
Di dalam perjalanan Alina hanya menatap jalanan itu dengan tatapan kosong.
Alina masih belum bisa menerima dengan apa yang terjadi malam ini.
Pertunangan, memikirkan nya saja sudahlah membuat Alina sangat pusing.
Alina tidak pernah menyangka jika pentungan gan itu benar benar terjadi.
Di tambah dengan beberapa kejadian saat berada di dalam kamar mandi.
Perdebatan antara diri nya, dan juga Billy bukan seperti perbedaan dua sahabat.
Melain kan sebagai seorang kekasih.
Alina tidak ingin kepedean tapi meminta tatapan Billy i yakin Billy juga menyimpan perasaan untuk nya.
Tapi apapun itu Billy sudah melangkah maju, dan untuk mundur pun rasanya sangat sulit.
Karena itu bukan hanya menyangkut tentang diri nya sendiri, melainkan melibatkan dia keluarga, dan itu bukan masalah yang kecil.
Setelah sampai Alina langsung berendam air hangat agar ia tidak masuk angin.
Dan setelah itu Alina masih menyempatkan diri untuk mengecek sesuatu yang menurut nya penting, setelah itu ia langsung istirahat.
''Semoga semua ini hanya mimpi.'' Ucap Alina penuh harap.
Alina masih tidak bisa menerima nya, dan ia berharap apapun yang terjadi hari ini adalah sebuah mimpi.
Pagi hari nya keluarga Tyson pergi ke kediaman Wen.
Lebih tepat nya mama Sea.
Mama Sea sengaja datang hanya ingin meminta maaf atas perlakuan Billy ke Alina tadi malam.
Sedangkan Alina sendiri sudah melupakan kejadian yang menimpa nya tadi malam, hanya saja Alina masih merasa sangat kesal.
''Sebenar nya apa yang terjadi kenapa Billy sampai menyiram mu?" tanya mommy Luna.
Karena memang mereka tidak tau dengan jelas bagaimana kejadian yang sesungguhnya.
''Dia tidak menyiramku, dia menceburkan aku di kolam,'' jelas Alina.
''Bagaimana mungkin,'' heran mama Sea.
Ia tidak percaya jika Billy bisa bersikap seperti itu.
Alina pun menceritakan bagaimana awal nya itu terjadi, di awali dengan Alina yang pergi ke kamar mandi, dan di susul oleh Billy hingga di mana Alex menghubungi nya, dan terjadilah berdekatan antara Billy, dan dengan nya.
''Billy posesif banget," gumam mama Sea.
''Apa, ma?" tanya Alina karena ia tidak mendengar dengan jelas.
__ADS_1
''Tidak apa apa, sayang ," jelas mam Sea.
''Dan sebagai permintaan maaf dari Billy, Mama ingin memberikan sesuatu sama kamu," ucap mama Sea.
''Tapi perlu , Ma, kasih sayang Mama, dan Papa sudah cukup untuk Alina,'' jawab Alina dengan tulus.
''Apakah kamu akan menolak pemberian Mama?'' tanya Mama Sea dengan drama nya.
''Apa yang akan mama berikan ke Alina?'' tanya Alina penasaran.
''Bekerjalah dengan Billy sebagai asisten, atau enggak sekretaris nya, pergilah ke perusahaan Mama, dan kamu tidak bisa menolak itu.'' Jawab Mama Sea dengan tegas.
''Tapi Alina akan memimpin perusahaan dari Mommy,'' jawaban Alina menolak dengan halus.
''Hanya sementara,'' pinta Mama Sea.
Alina tidak langsung menjawab ia sedang berpikir, tapi mama Sea sangat memaksa.
Karena tidak bisa menolak permintaan dari Mama Sea, di sini lah Alina berada di sebuah kantor yang sedang di pimpin oleh Billy.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Alina masuk dengan memegang hand phone yang sudah tersambung ke mama Sea karena Alina tidak ingin di salahkan lagi oleh Billy.
''Sudah berapa kali aku kat-
''Ini aku,'' jawab Alina sebelum Billy marah marah tak jelas.
''Alien,'' kaget Billy.
Billy tidak ingin pekerjaan nya menjadi kacau karena keberadaan Alina.
''Ngapain kamu di sini?'' tanya Billy to the poin.
''Jika kamu hanya ingin membuat keru-
Belum juga Billy menyelesaikan kalimat nya Alina sudah menyela.
''Aki ke sini di suruh kerja jadi sekertaris kamu sama mama kamu,'' jelas nya to the poin.
''Bukan aku yang meminta, tapi mama kamu yang maksa, aku mana berani menolak permintaan sekarang ibu,'' jawab Alina.
''Atas dasar apa mama meminta mu untuk bekerja dengan ku di sini?" tanya Billy
''Atas dasar permintaan maaf, karena kejadian tadi malam," jelas Alina yang masih berusaha tersenyum sekalipun kepala nya sudah terasa nyut-nyutan.
''Percaya sama aku, aku sedang tidak menipu mu kali ini," jelas Alina serius.
Tapi sayang nya Billy tidak percaya dengan apa yang di kata kan oleh Alina karena selama ini terlalu banyak kebohongan yang Alina lakukan.
Alina selalu membuat alasan ini, dan itu hanya untuk mengganggu nya
Tapi kali ini percaya lah Alina sendiri sudah tidak mampu untuk berdebat dengan Billy.
__ADS_1
Mata nya terasa panas, di tambah dengan Billy yang terus mengoceh karena tidak percaya dengan ucapan nya.
Alina hanya bisa membuang nafas nya dengan kasar.
Entah lah saat ini Alina merasa jika Billy terlalu berisik.
''Apakah aku juga se berisik itu?" tanya Alina pada diri nya sendiri.
Dan tanpa membantah apa yang di kata kan Billy, Alina langsung memberikan hand phone nya pada Billy.
Billy yang tidak peka hanya berkata.
''Aku tidak butuh hand phone mu, jika aku mau aku mampu membeli dengan toko nya sekaligus," ucap Billy yang merasa sangat kesal.
Pekerjaan nya sangat banyak, ia bahkan sampai tidak sarapan.
Tapi ketenangan terganggu karena kehadiran Alina yang tak di sangka sangka.
''Bi, tenang, ku tidak ingin memberikan hand phone ku karena aku tau kamu lebih dari kata mampu untuk membeli nya, aku hanya ingin membuat kamu percaya jika kedatangan ku memang benar benar atas dasar suruhan Mama," jelas Alina dengan serius.
Sedangkan Mama Sea yang sedari tadi mendengarkan perdebatan antara anak dan putri sahabat nya itu merasa gemes sendiri.
Dia tidak menyangka jika Billy bisa mengucapkan banyak hal, dan itu terkesan sangat imut untuk di dengarkan.
Bahkan saking happy nya Mama Sea merekam semua perdebatan antara anak, dan calon menantu nya tersebut.
Amin kan saja ya bestie.
Alina memberikan hand phone nya.
''Sedari tadi sudah tersambung dengan Mama Sea," jelas Alina.
Mendengar itu Billy langsung bungkam, tapi ia juga tidak menolak hand phone Alina.
Alina sendiri tidak banyak tingkah hari ini karena ia merasa kurang enak badan.
Jadi, ia merasa males hanya untuk sekedar berbicara.
Setelah hand phone nya berada di tangan Billy, Alina menundukkan kepala nya ke meja di depan nya.
Kepala nya rasa nya sangat pusing saat ini.
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
...šššš...
__ADS_1