Pelabuhan Hati Alina

Pelabuhan Hati Alina
Di luar kontrol


__ADS_3

Pagi hari nya Alina pergi ke perusahaan seperti biasa, dan di sana dia sudah melihat keberadaan Billy.


''Tumben banget datang pagi-pagi,'' gumam nya dalam hati.


''Hari ini tidak ada rapat pagi, tidak ada jadwal yang mengharuskan dia keluar dari perusahaan tapi kenapa dia terlihat sangat serius,'' ucap nya.


Melihat ke kepo an pada diri nya, Alina menyadarkan diri nya sendiri mengingatkan bahwa itu tidak baik untuk nya karena yang ada di dalam ruangan itu sudah menjadi milik orang dan dia tidak pantas untuk memikirkan nya, apalagi sampai memikirkan nya.


Saat Alina akan fokus pada pekerjaan nya ia mendenger suara langkah kaki, dan mau tidak mau ia harus mengangkat kepala nya untuk melihat siapa yang datang.


Dan setelah tau.


Deg


Alina merasa ad ribuan jarum yang menusuk hati nya.


''Ternyata ini alasan nya, mereka terlihat sangat akrab,'' batin nya.


Yups orang itu adalah Sintya yang sengaja datang ke kantor tanpa untuk bisa bertemu dengan Billy.


Karena ia ingin menunjukkan di kantor itu jika diri nya adalah pendamping Billy.


Agar di kemudian hari tidak ada orang yang bisa meremehkan nya.


Tanpa Sintya tau jika semua karyawan di perusahaan itu hanya ajan tunduk pada sang ratu siapa lagi kalau bukan mama Sea.


Mereka hanya patuh pada Billy sebagai anak dari pemilik nya.


Dengan kejadian itu banyak yang melapor kan kedatangan Sintya pada orang kepercayaan sang ratu.


Dengan begitu orang itu akan melapor.


Karena sejati nya mereka semua tau tentang perasaan Alina terhadap Billy.


Dan mereka lebih setuju jika Billy bersanding dengan Alina.


Karena mereka menganggap Sintya hanya ah benalu di dalam keluarga mama Sea.


Mereka tahu jika Sintya bukan gadis baik-baik.


Pasti ada niat terselubung di dalam nya, sampai sampai Sintya sangat menginginkan diri nya menjadi pendamping nya Billy.


Apalagi di hari pertunangan nya di ada kan keluarga Sintya memaksa nya untuk mengumumkan perjodohan itu di media sosial.


โ€‚Untuk apa?.


Jika bukan untuk menarik perhatian semua kalangan.


Ingin menunjukkan jika mereka sudah menjadi bagian dari keluarga Billy


Mungkin jika orang lain menganggap itu sebagai hal yang biasa, tapi tidak dengan orang-orang yang sudah paham dengan manusia ular seperti Sintya.

__ADS_1


Dan orang kepercayaan nya mama Sea langsung melaporkan kedatangan Sintya yang tiba-tiba.


Mama Sea menyuruh nya untuk tidak melakukan apa-apa, dan jangan buat keributan karena pada dasar nya, Sea, Vio, dan Luna adalah mama mama yang bisa di bilang mama bar bar yang tidak peduli dengan pandangan orang lain, jadi tak heran jika orang orang di perusahaan nya akan mengikuti cara nya, tapi itu semua masih berada di batas kewajaran


Meksipun begitu jiwa keibuan dan juga kewibawaan nya saat di kantor pantas di beri jempol karena mereka sangat lah profesional.


Sedang kan Billy hanya bisa membuang nafas nya dengan kasar saat Sintya menyapa nya dengan suara yang membuat nya jijik.


''Mau apa ini cewek ,'' batin Billy.


''Hay Bil,'' spa Sintya.


Tidak ada sautan dari Billy.


''Ngapain datang ke sini pagi pagi sekali?" tanya Billy to the point.


''Karena aku ingin mengajak kamu untuk melihat gaun yang sudah aku pesan," jawab nya.


