
Zhang Quan vs raja gorila.
Semakin jauh dan dalam mereka memasuki hutan siluman. Mata pria paruh baya ini semakin melebar, sosok monster siluman di depannya membuat pria ini menyeringai layaknya penjahat jalanan.
"Hehehehhehhheeee. "
" Kita lihat apa kau bisa mengalahkan kawanan siluman itu. "
Sekelompok kawanan kera sedang berkumpul dan mengelilingi sesekor kera besar. Kera besar itu seperti gorila, iya memang gorila sih. Tubuh kekar dangan bekas luka di wajah dan beberapa lagi di tubuhnya, menampakan sosok Raja kera yang garang.
Setelah cukup dekat, guru Zhang Quan melakukan siasatnya. Dalam terbang nya pria ini menembakkan tenaga dalam yang kuat ke arah raja gorila.
Duaaaarrrr
Kawanan kera kecil berhamburan ketakutan, kera besar sebagi raja gorila ini menatap benci guru Zhang Quan. Merasa mendapatkan aura tekanan yang sangat kuat. Guru Zhang Quan berbalik arah dan menerjang Zhang Quan.
Bersamaan dengan arah terbang pria paruh baya, terlihat sebuah bongkahan besar batu melesat ke arah guru dan murid.
Zhang Quan dalam posisi terbangnya tidak siap dengan dua arah serangan yang berbeda, melakukan manufer menghindar tidak akan sempat karena gurunya menerjang pula dengan serangan tenaga dalam.
Duaaaarrrrr
Tembakan qi dan hantaman bongkahan batu besar menghantam Zhang Quan. Tubuh pria kecil ini terhembas ke tanah dan meruntuhkan puluhan pohon di sekitar nya.
Merasa mendapatkan kesempatan untuk kabur, guru Zhang Quan mengunakan jurus penghilang ruh. Sebuah jurus yang bisa menghilangkan hawa keberadaan dan mengelabuhi tingkatan pendekar.
Dalam sesaat pria paruh baya ini telah hilang dari pandangan Zhang Quan, dan hanya menyisakan raja gorila di tempat ini.
Zhang Quan yang jatuh terhampas ke tanah karena mendapatkan lempar dan pukulan qi, tidak mendapatkan luka yang serius. Zirah hitam di tubuhnya terbukti mampu memberikan efek perlindungan menyeluruh di tubuhnya.
Raja gorila masih geram dengan pukulan qi guru Zhang Quan. Makhluk siluman di tingkatan kaisar ini bergerak cepat menerjangnya. Lempararan bongkahan batu besar beririang dengan langkah cepat makhluk ini.
Duaaaarrrrr
Kawah cukup besar tercipta, bongkahan batu hancur seketika dengan sebuah pukulan dari Zhang Quan, tapi sayang pukulan yang ia kerahkan, membuahkan seluruh tulang di tangan tananya patah.
Darah segar mengalir di lengar kanannya. Pukulan tanpa berlapis tenaga dalam tentu akan memberikan efek samping yang berat pada tubuh.
Seakan tidak biberi jeda bernafas, Raja gorila yang berukuran sepuluh meter dengan panjang tangan enam meter ini. Menghantam tubuh Zhang Quan sengan pukulan keras tangannya.
Duuuuungggg
Dunggggggggggg
Duuuunnnnggggggggg
__ADS_1
" Goaaaaarrrrr"
Kawah tempat Zhang Quan berpijak tampak jauh lebih dalam lagi. Bocah kecil ini terbaring di dasar kawah, tubuh yang remuk dan zirah hitam yang hancur menampakan sosok Zhang Quan yang begitu menyedihkan.
Teriakan kemenangan Raja Gorila dendangkan, sambil mebusungkan dada dan memukulnya. Makhluk siluman ini menunjukan kekuasaanya di wilayah tersebut.
Mata Zhang Quan kembali berlinang air mata, kesedihan jelas terukir dalam mata setengah merah dan emasnya. Pria bertubuh kecil ini menangis dengan di iringi teriakan keras yang tidak kalah dengan suara Raja gorila.
Waaaaaaaaarrrrrggghhhhhhh
Waaaaaaarrrrrrrrgggghhhhhhhh
Waaaaaarrrrrgggggghhhhhhhhh
Raja Gorila tampak bingung dengan musuhnya, ia sendiri sudah tidak merasakan hawa keberadaan lawannya. Bagaimana bisa lawannya berteriak.
Masih menatap di posisi nya, makhluk ini belum mengambil inisiatif untuk menyerang. Di sisi Zhang Quan, tubuhnya yang remuk dan kejadian yang mengingatkanya pada masa lalu nya. Membuat pria kecil ini menangis dengan keras.
