
Hari berganti, bulan berganti.
Tak terasa sudah hampir setahun Axcel pergi, dan keberadaan Alina masih belum di ketahui tapi seringkali ia mengirimkan pesan kepada sang Mommy.
Untuk memberi kabar dan menanyakan bagaimana keadaan Mommy, dan Daddy nya.
Alina selalu mengirimkan kegiatan nya pada sang Mommy.
Tapi aneh nya keberadaan alina tidak bisa di temukan.
Terus bagaimana keadaan Billy?
Dia masih sibuk dengan perusahaan, dan juga kuliah nya.
Tapi tidak pernah sekalipun ia melupakan tentang Alina.
Billy masih mencari keberadaan Alina, dan sampai sekarang ia masih belum menyerah.
Bahkan seluruh keluarga nya menyuruh nya untuk berhenti, tapi Billy tidak mau.
Mereka tidak ada yang tau kemana Alina pergi, tapi melihat ketenangan Mommy Luna, dan Daddy Al mereka tau jika Alina baik baik saja.
Tapi mereka semua diam, karena itu semua takdir yang harus mereka jalani.
Mikha juga sedang serius nya, dia ingin meraih kesuksesan bersama.
Tapi aneh nya sampai sekarang Billy tidak bisa menemukan dairy yang di berikan oleh Alina.
Entah dairy itu sudah ada di tangan orang lain atau tidak, Billy tidak tau persis nya.
Sedangkan Axcel juga sedangkan menyibukkan diri, ia mengelola perusahaan yang ada di negara x, dan juga melanjutkan kuliah nya secara bersamaan.
Saat ini Billy sedang sangat sibuk, dia sedang ada proyek besar, sudah dua hari dua malam dia tidak pulang, dan Billy bersyukur dengan itu, karena dengan kesibukan nya ia bisa melupakan tentang Alina sekali pun itu tidak akan bertahan lama.
Malam ini tanpa sengaja Billy bertemu dengan Mikha di sebuah jembatan.
''Itu Mikha," gumam Billy memastikan.
Billy mengadarai mobil nya lebih dekat, dan ternyata benar itu Mikha, Billy langsung menepikan mobil nya, dan berdiri bersama dengan Mikha.
Mikha awal nya kaget, tapi setelah tau itu Billy ia mengabaikan nya.
''Kenapa di sini?" tanya Billy.
''Aki merindukan kakak," balas Mikha apa adanya.
Jangan tanya siapa yang Mikha panggil kakak, hanya satu orang yaitu Alina.
Sedangkan untuk Axcel, dan Billy Mikha memanggil nya dengan sebutan nama.
__ADS_1
''Dulu kita memiliki mimpi untuk memiliki usaha sendiri sekalipun kecil tapi itu akan lebih bermakna karena itu hasil kerja keras kita,'' jelas Mikha.
''Dan sekarang aku ingin mengabulkan mimpi itu, tapi aku merasa sesak, di saat aku sudah siap untuk semua nya dia pergi meninggalkan kita tanpa sepatah kata pun.''
''Aku ragu apakah aku sanggup atau tidak, ku tidak tau akhir nya aku bisa atau tidak.''
''Lakukan apa yang kamu ingin lakukan, jangan pernah menjadikan Alina sebagai patokan karena aku yakin dia juga ingin yang terbaik untuk mu," jawab Billy.
''Jangan pernah membatasi diri dengan nya, itu akan membuat nya terluka,'' lanjut Billy.
Mikha menengadahkan kelapa nya berharap rasa bersalah itu bisa berkurang dari nya.
''Bil,'' panggil Mikha.
''Hem.''
''Kamu tidak merindukan nya?" tanya Mikha serius.
Mendengar itu Billy hanya tersenyum.
''Pertanyaan yang tidak perlu di jawab," jelas Billy.
''Bunda bilang, Alina bukan perempuan yang lemah, sekalipun fisik nya tidak sekuat laki laki tapi jiwa nya sangat kuat, bunda bilang jika Alina baik baik saja, tapi kenapa sampai sekarang ia belum kembali, aku ingin saat aku lulus dia menghadiri nya.''