''Untuk apa?" tanya Billy.


''Untuk acara pernikahan kita ," jawab Sintya.


''Gila ini cewek,'' batin Billy dengan jengkel.


Belum lagi sikap Alina yang menurut nya sangat lah aneh.


Billy memang meminta Alina untuk bersikap profesional.


Seharus nya ia senang karena Alina tidak lagi mengecoh pekerjaan nya.


Tidak lagi mengejar nya.


Tidak lagi membututi nya.


Tapi entah kenapa Billy merasa ada yang salah.


Billy merasa Alina sedang membuat rencana dan ia tidak tau apa itu.


Tapi yang pasti Billy yakin itu tidak akan baik.


''Bil kok kamu diem sih, aku ke sini di suruh papa kata nya biar persiapan itu selesai satu satu karena waktu yang di beri tidak banyak, pernikahan kita hanya tinggal 8 hari lagi, dan aku mau perfect,'' jelas Sintya panjang lebar.


''Aku lagi sibuk,'' ," balas Billy.


''Tapi ini untuk kita ," jelas Sintya.


''Ini untuk diri mu sendiri, dari awal aku sudah kata kan itu," jawab Billy tegas.


''Bil aku tidak terima dengan itu, aku akan menjadi pendamping mu seharus nya kamu bisa menghargai aku, dan memprioritaskan aku dalam segala hal," balas Sintya.


''Crazy.''

__ADS_1


Hanya itu yang Billy ucap kan.


Saat Sintya akan membuka mulut Billy langsung mengancam nya.


''Keluar dari ruangan ini sekarang juga, kamu membuat ku pusing,'' ucap Billy yang saat ini sangat emosional karena memikirkan Alina.


''Aku tidak mau,'' jawab Sintya dengan lantang ia masih kekeh jika ia bisa mengontrol Billy seperti yang ia lakukan pada laki-laki sebelum nya.


''Kau membuat ku jijik,'' jelas Billy.


Dan itu membuat Sintya mematung.


Kata kata jijik tie pernah ia dapat kan dari siapapun, tapi Billy dengan gampang nya mengatakan itu.


''Kau mengatakan apa?'' tanya Sintya ingin memastikan.


Billy tidak menjawab.


''Aku jijik melihat penampilan mu yang seperti jala*g ini.'-


''Ku keterlaluan Bil,'' ucap Sintya dengan sedih.


''Keluar atau kamu tidak akan menyesal, terserah gaun seperti apa yang kamu pilih, mau itu transparan atau kamu mau telan*ang sekalipun aku tidak peduli, dan jangan pernah melebihi batas kesabaran ku,'' jelas Billy serius.


Sintya tidak ingin mendengar apa yang Billy katakan.


Karena saat ini otak nya sedang bekerja untuk membuat Billy mengantar nya karena itu akan berpengaruh besar untuk nya di luar sana.


Dan dengan sangat lancang Sintya mendekat ke arah Billy.


Dan langsung menempel kan t*buh nya pada nya.


Karena Sintya yakin laki laki akan suka dengan itu.


Billy yang sudah sangat emosional langung mendorong Sintya dengan sangat kasar.


''Awww.''


''Aku bilang pergi ya pergi,'' teriak Billy tidak terkontrol bahkan Alina mendengar teriakan itu sangat jelas.


Dan mau tidak mau Alina keluar untuk melihat.


Dan Billy sudah menyeret Sintya dengan menarik rambut nya, dan itu sangat tidak baik untuk di luar.


Dan Alina yakin saat ini Billy sedang di luar kontrol.


Akan kah Alina menenangkan Billy atau akan membiarkan nya?.


Koment di bawah bestie.


...Selamat Merayakan Hari Kemerdekaan untuk seluruh rakyat Indonesia. Jangan lupa untuk memerdekakan diri sendiri. Kemerdekaan diri ditandai dengan berani dan enggak malu menjadi diri sendiri....

__ADS_1


__ADS_2