Paviliun Bunga Suci

Paviliun Bunga Suci
Episode kusus: pertemuan dengan Li Hao.


__ADS_3

Episode kusus: Pertemuan dengan Li Hao.


7 tahun yang lalu.


Zhang Quan bersama dengan keponakannya melakukan perjalanan dagang. Sama seperti sebelum-sebelumnya, mereka bertugas sebagai penyuplai barang material dan memang sudah tanggung jawab bocah kecil ini mengenai urusan tersebut.


" Bagaimana menurut mu, kali ini kita akan melakukan perjalanan cukup panjang. Dan di depan sana ada sekte yang sering bertikai, yang aku khawatirkan nanti kita akan menjumpai pertikaian mereka di tengah jalan" ucap Zhang Quan.


" Tenang paman Quan, kita memiliki 4000 lebih pasukan pengawal dan rata-rata mereka semua sudah berada di tingkatan lanjut" seru Zhang Kun menyombongkan diri.


Zhang Quan menghela nafas berat. Ia bukan orang bodoh. Dengan kekuatan pasukan nya sekarang, tidak akan mudah bagi rombongannya selamat dari pertikaian sekte besar, bila mereka menjumpai nya.


Mereka berangkat dari kota Bong dari wilayah bagian timur, menuju kota Yong di bagian barat. Perjalanan mereka akan memakan waktu kurang lebih satu bulan penuh perjalanan.


Ini sudah hari ke tiga belas bagi mereka, tinggal tujuh belas hari lagi mereka akan sampai di kota Yong tempat tujuan mereka. Tujuan mereka di kota Yong adalah pasar Wonokriyo, pasar besar di pusat kota Yong.


Zhang Quan merasa tidak tenang di perjalanan kali ini. Ia tahu benar sekte besar di wilayah kota Yong. Jika apa yang bocah kecil ini takut kan terjadi, maka misi mereka akan gagal kali ini.


Berbeda dengan Zhang Quan, yang tidak tenang. Keponakannya terlihat santai dan sangat menikmati perjalanan kali ini. Hutan rindang dan anak sungai serta semilir angin siang hari. Terasa hangat dan menyejukan bagi keponakan Zhang Quan.


Di kota Yong.


Dua sekte besar aliran hitam sedang berdiskusi. Mereka adalah sekte Banggau hijau dan Elang merah, diskusi kali ini mereka membahas rencana mereka terhadap keluarga pedagang Zhang.


" Kali ini kita kesampingkan dahulu pertikaian kita. Kita harus mendapatkan resep ramuan keluarga Zhang, untuk masalah alkemis kita bisa merekrut dari keluarga kecil Zhou. "


" Apa omongan mu dapat aku pegang. Terakhir kau menyalahi ucapan mu sendiri. "


" Tenang lah ketua Long. Ini misi penting dan kita memiliki tujuan utama yang sama, apa salah nya kita berkerja sama atas harapan yang sama ini. "


Adalah Long Yang ketua sekte Banggau hijau dan Chu Jin ketua sekte Elang merah. Kali ini mereka berdamai dan tidak lagi melakukan peperangan.


Jika karena bukan tujuan mereka sama, tentu kedua sekte ini tidak akan melakukan genjatan senjata. Mengingat kebencian yang mendalam antara kedua kelompok ini tidak pernah hilang.


Long Yang menghela nafas berat, ia tahu betapa liciknya Chu Jin. Sebenarnya ia tidak ingin percaya lagi dengan orang ini, tapi keinginan nya untuk mendapatkan resep ramuan dari keluarga Zhang, membuat pria ini meyakinkan keraguan nya.


" Baiklah kali ini kita akan bekerja sama, tapi ini akan menjadi terakhir kali nya bagi ku untuk percaya. Jika yang terakhir ini kau berhianat, kami seluruh sekte Banggau hijau akan menjadikan kalian musuh kami, sampai satu di antara sekte ini hilang dari muka bumi. "

__ADS_1


" Baiklah kami setuju. "


Di tempat lain.


Masih sama, di sekitar wilayah kota Yong.


Li Hao adalah seorang pendekar yang bekerja kepada seorang pria sepuh misterius. Ia bertugas sebagai pencari dan penjual informasi di benua dataran tengah.


Li Hao masih termasuk salah satu turunan dari tetua di sekte Paviliun Bunga Suci, tidak heran bila ia memiliki dendam yang begitu dalam kepada seluruh aliran di benua dataran tengah.


Pada saat ini ia sedang melakukan pekerjaan nya untuk mencari informasi dan juga mencari tuan mudanya, yang hanyut dalam sungai tidak berujung. Di balik bayangan keramaian, ia selalu melihat aura setiap orang dan meyisiri setiap pemilik kalung.


