
...Kitab silat tanpa tanding...
Kitab silat tanpa tanding adalah sebuah kitab silat sakti yang di ciptakan pendekar terkuat yang pernah ada. Sebuah kitab seni beladiri yang menerangkan dasar dan tahap yang tepat dalam berkutivasi.
Kitab ini bernama kitab silat jalan Dewa. Kitab ini di ciptakan oleh seorang pendekar dari benua dataran utara, pendekar ini menimba seni bela diri di benua dataran tengah.
Karena memiliki kecerdasan yang di atas rata-rata, ia berhasil merumuskan semua solusi dari berbagai permasalahan para pendekar.
Dalam kitab tersebut di jabarkan dengan jelas, bagaimana caranya agar dapat naik ke tingkat tertinggi dan segala pencapaian yang baru dalam dunia kultivasi.
Pendekar yang yang menciptakan buku ini telah meninggal. Ia adalah salah satu orang yang membantu menyegel dewa siluman naga.
Kitab tanpa tanding yang asli sekarang berada pada pria sepuh kakek nya Zhang Quan, sedangkan salinan yang asli berada pada gurunya Zhang Quan selaku saudara kandung pencipta kitab silat tanpa tanding.
" Jadi seperti itu lah asal muasal kitab silat tanpa tanding ini" ucap guru Zhang Quan setelah menjelaskan asal muasal kitab silat tanpa tanding yang ia pegang.
Zhang Quan yang tengah duduk, mendengarkan dengan seksama penjelasan gurunya, ia menjadi tidak sabar untuk segera belajar jurus dalam kitab yang di jelaskan gurunya.
" Ayo lahhhh guru, sampingkan penjelasan itu. Praktik guru, praktik " ucap Zhang Quan sambil memancungkan mulutnya.
Bleetakkk
" Aa... Ddd... Tttt....hhhh. "
" Dengar ini baik-baik, belajar seni beladiri yang benar adalah kepahaman yang benar akan teori dan penerapan yang tepat dari praktik......
Kau harus banyak mengerti tentang........." Guru Zhang Quan menjelaskan dengan panjang lebar akan pentingnya sebuah teori.
' Waduh, ini nih. Sifat yang paling tidak suka dari guru ' batin Zhang Quan menggerutu, wajah sebal bocah kecil ini tunjukan.
Sebenarnya Zhang Quan tahu akan pentingnya teori, ia juga memiliki hobi membaca. Baginya penjelasan gurunya terlalu berlebihan, mengingat ia pasti akan membaca ulang lagi kitab tanpa tanding itu.
Namun karena guru Zhang Quan tidak tahu bahwasanya muridnya suka membaca, ia menerangkan suatu hal yang memang seharusnya tidak di jelaskan.
" Baiklah ayo kita mulai sahaja, awas sahaja bila kau tidak bisa mengikuti setiap gerakan ku. Aku akan menghukum mu " seru Guru Zhang Quan saat melihat muridnya mendengar penjelasannya dengan wajah bosan.
Guru dan murid ini sekarang berada di dalam ruang bawah tanah sekte Paviliun Bunga Suci. Ruang kusus tempat berlatih pasukan elit yang pria sepuh miliki. Ruangan ini cukup luas dengan beberapa obor di setiap titik, sama sekali tidak membuat gelap ruangan yang berada di bawah tanah.
Suara gemisrik air terjun terdengar di ruangan ini, tidak heran karena dibalik dinding ruangan ini adalah air terjuan dari sungai tanpa ujung.
Guru Zhang Quan Quan mulai memperagaka jurus dalam kitab silat jalan Dewa, hempasan kaki dan beberapa pukulan ia lakukan. Kombinasi ilmu pernafasan kitab nafas dewa naga ia peragakan dalam setiap jurus yang ia contohkan.
Zhang Quan mengerutkan dahinya, gerakan halus serta cepat gurunya contohkan. Sesaat ia memang bisa melihat dengan jelas setiap gerakan gurunya, tapi perlahan ia mulai kesulitan untuk mengingatnya.
__ADS_1
" Jurus ini di namakan burung camar mencari mangsa, sekarang lakukan apa yang barusan aku lakuakan!! " ucap keras guru Zhang Quan.
" Baiklah guru " ucap lemas Zhang Quan, pria kecil ini sadar, jika gurunya berniat menghukumnya.
Jurus yang ia contohkan sebenarnya dibagi menjadi dua tahap dan gurunya memperagakan kedua tahap langsung tanpa memberi Jeda.
" Sepertinya guru berniat mengerjai ku " batin Zhang Quan.
Zhang Quan memulai gerakannya, gerakan kaku dan kuda-kuda lemah ia tunjukan. Pukul dan tendangan yang ia lepaskan, hampir sepenuhnya benar, hanya sahaja pada bagian akhir jurus, Zhang Quan kesulitan menirukannya.
Plaaakkkk
" Kuda-kuda lemah, gerakan salah. Apa kau tidak punya mata dan otak, bagaimana bisa kau tidak bisa mengikuti gerakan sederhana ini!! "
Guru Zhang Quan memukul kaki muridnya dengan sebuh kayu yang entah dari mana ia dapatkan.
