
Bagian 44. Mencari harapan.
Zhang Quan mulai tersadar dari pingsannya, sekujur tubuhnya terasa sakit untuk di gerakkan, tulang yang remuk dan berbagai oragan vital tubuh yang rusak, menampilkan sosok bocah kecil yang sangat menyedihkan.
" Aku sekarang berada di mana. "
" E.ee...tttttt.....hhh. " suara merintih ia ucapkan saat mencoba menggerakan tubuhnya.
Pandangannya mulai menyisiri setiap sudut tempat, tapi masih tidak sanggup untuk duduk, ia hanya bisa menengok kanan dan kiri dari tempat tidurnya.
" Tempat macam apa ini, dan bagaimana bisa orang meletakan qi di tubuh ku. "
Zhang Quan masih heran dengan tempat sederhana yang ia tempati, tidak ada benda mewah atau lukisan di ruangan ini. Hanya ada meja kecil dan beberapa kursi di sisi tempat tidur nya.
Rasa kagum hadir dalam benak pria bertubuh kecil ini, bagaimana seseorang bisa menyalurkan tenaga qi pada tubuhnya. Qi yang menyelimuti badan membentuk sebuah selimuti yang menutupi seluruh tubuhnya, qi ini memberikan rasa hangat dan nyaman.
" Biarlah, mungkin guru yang menciptakan semua ini" ucapnya dengan menutup mata dan melanjutkan kembali tidurnya.
Zhang Quan sama sekali tidak mengingat apa sahaja yang terjadi saat dia mengamuk, yang ia ingat, ia di kroyok siluman kelinci tiga mata yang berjumlah puluhan.
...Di tempat Lin Yu....
" Dasar pria sombong" ucap salah satu pasukan Lin Yu yang melesat, menerjang pria penjaga gerbang.
Bruuuukk
Sekarang pandangan semua orang bergidik ngeri saat melihat sosok pria ini.
Hanya dengan satu pukulan tubuh seorang pasukan Lin Yu, terhempas jauh dan menghembuskan nafas terakhir nya.
Rombongan Lin Yu terperangah menyaksikan penampakan yang mereka saksikan, hanya seorang pendekar dewa yang mampu memberikan serangan fatal seperti pria penjaga ini.
Dalam posisi terkejut Lin Yu memikirkan berbagai siasat untuk mengatasi masalah di depannya.
Keringat mulai betcucuran dalam wajah pria bernama Lin Yu ini, wajah tegang nampak jelas pada rona wajahnya. Ingin mengumpat, tapi tidak akan merubah apa pun di hadapannya.
" Sial, harus bagaimana ini" batin Lin Yu.
Sepasukan Lin Yu diam menunggu komando pimpinan mereka, sepasukan ini juga merasakan tekanan yang sama seperti pimpinan mereka.
__ADS_1
" Empat. Masih ada kesempatan bagi kalian untuk pergi.
Tiga
Lin Yu menyeka keringat dingin di wajahnya, seorang penjaga gerbang sahaja sudah mampu membuat seorang ketua sekte besar gemetar ngeri. Tidak bisa di bayangkan bagimana dengan ketua kediamannya.
Pandangan pria penjaga menyorot penuh tajam kepada Lin Yu beserta rombongannya. Pria berpawakan kekar dan berzirah lengkap ini masih memberikan kesempatan kepada Lin Yu untuk pergi.
" Ku mohon, beri kami kesempatan. Ijin kan lah kami untuk masuk ada hal penting yang ingin kami sampaikan kepada ketua kediaman "
Satu."
Wussss
Pria penjaga gerbang ini melesat begitu cepat ke arah Lin Yu yang tengah dalam posisi berlutut memohon. Kepalan berenergi qi yang begitu besar menghujam tepat ke arah wajah Lin Yu.
Semua pasukan rombongan Lin Yu menutup matanya. Mereka yakin pimpinan mereka tidak akan sempat untuk menghindar dari serangan kuat ini.
" Berakhir sudah nasib kita" batin salah satu pasukan.
...Di tempat guru dan kakek....
Singkatnya, aku bisa menang dari mu karena ketahanan tenaga dalam ku melampaui mu, dan pengalaman bertarung ku melebihi mu. Namun untuk teknik dan manual buku. Aku kira kau lebih ahli karena memiliki kitab silat tanpa tanding."
