Pelabuhan Hati Alina

Pelabuhan Hati Alina
Senjata makan tuan


__ADS_3

Axcel tidak menyangka dengan apa yang ia lihat. Tapi tiba-tiba orang yang menyerupai Alina itu sudah tidak ada di hadapan nya, orang itu pergi entah kemana, Axcel yang menyadari itu langsung mengejar perempuan yang mirip sekali dengan sang adik.


Tapi sayang nya dia tidak berhasil apalagi di sana sangat ramai.


Axcel merasa sangat frustasi, dia sadar dengan apa yang ia lihat tidak mungkin jika ia akan salah mengenali seseorang, sekalipun penampilan orang itu sangat lah berbeda dengan sang adik, tapi dia yakin jika itu Alina adik kembar nya.


Axcel terus mencari di sekitar bangunan itu.


Tanpa sadar air mata nya keluar tanpa di duga, rasa bahagia saat ini sedang menyelimuti nya.


Dia tidak pernah merasa kan hal ini sebelum nya.


Jika pun orang itu bukan Alina, Axcel akan tetap mencari nya.


''Aku tidak mungkin salah mengenali orang .Aku yakin dia Alina adek kembar ku,'' gumam Axcel.


''Alina!'' teriak Axcel.


''Aku tau itu kamu, sekarang keluarlah,'' lanjut nya.


Mendadak Axcel sudah menjadi pusat perhatian, dengan apa yang ia lakukan.


Tapi Axcel tidak peduli.


Dan ia langsung menghubungi seseorang.


''Bodoh,'' umpat nya karena orang itu teka kunjung mengangkatnya.


Axcel berusaha lagi, tapi juga tak ada jawaban.


''Sekali lagi gak di angkat, aku tidak akan merestui kalian di kemudian hari.''


Dan benar saja dengan umpatan itu seseorang itu mengangkat nya.


''Apa?" tanya nya dengan santai.


''Kama amat sih,'' gerutu Axcel.


''Aku lagi di jalan," jelas nya.


''Aku ada berita,'' ucap Axcel to the poin.


''Apa?" tanya nya lesu.


''Jangan bilang kalau kamu udah menghamili anak orang,'' lanjut nya.


Axcel tidak menanggapi karena ia tau orang itu saat ini sedang berada dimood yang buruk.


Axcel mengatakan apa yang ia lihat dengan singkat.


''Aku melihat Alina,'' ucap Axcel.


Dan benar saja detik itu tidak ada lagi pembicaraan.


Mereka seakan sedang berpikir dengan jelas, apakah itu mungkin.


Axcel menengadahkan kepala nya menatap langit.


''Billy kamu masih di sana,'' panggil Axcel.


Axcel, dan Billy mereka sudah layak nya keluarga, kepergian Alina membawa banyak perubahan untuk keluarga itu.

__ADS_1


Terlihat lebih harmonis, dan jug saling menjaga komunikasi satu sama lain.


Para orang tua senang dengan perubahan itu, dalam hati sangat bahagia.


Sekalipun Alina tidak ingin menunjukkan di mana diri nya, tapi setidak nya Alina masih sering memberikan kabar.


Sedangkan Billy jangan di syok bukan main karena tidak fokus Billy sampai menabrak tiang.


Braaaaaak.


Axcel yang mendengar itu kaget.


''Billy are you oke?" tanya Axcel cemas.


Tidak ada sautan.


Dan detik itu juga sambungan telepon terputus.


''Sial, bukan ini yang aku harapkan," gumam Axcel khawatir.


Karena tidak ingin terjadi apa-apa sama Billy, Axcel langsung menghubungi Mama Sea, Axcel meminta untuk mengecek keberadaan Billy, tak lupa Axcel juga menceritakan apa yang terjadi.


Dan Mama Sea langsung bergerak cepat.


Tak lupa ia juga memberikan kabar yang ia dengar kepada grup keluarga.


Dan mereka langsung heboh.


Menurut kalian apakah keberadaan Alina akan di temukan??


Mama Sea sekan lupa dengan keadaan putra nya tersebut, dia langsung mengendarai mobil nya menuju ke mansion Wen.


Begitupun juga dengan bunda Vio.


Sedangkan para suami masih belum pulang padahal saat ini sudah jam 23.00.


