
Mendengar teriakan Billy semua orang langsung menatap mereka dengan penuh tanda tanya.
Bukan nya lebay tapi Billy hanya kaget aja.
''Tenanglah,'' pinta Axcel pada Billy.
''Aku kira dia pergi,'' ucap Billy dengan sedih.
''Tenanglah dia tidak akan pergi kemana-mana, kamu tahu sendirikan dia hanya anak kecil yang egois dan mau menang sendiri, dia tidak akan meninggalkan kita semua, palingan dia akan buat masalah setelah kami resmi menjadi milik orang lain,'' lanjut Axcel yang menjelekkan Alina.
Semua orang yang mendengar itu banyak menatap Axcel dengan tatapan acuh, bukan karena tidak sayang, tapi karena mereka kecewa. Hanya masalah kecil tapi dibesar-besarkan itu menunjukkan sikap kedewasaan, terlihat sangat kekanak-kanakan, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan hanya saja, mereka perlu mencari tahu, apa yang sebenarnya terjadi.
Masalah Axcel dengan Alina hanya lah masalah sepele hanya kesalahpahaman tapi Axcel sok menunjukkan jika ia orang yang paling benar.
Mikha yang mendengar itu hanya menatap Axcel dengan sinis.
''Ternyata benar kata orang, kamu hanyalah anak kecil yang selalu mengutamakan ego, seharusnya kamu cari tahu dulu baru menilai,'' jelas Mikha.
''Kau marah karena Alina yang meminta Fagan pergi," tanya Mikha.
''Biar aku beri tahu dia yang sudah membebaskan ku dari rasa sakit, dan kamu lah penyebab nya,'' lanjut Mikha.
''Kau mendorong ku untuk bersama dengan Fagan, tapi kamu tidak bisa mengeluarkan aku dari sana,'' lanjut Mikha.
''Dan satu lagi attitude nya tolong di jaga, kamu menuduh saudari mu sendiri, padahal sejak di dalam kandungan kalian selalu berbagi, jika pun kamu sangat membenci adik mu setidaknya jangan berkata hal yang menyakiti hati kedua orang tua," jelas Mikha emosi.
Saat ini dirinya terguncang karena ia yakin Alina bukan pergi untuk liburan melainkan lari dari rasa sakit yang ia rasakan.
''Maaf semua, aku pergi.''
Setelah berpamitan Mikha pergi.
Dan kebetulan Bunda Vio, dan ayah Viktor baru tiba.
''Sayang kamu mau kemana acara nya belum di mulai,'' ucap sang ayah.
''Mikha pergi sebentar Bun," jelas nya.
Semua orang tau Alina adalah segalanya untuk Mikha, mereka bagaikan raga, dan jiwa.
Bahkan Mikha lebih menurut ke Alina dari pada kedua orang tuanya.
__ADS_1
Sedangkan Axcel hanya mencerna semua ucapan Mikha.
''Sudahlah mari kita lupakan kejadian yang tadi,'' ucap Mama Sea mengambil alih situasi.
Tapi untunglah saat ini mereka berada di pojok jadi kejadian itu tidak terlalu ketara.
''Mana nih pengantin nya, kok belum kelihatan?'' tanya bunda Vio.
Karena ia tahu suasana di sana sangat canggung.
''Oh itu mereka lagi siap siap,'' jawab Mommy Luna.
''Padahal tadi Billy sudah ada di sini mana lagi tu anak," jelas mama Sea.
Sedangkan Billy memilih untuk mengistirahatkan pikiran nya sejenak.
Mendengar Alina tidak menghadiri acara pemberkatannya saja sudah membuat Billy tak karuan, apalagi ia mendapat kabar jika Alina memilih pergi berlibur.
Billy yakin Alina sedang tidak baik-baik saja.
Billy hanya berharap Alina bisa menjaga dirinya dengan baik karena hanya itu yang bisa dia lakukan.
Mereka terlihat sangat bahagia.
Berbeda dengan keluarga Billy, mereka seakan akan tidak peduli dengan pemberkatan tersebut.
''Kapan acara ini akan di mulai?" tanya Mommy Luna pada Mama Sea.
