
Bagian 31
Biarkanlah.
Guo Jun. Seorang wanita dewasa. Wajah putih serta tubuh langsing sedikit berisi. Menampakan sosok wanita tua berusia kepala 6 ini seperti wanita muda.
Ia sedang duduk di depan meja dengan teman teh hangat yang di seduhnya. Wajah ceria terpatri jelas padanya.
Kenikmatan teh hangat dengan suasana dingin pagi hari, memberikan kesan yang syahdu kepada wanita ini. Ia terlihat sangat bahagia lantaran segala ambisinya tercapai.
" Musuh terbesar ku sudah hilang, merekrut sekte kecil sudah kulakukan, mendapatkan dukung dari kerajaan besar sesuai dengan rencana. Emm.... Apa lagi yah... " ucap Guo Jun menghitung segala pencapaian nya.
Guo Jun memang salah satu tokoh di balik keruntuhan sekte Paviliun Bunga Suci, 30 tahun silam. Berbeda dengan Shao Jian dan Lin Yu yang tidak ikut serta dalam pertempuran.
Wanita ini ikut dalam pertempuran, tapi di tengah pertempuran ia pergi di saat kondisi sudah terdesak. Ia hanya berniat menyaksikan musuh terbesar nya mengamuk.
" Nyonya, ada sekte Harimau emas datang kemari " seru seorang pelayan wanita memberikan laporan nya.
Guo Jun menaikkan alisnya. Ia sudah bisa menebak untuk apa pria kurus itu menemuinya.
" Biarkanlah ia masuk. "
" Siap, Nyonya. "
**
Shao Jian bersama tetua sektenya datang di depan halaman sekte Teratai Sembilan warna. Sebuah sekte aliran putih, tapi lebih condong ke aliran hitam. Sekte yang hanya beranggotakan wanita.
Kabarnya seluruh wanita di sekte ini masih perawan walaupun sudah berumur sekali pun, mereka sangat menjaga kesucian mereka sesuai adat yang mereka terapkan.
Pemandangan wanita yang menjaga pintu gerbang masuk, serta puluhan wanita yang berjaga di sekitar tempat. Tidak nampak seorang pun lelaki di sini.
Shao Jian beserta rombongannya di sambut dengan tidak ramah di sekte ini, mengingat mereka adalah sekelompok jenis yang mereka benci.
Cukup lama bagi Shao Jian dan rombongannya untuk masuk ke dalam sekte. Kedatangan mereka ke sini sebenarnya untuk mengajak beraliansi.
Dari sekian lama bertarung di benua dataran tengah. Shao Jian cukup yakin, bahwasanya sekarang mereka tidak lagi mementingkan sebuah jenis aliran. Suasana memanas yang ia rasakan, memberikan insting kepadanya.
Untuk membangun aliansi dengan sekte lain. Mengingat kemungkinan besar ada berbagai pihak yang berniat menguasai benua dataran tengah.
Guo Jun beserta para tetua sekte menyambut ke datang sekte Harimau emas. Walaupun tidak di sambut dengan ramah, Shao Jian beserta rombongannya terlihat begitu senang.
Shao Jian dan rombongannya masuk ke dalam aula besar. Tempat rapat sekte, langsung sahaja Guo Jun menyatakan isi pikiran nya.
" Apa benar yang aku duga. Bahwa kalian ingin beralinasi dengan sekte kami " seru Guo Jun tanpa basa basi.
Pria kurus ini beserta rombongannya hanya terseyum kecut. Mereka tahu pasti ucapan ini akan keluar dari ketua sekte Teratai Sembilan Warna.
Di tempat Zhang Quan.
Aksi kejar kejar an terjadi. Kelinci yang sebenarnya imut di dunia nyata, mengejar manusia sebagai samasak tendangan nya.
Zhang Quan terus mengumpat dalam larinya. Untung sahaja ia sudah puluhan tahun mempelajari ilmu pernafasan. Tingkat indra perasa auranya sekarang meningkatkan tajam. Jika tidak, bisa di pastikan. Zhang Quan sudah menabrak pohon dari larinya sekarang ini.
Bocah kecil ini mulai memutar otak nya. Ia harus keluar dari situasi yang ia alami. Dalam pelariannya Zhang Quan berhenti. Ia sudah menemukan sebuah siasat kali ini.
