Paviliun Bunga Suci

Paviliun Bunga Suci
49. Gelang penggekang


__ADS_3

...Gelang penggekang...


Di sebuah tempat, di dalam ruangan bawah tanah, kota Tersembunyi. Pria sepuh berpawakan sedang dengan tubuh yang membungkuk dan para peninggi kelompok tengah berdiskusi.


Mereka sedang membahas masalah yang ada di benua mereka, konflik yang tidak sengaja di buat oleh cucu pria sepuh, membuat suasana di benua ini semakin memananas.


Memang benar benua ini akrab sekali dengan pertempuran, tapi semenjak kehilangan pilar perdamaian belum terjadi lagi peperangan besar selama 30 puluh tahun.


Seolah tidak ada pergerakan di berbagai sisi, ternyata di benua ini telah terkotak-kotak. Terdapat lebih dari lima kelompok besar yang berniat menguasai benua dataran Tengah dan lebih mengejutkan lagi, kelompok ini mendapatkan sokongan dari pihak lain di benua luar.


" Yang mulia, apa kita harus memulai rencana kita. "


" Benar, Yang mulia. Berbagai pihak telah bergerak, kita pula harus memulai rencana kita. "


" Liang Fung dan Lin Yu sepertinya akan memicu peperangan besar kali ini. Apa kita perlu ambil bagian. Yang mulia, mohon ambil keputusan. "


" Saat ini tidak ada kelompok yang bisa mengalahkan kita, tapi lain lagi ceritanya bila kelompok ini mendapatkan dukungan dari pihak luar, Yang mulia mohon pertimbagi lagi rencana awal. "


Pria sepuh ini menghela nafas berat, ia tahu benar konflik yang terjadi di benua ini. Untuk saat ini memang ia memiliki rencana besar dalam kelompok nya, hanya sahaja ia berniat menjadikan cucunya sebagai pimpinan pasukan dalam rencananya.


" Lakukan lah sesuai rencana, sudah saat nya pria muda menggantikan kakek tua ini. Biarkanlah cucu ku yang akan mengurus masalah ini. "


Para tetua kelompok menghela nafas, sebenarnya mereka kurang suka dengan Zhang Quan, bukan karena sifat atau ambisinya, melainkan mereka takut dengan segel pada tubuhnya.


Bila terlalu sering lepas kendali segel sekuat apapun bisa rusak dan bila segel itu rusak pengorbanan saudara-saudara mereka akan sia-sia.


Semua orang diam setelah mendengar pimpinan memberikan pernyataan. Dalam suasana hening ini pria sepuh mengerutkan dahinya.


Sebuah tekanan aura yang tidak asing ia rasakan, aura itu mebuat pria sepuh ini beranjak dari tempat duduknya. Ia yang tahu dari mana asal aura ini, bergegas berlari meninggalkan ruangan.


" Gawat...... " ucap lirih pria sepuh ini.


Semua orang saling menatap saat melihat pimpinan mereka berlari tegesa-gesa meninggalkan ruangan.


********


Guru Zhang Quan mengerutkan dahinya, sebuah seruan tidak jauh darinya terdengar. Di lorong jalan masuk menuju ruang pelatihan suara yang tidak asing itu terdengar jelas.


" Cepat hentikan dia, dia akan lepas kendali.... Junior Chang cepat hentikan cucuku!! "


Gurunya Zhang Quan langsung bersikap waspada saat tahu suara tersebut tertuju pada Zhang Quan, ia yang semula takjub dengan kemampuan muridnya, sekarang ia merasakan tekanan yang sama seperti dulu saat pria kecil itu mengamuk.


Mata kanannya yang telah berubah menjadi kuning keemasan dengan zirah hitam besi yang sangat berat, menunjukan kengerian gerakan jurus yang begitu cepat dan kuat.


Guru Zhang Quan langsung sahaja menunggunakan jurus penjara raja perang. Sebuah kubus berbentuk qi mengurung Zhang Quan. Kubus tersebut kecil dengan ukuran panjang dua meter.


Zhang Quan yang terkurung masih sahaja terus melakukan jurus yang di ajarkannya, pukulan, tendangan dan kombinasi nafas dewa naga semakin menambah kecepatan gerak setiap gerakannya.


Duggg duuggg duuuggg

__ADS_1


Pukulan dan tendangan yang Zhang Quan lakukan seakan menghantam dinding tebal dan kenyal, Zhang Quan yang setengah sadar hanya berkeingingan untuk terus menjebol dinding dan terus melakukan jurusnya.


" Senior Kong " ucap guru Zhang Quan memberi hormat.


" Hampir sahaja. Telat sedikit sahaja dia bisa lepas kendali. "


" Sepertinya dia punya masa lalu yang cukup menyakitkan, apa senior tahu. Masa lalu bocah Zhang. "


" Tentu, tapi sebelum aku menjawab pertanyaan mu. Bantu aku memberikan gelang ini kepadanya. "


" Ini......bagaimana bisa senior memilikinya? "


" Cepat, kita tidak punya banyak waktu. Segera bantu aku memakaikan gelang ini padanya. "


Guru Zhang Quan masih terkejut dengan gelang yang di tunjukan pria sepuh ini, sebuah benda pusaka tingkat tinggi yang sangat langka berada di tangan kakek Zhang Quan.