" Aaaa... Tttt.. Eee.. Hhhh.. " Zhang Quan menyeringai kesakitan.
" Benar apa yang aku duga ternyata guru sedang marah dengan ku, sebenarnya apa salah ku sebelumnya. Aku yakin guru tidak marah karena kesalah kecil ku " batin Zhang Quan.
" Hmmm, lumayan juga ini bocah. Sebaiknya aku tingkatan pelatihannya. Tubuh bocah ini tidak sama dengan manusia biasa, jika tidak mendapatkan pelatihan kusus, anak ini akan kesulitan mengeluarkan kemampuan terbaiknya " batin guru Zhang Quan.
Dengan wajah yang menyeringai kesakitan Zhang Quan menatap tajam gurunya, sedangkan gurunya membalas sinis tatapan muridnya.
Bruuuukk
Zhang Quan menaikan alisanya, seperangkat zirah besi yang ia lihat keluar dari cincin dimensi milik gurunya.
Mata Zhang Quan melebar ketika mencoba mengangkat zirah besi di hadapannya, Zhang Quan bisa memperkirakan zirah besi yang di berikan gurunya.
" Lima ratus kilogram, Zirah macam apa ini sebenarnya.... " ucap lirih Zhang Quan.
" Salah, lebih tepatnya tujuh ratus kilogram. Zirah ini adalah masih termasuk ringan, bila di bandingkan dengan zirah besi milik kasar di utara ini bukanlah seberapa. "
Zhang Quan terkejut dan membuka mulutnya lebar, ia benar-benar tidak bisa membayangkan seperti apa sosok kaisar di benua utara yang bisa memakai zirah besi yang begitu berat.
" Dengan tubuh aneh mu itu, sebenarnya zirah ini begitu ringan dan aku yakin kau bisa melebihi kaisar di utara yang mengunakan zirah lebih dari dua ribu kilogram " ucap santai guru Zhang Quan.
" Bisakah aku tidak menggunakan zirah ini untuk berlatih. "
Guru Zhang Quan melotot tajam kepada Zhang Quan, wajahnya menunjukan jawab yang jelas semua orang tahu.
" Okeh, baiklah. Aku pakai " ucap Zhang Quan kesal.
__ADS_1
Cukup lama bagi Zhang Quan untuk memakai zirah besi yang di berikan gurunya, dengan tubuh kecilnya Zhang Quan cukup kesulitan memakai.
" Sialll. Ternyata sangat berat " batin Zhang Quan dengan keringat yang bercucuran.
" Sekarang kau ulangi, gerakan mu barusaan dengan zirah itu. "
Zhang Quan menghela nafas berat. Untuk melangkah satu langkah sahaja baginya sangat sulit, apalagi untuk melakukan sebuah jurus yang terdapat begitu banyak gerakan.
" Baiklah guru....... " ucap lemas Zhang Quan.
...Di tempat Zhang Mei...
Zhang Mei, Zhang Kun dan Zhang Ping mendirikan tenda tidak jauh kota Tersembunyi. Mereka sepakat untuk menunggu kembalinya orang-orang di kota Tersembunyi dari misinya.
Wajah wanita muda ini terlihat muram dengan segala kegelisahan dan kecemasan yang berada di pikirannya. Ia terlihat sangat sedih dengan wajah pucatnya.
Zhang Mei sama sekali tidak berselera untuk makan, kelinci bakar dengan daun salam yang menjadi makanan favoritenya menjadi hambar baginya.
Bisa di bayangkan, sepasang kekasih yang baru sahaja menanam kasih, tiba-tiba di pisahakan oleh keadaan. Tentu siapapun orang yang mengalami kejadian serupa akan merasakan kesedihan yang teramat dalam.
" Ayah apa yang harus kita lakukan " ucap Zhang Kun yang menatap sedih Zhang Mei yang sedang meringkuk sedih di dalam tenda.
Belltaaaakk
" Jika kau tanya aku, aku tanya siapa " dengus kesal sang ayah.
...Di tempat Lin Yu....
' Siall, seandainya aku ikut membantu di hari yang lalu, tentu aku punya muka sekarang untuk meminta bantun ' batin Lin Yu sambil menepuk dahinya.
Setelah mencapai kesepakatan kerja sama. Lin Yu beserta pasukannya kembali ke sekte nya. Ia cukup beruntung mendapatkan bantuan dari keluarga Zhou, keluarga besar pedagang yang memiliki pengaruh yang cukup besar di benua dataran tengah.
Kembalinya Lin Yu ke sekte, semakin menambah gelisah hati pria paruh baya ini. Ia curiga bahwa Liang Fung juga mendapatkan dukungan dari orang luar.
" Seperti nya aku harus memohon bantuan kepada sekte besar di utara, kali ini apa yang harus aku janjikan " gumamnya.
Halllooo
Para readers.
Jangan lupa yahh.
Klik tombol like yaaa.
__ADS_1
Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.