Pelabuhan Hati Alina

Pelabuhan Hati Alina
Tanpa sengaja


__ADS_3

Mikha semalaman tidak ingin jauh jauh dari Alina, sampai Alina harus menginap di mansion nya.


Pagi hari nya Mikha bersiap siap untuk wisuda, dan Alina akan mendampingi nya, tapi ada sedikit kecewa yang Alina rasakan karena Billy tidak dapat menghadiri wisuda nya saat ini ia sedang berada di luar kota.


Untuk mengurus bisnis nya yang baru.


Berawal dari sebuah hobi kini menjadi usaha untuk Billy.


Billy membangun bisnis nya yaitu membuat sebuah game.


Dan dia sangat serius, tapi tidak meninggalkan tanggungjawab nya di perusahaan sang mama.


''Mom, dad,'' panggil Alina.


''Apa sayang?" tanya Daddy.


''Besok Alina harus pergi ke luar kota," jelas Alina.


Mendengar itu semua orang yang ada di sana menatap nya heran, dengan perasaan masing masing.


''Jangan salah faham, lagian aku tidak tau Billy ada di mana, aku hanya ingin mengurus beberapa hal, bisnis ku yang ada di luar kota mengalami penurunan, belum lagi aku akan membuat nya di sini," jelas Alina.


Karena ia tau semua orang berpikir yang tidak tidak.


''Butuh bantuan?" tanya sang Daddy.


''Jika Daddy ingin bantu, cukup sediakan sebuah bangunan untuk aku jadikan aku tempat usaha," balas Alina.


Sesuai keinginan mu princess," jawab Daddy Al.


Sedangkan Axcel hanya geleng-geleng kepala.


''Daddy akan buat dua bangunan yang satu untuk kamu, yang sati nya lagi untuk Axcel, biar kedepan nya kalian saling menjaga satu sama lain," jelas Daddy Al.


Sejauh ini tidak ada yang tau bisnis apa yang sedang mereka jalan kan, jika Billy lebih memilih untuk jujur, tapi Axcel, dan Alina tidak.


Dia ingin memberikan kejutan pada ke dua orang tua nya.


Billy, Axcel, dan Mikha sepakat untuk membuat bisnis sendiri dari hasil kerja keras mereka juga sebagai pengalihan dengan apa yang terjadi, dan memang benar jika kita melampiaskan dengan hal yang positif.


Hari ini Alina sedang sibuk untuk mengurus beberapa surat Yanga harus ia tangani, belum juga ia harus berurusan dengan surat izin yang kata nya ada sedikit masalah.


Mikha pun mendapat kan nilai yang sempurna setelah sesi foto foto mereka langsung pergi dengan kegiatan masing masing tidak ada kata santai untuk ke tiga keluarga tersebut.


Mika Excel dan Alina pergi ke sebuah Mall, mereka ingin memalak Axcel.

__ADS_1


Dan Axcel tidak bisa menikahi keinginan Alina, dia seakan merasa trauma dengan kehilangan Alina waktu itu.


Alina membeli semua keperluan nya, begitu pun juga dengan Mikha.


Mereka berdua terlihat sangat bahagia, tapi tidak dengan Axcel dia bagaikan pembantu bagi mereka, saat ini tangan Axcel sudah kerepotan membawa belanjaan mereka tapi dengan santai nya mereka bilang jika diri nya sangat payah.


''Aku akan buat perhitungan pada kalian setelah ini,'' ucap Axcel.


''Lakukan lah setelah kita selesai menguras isi kantong mu," jelas Mikha.


''Kalian memang tidak punya hati.'' Umpat Axcel.


Pagi hari nya Alina pergi dan kemungkinan ia akan menginap, dia mengendarai mobil nya sendiri.


Sedangkan Mikha, dan Axcel juga di perintah kan untuk mencari tempat yang mereka ingin kan.


