Paviliun Bunga Suci

Paviliun Bunga Suci
R Bagian 26. Ketahanan.


__ADS_3

Bagian 26


Ketahanan.


Di tempat yang misterius.


Sekelompok orang sedang berkumpul. Mereka terlihat seperti seorang bangsawan. Itu terbukti dari pakaian dan aksesoris yang mereka kenakan.


Pakaian mereka terlihat berbeda dengan pakaian orang-orang dari benua dataran tengah. Balutan kain sutra, corak serta desain yang berbeda dengan benua dataran tengah, menampilkan sosok misterius ini bukan orang biasa dari tempat asalnya.


Wajah rumit masih terlihat jelas dari sebagian orang di tempat tersebut. Ada sebagian pula dari mereka yang berwajah kesal dan marah.


Yang jelas kelompok ini masih tidak menyangka bahwasanya Liang Fung akan bertindak di luar kendali mereka.


" Sudah aku duga. Mengapa dulu kita kita tidak berpihak kepada sekte lain sahaja. Melihat wajahnya sahaja sudah membuat ku malas makan. "


" Ini semua keputusan ketua. Siapa pula yang berani menentangnya. "


" Aku yakin Liang Fung pasti memiliki niat terselubung kali ini. Aku pikir dia pasti tidak sebodoh yang kalian kira. "


" Benar aku juga berpikiran seperti itu. Ketua punya alasan kuat saat memilih Liang Fung. "


" Iya jika memang itu benar. Jika tidak. "


" Keputusan ketua bisa jadi salah kali ini. Yang aku lihat dari Liang Fung tidak lebih dari pria pendek akal yang kurang sadar diri. "


" Aku tidak menyangkal akan hal itu. "


Segala macam hujatan mereka ungkapkan. Ada sisi yang pro dan kontra. Ada yang kecewa lantaran ketua mereka memilih Liang Fung sebagai alat mereka. Ada pula yang berusaha membenarkan keputusan ketua mereka.


Semua saling berdebat. Tapi bukan untuk menjadi pemenang atas pendapat mereka. Mereka hanya meyuarakan kekesalan mereka sahaja.


...Di tempat Zhang Quan....


Zhang Quan masih menyimpan rasa penasaran nya. Ia tidak cukup berani bertanya kepada Gurunya, mengingat ia belum sanggup menunjukan kebaktiannya sebagai seorang murid.


Bocah kecil ini duduk di depan api unggun yang dia buat. Sesekali ia melihat sekitar untuk memastikan apa gurunya telah sampai di tempat nya.


Sambil menunggu kedatangan Gurunya ia membaca bab ketiga ilmu nafas dewa naga. Ketahanan. Ilmu pernafasan yang benar dalam setiap pergerakan berat yang dilakukan.


Zhang Quan yang masih di sibukan dengan bukunya. Terkejut dengan sebuah ikan besar yang terbang dari langit. Ikan tersebut berbentuk seperti lele, tidak mengerikan sebenarnya. Hanya sahaja ukuran yang tidak biasa yang membuat ikan ini tampak menakutkan.


Bocah kecil Quan langsung menghindar dengan cepat mundur kebelakang. Ia tahu ini hutan siluman bisa sahaja ikan itu berniat membunuh nya.


Ikan tersebut jatuh tempat di atas bara api yang Zhang Quan buat. Wajah heran masih terlihat jelas di mukanya. Ia berusaha menyisir semua tempat di sekitar nya. Namun ia tidak menemukan aura keberadaan orang atau makhluk siluman.


Zhang Quan menyipitkan matanya. Ia berusaha memfokuskan penglihatannya. Pendengaranya mulai mengenali asal suara yang ia dengar.

__ADS_1


" Hahahhahahha. "


" Reflect yang bagus bocah Quan. "


Zhang Quan nampak kesal dengan sikap gurunya. Jika sahaja tadi dia sedang melamun, bisa jadi ikan tersebut menimpa tubuhnya.


" Sebenarnya guru sedang mencari apa. Akhir akhir ini guru terlihat sangat sibuk. " Tanya Zhang Quan yang menghela nafas berat untuk meredakan amarah nya.


Gurunya tahu Zhang Quan terlihat penasaran dengan sikap nya yang tiba tiba pergi setelah mengajar. Ia tahu dengan jelas sorot mata yang penuh pertanyaan dari muridnya.


" Tentang bab terakhir dari ilmu nafas dewa naga. Aku sedang mempersiapkan medan berlatih mu. "


" Sudah lah jangan banyak bertanya urusan guru mu. Sekarang makan lah ikan itu dan beristirahatlah. Kau harus bisa menguasi bab kedua dengan cepat. "


Guru Zhang Quan tahu konflik yang terjadi di benua dataran tengah. Kedatangan nya kesini juga ada perlu dengan saudara nya di benua ini.


