
Lanjut bestie
Alina merasa sangat jengkel dengan sang kakak.
Tapi untung lah sang Mommy mau membantu nya, dan secara tak langsung Alina memberitahu keberadaan nya.
Mau gimana lagi jika tidak begitu Axcel tidak akan pernah pergi dari tempat itu.
Tapi untung lah sang Mommy mau membantu nya tapi dengan syarat sang Mommy akan mengunjungi nya, dan mau tidak mau Alina setuju.
Mau tidak mau Alina setuju.
Setelah Axcel pergi, Alina keluar dari persembunyian nya.
Kaki nya terasa sangat pegal, karena ia harus berdiri di sisi Axcel dengan tidak bergerak sama sekali.
''Kak Axcel,'' ucap Alina.
''Ini masih belum seberapa, aku akan buat kamu merasa di hantui oleh rasa bersalah mu itu,'' ucap Alina penuh dendam.
''Setelah aku harus hati hati, karena setelah ini pasti akan ada beberapa orang yang akan datang ke negara ini,'' ucap Alina penuh dengan strategi.
Alina sadar dengan dia menampakkan diri nya pada satu orang, itu akan menjadi sangat rumit karena mereka pasti mencari tahu gimana keberadaan nya.
Alina masih terasa betah di sana jam 03.00 pagi baru Alina pergi.
Kegiatan Alina selama ini hanya menjadi anak kuliahan yang baik, membangun bisnis yang ia rintis sendiri dari nol.
Selama ini Alina tidak memiliki waktu luang hany untuk bersantai, waktu nya selalu sibuk dengan hal-hal yang akan membuat nya berada di puncak di masa depan.
Alina ingin membuktikan jika apapun keadaan nya, apapun rintangan nya jika kita tidak menyerah semua apa yang kit ingin kan bisa kita genggam.
Alina menjalani hidup nya dengan penuh makna.
Jika dulu ia mengejar nilai hanya ingin membuktikan pada Billy, sekarang Alina ingin mempersembahkan semua yang ia raih pada diri nya sendiri, dan jug pada orang tua nya.
Dan Alina berjuang keras agar ia bisa lulus dengan cepat.
Malam ini mereka semua sedang sibuk dengan pikiran masing-masing, sampai pagi pun mereka tidak bisa memejamkan matanya.
Hari ini Billy tidak akan ke kantor, ia ingin istirahat sejenak agar bisa leluasa mencari keberadaan Alina.
Saat ia akan mengambil laptop nya, Billy menemukan anting Alina.
''Sejak kapan anting ini ada di sini,'' heran Billy.
Karena setahu nya di apartemen nya itu tidak pernah ada orang masuk kecuali diri nya sendiri.
Sampai akhirnya Billy sadar jika itu anting yang di tinggal kan Alina untuk sang mama.
__ADS_1
''Mungkin mama yang menaruh nya di sini,'' gumam Billy.
Dan memang benar kemaren mama Sea yang menaruh nya dengan harapan itu bisa menjadi pengobat rindu untuk sang putra.
Billy yang akan mengambil laptop nya tidak jadi dia mengambil anting itu dan tersenyum setelah nya.
Billy sekan gila jika sudah menyangkut tentang Alina.
Karena perbedaan waktu Paris, dan Indonesia kurang lebih enam jam jadi mereka tidak bisa berkomunikasi dengan Axcel semua mereka.
Dan Billy berencana untuk menyusul Axcel.
Dia akan pergi malam ini, di bahkan menyiapkan keperluan nya sendiri.
Saat Billy akan mengambil paspor nya ia menemukan buku diary Alina yang ia cari selama kurang lebih satu tahun ini.
Billy langsung mengambil, dan juga membaca di setiap lembar nya.
Di mulai dari Alina yang menyukai nya, di saat Alina mengikuti nya ke mana pun ia pergi.
Di saat Billy sedang merasa bosan, Alina dengan sengaja menempel pada nya agar Billy tidak bosan.
