Pelabuhan Hati Alina

Pelabuhan Hati Alina
Billy& Alina


__ADS_3

Billy mengantar Alina untuk sampai di apartemen nya.


Di setiap langkah nya mereka sibuk berbincang-bincang.


''Untuk berapa lama kamu di sini?" tanya Billy.


''Sampai urusan ku selesai," balas Alina apa adanya.


''Kamu tinggal sendiri?" tanya Billy.


''Hem,'' jawab Alina.


''Apakah kamu tidak kesepian?" tanya Billy penuh makna.


''Tidak," jawab Alina datar.


Karena selama ini ia sudah terbiasa hidup sendiri, jika bosan pun Alina akan pergi ke luar untuk menghilangkan rasa sepi nya.


Billy memasangkan jas nya untuk menutupi pundak Alina agar tidak kedinginan.


Aluna hanya diam saja.


''Jika Kumu butuh teman, butuh teman curhat, butuh seseorang untuk menemani hubungi aku aja," jelas Billy.


''Nomor ku masih yang lama,'' lanjut Billy.


Alina tidak menjawab.


''Kau seharus nya tidak pergi malam malam begini, maksud ku tidak pulang terlalu malam,'' jelas Billy.


''Aku sudah dewasa, aku bisa menjaga diri ku sendiri," jawab Alina.


'' Tapi kamu perempuan, dan menurut ku kamu masih anak anak," jelas Billy.


Mendengar itu Alina kesal, dan langsung meninggalkan Billy di depan apartemen nya.


Alina tidak suka di sebut anak anak.


Entah kenapa dari dulu Billy selalu menganggap nya anak kecil, padahal umur mereka hanya berselisih beberapa bulan saja, sedang kan Mikha yang lebih muda dari nya bisa di anggap seorang wanita oleh Billy tapi kenapa dengan diri nya tidak.


Alina merasa panas dingin, dia tidak menghiraukan teriakan Billy.

__ADS_1


Sedangkan Billy hanya tersenyum melihat itu.


Tapi saat Billy akan berbalik dengan tiba tiba Alina membuka pintu apartemen nya, dan mengatai Billy dengan laki laki mulut sial.


''Dasar cowok bermulut sial,'' teriak Alina.


Yang langsung menutup pintu nya dengan kasar.


Billy yang mendengar itu langsung terdiam, tapi detik berikut nya ia tersenyum.


Bukan karena ia suka dengan umpatan Alina.


Karena Billy sadar jika ada perdebatan, pertengkaran di antara mereka berarti hubungan mereka sudah baik-baik saja, dan Billy akan memanfaatkan momen itu sebaik baik nya untuk menata hubungan mereka yang sudah berantakan.


Memang tidak mudah tapi ia yakin semua nya akan baik baik saja.


Setelah itu seperti biasa Alina langsung mandi, dan langsung beristirahat.


Saat ia hendak memejam kan mata nya, Alina mendapat kan pesan.


Dengan penasaran Alina membuka nya, dan ternyata itu dari Billy.


Alina sudah mentransfer semua data yang ada di hand phone lama nya ke yang baru.


Alina membuka nya, dan pesan Billy menanyakan apakah ia sudah makan apa belum, jika belum makan lebih dulu sebelum tidur, agar dapat tidur dengan nyenyak.


Membaca itu Alina jadi tersenyum.


Karena dari dulu Alina memang tidak pernah bisa marah terlalu lama ke Billy.


Dan mendapat kan pesan secara tiba-tiba tiba seperti itu membuat Alina seakan-akan melayang.


Tapi bukan Alina nama nya juga tidak jual mahal, Alina sengaja menundanya untuk membalas pesan itu, dengan menyiapkan tori yang akan ia santap sebagai pengganjal rapar seperti pemintaa dari Billy.


Setelah itu Alina menjelajahi hand phone nya.


Dan Alin baru tau jika selama ia pergi, Billy kerap kali menghubungi nya, entah dia menanyakan kabar, mengucap kn selamat pagi, sore, dan malam.


