungkinan akan keluar dari tempat ini hidup hidup.
Di tempat Li Hao.
Li Hao yang baru memasuki pusat kota, merasakan keganjalan yang sama. Pemandangan yang ia saksikan membuat pria ini semakin waspada.
Matanya berusaha menyisiri setiap penjuru tempat, ia berusaha mencerna apa yang terjadi sebenarnya di pusat kota ini. Pandangan nya semakin melebar saat melihat sosok pria berkrudung dengan tubuh kecilnya.
Ia merasakan hal yang aneh pada tubuh pria kecil itu, ia terus mengamati pria kecil itu dari balik bayangan keramaian. Li Hao menyaksikan sendiri bagaimana ia memerintahkan orang di sisinya dan mendengar dengan jelas obrolan mereka.
Semua ciri sudah terpenuhi dalam pria kecil itu. sekarang ia tinggal memastikan keberadaan kalung berbentuk bunga sahaja, untuk memastikan dengan benar dugaannya.
Sekarang Li Hao terlihat sangat senang, setelah dua puluh tahun lebih mencari. Akhirnya hari ini ia dapat menemukan apa yang di cari carinya.
Wajah terlihat ceria dengan sudut mata yang ikut berkerut karena lengkungan bibir, terlihat jelas dalam wajahnya yang tertutup masker. Entah sudah berapa tahun, pria ini tidak terseyum.
Yang pasti nya, bila orang lain melihat seyumannya. Maka sudah di pastikan, mereka akan lari ketakutan. Mengingat bekas luka bakar serta luka pertempuran banyak memenuhi wajahnya.
Zhang Quan merasa ada aura mengintimidasi yang melihat ke arahnya. Baru beberapa saat ia merasakan nya, ia langsung sahaja menarik keponakannya berlari menjauh dari tempat nya.
" Ayo cepat pergi. "
Tinggi badan dan poster tubuh yang hampir sama, membuat Zhang Quan tidak kesulitan menarik Zhang Kun dalam larinya.
Langkah Zhang Quan semakin cepat, ia dan kelompok nya berlari dengan kecepatan maksimal nya. Sekarang ia tidak lagi memikirakan rombongan pasukan dagang nya. Keselamatan nya dan keponakannya menjadi prioritas utamanya kali ini.
Berbagai orang yang menghadang di jalan ia lewati dengan cepat, beberapa kali belokan dan jalan lurus ia lewati. Sudah cukup jauh pikiran nya.
Zhang Quan juga sudah tidak merasakan aura yang membuatnya bergidik ngeri. Pikirannya ia sudah bebas dari pria yang memandang nya.
Zhang Kun berserta dua orang pasukannya, masih bingung dengan maksud pelarian ketua rombongan mereka.
Mereka masih sahaja tidak tahu alasan pelarian mendadak ini, sampai sebuah serangan menghatam salah satu pasukannya.
Aaarrrghhhh
Aaarrrghhhh
Hanya dalam dua pukulan sahaja, dua pasukannya meregang nyawa. Pandangan Zhang Quan dan keponakannya semakin ngeri saat sosok misterius ini menghampiri nya.
Sebuah pukulan melesat tajam ke arah Zhang Kun, tekanan aura yang kuat menandakan pukulan ini begitu kuat ia hempaskan. Zhang Quan masih melihat arah serangannya, langsung sahaja ia menarik Zhang Kun.
__ADS_1
Namun sayang, ia sedikit terlambat. Zhang Quan mememang bisa membuat pria misterius itu tidak menjatuhkan serangan telak pada keponakannya, tapi tetap sahaja Zhang Kun mendapatkan luka yang cukup serius kali ini.
Aaarrrghhhh
Semula ia mengincar dada Zhang Kun, tapi sebab Zhang Quan menarik nya, pukulan kuat pria misterius itu hanya menghantam salah satu lenganya.
Pukulan tersebut mampu menghempaskan Zhang Kun menabrak dinding. Zhang Quan menatap miris keponakannya.
" Sial, sepertinya. Dia berada pada tingkatan dewa. "
Satu pukulan yang bisa membunuh pendekar tingkatan atas dengan mudah adalah tingkatan pendekar dewa. Dan pemandangan yang ia saksikan adalah salah satu bukti nya.
Belum selesai Zhang Quan menatap takjub pria misterius itu, sebuah puluhan kuat menerjangnya. Ia masih bisa melihat arah serangan tersebut, tapi sebab pukulan bertenaga dalam itu sangat kuat, Zhang Quan kesulitan menghindarinya.
Aaarrrghhhh
Sebuah pukulan mendarat tepat, di sisi kiri punggung nya. Ia terhempas cukup jauh dari posisinya.
Berbeda dengan manusia lainnya, Zhang Quan masih sanggup menahan satu serangan pendekar tingkat dewa, walaupun untuk serangan berikut nya akan betakibat tidak baik pada tubuhnya.
Zhang Quan berusaha bangkit dari posisi nya yang tersungkur di tanah, ia mencoba berdiri lagi seperti biasanya. Wajah yang menyeringai kesakitan ia tunjukan.
Pria misterius ini adalah Li Hao, satu serangan nya masih sanggup di terima bocah kecil di hadapan nya.
Ia kembali melancarkan sebuah serangannya lagi, untuk memastikan kebenaran yang ia cari.
Serangannya lebih kuat dari sebelumnya. Sekarang ia mengkombinasikan serangan, serangan tendangan dan pukulan tangan ia lakukan.
"Hiaaaathhh."
Zhang Quan masih bisa menghindari serangannya pukulan tangan, tapi ia tidak cukup cepat untuk menghindari serangan tendangan kaki yang Li Hao lakukan.
Aaarrrghhhh
Zhang Quan memuntahkan darah segar nya, ia tunjukan ekspresi buruk kali ini. Ia sangat marah dengan sosok pria yang menyerangnya.
Pukulan yang di aliri tenaga dalam, membuat sebagian baju Zhang Quan robek. Rajah dan tato pada tubuh Zhang Quan, terlihat pada pandangan pria misterius ini.
Kali ini Zhang Quan sangat marah. Rajah dan tato pada tubuhnya tiba tiba menyala, menunjukan aura kuat yang memancar dari tubuhnya.
Luka pada tubuh Zhang Quan tiba tiba langsung sembuh seketika, mata nya berubah menjadi kuning keemasan.
Sosok pria kecil ini seperti kerasuka, ia mulai menyerang pria misterius itu dengan membabi buta.
Halllooo
Para readers.
Jangan lupa yahh.
Klik tombol like yaaa.
__ADS_1
Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.