Pelabuhan Hati Alina

Pelabuhan Hati Alina
Salah orang


__ADS_3

Tidak ada pembicaraan yang serius.


Setelah selesai mereka langsung pulang.


Sedangkan Alina tidak tau harus bagaimana.


Mendengar Billy tidak menikah membuat semua nya jadi berantakan.


Otak nya, pemikiran nya, semua nya tidak sama lagi.


Alina juga tidak tau apakah ia akan ikut kembali bersama dengan keluarga nya atau tidak.


Waktu terasa sangat cepat hari ini mereka semua akan kembali.


Alina hanya bisa membuang nafas nya, dan ia memilih untuk kembali karena memang tempat nya bukan di sini.


Ucapan Axcel sangat mempengaruhi nya.


Dan Alina akan mencoba untuk mengikuti alur takdir nya.


Di memang sudah tidak berharap lagi dengan Billy, tapi bukan berarti ia sudah tidak memiliki rasa.


Di dalam pesawat pun Alina memilih untuk diam, dia hanya memejamkan mata nya karena perjalanan akan sangat panjang.


Alina termenung.


Dalam hati ia menatap kan untuk tidak lagi menumpuk apapun pada Billy.


Dulu dan sekarang berbeda.


Alina yakin dengan keputusan nya, hati boleh masih untuk Billy, tapi bukan berarti ia akan jatuh pada lubang yang sama.


Alina tidak ingin apa yang sudah ia capai mempengaruhi nya.


''Bi, entah bagaimana perasaan mu pada ku, aku tidak tau, tapi jika kamu akan mengungkit-ungkit tentang malam itu, aku akan jujur,'' batin Alina.


''Lagi pula jalan kita tidak akan lurus, orang tua ku tidak akan memberikan restu begitu saja.''


Mereka sampai, dan mereka langsung pergi ke rumah masing-masing tidak akan ada yang memberitahu kepulangan Alina.


Alina berjanji akan pergi menemui nya sendiri.


Setelah sampai Alina merasa heran dengan ekspresi mereka semua.


''Kalian tidak senang aku kembali?" tanya Alina.


Mereka tidak bergeming, sedangkan Alina merasa heran, karena memang Alina tidak mengetahui kejadian setelah ia pergi.

__ADS_1


Dan mau tidak mau Mommy Luna menjelaskan semua nya, Alina yang mendengar itu tidak tahu harus bereaksi seperti apa karena Alina juga mengerti semua itu demi kebaikan mereka semua, dengan rencana itu semua nya menjadi lebih baik, mereka belajar banyak hal, belajar untuk melepaskan kan ego, berjuang untuk menahan perasaan, belajar bagaimana harus bersikap ketika keadaan sedang kacau, mereka belajar itu semua, dan mereka juga bisa menghargai penting nya keluarga, saling menjaga satu sama lain, dan akan selalu berkomunikasi setiap hari.


Setelah ini Alina yakin kehidupan mereka akan menjadi lebih bermakna lagi, lebih ceria lagi.


Tapi Alina merasa geli sat Mommy menjelaskan bagaimana Mikha, Billy dan saudara kembar nya yang mengurung diri karena merasa ditinggal oleh diri nya.


Alina ingin menyaksikan kejadian itu tapi ia yakin itu tidak akan pernah terjadi, jadi yang bisa Alina lakukan hanyalah mengolok-olok sang kakak.


Axcel tidak terima tapi itu lah kenyataan, dan semua pelayan kini tahu kenapa sang majikan baik baik saja setelah Alina di nyatakan menghilang, karena dari awal mereka yang memegang kendali.


Sampai akhirnya Alina sadar ia tidak menemukan keberadaan seseorang.


''Di mana pak Broto?" tanya Alina.


''Kenapa kamu malah bertanya tentang nya dek,'' heran Axcel.


''Karena dia orang ku,'' jelas Alina.


''Dia yang memberitahu semua nya tentang keadaan kalian, dia mata mata ku, bahkan dia pernah terbang ke negara P hanya untuk mengantarkan pesanan ku,'' jelas Alina.


''What,'' mereka semua.