Keberadaan benda pusaka seperti ini sangat sedikit, bahkan jumlahnya di dunia ini mampu di hitung dengan jari.


" Kau buka segel mu, setelah itu lemparkan gelang ini saat aku memberi aba-aba " ucap kakek Zhang Quan.


Dengan mata melebar dan mulut yang sedikit terbuka, Chang Delun memegang gelang pusaka.


Setelah mendapatkan arahan dari pria sepuh, guru Zhang Quan membuka segelnya. Ternyata benar yang pria sepuh ini katakan, Zhang Quan yang sekarang telah kehilangan kesadarannya.


Walaupun masih belum sepenuhnya kehilangan kesadaran, Zhang Quan tetap tidak bisa membedakan mana lawan dan lawan.


Zhang terus sahaja melakukan setiap gerakan jurus yang ia ketahui, bila terus di biarkan seperti ini, ditakutkan ia akan sampai pada puncak emosi dan merusak segel pada tubuhnya.


Duaaarrrr


Sreeeettt


Pukulan bertenaga dalam tinggi menghantam zirah besi Zhang Quan, pria kecil ini terpental cukup jauh dari posisinya. Belum sempat berdiri, pria sepuh ini melakukan serangan kembali.


Serangan bertubi-tubi pria sepuh lancarkan, Zhang Quan sama sekali tidak di beri kesempatan untuk mengambil nafas. Pukulan dan hempasan tendangan yang begitu berat dan kuat menghujam seluruh tubuh Zhang Quan.


" Sekarang!!!!!" Pria sepuh ini meberikan aba-abanya


Guru Zhang Quan melemparkan gelang yang ia pegang, pria sepuh langsung mengalirkan tenaga dalamnya ke arah gelang di lempar Chang Delun.


Zhang Quan yang lemas karena terus-menerus menerima serangan, terdiam dengan posisinya. Ia menatap tajam pria sepuh di hadapannya.


Semakin kesal dan marah Zhang Quan terhadap pria sepuh ini. Pukulan dan tendangan yang pria sepuh lancarkan benar-benar memberikan luka yang menyakitikan bagi nya.


Wwwwooooaaaargggg


Sekarang Zhang Quan telah sepenuhnya kehilangan kesadaran, kedua matanya telah berubah warana menjadi kuning keemasan. .


Ketika berniat melakukan serangan balasan. Sebuah gelang raksasa terbang di atas kepala pria kecil ini.

__ADS_1


Pada mulanya gelang itu kecil , namun ketika pria sepuh ini memberikan tenaga dalam kepada gelang. Gelang ini perlahan membesar dan sekarang gelang itu mengikat tubuh Zhang Quan.


Waaaaaaaaarrrrrrrrrrrgggggghhh


Waaaaaaaaarrrrrrrrrrrgggggghhh


Waaaaaaaaarrrrrrrrrrrgggggghhh


Teriakan Zhang Quan terasa sangat keras pada ruang pelatihan. Semua tetua dan para penghuni kota bergegas menuju sumber suara.


****


Suasana ruang pelatihan menjadi ramai, lorong jalan masuk ruangan ini penuh sesak dengan kerumunan orang. Mereka penasaran asal suara teriakan yang mereka dengar.


" Itu bukankah ruh siluman dewa naga."


" Ya benar, sepertinya tuan muda telah kembali. "


" Akhirnya, setelah sekian lama. Tuan muda bisa kembali. "


" Apa segel para tetua akan rusak yah? "


" Tenang sahaja, selama ada Yang mulia Kong, semua masalah bisa diatasi. "


Berbagai bisikan memenuhi ruangan pelatihan. Ini adalah hal baru bagi warga kota Tersembunyi, sangat wajar apabila ada yang terkejut atau khawatir.


Sosok tuan muda, anak dari ketua sekte yang di hayutkan dalam sungai tanpa ujung, akhirnya dapat di temukan kembali.


*****


Zhang Quan berusaha memberontak, tapi semua usahanya percuma. Gelang yang mengikat tubuh pria kecil ini, seperti menyerap energi qi yang Zhang Quan serap dari alam.


Jadi setiap kali Zhang Quan ingin mengamuk dengan mengunakan energi qi dari alam. Gelang penggekang ini langsung menyerap energi yang Zhang Quan dapatkan.


Mata kuning keemasan perlahan berubah warna menjadi merah darah. Zhang Quan yang terikat terus sahaja meronta-ronta, semakin geram dan kesal akan sosok manusia di hadapannya.


Sekarang tubuh Zhang Quan di kendalikan oleh ruh siluman dewa naga.


" Junior Chang, cepat bantu aku mengalirkan tenaga dalam pada gelang ini. Segel pada tubuhnya akan hancur. "


" Kalian para tetua. Cepat bantu aku!!!! "


Halllooo


Para readers.


Jangan lupa yahh.


Klik tombol like yaaa.

__ADS_1


Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.


__ADS_2