__ADS_1
" Dari pada aku berlari, lebih baik aku hadapi. " seru Zhang Quan siap menyambut serangan.
Sebuah tendangan melesat cepat mengarah ke punggung Zhang Quan. Ia menyadari arah serangan tersebut. Pria kecil ini langsung sahaja mengambil manufer dan membalikan tubuhnya.
Duel siluman dan manusia di mulai. Kecepatan yang bertambah dari kelinci tiga mata membuat bocah kecil ini terkadang kewalahan untuk menghindari setiap serangan.
Zhang Quan yang melacarkan serangan balik hanya menghantam angin tanpa memberikan hasil. Setiap tendangan atau tinju yang ia kerahkan dapat di hindari dengan mudah oleh siluman ini.
Kelinci tiga mata selalu meyerang dengan tendangan nya. Lompat tendang dan berbagai kombinasi serangan memutari musuh ia lakukan.
Bocah kecil ini terkadang bingung dari arah kemana serangan akan datang. Sampai sebuah suara mecerahkan pikirannya.
" Fokus jangan kehilangan konsentrasi. Ingatan apa yang kau pelajari dari kitab nafas dewa naga. Samakan nafas " ucap pria paruh baya berjubah putih.
Zhang Quan terseyum cerah. Ia tidak menyangka bahwa gurunya akan memantau nya. Ia sempat mengira akan di tinggal gurunya dalam latihan kali ini.
Setelah mendengar seruan dari gurunya ia kembali memfokuskan pendengar nya. Pikirannya kembali tenang dengan beberapa helan nafas yang ia hembuskan.
Nafasnya mulai teratur kali ini. Ia mulai menyamakan nafasnya dengan lawannya. Siluman yang sedang memutari nya, terlihat ingin melakukan serangan pamungkasnya.
Kelinci tiga mata memutari Zhang Quan dengan cepat. Api biru menyala terang pada kakinya, menampakan sebuah lingkaran biru yang mengurungnya.
Zhang Quan yang dalam posisi tertutup matanya terlihat tenang. Ia merasakan ada aura besar yang akan menyerah nya. Nafas yang ia samakan sekarang sudah sesuai dengan lawannya.
Duaaaaarrrrr
Sebuah kawah besar tercipta dari tendangan kelinci tiga mata ini. Telat sedetik sahaja Zhang Quan menghindar, dapat di pastikan ia akan muntah darah.
" Tidak heran makhluk kecil ini sanggup membunuh puluhan pendekar tingkat atas dengan mudah. Seperti nya kali ini aku harus mempercayai rumor yang berlebihan itu. "
Penampakan kali ini memberikan kebenaran bukti dari berita burung yang ia dengar. Belum sempat ia kembali pada posisi berdirinya. Sebuah serangan cepat menerjangnya kembali.
Masih dalam mode bersek. Siluman ini menerjangnya dengan kekuatan dan kecepatan yang tidak biasa.
( note : mode bersek adalah sebuah mode dari para siluman untuk memaksimalkan kekuatan mereka dalam menghabisi musuhnya.)
Zhang Quan mengulingkan badanya dan menghindari serangan. Ia langsung sahaja kembali pada posisi nya berdiri.
Serangan demi serangan siluman ini kerahkan. Ia berhasil menghindarinya, walaupun sedikit kewalahan. Zhang Quan masih bisa melihat serangan musuhnya lewat nafasnya.
Duarrrrrr
Duarrrrrr
Duarrrrrr
Duarrrrrr
Berbagai kawah tercipta di sekeliling bocah kecil ini. Serangan yang dilakukan siluman ini memang tidak mengenai Zhang Quan, tapi tekanan tenaga Qi yang sedikit meyerempet pada tubuh Zhang Quan. Membuat seluruh baju Zhang Quan banyak yang berlubang.
Terlihat jelas tato dan rajah pada Zhang Quan menyala seiring dengan kecepatan menghindar yang ia lakukan.
Tato yang berbentuk bunga di dada kirinya. Dengan rajah yang hampir memenuhi punggung dan pundaknya. Bercahaya terang, seakan memberikan aura berat yang mengancam.
Kelinci tiga mata, merasakan aura berat di tubuh Zhang Quan. Ia merubah posisi menyerang menjadi kabur dari sisi Zhang Quan.
__ADS_1
Posisi kejar kejaran sekarang berubah. Zhang Quan tidak lagi di kejar kelinci, melainkan sekarang ia mengejar kelinci.
