
Bab terakhir untuk hari ya bestie.
Semoga kalian suka dengan cerita yang author buat.
Mendengar penjelasan dari Mikha membuat Alina mengurang kan niat nya untuk pergi, tapi ia akan tetep pergi, tapi entah lah kapan waktu yang pas.
''Semoga saja, apa yang kamu kata kan bener, karena aku masih mengharap kan nya,'' jujur Alina.
''Aku tau, aku bodoh dalam percintaan, tapi mau bagaimana lagi perasaan ini tumbuh sendiri, dan itu sudah sangat lama, dari kita kecil malah, dan jika harus mengikhlaskan, aku rasa akan sangat sulit, tapi tidak ada salah nya juga,'' lanjut nya.
''Karena ketika kita mencintai se seorang, kita akan bahagia jika orang itu sudah bahagia dengan orang, sekalipun, bukan dengan kita.''
''Aku hanya berharap semua nya berjalan dengan semestinya saja.''
Alina ingin berhenti tapi ia tahu itu akan sulit.
Ingin maju tapi ia juga takut.
Alina hanya ingin Tuhan berbaik hati padanya, jika pun Billy bukan jodohnya setidaknya rasa sayang yang ia miliki secara perlahan berkurang.
''Gimana kalau Kakak gila-gilaan aja.'' Usul Mikha.
''Maksud nya gila-gila? tanya Alina bingung.
''Kakak ungkapin aja perasaan pada Billy,'' jelas Mikha.
''Gila kamu,'' kaget Alina.
Sebenernya tidak ada yang salah dengan usulan Mikha.
Karena pada dasarnya Alina memang cuek dengan pandangan orang lain.
Alina tidak peduli dengan citra diri nya.
Tapi yang ia takut kan adalah rasa sakit yang akan ia terima.
Rasa sakit yang tidak ada obatnya.
Tapi apapun yang di lakukan oleh Alina itu tidak akan berpengaruh banyak terhadap Billy.
Karena memang Billy orang yang tidak memiliki ekspresi.
Mau dia tahu atau tidak rasa nya akan tetep saja, tapi ketakutan itu masih ada di dalam hatinya.
Takut jika hubungan nya bersama dengan Billy akan semakin renggang.
Alina tidak tidak harus berbuat seperti apa.
Mau minta solusi ke Mikha, kisah cinta Mikha jauh lebih tragis ketimbang dirinya.
Memikirkan nya saja membuat Alina pusing.
Setelah beberapa menit Mikha pergi, dan meninggalkan mobilnya bersama dengan Alina.
Untuk jaga jaga saja siapa tahu Alina akan di tinggal oleh Billy.
Setelah Mikha pergi pun Alina masih betah di sana.
__ADS_1
Sampai akhirnya ia memutuskan untuk pergi karena takut melihat kemesraan perempuan itu dan Billy, Alina memilih untuk pergi dari restoran itu, dan tujuannya saat ini pergi ke taman yang ada di depan nya.
Itu jauh lebih baik dari pada harus pergi ke mall.
Shopping tidak akan menyenangkan jika kita memiliki mood yang buruk.
Di taman Alina menemukan beberapa anak yang sedang bermain, dan ia ikut bergabung dengan anak anak tersebut, mereka terlihat seperti ibu, dan anak seperti layaknya keluarga yang harmonis
Bermain main dengan mereka mampu membuat Alina melupakan kesedihan nya untuk sejenak.
Sedang kan Billy sendiri sudah selesai dengan meeting nya.
Dia mencari keberadaan Alina, tapi tidak di temukan.
Dan ia menyuruh Alfan untuk pergi ke perusahaan nya terlebih dahulu, karena banyak pekerjaan yang sedang menunggu mereka, dan untuk Alina biarlah dia yang mengurus nya.
Setelah Alfan pergi, Billy mencari keberadaan Alina, dan setelah cukup jauh berkeliling Billy dapat mendengar suara tawa yang terdengar sangat familiar.
Dan Billy yakin itu adalah Alina.