Menanyakan apakah ia sudah makan, bagaimana keadaan nya, dan semua nya.


Alina merasa terharu dengan nya, sampai akhir nya jari jari Alina terhenti ketika membaca curhatan Billy yang ia kirimkan pada nya.

__ADS_1


''Aku mungkin memang bodoh, aku mungkin laki-laki brengsek, yang takut untuk mengakui perasaan nya sendiri, takut dengan konsekuensi yang akan aku terima sampai akhirnya aku mengambil keputusan yang salah, dan itu membuat orang orang ku mulai jauh dariku, termasuk kamu, aku minta maaf untuk semua itu, Alina kamu tau aku sangat menyesal dengan semua yang terjadi, baik di masa lalu lalu atau pun di masa sekarang, aku tidak tau jika aku setidak berguna itu, aku minta maaf untuk semua nya, tapi aku ingin kamu tau, di antara aku, dan Sintya tidak ada hubungan apa apa selain perjodohan itu, tidak ada cinta di antara kita, perjodohan itu terjadi karena ada insiden yang mengharuskan aku untuk menyetujui nya, tapi itu tidak sampai pada tahap kita berhubungan, sekarang aku dan dia sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi, pernikahan itu sudah di batalkan, tidak akan kamu ingin kembali, aku janji di masa depan, aku akan menjaga mu dengan baik, akan menghargai semua keputusan mu, akan selalu bersikap baik dengan mu, akan selalu ada di sisi mu, aku yang akan mendampingi mu baik suka, maupun duka, jadi aku mohon kembali lah kepada ku, kembalilah ke pelukan keluarga kita mereka sangat menyayangi mu, begitupun juga dengan ku, i miss you alien.''


Alina sampai tidak tau harus bereaksi seperti apa.


Dia tidak pernah mengetahui jika Billy selalu mengirimkan pesan untuk nya.


Karena dia sudah menutup semua koneksi yang bisa menghubungkan nya dengan keluarganya.


Alina pikir kepergiannya bisa meredam semua yang ia rasa, tapi ia tidak tahu jika keputusan nya pergi sangat lah terdengar egois, tapi tak bisa di pungkiri jika ia juga merasa jika kepergian nya membawa dampak yang positif untuk semua nya.


Terbukti dengan kesuksesan mereka semua.


Dan untuk pertama kali nya Alina membalas pesan Billy.


Tanpa sadar air mata nya menetes.


Ia tidak pernah menyangka jika Billy sampai melakukan itu, apalagi ia sudah mendengar jika Billy tidak pernah menyerah untuk mencari keberadaan nya.


Tapi sampai detik ini Billy tidak pernah menanyakan tentang kepergian nya, tidak pernah menyenggol tentang itu.


Apa karena Billy terlalu lelah dengan semua itu, atau Billy sedang mencari waktu yang pas.


Karena hanya diri nya yang tau bagaimana kejadian nya.


Dan semua orang pun sudah berjanji jika mereka akan tutup mulut jika Billy menanyakan tentang kepergian nya, tentang kedatangan nya di mana Alina tinggal selama ini.


Mereka semua ingin Alina yang menjelaskan semua tapi sampai detik ini tidak pernah menyinggungnya.


''Apa dia marah ?" tanya Alina pada diri nya sendiri.


dan tanpa di duga Billy malah menelpon nya, dan itu membuat Alina kalang kabut.


Padahal Billy hanya menelpon biasa tapi Alina sudah panik seperti ini.


Sampai akhir nya dering hand phone nya berdering, dan itu menandakan jika panggilan itu sudah berakhir.


Dan Alina merasa kecewa dengan itu.


Sampai akhir Billy kembali menghubungi nya tapi kali video call, tidak ingin merasa kecewa untuk kedua kali nya tanpa pikir panjang Alina langsung mengangkat nya.


Bagaimana kelanjutan nya?

__ADS_1


Jangan lupa like koment and vote.


__ADS_2