Paviliun Bunga Suci

Paviliun Bunga Suci
Bagian 33. Zhang Quan mengamuk.


__ADS_3

Siluman kelinci tiga mata ini mengeroyok Zhang Quan. Suara aneh yang di keluarkan oleh makhluk kecil ini, ternyata adalah sinyal bantuan. Ia tidak menduga akan ada banyak makhluk kecil sebanyak ini berkumpul di satu tempat.


" Sial... Pak tua... Berengsekkk.... " ucap Zhang Quan mengumpat kesal keras.


Sebuah kawah besar tercipta oleh makhluk kecil ini, jumlah kawanan yang begitu banyak memberikan serangan yang begitu fatal pada Zhang Quan. Bila sahaja ia pendekar biasa, bisa di pastikan, ia sudah kehilangan nyawanya, sekali pun ia berada pada tingkat dewa.


Zhang Quan menampakan tubuh yang begitu buruk dengan pakaian yang penuh dengan lubang. Sebagian tubuh mengeluarkan darah, dari mulutnya juga mengalir darah segar. Beberapa kali ia muntah darah.


" Uhuk, uhukkkk.. Uhhhhhukk.


Kawah yang besar dan juga dalam ini. Menampakan sosok pria kecil yang berusaha bangkit dari posisi nya, ia menatap tajam seluruh makhluk kecil di atas kawah yang sedang memandanginya.


Sekelompok kelinci Tiga Mata, bejumlah cukup banyak, kawah yang berdiameter 50 meter sahaja hampir di penuhi makhluk kecil ini. Zhang Quan berkali kali mengumpat keras kepada gurunya. Bila sahaja ia tidak di ajari sopan santun dari orang tua keluarga Zhang, kemungkinan besar bocah kecil ini akan berusaha memaki keras gurunya.


Seakan tahu musuhnya masih bernyawa, siluman kelinci tiga mata ini bersiap melakukan serangan gabungan. Mereka bersiap dengan mengambil ancang-ancang. Sekelompok hewan siluman ini menerjang kembali Zhang Quan dengan tendangan kecil nya.


Zhang Quan menerima kembali serangan tanpa sempat menghindar, ledakan cukup keras kembali terdengar. sekelompok makhluk kecil ini kembali pada posisi nya setelah selesai menyerang.


Duarrrrrr


Duarrrrrr


Duarrrrrr


Zhang Quan merasa seperti akan kehilangan kesadaran nya kali ini, ia seperti merasa kesulitan bernafas. Berbagai bagian tubuh mengeluarkan darah segar, batuk darah kembali ia keluarkan..


Uhuk... Uhhhhhukk... Uhuk..


Tubuhnya terasa sangat sulit di gerakan, segala bagian tubuh seperti mati rasa. Ia sempat akan memejamkan matanya, lantaran sudah sangat sulit baginya untuk membuka mata.


" Apa ini akhirnya " batinnya.


Dengan tubuh menelungkup dan wajah melihat kearah depan, yang ia saksikan hanya pemandangan tanah kawah yang berwarna coklat kemerahan.


Pandangan nya semakin kabur sahaja, ia sebentar lagi terpejam, tapi ketika ia hendak kehilangan kesadaran. Sebuah kenangan menyakitkan kembali terkenang oleh nya.


Memori masa lalu kembali teringat saat dimana ia kehilangan wanita terkasihnya, dengan keadaan yang sama seperti sekarang. Ia melihat sendiri bagaimana wanita yang di cintainya mati dengan mengenaskan.


Perasaan sedih memenuhi hati dan pikiran nya. Ia yang begitu lemah, hanya bisa melihat ke tanah tanpa bisa berbuat apa apa. Zhang Ann, wanita terkasihnya sekaligus cinta pertama nya, menjadi satu alasan mengapa pria kecil ini ingin sekali menjadi penguasa benua.


Dalam pandangan yang mulai kabur, air mata memenuhi mata pria kecil ini. Ia ingin menangis atas kegagalan nya di masa lalu, karena tidak bisa melindungi orang terpenting dalam hidupnya.

__ADS_1


Sebuah dorongan dari dalam memenuhi hasrat Zhang Quan, keinginan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama membuat pria kecil ini, berusaha bangkit dari keadaan nya.


Aaarrrghhhh


Raungan keras Zhang Quan terdengar jelas dalam hutan. Zhang Quan mulai kehilangan kesadaran nya, ia kehilangan kontrol atas tubuh nya. Pikiran yang berisikan nafsu membunuh, menghilangkan rasa sakit pada tubuhnya.


Dengan cahaya yang begitu terang menyala di sekujur tubuhnya. Rajah dan tato yang menampakan ukiran, terlihat sangat jelas karena bercahaya.