Sampai akhir nya Billy menemukan sesuatu yang menurut nya tidak ada yang tau tentang kejadian itu.
''Sintya,'' gumam Billy.
''Kenapa ada nama Sintya di buka ini, Sintya tidak pernah muncul di depan siapapun kecuali Axcel, tapi kenapa Alina menulis nama Sintya, dan lembaran nya kosong,'' heran Billy.
''Tapi jika ia tidak mungkin mereka tidak saling tegur sapa setelah bertemu,'' ucap Billy.
Billy kembali membuka lembaran buku itu, dan di sana juga kosong hanya ad sebuah gambar kotak,dan sebuah anting.
''Kenapa gambar nya, dan anting milik mama sama persis,'' heran Billy.
Sampai akhirnya ia teringat jika Alina juga memberikan nya kotak kecil.
Billy masih belum tau makna yang Alina tinggalkan untuk nya.
Billy mengambil kotak itu, dan langsung membuka nya, ada beberapa benda di dalam kotak kecil tersebut.
''Kenapa aku merasa takut hanya dengan melihat anting ini,'' gumam Billy.
Dengan tangan gemetar Billy membuka kotak kecil yang berada di dalam kotak itu, Billy membuka dan ada sesuatu yang di bungkus dengan tisu.
Dan ternyata itu adakah anting, yang sama persis dengan anting yang di tinggal kan oleh Alina untuk sama.
''Kenapa ini sama persis, dan punya mama jug tinggal satu, mama bilang mama tidak sengaja menghilangkan nya, tapi kenapa ada di sini,'' heran Billy.
''Apakah memang dari awal anting yang di pegang mama hanya satu,'' tebak Billy.
__ADS_1
''Tapi apa semua ini, kenapa terkesan sangat misterius,'' gumam nya.
Billy mengambil hand phone, untuk menghubungi Axcel, sekarang jam 06.00 pagi berarti di sana masih tengah malam.
''Bodoh amat lah mau tengah malam mau sore,'' ucap Billy.
Awal nya Billy merasa tidak enak tapi mengingat ini semua mendesak Billy pura puta tidak tau aja.
Billy menghubungi nya, dan siapa sangka langsung di angkat oleh Axcel.
''Situ waras,'' jawab Axcel setelah tersambung.
''Ini masih tengah malam di sini,'' lanjut nya kesal.
''Maaf lupa,'' jab Billy bodoh amat.
Tak lupa Axcel menanyakan tentang Billy, dan Billy menjawab apa adanya.
''Ada hal yang aku tanyakan,'' jelas Billy.
'' Kalau kamu nanyak tentang Alina, aku masih belum menemukan nya, tapi aku yakin dia Alina,'' terang Axcel.
''Nanti aku akan melacak nya, tapi aku ingin kamu lihat ini,'' ucap Billy dengan menunjukkan anting-anting itu.
''Kenapa?" tanya Axcel.
''Bukan kah ini milik Alina?" tanya Billy pura pura tidak tahu.
''Ya mana aku tahu," balas Axcel cuek.
''Coba lihat baik baik anting nya,'' pinta Billy.
Axcel menurut sampai akhir nya ia ingat.
''Itu anting hadiah ku setelah ia lulus SMP waktu itu," jelas Axcel.
''Kmu serius?" tanya Billy deg degan.
''Iya, aku membelinya secara khusus, coba kamu tekan bintang nya kalau masih berfungsi bintang itu akan menyala dan akan mengeluarkan huruf A," jelas Axcel.
Billy melakukan nya, dan benar bintang itu masih berfungsi.
''Kenapa anting itu ada di kamu, karena setau ku anting itu tinggal sebelah," jelas Axcel.
Tanpa menjawab Billy langsung mematikan sambungan telpon itu secara sepihak.
Dan itu membuat Axcel mengumpat karena kesal.
Ada yang tau tanda tanda yang di tinggal kan Alina untuk apa.
__ADS_1
Koment di bawah ya.