
Hari yang tidak diinginkan Alinea pun terjadi.
Besok adalah hari pernikahan Billy, dan hari terakhirnya juga menghirup udara segar di negara kelahirannya.
Besok dia harus rela meninggalkan negara yang beberapa hari ini ia tinggali tidak sampai sebulan, belum tuntas rasa rindu di hati Alina, belum puas bermanja-manja dengan kedua orang tua nya.
Belum puas bercerita banyak hal, belum puas ia merasakan kasih sayang dari kedua orang tua nya, tapi dia sudah harus pergi lagi, dan hari ini pun sang kakak akan pulang entah Alina harus bersikap seperti apa.
Rasa kecewa sudah tertanam di dalam hati nya, nomor sang kakak pun sudah ia blokir setelah hari pertunangan Billy, setelah hari itu juga dia membuat jarak dengan Mikha, membuat jarak dengan semua nya Alina hanya tidak ingin mereka mengasihani nasibnya.
Karena sebagian orang sudah mengetahui bagaimana perasaan Alina terhadap Billy.
Hari ini Alina pergi ke kantor seperti biasa tidak ada ekspresi ceria seperti biasanya wajah cantik nya hari ini Alina penampakan sikap datar.
Alina akan menyelesaikan pekerjaan terakhir nya di perusahaan Mama Sea.
Hanya tinggal beberapa berkas yang akan Alina kerjakan, baik Billy ataupun Alina berada di kantor pagi pagi sekali
Mereka terlihat sibuk dengan kegiatan masing masing. Alina harus menyelesaikan 3 berkas, dan itu adalah yang terakhir nya.
Semua berkas untuk satu bulan ke depan sudah terselesaikan bahkan sudah mendapatkan tanda tangan resmi dari Billy, jadwal Billy pun sudah tersusun dengan rapi, untuk satu bulan ke depan.
Alina bahkan sudah memberikan beberapa pekerjaannya kepada sekretaris Billy di mana, dia yang akan meneruskan pekerjaan nya.
Persiapan Alina sangat matang, perjuangannya pun tidak mudah, tapi ia bangga dengan diri nya sendiri.
Sekalipun pikirannya sangat kacau, mental nya dipertaruhkan, hati nya sangat berantakan, tapi ia bisa bersikap profesional Tidak melibatkan perasaan dalam pekerjaan.
Alina mengetuk pintu ruangan Billy dia akan meminta tanda tangan setelah itu tugasnya selesai.
Setelah mendapatkan tanda tangan, Alina pergi menemui sekretaris Billy karena dia yang akan memegang semua pekerjaan ini setelah ia keluar hari ini.
Sekretaris itu nampak heran karena Alina sudah menyelesaikan pekerjaan nya untuk satu bukan ke depan, bahkan jadwal Billy pun sudah tersusun rapi, lengkap dengan nomor telpon semua orang yang Alina dapat kan untuk mempermudah pekerjaan sang sekretaris.
Aluna beralasan ia akan pergi berlibur maka dari itu untuk satu Minggu ke depan ia tidak bis masuk.
''Kenapa kamu menatap ku seperti itu, apakah pekerjaan ku sangat berantakan?" tanya Alina heran.
__ADS_1
Sekretaris itu hanya menggelengkan kepalanya.
Alfan menatap aneh karena biasa nya, Alina akan bersikap menyebalkan di depan dirinya. Tapi hari ini Alina bersikap sangat baik udah itu membuatnya curiga.
''Apakah kamu stress karena besok adalah pernikahan Billy?" tanya nya.
Melihat Alina yang tidak merespon Alfan buru buru meminta maaf karena sadar ia salah berucap.
''Maaf aku tidak bermaksud menyinggung, aku hanya bingung dengan sikapmu yang seperti ini ," jelas nya lagi.