''Sebentar lagi tunggu saja mereka keluar,'' jawab mama Sea.
''Sebenarnya ada di mana mereka, sedari aku masuk aku belum melihat keberadaan Sintya?" tanya Mommy Luna dengan penasaran.
''Aku sudah memanggil mereka, tapi Billy bilang dia ingin bicara berdua dengan Sintya terlebih dahulu sebelum acara pemberkatan.'' jelas mama Sea.
Sedangkan Billy mengajak Sintya ke balkon kamar.
Billy menegaskan jika pernikahan ini tidak seharusnya terjadi, karena dia tidak akan bisa berbuat adil kepada Sintya, dia hanya akan bisa menyakiti nya, dia juga mengatakan jika dirinya tidak akan bisa mencintai nya karena ia sudah mencintai orang lain.
Billy tidak akan bisa mendalami perannya dengan baik seperti seorang suami yang akan mencintai istrinya, Billy tidak akan bisa membahagiakan diri jadi Billy minta untuk Sintya mundur.
Tapi sayang nya Sintya tidak peduli.
__ADS_1
''Sampai kapanpun aku tidak akan mundur, kamu tidak tahu bagaimana perjuangan ku sampai aku berada di titik ini. Aku tidak ingin kerja keras ku sia-sia selama ini, aku tidak peduli jika kamu mencintai orang lain, aku juga tidak peduli jika kamu tidak akan pernah mencintaiku yang aku tahu hari ini adalah kita akan menikah, setelah itu kamu akan menjadi suamiku dan aku akan menjadi istri mu," jawab Sintya.
''Jangan egois Sintya, pikirkan masa depan mu, aku tidak akan pernah bisa menyentuhmu. Aku tidak akan bisa memberikanmu keturunan, kamu itu dari awal,'' balas Billy dengan dingin.
''Dan aku tidak peduli, lakukan apa yang kamu mau, dan aku akan melakukan apa yang aku mau, percuma jika kamu ingin membatalkan nya sekarang tamu undangan sudah ada di bawah,'' ucap Sintya.
Sintya tahu jika dirinya sangatlah egois, dia sadar dengan apa yang dia lakukan hari ini, tapi dia juga tidak akan mundur karena Sintya yakin dia dapat meluluhkan hati Billy setelah mereka resmi menjadi suami istri.
Setelah pembahasan itu selesai Billy turun terlebih dahulu, sedangkan Sintya turun di dampingi oleh kedua orang tua nya.
Mommy Luna merasa sesak dengan semua kejadian yang ada di depan nya.
Semua tamu undangan menatap Sintya karena hari ini dia sangat cantik.
Semua pengantin akan menjadi ratu sehari tak heran jika mereka akan sangat mempesona di hari itu.
Tepat saat akan Billy menyambut uluran tangan Sintya tiba tiba Mommy Luna langsung bangun dari tempatnya dengan perasaan yang sangat gelisah.
''Ada apa Mom?'' tanya Axcel dengan berbisik karena tidak ingin mengganggu acara sang sahabat, kebetulan Daddy Al tidak ada di sana.
''Mommy harus pergi, lihatlah ini," ucap Mommy Luna.
Axcel melihat handphone sang mommy, dan mata nya langsung melotot.
Axcel kaget bukan main, siapapun yang melihat itu akan merasa kaget di mana terpampang sangat jelas itu adalah mobil yang Alina gunakan.
Tanpa permisi Mommy Luna pergi, sedangkan di depan sana Daddy Al juga sedang berlari menuju ke arah nya.
Mereka pergi dengan wajah yang tegang.
Saat Axcel akan pergi, langsung di tahan oleh ayah Viktor
''Apa yang terjadi ?'' tanya nya.
''Mobil yang di kendarai Alina mengalami kecelakaan Mommy, dan Daddy akan mengeceknya, Mikha juga sudah di sana,'' jelas Axcel yang langsung pergi.
Sedangkan Billy juga ikut menyusul tapi di tahan oleh Sintya.
Bagaimana ini bestie.
Lanjut gak???
__ADS_1