Tenaga Qi dari alam datang menyelimuti tubuh Zhang Quan. Berbagai luka sekarang sembuh seketika, bekas kulit yang robek kembali seperti sedia kala.


Sekarang Zhang Quan menatap tajam makhluk kecil di atas kawah yang sedang memperhatikannya. Ia menaruh dandam yang dalam kepada siluman ini.


Siluman kelinci tiga mata, seperti menyadari tingkatan yang terlampau berbeda dengan lawan nya, bergegas mengambil langkah seribu saat melihat Zhang Quan menatap tajam.


Wusssss


Wussss


Wusssss


Siluman ini, lari berpencar ke setiap penjuru. Zhang Quan yang teramat benci kepada makhluk keci ini, dengan cepat nya meraih siluman ini tanpa kesulitan.


Kraaaatkkkk


Suara retakan kepala kelinci tiga mata terdengar jelas dalam bilik kubus ini. Kepala siluman yang sudah pasti sangat keras, dapat dengan mudahnya, Zhang Quan pecahkan.


Darah mengalir deras pada tangannya, ia kemudian bergegas kembali mengejar makhluk kecil yang masih berlari tidak jauh dari sisinya.


***


Guru Zhang Quan menatap ngeri perilaku murid nya. Sekarang ia bahkan tidak bisa mengukur seberapa kuat tingkatan Zhang Quan. Ia beberapa kali hanya menyeringai ngeri melihat murid nya begitu mudah membunuh makhluk kecil itu.


" Seperti nya, bocah kecil itu akan mengamuk "ucapnya lirih.


Pikiran pria paruh baya di penuhi tentang bagaimana cara menjinakan Zhang Quan. Bilik yang ia buat pasti tiada akan cukup kuat untuk menahannya.


" Kemungkinan besar aku harus melawannya mengunakan kekuatan maksimal ku " ucap pria paruh baya ini menghela nafas berat.


***


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Zhang Quan untuk membunuh semua kawanan kelinci ini. Kecepatan yang bertambah cepat dan tenaga yang tidak pernah habis, Zhang Quan menunjukan kekuatan monster yang sebenarnya.

__ADS_1


Makhluk siluman ini mati dengan begitu mengenaskan. Ada yang di banting hingga menciptakan kawah yang sangat dalam. Ada lagi yang tubuhnya terpisah. Dan ada juga yang hancur kepala nya.


Seperti kehilangan tujuan, Zhang Quan menatap segala arah mencari apakah ada makhluk yang bernyawa untuk di bunuhnya.


Matanya menyisiri setiap penjuru tempat, beberapa kali ia menatap langit tempat guru nya bersembuyi, tapi ia tidak menemukan apa pun di sana.


Zhang Quan berlari mengitari tempat sekeliling nya. Ia telah kehilangan kesadaran bahwasanya tempat ini adalah bilik yang mengurungnya.


Duarrrrrr.....


Zhang Quan menabrak dinding penyekat yang membatasi nya. Merasa kesal karena menabrak, Zhang Quan mengeluarkan kekuatan penuh nya untuk menghancurkan dinding yang menghalanginya.


Pukulan bertubi-tubi ia lancarkan. Seperti tidak mengenal lelah. Bila pukulan Zhang Quan ini bisa di hitung, tentu sudah puluhan ribu ia memukul dinding ini.


Pukulan Zhang Quan yang bertangan kosong, belum cukup kuat untuk menjebol dinding bilik, tapi sebab pukul tangan kosong tanpa tenaga dalam ini begitu kuat ia lepaskan. Dalam waktu beberapa jam kemudian ia berhasil membuat dinding ini retak...


Kratkkk


Duarrrrrr


Pencahan dinding tenaga dalam yang pecah seperti suara pecahan kaya pada umum nya. Sekarang Zhang Quan bebas dari tempat nya. Ia seperti monster yang lepas dari kandang nya.


Zhang Quan melesat cepat ke suatu arah yang ia tahu ada makhluk bernyawa.


Wussssss


Duarrrrrr


Hanya dengan satu kali pukulan sahaja Zhang Quan berhasil membunuh siluman di hadapan nya. Belum cukup puas Zhang Quan, melesat ke arah berikut nya, mencari aura keberadaan makhluk yang bernyawa untuk di bunuhnya.


" Tidak ada pilihan lain, seperti nya aku harus melawannya. "


Pria paruh baya ini turun dari langit dan menerjang murid nya.


Halllooo


Para readers.


Jangan lupa yahh.


Klik tombol like yaaa.

__ADS_1


Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.


__ADS_2