Lari kelinci tiga mata dalam kondisi bersek sangat cepat. Zhang Quan yang telah memaksimalkan kecepatan nya, harus tertinggal puluhan langkah dari makhluk kecil ini.
Berbagai semak, akar besar pohon serta pohon besar dapat Zhang Quan hindari dengan mudah saat matanya tertutup. Indra pendengarannya semakin tajam beriringan dengan pertarungan ini.
Pendengaranya seperti mata ketiga baginya. Dengan terus mengikuti nafas siluman ini. Zhang Quan mengejarnya dengan kekuatan penuh nya. Rajah di kakinya menyalah seperti pada bagian tubuhnya.
Seakan mengerti akan kekuatan besar yang Zhang Quan akan tunjukan. Kelinci tiga mata ini memaksimalkan lari nya melebihi sebelum nya.
Langkah gesit, di setiap belokan serta langkah zig zag siluman ini tunjukan dalam pelariannya. Tidak kalah lagi Zhang Quan. Nafas yang telah sama membuat bocah kecil ini dapat dengan mudah menyalin setiap gerakannya.
" Tidak seru, musuhnya sepertinya akan kalah kali ini. Lebih baik aku tambah lagi kelinci imut itu.
Hahahahhaha. "
Ucap pria paruh baya dengan jubah putih nya. Ia sedang memegang Kelinci tiga mata dan memukulnya sampai benar-benar makhluk ini marah. Kemudian ia menjatuhkanya kedalam bilik tempat Zhang Quan tengah melakukan ujian.
Ia bukan hanya menjatuhkan dua atau tiga sahaja. Ia menjatuhkan kelinci tiga mata ini, puluhan dengan setiap kelinci yang telah ia pukul dan membuat nya marah.
" Hahahhahaha. Bocah Quan kita lihat seberapa besar kau bisa memaksimalkan kekuatan yang tersegel itu. " Gumamnya di atas langit melihat murid nya mengejar seekor kelinci.
Di tempat Zhang Mei.
Zhang Ping dan anaknya berhasil menjinakan wanita keras kepala ini. Ia benar-benar membuat pasangan ayah dan anak ini merasakan berbagai rasa yang tercampur aduk.
Kesal dan lega. Sedih dan ikut berduka. Bukan hanya sepasang ayah dan anak ini rasakan. Sepasukan penjaga rombongan juga merasakan hal yang sama.
Mereka kembali ke tempat kediaman keluarga Zhang. Alih alih meredakan suasana, Zhang Ping mungkin sahaja akan membawa maslah yang lebih besar ke depan nya.
Mengingat kelompok pembunuh bayaran akan meminta sesuatu yang lebih dari kata setimpal dari jasa yang akan mereka berikan..
Seluruh pasukan kembali tenang seperti biasanya, tapi tidak dengan pasangan ayah dan anak ini. Merkalah yang akan menanggung resiko kedepannya, atas segala ucapan yang mereka ucapkan.
Kedua pasang ayah dan anak ini masih lega, dengan kondisi tidak memanas pada keponakan serta bibi bagi mereka.
Namun itu pasti tidak akan lama. Mereka yakin setelah Zhang Mei kembali pada kondisi prima nya, ia akan menuntut atas perkataan yang telah ia keluarkan.
" Ayah, sepertinya kita baru sahaja membuat masalah baru. " Ucap Zhang Kun pada ayahnya.
Zhang Ping terlihat kosong dengan tatapannya, ia berwajah pucat kali ini. Ia sama sekali tidak mendengar perkataan anaknya, dengan pikiran rumit yang ia rasa sekarang.
Di tempat pria sepuh misterius.
" Biarkanlah. Kita lihat mau seperti apa kedepannya. Aku sudah tidak peduli lagi dengan segal itu. Jika monster itu keluar biar sendiri mereka menanggung akibatnya. " Seru pria sepuh misterius saat mendapatkan laporan pergerakan besar, sekte Tengkorak Putih.
" Aku hanya peduli dengan cucu ku. Bila monster itu bangkit mungkin kita akan kembali ke utara dan merebut tahta kerjaaan dari saudara ku. "
Halllooo
Para readers.
Jangan lupa yahh.
Klik tombol like yaaa.
__ADS_1
Kalo bisa kasih aku kritik dan saran nya di kolom komentar.