Saat Billy akan melangkah kan kaki nya, ia melihat Alina sedang di samperin seorang laki-laki.
''Siapa dia,'' gumam Billy tanpa sadar.
Dan tidak ada angin tidak ada hujan tiba tiba Alina merasa kaki nya tidak seimbang, Billy yang melihat itu langsung berlari ke arah Alina, tapi sayang nya ia kalah cepat karena sudah ada yang lebih dulu menolak nya.
Billy memilih untuk melihat interaksi keduanya dari kejauhan.
Alina yang masih kesusahan memilih berpegangan pada laki laki yah sudah menolong nya tersebut.
''Kamu tidak apa apa?'' tanya orang itu.
''Maaf," ucap orang itu karena sadar Alina kurang nyaman.
Alina menoleh, dan ia langsung mengenali orang itu.
''Steven,'' ucap Alina.
''Kau masih mengenali ku ternyata," jawab Steven.
Steven adalah salah satu teman lama nya, dan setelah beberapa tahun ia bertemu kembali.
''Kau tambah cantik Alina,'' puji Steven.
''Dan kamu tambah tampan," balas Alina.
Mereka berdua mengobrol, dan terlihat sangat asyik.
Alina, dan Steven mengobrol kayak nya kawan lama yang baru ketemu.
Saling tanya kabar, pekerjaan, dan juga hal menarik lainnya.
Tapi kedekatan mereka di salah artikan oleh Billy.
Billy yang melihat itu menjadi geregetan sendiri, ia tidak senang melihat Alina tertawa bersama dengan orang lain.
Dan tanpa pikir panjang Billy melangkahkan kaki nya menuju Alina.
__ADS_1
Sedangkan Alina masih asyik mengobrol tanpa peduli dengan sekelilingnya.
Dan tanpa di duga Billy langsung mengusap kepala Alina, seakan-akan ia ingin menunjukkan keintiman mereka pada orang yang ada di depan nya tersebut.
''Maaf lama nunggunya ya?" tanya Billy dengan lembut.
Alina yang mendengar itu tak bisa berkata kata, ini adalah kali pertama nya Billy bersikap lembut pada nya setelah beberapa abat.
Apalagi saat Billy menarik tangan Alina.
Alina kaget bukan main, tapi tiba tiba ia senang bukan karena sikap Billy.
Bahkan saking senangnya ia lupa tidak berpamitan pada Steven.
Tapi biarlah Alina akan meminta maaf jika mereka di takdir kan untuk bertemu kembali.
''Cie cie," ucap Alina menggoda Billy.
''Billy tidak menghiraukan godaan Alina.
Ia hanya fokus menarik tangan Alina untuk pergi dari tempat itu.
''Kenapa wajah mu memerah, kamu malu ya,'' lanjut Alina yang masih ingin menggoda Billy.
Tidak ada jawaban, tapi Alina tidak peduli ia masih tetep menggoda nya.
''Atau jangan jangan kamu cemburu ya?" tanya Alina dengan mata melotot karena ia juga tidak menyangka dengan kata kata yang ia ucapkan.
''Jangan gila,'' jawab Billy pada akhirnya.
''Ngaku aja jangan malu-malu, kamu cemburu kan,'' pancing Alina.
''Tidak," jawab Billy tegas.
''Jangan bohong kamu cemburu kan,'' ucap Alina lagi.
''Kenapa kalau aku cemburu,'' jawab Billy dengan pertanyaan.
Alina tidak menyangka itu jawaban yang keluar dari mulut Billy.
''Ya aku senang aja, berarti perasaanku terbalaskan,'' jawab Alina serius.
Billy juga tidak menyangka dengan jawab Alina, ia pikir Alina hanya bermain-main dengan nya, tapi melihat raut wajah nya seperti nya Alina serius.
Akhirnya ia yakin jika Alina memang menyukainya.
''Crazy," jawab Billy singkat padat dan jelas.
Kata simple itu mampu membuat pertahanan Alina runtuh.
Penolakan halus tapi sangat menyakitkan.
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya Abal Abal ini...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
__ADS_1
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
...šššš...