
Setelah itu Alina menarik tangan Billy untuk masuk ke dalam lift.
Dan Billy hanya bisa menurut.
Begitu pun juga dengan Alfan.
Ia menjadi tidak fokus, karena Alina sangat lah cantik untuk nya.
''Benar benar bidadari surga,'' gumam nya tanpa sadar.
Mereka seakan terhipnotis oleh kecantikan Alina.
Sampai sampai Billy tidak sadar, jika Alina sudah memeluk lengan nya.
Setelah itu lift kembali terbuka, dan ternyata itu adalah karyawan nya sendiri.
Mereka reflek menatap lengan itu baru lah Billy sadar, dengan apa yang di lakukan oleh Alina.
Billy berdebar, dan langsung melepaskan rangkulan tangan Alina, ia menghela napas nya dengan kasar karena Alina sudah datang ke perusahaan nya tanpa permisi.
''Jangan berburuk sangka, aku ke sini di suruh mama Sea untuk nganterin makan siang, Mama bilang kamu sering kali lupa makan," jelas Alina.
Seakan Alina tau jika Billy sedang mengutuk kedatangannya.
Entah mengapa setiap gadis itu ada di Jakarta pasti setiap hari datang ke kantor nya dengan banyak nya alasan yang ia buat, entah itu karena sedang patah hati, entah itu karena kekasih nya meninggal dunia, entah karena orang yang di taksir mengacuhkan nya, entah Alina sedang kabur dari rumah, entah itu karena ia kesepian dan banyak alasan lain nya yang tidak masuk di akal untuk Billy cerna.
Tapi ia masih berusaha sabar.
Mungkin dulu Billy tidak pernah mempermasalah kan semua itu, tapi sekarang sudah berbeda karena gadis itu sudah beranjak dewasa dan ia sangat risih di saat Alina bergelayut pada tangan nya, atau memeluk nya dari belakang dengan tiba-tiba.
Ada rasa yang tidak bisa Billy jelas kan, entah itu pada diri nya sendiri, atau pada orang lain.
Billy Manarik nafas nya dalam dalam, dan mengeluarkan nya lewat mulut.
Dan tibalah mereka yang di dalam lift keluar sekarang hanya tinggal mereka bertiga.
''Sekarang kita akan kemana?'' tanya Alina.
''Apakah kamu mau nemenin aku shopping?'' tanya Alina dengan wajah cantiknya.
Dan masih banyak lagi pertanyaan dari Alina yang tidak pernah mendapat kan jawaban dari Billy.
''Stop Alina, kamu tidak capek dari tadi ngoceh gak jelas,'' ucap Billy pada akhir nya.
__ADS_1
''Ya capek lah, tapi kamu tidak kunjung menjawab jadi aku terus bicara biar kamu jawab, dan benar saja kamu menjawab setelah capek mendenger ocehan ku,'' jawab Alina jujur.
"Kenapa kau ada di sini?" tanya Billy dengan raut wajah yang datar sembari memijat pangkal hidung nya.
Karena tiba-tiba saja ia merasa pusing dengan keberadaan Alina.
"Bukan nya aku sudah bilang jika aku di suruh mama Sea untuk ke sini, buat nganterin makan siang, tapi karena bekal nya ketinggalan di mansion jadi tugas ku hanya mengingat mu untuk tidak lupa makan, dan tentu saja karena aku sudah di sini aku juga ingin bertemu dengan mu, masa bertemu dengan Alfan?" Seloroh Alina sembari menatap asisten pribadi Billy dengan tajam.
Entah kenapa Alina terlihat tidak sukar dengan Alfan.
Padahal selama ini Alfan sangat baik.
Tidak pernah membuat masalah dengan Alina.
Tapi Alina selalu mengibar kan peran untuk laki laki tampan tersebut.
Alfan sendiri sebenar nya bingung, tapi ia tidak tau harus meminta pendapat ke siapa.
Karena bos sekaligus sahabat nya itu selalu bertengkar dengan Alina.
"Alfan...!" ucap Billy dengan menatap tajam pada asisten nya yang sedang tersenyum.
"Maaf Tuan." jawab Alfan dan dengan segera ia menundukkan kepala nya sembari menahan rasa ingin tertawa nya, karena baru kali ini ia melihat sahabat nya itu di buat tidak berkutik oleh seorang wanita.