Teriakan dan tangisanya memberikan tatapan benci, yang teramat dalam kepada makhluk di hadapan nya. Qi yang tersebar di hutan ini, perlahan mengalir menuju tubuh Zhang Quan.
Seperti benang emas yang sangat tipis, aliran qi dari alam memenuhi tubuh Zhang Quan. Benang tipis ini, berjumlah sangat banyak dan dengan cepat memulihkan tubuh Zhang Quan.
Raja Gorila semakin merasakan hawa keberadaan Zhang Quan, tidak ingin memberikan kesempatan untuk memulihkan diri, makhluk siluman ini menyerang nya dengan kedua pukulan nya.
Melihat musuhnya mendatanginya, perasaan bocah kecil ini menjadi semakin marah dan benci. Kedua sorot mata yang tajam, perlahan mata kririnya yang berwarna emas menjadi sama seperti sebelahnya, merah darah.
Taaaappp
Kratakkkk
Pukulan Raja Gorila ditahan dengan tangan kirinya, tekanan pukulan yang begitu kuat, menciptakan retakan pada tanah di bawah kaki Zhang Quan berdiri.
Pria kecil ini tampak tidak kesulitan menahan serangan Raja Gorila ini, energi qi dari alam semakin cepat dan deras mengalir, menyembuhkan tubuh pria kecil ini.
Tubuh yang sudah pulih dan rajah serta tato yang semakin bercahaya menyilaukan. Membuat makhluk siluman ini bergidik ngeri.
Merasakan tingkatan kekuatan yang jauh, Raja Gorila ini menyiutkan nyalinya dan berlari dari tempat nya.
Zhang Liang bersama pasukannya.
Zhang Liang adalah pimpinan pasukan pengintai, pengatur kerja sama dangang, ia adalah tangan kanan kepala keluarga Zhang.
Pria berpawakan sedang ini, memimpin kurang lebih lima ratusan pasukan. Mereka bergerak cepat menuju kota Song, sebuah wilayah tempat sekte Serigala putih tinggal.
Hanya butuh waktu kurang dari sehari bagi bagi mereka untuk samapi di tempat tujuan, tidak aneh bagi mereka, lantaran kecepatan berlari mereka hampir menyamai pendekar tingkatan dewa.
__ADS_1
Tidak berihat sedikit pun, pasukan ini langsung menuju kediaman sekte Serigala Putih.
Bendera sekte Serigala putih berkibar. Bendera yang berrlambang pedang dan kapak yang menyilang dengan gambar bekas cakaran di atasnya.
Rombongan ini masuk dan menjunjukan tanda pengenal mereka.
" Hmmppp, ada apa lagi keluarga Zhang kesini " dengus kesal Li Annci.
Di tempat Liang Fung.
Kali ini Liang Fung tidak ikut kembali ke sekte Mawar biru, tempat istrinya tinggal. Ia memilih ikut ke rombongan sekte Gagak hitam menuju ke kota Tong, tempat sekte mereka tinggal.
Sekte Gagak hitam adalah tempat kelahiran pria garang ini. Tidak heran dialah orang yang paling marah saat sekte ini di serangan oleh Lin Yu.
Tinggal beberapa jam lagi rombongan ini akan sampai tujuan. Wajah buruk pria garang ini tampakkan. Bekas luka dan rona wajah benci bersatu, menjadikan wajah pria ini sangat menakutkan.
" Awas sahaja kau, Lin Yu. Bila keluarga di sekte ku terbunuh. Aku berjanji akan meratakan sekte mu, rata dengan tanah!!!! "
Di tempat pria sepuh misterius.
" Hey, anak muda sampaikan salam ku untuk pak Tua es, Raja besi menunggunya bermain. "
Pria sepuh ini berteriak dengan Lantang, saat melihat pimpinan pasukan dari utara dan beberapa pasukannya lari kocar-kacir.
Di tempat Guo Ann.
Sama seperti Zhang Liang, Guo Ann di sisi Guo Jun juga sama. Wanita ini berangkat dengan ratusan pasukannya.
Kedatangan mereka ke kota ini hampir sama dengan tujuan Zhang Liang, tidak heran lagi bila kelompok ini sempat berpapasan dengan rombongan keluarga Zhang.
Mereka semakin tercengang dengan penampakan yang mereka saksikan.
" Bagaimana bisa keluarga Zhang ada di sini, dilihat dari kelompok ini bergerak, seperti nya mereka tidak berniat berdangang kali ini " ucap Guo Aan yang menaikan alisnya.
Di tempat Zhang Mei.
" Bagaimana ini, sebentar lagi dekat dengan kota " ucap lemas Zhang Kun.
Wajah kalut pria ini tampakkan, ia sangat khawatir akan hal yang terjadi ke depan nya.
Halllooo
Para readers.
Jangan lupa yahh.
__ADS_1
Klik tombol like yaaa.
Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komenta