''Bukan kah kamu juga mengharapkan kehadiran nya,'' lanjut Mikha.
Malam semakin larut, tapi mereka berdua masih larut dalam kesepian yang mereka rasakan.
''Hem,'' hanya itu jawaban nya.
''Mau aku anter,'' tawar Billy.
Mikha menggeleng.
Semenjak Alina pergi Billy semakin dekat dengan keluarga, sebisa mungkin ia akan pulang, dan mengunjungi mereka satu satu, begitu pun juga dengan Mikha.
Mereka berdua berharap dengan mereka melakukan itu, kesedihan para orang tua bisa terobati, apalagi Mommy Luna, dan Daddy Al.
Sedangkan di seberang jauh sana, ada seorang perempuan yang sedang memantau sesuatu ia ingin mengerjai nya.
Siapa lagi kalau bukan Alina.
Dia sedang mengikuti Axcel, dan ternyata Axcel akan rapat, dan mau tidak mau Alina harus menunggu nya di luar.
''Lama amat sih,'' gerutu nya.
Saat ini penampilan Alina jauh lebih fashionable dari pada yang dulu.
Rambut yang dulu nya panjang kini sudah pendek sebahu.
__ADS_1
Jika dulu Alina tidak suka dengan printilan kecil seperti jepit rambut, kalung, anting sekarang ia menggunakan nya.
Alina memulai hidup nya dengan ceria, tapi apakah nama Billy sudah tidak ada lagi di dalam hati nya.
Alina juga tidak tau, tapi yang pasti Alina sudah mengubur nama itu dalam dalam.
Tapi apakah terkubur semua?.
Hanya Alina yang tau.
Alina hanya tidak ingin membuang waktu nya dengan sia sia.
Memikirkan orang yang sudah menjadi milik orang.
Akian berhasil menjalani hidup nya dengan baik, berhasil mengelabui sang kakak, dia memilih satu kampus yang sama dengan sang kakak, satu jurusan tapi dalam setahun ini ia mampu bersembunyi dengan baik di belakang Axcel.
Dan sekarang ia ingin menunjukkan diri nya dengan Axcel.
Apa yang akan Axcel lakukan setelah melihat diri nya.
Tapi bagi Alina itu hanya sebuah hukuman untuk sang kakak.
Tidak mungkin Alina menampakkan diri nya lebih dari lima menit, karena apa yang ia inginkan masih belum terkabul sepenuh nya.
Alina menatap sebuah foto, di mana itu foto Mikha, dan Billy saat berada di jembatan.
''Aoa kabar kalian?" tanya Alina dengan senyuman.
''Tidak kah kalian merindukan ku?" tanya nya lagi.
Tak terasa alina meneteskan air mata nya, sampai detik ini Alina masih belum mengetahui tentang batal nya pernikahan Billy, dan Sintya.
Orang orang nya hanya memberikan laporan dengan apa yang ia minta.
Sedangkan para orang tua juga melakukan misi, mereka sangat menjaga privasi anak anak mereka, dan juga tentang berita pernikahan Billy yang gagal.
Mereka sudah mewanti-wanti pada semua orang yang bekerja di bawah mereka untuk tidak membocorkan informasi itu kepala Alina.
Karena para orang tua pun tidak tau siapa orang orang yang di percaya oleh Alina.
Saat Alina sibuk dengan pemikiran nya sendiri, ia kecolongan.
Karena saat ini Axcel sudah keluar dari ruangan nya, dan ia langsung berhadapan langsung dengan sang kakak.
Axcel mematung karena ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Seperti sang adik, tapi dengan penampilan yang berbeda.
Alina memanfaatkan diam nya untuk pergi untung saja tempat itu sangat ramai jadi ia bisa menyelinap untuk bisa keluar dari sana.
__ADS_1
Apakah Axcel mampu mengejar Alina?.
Tunggu di bab selanjutnya