Guru Zhang Quan kembali terdiam, ia merenungi kembali perkataan nya. Ia sadar muridnya juga memiliki sumpah pada yang harus ia penuhi. Sebagai guru ia harus menyelesaikan tanggung jawab nya.
" Baiklah, tapi apakah anda memiliki solusi atas masalah tubuh pada cucu anda? "
Pria sepuh bernama Kang Qiu terseyum lebar, pernyataan guru cucuknya seperti tidak membuat pria sepuh ini khawatir.
" Tenang lah, itu lebih baik. Jika dia belum bisa mengendalikan ruh dewa siluman naga, sebaiknya kita jangan terburu-buru untuk menyembuhkan tubuhnya.
Akan menjadi bencana besar bila dia mengamuk dan tidak ada yang bisa mengalahkannya. Kau cukup ajari dia berbagai jurus dari kitab tanpa tanding mu, untuk masalah qi dan tenaga dalam biar itu yang menjadi urusan ku" jelas pria sepuh.
" Dengan ini aku bisa tenang, apa hanya dugaan ku atau memang benar, benua ini sekarang terbagi menjadi lima kelompok besar " guru Zhang Quan bertanya lagi rasa penasaran nya.
" Salah, sebenarnya terbagi menjadi tujuh kelompok besar. Bila di tambah dengan kelompok ku maka akan menjadi delapan.
Yang jelas, dua kelompok besar yang tidak kau ketahui bergerak sembunyi-sembunyi. Kelompok ku tahu pergerakan mereka, hanya sahaja tujuan mereka kami sendiri tidak tahu" balas pria sepuh.
__ADS_1
" Lebih rumit dari konflik benua dataran utara yang sudah jelas dan pasti penyebabnya " ucap guru Zhang Quan menghela nafas, teringat kitab silat tanpa tanding yang ia miliki.
...Di tempat Liang Fung....
Liang Fung terseyum jahat seperti seorang penjahat jalanan. Ia merasa senang kali ini, surat yang ia kirim, sekarang sudah mendapatkan balasan.
" Lin Yu awas kau, akan aku balas semua perbuatan mu " seru Liang Fung yang menyeringai penuh siasat.
Tidak butuh waktu yang lama bagi Liang Fung untuk mendapatkan surat balasan dari aliansi nya, mengingat kelompok besar yang mendukunga ini berada di sebuah tempat, di benua dataran tengah.
Isi surat balasan yang ia terima tidak lain adalah pernyataan setuju, sekaligus peringatan. Bila kali ini Liang Fung gagal dalam melakukan tugas nya, kerajaan timur yang mendukunga nya akan menghentikan perjanjian serikat yang kedua belah pihak telah sepakati.
Dalam surat itu pula di jelaskan, kedatangan pasukan yang ia minta kurang lebih seminggu mulai dari sekarang.
" Hmmmpp, jika aku sudah cukup kuat. Tanpa kalian minta pun, aku akan mengakihiri perjanjian ini. " Dengus kesal Liang Fung yang merasa di perlakukan rendah dalam hubungan kerja sama nya.
...Di tempat Guo Jun...
" Ketua, utusan dari kerajaan barat datang. "
" Persilahkan mereka masuk. "
Rombongan dari kerajaan barat datang, mereka adalah ratu wilayah benua dataran barat. Kedatangannya kali ini, ingin membahas rencana yang telah mereka susun.
Lantaran memiliki tujuan yang sama, tidak butuh waktu yang lama bagi kedua kalangan ini untuk saling berbagi ide pandangan atau pikiran.
" Baguslah, jalankan sesuai rencana. Ingat jangan terlalu memaksakan diri, jaga kesehatan mu, okey" seru ratu dari utara yang membelai lembut wajah Guo Jun.
" Iya kaka " balas lembut Guo Jun dan memeluk nya.
Siapa yang menyangka ternyata ada hubungan terlarang antara Guo Jun dan sang ratu. Kedua wanita ini menjalani ikatan layak nya sepasang kekasih. Hubungan gelap ini terjadi karena luka benci mereka yang sama terhadap para kaum pria. Waktu demi waktu berlalu dan hubungan asmara kedua wanita ini perlahan terjadi seperti tidak memiliki sekat lagi.
Halllooo
Para readers.
Jangan lupa yahh.
Klik tombol like yaaa.
__ADS_1
Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.