Karena Daddy Al ingin menghadiahi mereka bantuan satu satu, dengan desain sama persis di bagian luar nya, sedangkan untuk bagian dalam nya akan di sesuaikan dengan fungsi nya masing-masing.


Alina sangat senang, ia tidak menyangka jika Tuhan sangat baik dengan nya.


Dia dulu sering berpikir kenapa Tuhan memberikan ia cobaan yang sangat menyakitkan, tapi sekarang Alina sadar jika semua itu adalah proses pendewasaan diri.


Alina sekarang tau, dan paham arti dari sebuah pepatah akan ada pelangi setelah badai.


Alina sedang merintis usaha di bagian kuliner, setelah ia memutuskan untuk pergi dia sering berada di dapur hanya untuk mengusir kesendirian nya, apalagi ia berada di Bali hampir dua bulan lama nya.


Dan dengan pengetahuan itu Alina mendapatkan beberapa resep yang ia temukan.


Alina menggabung kan beberapa makanan tradisional, dan modern.


Alina bangga karena masakan nya banyak yang menyukai nya.


Setelah Alina pergi Alina menyuruh seseorang untuk merintis usahanya tersebut, dengan komunikasi yang baik akhir nya restoran yang Alina jalani berjalan dengan baik.


Dan sekarang sudah ada dua cabang.


Tapi yang terakhir ini terkendala dengan surat izin, dan Alina harus turun tangan sendiri.


Ia sudah paham apa yang harus ia lakukan, karena ia juga sedang mengolah beberapa kantor cabang milik Mommy nya.


Setelah mengetahui permasalahan nya Alina langsung mengurus nya.


Setelah beberapa jam akhir nya Alina mendapatkan apa yang ia ingin kan.


Dan masalah nya hanya ada di tanda tangan milik Alina yang tidak sama.

__ADS_1


Karena malam Alina memilih untuk pergi ke sebuah restoran VVIP di mana di sana sangat lengkap seperti di sebuah club hanya bedanya tempat nya sangat privasi.


Saat masuk tanpa di duga di arah lain ada Billy yang juga sedang berada di sana.


Mereka hanya berpapasan tapi tidak menyadari kehadiran masing masing.


Alina masuk ke ruangan nya, ia hanya ingin menikmati suasana yang beberapa hari ini ia tinggalkan.


Di sana Alina selalu pergi ke sebuah club jika ada waktu senggang, hany untuk tenang tidak sampai mabok karena ia sadar tidak akan ada yang membantu nya jika terjadi sesuatu saat ia mabok.


Seperti malam ini, Alina hanya menikmati lagu, dan menyantap makan malamnya dengan santai.


Ada beberapa alkohol di depan nya, tapi tidak Alina sentuh sama sekali.


Setelah itu Alina mengambil hand phone nya untuk mengecek beberapa keamanan yang ia gunakan untuk usahanya, setelah di rasa aman Alina bersenang senang.


Alina meneguk alkohol tersebut, dan kepala nya yang ia goyang goyang kan dengan mengikuti sebuah irama.


Jam 24.35 Alina memilih untuk keluar dengan sedikit pusing, karena ia meminum terlalu banyak.


Alina melangkah kan kaki nya, dengan tangan yang sibuk mencari kunci mobil nya.


''Kemana sih,'' heran nya.


Karena tidak fokus Alina menjatuhkan semua isi tas nya.


Dengan kesla Alina memungut semua nya.


Sampai akhir nya ada tangan yang membantu nya.


Alina hendak mengucapkan terima kasih, tapi ia langsung membisu di tempat.


Karena ia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan Billy di sini.


''Dari semua tempat kenapa harus bertemu nya di sini,'' batin Alina.


Alina berharap ini hanya sebuah mimpi karena penampilan nya saat ini sedikit berantakan.


Dan tanpa aba aba Billy langsung memeluknya dengan sangat erat.


Bagaimana bestie.


Ingin mereka baikan atau Alina kembali menghindari Billy.


Koment di bawah

__ADS_1


__ADS_2