Paviliun Bunga Suci

Paviliun Bunga Suci
50. Sekte besar di benua utara dan kerajaan di benua timur.


__ADS_3

Di benua utara. Sekte besar di utara.


Kang Jianguo melompat dari posisinya, ia tidak menyangka bahwasanya yang di ketuk adalah kepala seorang kakek tua botak.


' Matilah aku....'


" Seeseeepuhh pendekar....maafkanlah aku " seru Kang Jianguo dengan posisi bersujud di tepat di kaki pria sepuh ini.


Aura dingin yang menyelimuti tubuh semua orang semakin terasa dingin dan mencekam. Sosok pria sepuh ini terlihat sangat kesal, wajah sawo matang dengan kepala botak serta tubuh gemuk, menampakan sosok pria sepuh yang tidak boleh di anggap remeh.


" Berani-bernainya kau memukul kepala ku!!!!! "


Krakkkk


Wussss


Wussss


Bongkahan es dari bawah tanah menghantam kepala Kang Jianguo dan menghempaskan tubuhnya terbang ke atas. Seakan belum puas melancarkan pukulan, pria sepuh bertubuh gemuk ini melesat dan memukulnya lagi.


Dengan kecepatan terbang yang tinggi, pria sepuh ini memukul berkali-kali tubuh Kang Jianguo.


Cahaya biru kemerahan terlihat jelas di atas langit, sebuah jurus bertenaga dalam tinggi menghempaskan jatuh tubuh Kang Jianguo ke tanah.


Duaaarrr


Wajah buruk dengan tubuh yang penuh luka, Kang Jianguo tunjukan, pria dewasa ini sekarang berada dalam kondisi sekarat, tapi belum mati karena pria sepuh ini tidak mengeluarkan serangan penuhnya.


" Lain kali berhati-hatilah jika mengetuk pintu" dengus kesal pria sepuh botak ini.


" Sesepuh pendekar, ada hal yang ingin aku tanyakan. Ini mungkin ada kaitannya dengan masa lalu, tuan. "


" Bocah Xu, jika ini ada kaitannya dengan benua dataran ini, lebih baik kau pulang. Aku sudah tidak peduli lagi dengan urusan pendekar ataupun kekuasaan " balas pria sepuh ini memalingkan wajahnya.


" Bukan, ada seorang pendekar yang menyampaikan salam untuk tuan. Raja besi namanya. "


" Raja besi...........seperti apa orangnya? " Pria sepuh ini mengerutkan dahinya.


" Maaf sesepuh, orang yang tahu ciri fisiknya ada di sana...." seru Xu Shanyuan menunjuk Kang Jianguo yang tengah terbaring pingsan.


Pria sepuh berkepala botak ini menghela nafas berat. Sosok yang di sebut oleh pangeran Xu adalah rival terberatnya sewaktu masih muda. Namun yang menjadi pertanyaan baginya adalah apakah sosok tersebut adalah satu orang yang sama.


" Hmmmpp, cepat bawa dia masuk, biar aku obati dia. Jika apa yang dia sampaikan tidak sesuai harapan ku, nyawa mu dan seluruh pasukan mu taruhannya " dengus kesal pria sepuh ini.


Tubuh yang penuh luka dengan wajah buruk Kang Jianguo diangkat masuk ke dalam ruangan.


Tidak butuh waktu yang lama bagi sesepuh pendekar ini untuk menyembuhkan Kang Jianguo yang terluka ringan. Dengan mengalirkan tenaga dalam dan meminumkan ramuan, pria dewasa ini kembali tersadar dalam pingsannya.


" Bocah, cepat jelaskan seperti apa sosok raja besi itu "


" Sesepuh pendekar, maafkan kelancangan ku " seru Kang Jianguo bersujud dari posisi duduk bersilanya.


" Aku memaafkan mu, jika pernyataan mu tidak sesuai harapan ku. Jangan harap, kau bisa keluar dari sini hidup-hidup!!! "


Gluuugghh


Kang Jianguo menelan ludahnya sendiri.


" Jadi seperti apa sosok raja besi yang kalian maksud "


" Aku akan menjelaskan ceritanya dari awal.... "


Kang Jianguo menjelaskan dengan rinci bagaimana pertemuannya dengan raja besi, kematian manusia hantu ia pula jelaskan. Berbagai jurus serta ciri fisik yang ia tau ia jabarkan pula.


" Setelah itu kami, lari menyelamatkan diri " seru Kang Jianguo mengakhiri ceritanya.