Sudah hampir 5 tahun ia mencari, tapi sosok saudara yang ia cari belum dapat ia temukan. Kehancuran sekte paviliun bunga suci 30 tahun silam membuat pria paruh baya ini kehilangan jejak keberadaan saudara nya.


Zhang Quan hanya terseyum kecut dan melakukan perintah gurunya. Malam ini berlalu dengan panjang. Zhang Quan kesulitan memejamkan matanya. Ia masih teringat kondisi guru nya.


Namun ia mencoba terus memejamkan matanya. Ia tahu besok ia akan berlatih keras untuk menguasai bab kedua dalam ilmu nafas dewa naga.


" Sudah lah ada yang lebih penting yang harus aku lakukan besok. Sekarang aku harus beristirahat. " Gumamnya pelan sambil merilekskan matanya untuk terpejam.


Di tempat Liang Fung


Langit gelap nampak terang dengan panah terbang berbalutkan api ganas. Panah panah tersebut tepat menancap di tubuh pasukan penjaga di atas tempok.


Aaarrrghhhh


Aaarrrgggghh


Aaarrrggggghhhhh


" Serangan, ada serangan. "


Triiiinnggg trinngggggg trrrrriiiiiiinggg


Bunyi lonceng terdengar di kediaman keluarga Zhao. Bunyi pertanda ada musuh yang menyerang ini dapat terdengar di seluruh tempat kediaman.


“ Tidak akan aku biarkan kalian hidup tenang sebelum kalian bisa membunuh pembunuh anak ku yang membeli peledak dari kalian.” Ucap keras Liang Fung yang terdengar ke setiap penjuru.


Liang Fung terus memberi komando untuk menembakan panah. Ribuan panah berjatuhan ke setiap penjuru di kediaman keluarga Zhao. Panah api tersebut membakar setiap rumah.


Ratusan orang berlarian ke setiap arah. Mereka keluar dari rumah setelah mendengar bunyi lonceng. Pakaian tidur masih terlihat mereka kenakan.


Tanpa persiapan terlihat jelas mereka berlari berhamburan. Namun sayang hujan panah api tidak reda dengan semestinya. Panah api tersebut terus menerus berjatuhan.

__ADS_1


Mereka yang berlari keluar rumah tidak bisa menyelamatkan diri. Keluar rumah hanya membuat mereka terkena hujan panah.


Arrrrrgggghhh


Arrrrgggghhhhh


Argggghhhhhh


Di tempat Zhao Tad


Zhao Tad dah Shao Jian telah mengambil sebuah Kesepakatan. Shao Jian akan masuk ke dalam rencana Zhao Tad, dengan timbal balik yang ia inginkan. Shao Jian terlihat begitu bersemangat kali ini.


Trinngggg Triiiinnggg Triiiinng


Bunyi lonceng terdengar jelas di kediaman keluarga Zhao. Zhao Tad mengerutkan alisnya. Ia tidak menyangka bahwasanya Liang Fung akan datang secepat ini.


" Ketua sekte lakukan sesuai rencana. "


Zhao Tad beserta para tetua bergegas pergi untuk mempersiapkan pasukannya. Zhao Tad meretakan gigi nya. Penampakan kali ini benar-benar mengiris hatinya.


" Liang Fung, suatu saat nanti pasti akan aku balas berkali kali lipat perbuatan mu ini. " Ucap marah dengan mata yang melotot Zhao Tad tunjukan.


Di tempat Zhang Mei.


Zhang Mei beserta para rombongannya telah samapi di perbatasan kota Song dan Bong. Mereka tidak di ijinkan beristirahat oleh Zhang Mei.


Sebagian besar pasukan beserta paman dan anak ini, hanya bisa mengumpat dalam hati. Mereka kesal pada Zhang Mei, tapi tidak berani menyuarakan kekesalan mereka. Mengingat posisi Zhang Mei sebagai anak yang akan mewarisi jabatan ketua kepala keluarga.


" Cari dan temukan jejak kaka Quan. Bisa jadi dia....... " Ucap Zhang Mei yang menyuarakan isi hatinya.


Ada sebagian pasukan yang iba mendengar isi hati Zhang Mei tapi kebanyakan dari mereka terlihat kesal dengan nya karena tidak memberikan waktu istrilahat.


Zhang Ping dan anaknya berpikir keras untuk mencari solusi masalah kali ini. Mereka tahu dengan jelas karakter Zhang Mei. Bisa jadi sepasukan ini akan terus mencari sampai berbulan bulan untuk menemukan Zhang Quan, bila ayah dan anak ini tidak menemukan ide yang tepat.


" Ayah, kita harus mencari ide yang tepat. Bila tidak....... "


Zhang Ping tersenyum pahit mendengar penjelasan anaknya.


Halllooo


Para readers.


Jangan lupa yahh.


Klik tombol like yaaa.


Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.

__ADS_1


__ADS_2