"Tidak apa-apa, tidak perlu meminta maaf, aku sadar jika dulu aku memang gila,'' jawab Alina tersenyum. ''Kamu tidak perlu khawatir, aku baik baik saja. Besok adalah pernikahan Billy, dan aku harus membantu, mama Sea untuk menyelesaikan beberapa hal, dan aku ingin minta maaf sama kamu untuk sikap ku, aku sadar aku sudah membuatmu tidak nyaman, aku harap kamu bisa memaafkan ku, dan satu lagi rahasia tentang liburan ku ke Billy karena ini adalah permintaan mama Sea, aku harap kamu bisa di percaya," jelas Alina.
''Kamu benar tidak apa-apa?'' tanya Alfan untuk meyakinkan dirinya sendiri.
Alfan memang tidak mengenal Alina dari kecil, tapi dia tahu Alina sedang tidak baik-baik saja.
''Kamu tidak perlu khawatir aku baik-baik saja, dan satu lagi saat aku pergi jagalah diri dengan baik, makan nya, tidur nya, jangan biarkan dia begadang, jangan biarkan dia banyak pikiran, jangan sampai kamu melupakan nya, atau aku akan marah sama kamu setelah aku balik," jelas Alina.
''Boleh aku memelukmu sebelum kamu pergi?'' tanya Alfan.
Alina yang mendengar itu hanya tersenyum, dan mengangguk kan kepala nya.
Sangat sakit, tapi ia harus tegar.
Alfan memeluk nya dengan sangat erat, entah kenapa Alfan merasa Alina tidak akan kembali lagi.
''Berbahagialah, di mana pun kamu berada,'' ucap nya setelah pelukan itu terlepas.
Alina hanya mengaguk, dan pergi setelah semua nya selesai.
Alina bahkan sudah memesan kan semua karyawan tanpa terkecuali untuk makan siang siang mereka sebagai tanda perpisahan.
Sejenak ia menetap bangun tinggi itu sebelum ia pergi.
''Good bye, dan terima kasih meskipun aku hanya beberap di sini tapi aku senang,'' gumam nya tersenyum.
Setelah itu tujuan nya pergi ke mansion Mikha untuk berpamitan akan Alina.
__ADS_1
Sampai di sana tidak ada orang, karena semua nya sedang bekerja tapi Alina tau sebelum makan siang mereka akan pulang.
Dan bener saja mereka semua datang.
Bunda Vio, dan ayah Viktor langsung memeluk nya dengan sangat erat.
''Kok gak bilang kalau mau ke sini?'' tanya ayah Viktor.
''Kalau Alina bilang pasti Alina akan merepotkan kalian,'' jawab Alina.
''Sudah makan siang?'' tanya bunda Vio.
Alina menggeleng,'' Alina sengaja ke sini biar bisa makan siang bareng sama bunda, dan ayah,'' jawab Alina.
''Kalau begitu ayo makan bareng,'' ajak ayah Viktor.
''Mikha kemana, Yah?'' tanya Alina penasaran.
''Dia bilang tidak bisa makan siang bareng karena sibuk ," jelas ayah Viktor.
Setelah itu mereka makan siang bareng setelah itu Alina memberikan hadiah yang sudah ia siapkan untuk ayah Viktor, dan bunda Vio.
''Jangan menolak jika tidak Alina akan sedih,'' linta Alina.
''Baik lah kami terima,'' jawab bunda Vio.
''Terima kasih sayang,'' ucap bunda Vio.
''Alina yang harus berterima kasih karena Alina bisa makan bareng sama kalian, anggap saja itu bayaran untuk makanan yang Alina makan," balas nya dengan senyuman.
Setelah itu Alina pergi, dan sekarang tujuan nya adalah pergi ke kediaman Tyson.
Butuh kekuatan ekstra untuk masuk ke sana, karena pasti di sana sudah banyak orang untuk mempersiapkan segala nya.
Belum juga Alina masuk ia sudah di peluk oleh mama Sea, bahkan mama Sea menangis di dalam pelukan nya.
Dan Alina tau kenapa bisa seperti itu.
__ADS_1
''Tenanglah, Ma, Alina baik baik saja.'' Hanya itu yang bisa Alina ucap kan.