__ADS_1


Pria sepuh botak dan gemuk ini menghela nafas berat, ia memejamkan matanya. Wajah kesal jelas ia tunjukan dengan eksepresi yang tidak menyenangkan.


Kenangan masa lalu lagi teringatnya, sejak dari dulu pria sepuh ini memiliki faham yang berbeda dengan raja besi, perbedaan faham ini lah yang menyebabkan memicu pertempuran mereka.


Sebenarnya mereka adalah sahabat satu perguruan, tapi karena tujuan hidup mereka berbeda. Kedua pendekar ini tidak pernah akur.


" Manusia hantu....... " ucap lirih pria sepuh ini.


Pikirannya mencoba mengingat sosok manusia hantu, ia memang beberapa kali mengangkat murid, tapi itu sudah lama sekali sebelum ia berhenti dalam dunia persilatan.


Perlahan ingatnya tentang sosok manusia hantu terkenang, ia sekarang mengingat siapa manusia hantu itu. Sosok pria bodoh dan lemah teringat kembali.


" Selamat pernyataan mu benar, nyawa mu aku ampuni. Jadi apa hanya itu tujuan kalian kemari ? "


Xu Shanyuan mengaruk kepalanya dan terseyun canggung, tanpa basa-basi ia menjelaskan maksud dan tujuan yang sebenarnya.


" Jadi, kami sangat berharap tuan mau membantu kami untuk mendapatkan kitab tanpa tanding itu, saya yakin kitab itu berada pada tangan musuh tuan " ucap Xu Shanyuan mengakhiri ceritanya.


Pria sepuh ini menatap tajam rombongan Xu Shanyuan, ia sebenarnya tidak mengharapkan pernyataan ini keluar dari mulut mereka.


" Aku tidak peduli dengan kitab silat tanpa tanding mu, tapi jika untuk membunuh raja besi, itu adalah urusan ku. Pertemukan aku dengannya, aku akan membantu sedikit harapan mu. "


" Baguslah, dengan ini rencana ku menjadi semakin mudah " batin Xu Shanyuan.


" Terimakasih sesepuh pendekar, dengan ini kami akan membawa ribuan pasukan elit kami untuk membantu tuan. "


" Terimakasih sesepuh pendekar " seru seluruh rombongan Xu dan Kang Jianguo membungkukkan badan.


Rombongan pasukan Xu kembali menuju kediaman sekte mereka. Sekte Bunga Bintang, sebuah sekte besar dengan ratusan ribu anggota sekte. Sekte yang memiliki pengaruh besar di benua utara.


Setelah seminggu melakukan perjalanan, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Rombongan Xu sekaligus ketua sekte sekarang, mendapatkan penghormatan yang tinggi di sekte besarnya.


Kali ini, rombongan Xu tidak kembali dengan tangan kosong, mereka kembali bersama sesepuh pendekar yang terkenal di benua ini. Dengan julukan pak tua es, pria sepuh ini dapat di kenali semua orang.


Seluruh anggota sekte yang melihat rombongan ketua sekte langsung memberi hormat dan menundukkan badan. Ini memang sudah menjadi tradisi di dalam sekte.


" Siap, Yang mulia. "


" Sesepuh pendekar tiga hari atau dua hari kedepan, pasukan ku akan siap menuju benua dataran tengah. Mohon bersabar menunggu di sekte kecil ku ini."


" Tidak apa, asalkan kau bisa menjamin pertemuan ku dengan Raja besi " ucap datar pria sepuh gemuk.


Xu Shanyuan kembali ke ruangan kerjanya sebagai ketua sekte, pasukannya dan Kang Jianguo kembali ke posnya masing-masing.


Setelah kembali ke ruang kerjanya, Xu Shanyuan mengernyitlan dahinya. Sebuah gulungan surat dari benua dataran tengah ada di mejanya.


Pria dewasa ini bisa di bilang sangat ambisius dan sangat gigih bekerja, belum sempat baginya berihat dari perjalanan jauh nya, ia sudah kembali bekerja di meja kerjanya.


" Pasukan cepat panggil Kang Jianguo kesini " perintah Xu Shanyuan kepada penjaga ruangan.


" Siap. Yang mulia. "


" Bagaimana cara mu menjelaskan ini semua Kang Jianguo " batin Xu Shanyuan setelah membaca gulungan surat dari Lin Yu, ketua sekte Tengkorak Putih.


...Di kerajaan timur...


Para bangsawan kerajaan tengah mempersiapkan puluhan ribu pasukan elite yang di minta Liang Fung.