Jangan lupakan sekalipun para suami yang takut istri itu sedang sibuk, mereka tidak akan pernah melupakan keluarga nya, melihat grup keluarga ramai mereka langsung membuka nya, dan setelah sadar dengan apa yang terjadi mereka langsung memutuskan pulang.


Papa Sean menghubungi mama Sea, begitu pun juga dengan ayah Viktor.


Sedangkan mommy Luna sendiri sedang berbincang serius dengan Axcel.


Mommy Luna meminta penjelasan lebih detail kepada putra sulung nya tersebut.


Setelah beberapa menit para mama muda itu sudah berada di ruang tamu.


Di susul oleh para Papa papa kece.


''Apa yang terjadi ?" tanya Daddy Al.


''Axcel melihat Alina di sebuah restoran tempat ia mengadakan meeting," jelas Mommy Luna.


''Apakah dia tidak salah mengenali orang ?" tanya papa Sean.


''Apakah kamu lupa dia paling peka terhadap sesuatu, di tidak mungkin salah mengenal orang orang terdekat nya, dia memiliki mata yang tajam jika sudah menyangkut keluarga nya,'' jelas Daddy.


''Ya, kamu benar kak,'' jawab papa Sean.


''Apakah dia ada di sana?" tanya ayah Viktor yang mendadak linglung.


''Besar kemungkinan iya," jawab Daddy Al.

__ADS_1


''Tapi aku tidak bisa memastikan itu karena jika kita sampai menyelidiki nya itu akan sangat berpengaruh dengan kondisi anak-anak kita,'' lanjut Daddy Al.


''Kita sudah berada di tengah-tengah jalan, jangan sampai apa yang kit lakukan akan menjadi sia sia.''


''Bagaimana dengan anak anak kita?" tanya mommy Luna.


''Mereka akan bergerak untuk menyelidiki nya, tapi tidak harus menggagalkan nya," balas Daddy Al.


''Aku tau kita terlalu menekan anak anak, tapi untuk menjadi penerus dari kita itu tidak lah mudah, banyak para musuh, yang kita anggap kawan aja bisa menjadi musuh,'' lanjut Daddy Al.


''Aku sangat merindukan nya," gumam mama Sea.


''Aku juga," jelas bunda Vio.


Sedangkan mommy Luna nampak tenang, ia sudah bisa menetral kan perasaan nya sendiri, dan ia sudah bisa memecahkan ucapan Alina sebelum pergi.


Aku pergi bukan hanya untuk berperang dengan perasaan ku sendiri, tapi aku juga akan menjalankan sebuah misi


Itulah yang Alina ucapkan sebelum pergi.


Mommy Luna yakin jika selama ini Alina memilih untuk berada di negara yang sama dengan sang kakak.


''Dasar licik,'' batin Mommy Luna.


Tapi biar lah itu menjadi berita untuk nya.


Dan mommy Luna memutuskan untuk mengunjungi mereka berdua.


Setelah mendapat kan kesimpulan mereka akan menjalani peran masing.


Dan tiba tiba mama Sea ingat.


''Ya tuhan Billy,'' teriak nya histeris.


Mereka langsung menoleh, dan seakan bingung dengan teriakan mama Sea.


''Billy kecelakaan, aku mau ke sana sekarang," jelas mama Sea.


''Dia sudah berada di apartemen," jelas Mommy Luna.


''Syukurlah," balas mama Sea.


''Kamu tidak ingin tahu bagaimana Billy sampai ke apartemen?" tanya mommy Luna.


''Tidak perlu karena aku tahu, kakak yang melakukan nya," jawab mama Sea.


Karena sudah larut mereka memutuskan untuk istirahat di kediaman Wen.


Sedangkan Alina masih berada di tempat persembunyian nya.


Karena Axcel tak kunjung kunjung meninggalkan tempat itu.


''Dasar sialan emang tu orang,'' gumam nya dengan kesal.


Alina sudah capek, dan ia sudah mengantuk, tapi jika ia keluar Axcel akan menangkap nya.


Dan mau tidak mau Alina menghubungi sang Mommy, untuk meminta bantuan.


''Ini sih namanya senjata makan tuan,'' gumam Alina.


Apa kabar bestie?

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, and vote ya bye bye.


__ADS_2