''Tapi kenapa dia tidak pernah cerita tentang Billy, sekalipun aku tidak tanya dia seharusnya memberitahu ku,'' kesal Alina.


Alina tidak menyesali keputusan nya untuk pergi, tapi ia sangat kesal karena tidak mengetahui apapun.


''Mama Sea lagi, mama Sea lagi,'' gumam Alina kesal.


''Tapi dia hebat juga ya, bisa memainkan banyak peran,'' jelas Alina.


''Padahal dia sendiri yang mengantar ku sampai pintu bandara, tapi dia seolah olah tidak tau apa apa, aku harus memberi nya apresiasi, tapi kedepan nya aku tidak akan mudah percaya lagi dengan nya," jelas Alina.


''Daddy juga berpikir seperti itu," balas Daddy Al.


Daddy Al juga tidak menyangka jika sopir kesayangan putri nya itu memiliki bakat terpendam.


Mereka semua mereka geli, dan setelah itu mereka beristirahat.


Malam hari nya Alina akan membuat kejutan untuk Mikha.


Alina akan mengerjai nya sedikit, dia akan pura pura menabrak Mikha.


Entah lah lihat saja nanti.


Alina sudah kang kalikong dengan ayah Viktor.


Alina sedikit waspada dengan para ibu ibu itu, jadi di setiap rencana nya Alina tidak akan memberitahu mereka.

__ADS_1


Setelah mendapat kan lokasi Mikha, Alina langsung mengendari motor sang kakak.


Orang tua nya sudah panik bukan main, mereka takut Alina kenapa kenapa.


Karena sedari kecil Alina bagaikan berlian untuk mereka.


Dan Axcel yang menjadi bulan bulanan ke dua orang tua, padahal percaya lah dia saja tidak paham kenapa orang tua marah marah, ia baru bangun dan langsung di ceremai.


Saat ini Alina sendiri sudah berada di sebuah cafe.


Karena Mikha sedang makan bersama dengan para pemegang saham.


Alina dapat melihat jika saat ini Mikha lebih terlihat dewasa.


''Ternyata apa yang di lakukan orang tua sekali pun itu tidak mengenakan akan membawa dampak positif bagi anak-anak nya,'' jelas Alina tersenyum.


Alina merasa kesal sendiri karena Mikha yak kunjung kunjung pergi, dan mau tidak mau ia yang harus memancing nya.


Alina sengaja jalan di samping Mikha, entah dia peka atau tidak, Alina pergi ke kasir untuk membayar.


Setelah itu ia pergi, sedang kan Mikha hanya menatap Alina, karena penampilan nya jauh berbeda.


Dia tampak lebih modis, tapi terkesan tomboi, dengan rambut yang di cat brown.


Bukan seperti Alina yang ia kenal jadi Mikha acuh sekalipun setelah nya ia sudah tidak fokus lagi.


Sampai akhir nya Alina berbalik, Mikha yang melihat itu hanya bisa menganga, jantung nya berdetak lebih cepat, dia bagaikan patung.


Air mata nya menetes, dengan langkah yang teratur Mikha mengejar Alina.


Mikha langsung memeluk nya dari belakang ia menangis dengan sangat kencang tanpa merasa malu pada orang orang di sekitar nya.


Alina yang melihat itu merasa geli, karena sebenar nya Mikha salah meluk orang.


Orang yang di peluk juga heran, ia ingin melepaskan tangan Mikha tapi Mikha memeluknya dengan sangat erat.


Sampai akhir nya Alina harus menegur nya jika tidak akan ada lebih banyak drama lagi.


''Ngapain kamu?" tanya Alina.


Mendengar itu Mikha sadar, dan langsung melepaskan pelukan nya.


Orang itu menoleh, dan Mikha langsung minta maaf karena salah mengenali orang.


Mikha langsung memeluk Alina, selain ia merasa terharu dengan kedatangan Alina yang baik baik saja, di juga merasa malu maka nya ia memeluk Alina dengan sangat erat.


''Memalukan,'' gumam Mikha.

__ADS_1


Lanjut besok ya bestie bye bye.


__ADS_2