Sebenarnya ciri-ciri tuan muda sangat berbeda dengan yang lainnya. Tubuh unik, aura berbeda, dan kalung berbentuk bunga. Semua ciri tersebut lah yang sedang ia cari.


Pria ini sudah mencari ke seluruh pelosok benua dataran tengah , tapi tidak ada satu pun yang sesuai dengan apa yang ia cari.


Ia sempat ingin menyerah, tapi misi ini begitu penting. Mengingat permintaan ini langsung dari pimpinan tertinggi nya. Tidak punya pilihan lagi. Ia tetap mencari walaupun, sebenarnya ia tidak memiliki harapan lagi.


Bukan karena ia mudah menyerah, tapi ini sudah dua puluh tahun lebih ia mencari. Sosok tuan muda sekte nya, kekutaan besar yang tersegel dalam tubuh nya dan harapan besar pimpinan nya. Membuat pria yang selalu bermasker ini, hanya bisa terus mencari.


Perjalanan kali ini Zhang Quan selalu tidak tenang. Di setiap hari perjalanan nya, ia selalu berpikir keras bila menjumpai masalah yang tidak di inginkannya.


Bocah ini tahu, mungkin sahaja mereka akan mengincar rombongannya. Bila dugaannya benar, maka bisa di pastikan. Ia dan rombongannya dalam masalah besar kedepannya.


Sudah lewat 29 hari. Tepat di hari ini, rombongannya sampai di kota Yong. Sebuah kota tepat aliran hitam menetap. Berbeda dengan kota Song yang berisikan sekte aliran putih, di kota Yong ini semua sekte beraliran hitam.


Mereka semua sudah sampai di gerbang kota. Gapura besar bertuliskan ukiran kata, ' kota Yong' terlihat jelas dari pandangan rombongan ini.


" Paman Quan kita sudah sampai di kota ini. "


Zhang Quan masih terdiam dengan pikiran nya. Wajah rumit jelas ia nampakan dengan pandangan penuh curiga ia tunjukan.


Suara keponakannya seakan tidak memberikan kesadaran pada lamunannya. Ia masih berpikir keras, bagaimana bisa kota ini terlihat begitu tenang dengan aktifitas yang begitu lancar.


Ini bukan kali pertama nya Zhang Quan melakukan perjalanan dagang ke kota Yong. Seingatnya, kota ini tidak pernah selalu sepi di bagian luar pusat kota.


Di tahun yang sebelumnya ia ke sini. Ia melihat kota ini sangat sepi di bagian luar, hal tersebut terjadi karena tidak jauh dari area tersebut. Dua sekte sedang melakukan pertarungan.

__ADS_1


Mereka adalah sekte Banggau hijau dan Elang merah. Sekte yang selalu menjadi momok pertikaian di kota Yong. Semua orang termasuk para pedagang hanya bisa mengambil jalan memutar, bila kedua sekte ini sedang melakukan kebiasaan nya.


" Paman Quan, PAMAN QUAN. "


Zhang Kun, menggoyangkan badan pria kecil di samping nya. Ia mencoba menyadarkan paman nya dari lamunannya.


" Bocah sialan. Berhenti berbuat seenaknya. Aku tidak sedang melamun" ucapnya berdalih.


Zhang Quan menaikan alisnya, semakin ke dalam suasana nya terlihat sangat berbeda dari sebelum-sebelumnya. Ia curiga kedua sekte besar ini mempuyai maksud terselubung kepada rombongannya.


" Tenang sahaja paman. Dugaan paman pasti salah. "


Bleeetakkkk


" A.ddd.uuu...ehhh."


Sebuah kayu entah dari mana Zhang Quan mendapatkan nya, mendarat tepat di kepala keponakannya.


" Bocah Kun. Kau tidak tahu apa pun. Hal mencurigakan ini pasti ada sebabnya, ada maksud tersembunyi dari sekte besar di kota ini.


Sebaiknya kau ikuti kata paman mu ini. Kita akan melihat kondisi sekitar untuk memastikan kecurigaan ku. "


Mereka memasuki kota Yong mengunakan mantel hitam yang berkrudung. Dengan masker yang menutupi wajah mereka. Zhang Quan bersama dengan keponakannya, beserta beberapa pasukan penjaga rombongan keluar dari rombongannya.


" Senior Wu, kau ambil alih pimpinan rombongan dan gantikan kami untuk membeli material di pasar. Ada sesuatu yang mencurigakan di sini. Bila ada apa apa, langsung kabur selamatkan diri masing-masing" ucapnya sebelum meninggalkan rombongan.


" Bisa sahaja ini semua adalah jebakan. Mereka berniat mendapatkan resep ramuan keluarga Zhang. " Gumamnya pelan.


Halllooo


Para readers.


Jangan lupa yahh.


Klik tombol like yaaa.


Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.

__ADS_1


__ADS_2