Billy selalu bisa mengatasi permasalah apapun di kantor, atau dengan cepat menyelesaikan urusan nya dengan banyak orang, tapi percaya lah satu hal, Billy tidak memiliki harga diri jika di hadap kan dengan Alina baik dulu maupun sekarang.
Dan ujung ujung nya Billy akan selalu mengumpat dengan kata kata kasar, dan juga berusaha kabur, yang penting ia bisa lari dari Alina.
Dan sampai sekarang sikap Billy itu masih menjadi misteri untuk Alina.
"Alien, bukan kah sudah aku katakan tadi malam, jangan pernah datang menemui ku, jika itu bukan urusan yang penting, dan juga dengan alasan yang jelas, dan dengan lantangpun sudah aku katakan jangan mengganggu ku, please jangan bikin mood ku buruk seperti kemaren, karena hari ini aku sangat sibuk, aku harus meeting dengan klien, dan masih banyak lagi yang aku datangi." Ucap Billy dengan penuh penekanan di setiap kata kata nya.
Sedangkan Alina tidak terima dengan ucapan Billy, karena dia datang dengan tujuan yang jelas.
"Aku datang ke sini, karena aku ada perlu sama kemu, dan juga aku tidak ingin mengganggu mu, kedatangan ku juga jelas, aku tidak benar benar ingin menemui mu, jika mama Sea tidak memaksa, aku juga tidak akan datang, tapi karena sekarang aku ada di sini aku akan ingin ikut dengan mu, entah itu meeting, atau apalah aku tidak peduli, karena aku sedang senggang." Jawab Alina menjelaskan panjang lebar, dengan tersenyum sangat lebar hingga memperlihatkan lesung di kedua pipi nya.
Seketika Billy langsung terdiam melihat senyuman Alina yang jarang ia lihat.
Billy tidak sadar, jika dari tadi Alfan merekam aksi mereka berdua.
Karena suatu saat nanti itu akan menjadi kenang kenangan untuk mereka.
Sekalipun, mereka terlihat berantem, tapi mereka juga terlihat sangat romantis.
__ADS_1
"Sekarang kita jadi berangkat atau tidak?" tanya Alina dengan dengan riang, baru lah Billy sadar.
''Sial,'' umpat nya.
''Alina pulang sekarang!" perintah Billy dengan tegas.
''Ya gak seru dong, masa baru datang udah di usir.''
''Aku ke sini kan di suruh mama Sea,'' ucap Alina.
''Urusan nya sudah selesai,'' jawab Billy.
''Tapi aku ini tamu, tamu adalah raja, aku aja belum di kasih teh, atau di suruh duduk, kamu pikun ya, tadi malam kaki ku keseleo, dan tidak di harus kan untuk berdiri terlalu lama,'' balas Alina dengan akal buaya nya.
Ternyata bukan hanya laki laki yang buaya, perempuan juga bisa ha ha ha ha ha.
Billy masih diam tidak merespon ucapan Alina.
''Ini juga gara gara kamu,'' lanjut Alina.
''Kok aku,'' heran Billy.
''Karena kamu masuk tanpa permisi ke kamar mandi, sedang kan aku sedangโ
Belum juga Alina menyelesaikan kalimat nya sudah di potong oleh Billy.
Karena tadi malam saat Alina berada di dalam kamar mandi, tiba tiba Billy masuk tanpa permisi, karena refleks Alina langsung berbalik namun naas kaki nya ter gilir.
"Diam Alina! Kau boleh ikut tapi tutup mulut mu, dan jangan pernah berbicara sebelum aku menyuruh nya!" jawab Billy pada akhir nya, karena ia sudah tidak harus berbuat apa, untuk menghentikan Alina berbicara.
"Oke aku akan tutup mulut ku dengan rapat, biar tidak mengganggu konsentrasi mu." ucap Alina dengan tangan bergerak seolah sedang mengunci bibir nya.
"Good," jawab Billy tersenyum, dan ia langsung berjalan menuju mobil nya.
"Tapi Bi..."
"Aku sudah bilang tutup mulut mu!'' ucap Billy membalik tubuh nya dengan wajah yang kesal karena gadis itu melanggar kesepakatan mereka
"Tapi aku hanya ingin bilang, jika mobil mu sudah di bawa Alfan,'' ucap Alina.
''Haaaaah,'' teriak Billy frustasi.
Bab terakhir ya besti jangan lupa tinggalkan jejak.
__ADS_1