Semula memang terjadi konflik di antara para bangsawan, ada yang pro dan kontra akan rencana Liang Fung.


Tujuan aliansi mereka sebetulnya belum menguntungkan kedua belah pihak, terutama pihak kerajaan yang belum berhasil mewujudkan rencana mereka di benua dataran Tengah.


Namun mengingat Liang Fung memiliki ambisi yang kuat, membuat sebagian para bangsawan memberikan kesempatan terakhir. Bantuan pasukan bersekala besar ini menjadi bantuan terakhir kerajaan timur untuk Liang Fung.


Bila kesempatan terakhir ini gagal, kerajaan timur akan melepas perjanjian aliansi yang telah mereka buat.

__ADS_1


Dengan di pimpinan salah satu bangsawan dengan puluhan jenderal perang, pasukan ini bersiap berangkat menuju benua dataran tengah.


" Tuan, butuh kurang lebih dua hari lagi sepertinya pasukan benar-benar siap berangkat " ucap salah satu jenderal.


" Tidak apa, persiapkan pasukan dengan matang. Jangan biarkan kerajaan kita di anggap remeh oleh sekte kecil mereka " seru seorang bangsawan.


" Sesuai perintah tuan " ucap sang jenderal kembali ke pasukannya.


" Lapor tuan, para bangsawan merintahkan tuan untuk hadir dalam rapat." Salah satu pasukan berbicara kepada bangsawan ini.


" Aku akan datang."


Bangsawan ini memang memiliki tugas kusus menangani masalah perang dan konflik pertempuran di kerajaan. Karena setiap bangsawan di kerajaan timur memiliki bagiannya masing-masing.


Beberapa hari yang lalu memang bangsawan ini mendapatkan sebuah surat gulungan kusus untuknya.


Surat gulungan ini dari Liang Fung, dalam surat tersebut berisi pertanyaan Liang Fung mengenai tahap pendekar dewa dan kesulitannya menerobos tahapan yang lebih tinggi lagi.


" Sepertinya masalah surat ini bisa aku diskusikan dengan para Bangasawan lain " gumam bangsawan ini yang berjalan menuju ruang rapat.


...Di tempat Zhang Quan...


Sekarang tubuh Zhang Quan di kendalikan oleh ruh siluman dewa naga.


" Junior Chang, cepat bantu aku mengalirkan tenaga dalam pada gelang ini. Segel pada tubuhnya akan hancur. "


" Kalian para tetua. Cepat bantu aku!!!! "


Seluruh tetua pasukan elit pria sepuh langsung mengalirkan tenaga dalam menuju gelang pusaka yang mengikat Zhang Quan.


Semua orang bergidik ngeri saat melihat sosok pria kecil yang terikat gelang, mata dan wajanya terlihat menyeramkan dengan gigi yang meruncing.


Waaaaaaaaarrrrrrrrrrrgggggghhh


Zhang Quan terus sahaja meronta ingin melepaskan diri, tenaga dalam yang mereka aliran benar-benar belum cukup untuk membantu gelang penggekang menjalankan tugas menyerap qi dari tubuh.


Wwwwooooaaaargggg


Zhang Quan terus sahaja berusaha melepaskan diri. Semua orang yang mengalirkan tenaga dalam mulai berjatuhan lemas, ini memang sudah berjalan lebih dari empat jam bagi mereka. Tidak heran, bila ada yang tidak cukup kuat karena kehabisan tenaga.


Brukkkk


Brukkk


Brukkk


Sekarang bisa di hitung dengan jari siapa sahaja yang masih tetap berdiri mengalirkan tenaga dalam. Pria sepuh, guru Zhang Quan dan empat orang tetua yang masih tetap bertahan.


Guru Zhang Quan pun sudah mencapai batasnya, darah yang mengalir di hidungnya menjadi tanda ketidak sangguppannya melanjutakan tugasnya.


" Senior Kong, maafkan aku. Seperti ini lah batasan ku..." ucap lirih Chang Delun.


Semua orang seperti akan berputus asa melihat kejadian di hadapan mereka, usaha mereka setelah bertahun-tahun bisa sia-sia bila gelang pengekang tidak berhasil di gunakan.


Ketika semua orang kehilangan harapan saat melihat hanya sosok pria sepuh yang bertahan, seorang wanita berlari dari kerumunan orang-orang.


" Kakak Quan, sadar lah "


Halllooo


Para readers.


Jangan lupa yahh.


Klik tombol like yaaa.

__ADS_1


Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.


__ADS_2