
Alina masih berada di dalam mobil itu, sekalipun mobil itu sudah berhenti, Alina ingin mengatakan sesuatu pada Billy, tapi kata-kata itu tidak mau keluar dari mulut nya jadi nya Alina memilih untuk diam.
Begitu pun juga dengan Billy.
Mereka sekan mereka terjebak dalam situasi seperti ini.
Sampai akhir nya Billy yang memulai nya.
''Apa kabar?" tanya Billy.
''Basa basi amat," jawab Alina.
Mendengar itu Billy hanya tersenyum kikuk, dari dulu sampai sekarang ternyata ia masih kikuk jika di hadapan Alina.
Dan Billy mengerutuki kebodohan nya itu karena dulu tidak dapat menebak apa yang ia rasa kan.
Tapi sekarang Billy tau, dan sadar jika kekikukan nya itu menandakan ada rasa untuk Alina.
''Kapan kmu kembali?" tanya Billy.
Kini mereka saling tatap, dan lagi lagi tatapan mereka berdua, dan terkunci satu sama lain.
Setelah sadar mereka mengalihkan pandangan masing-masing.
''Dua hari yang lalu," jelas Alina.
''What,'' ucap Billy kaget.
''Kamu pikir aku tuli ," balas Alina sinis karena Billy berkata dengan sangat keras.
''Kamu tiba di sini dua hari yang lalu tapi kamu tidak memberitahu ku,'' kata Billy kesal.
''Aku hanya ingin memberikan kalian kejutan untuk tapi sayangnya, kamu tidak datang di acara wisudamu sendiri, jadi aku hanya menemani Mikha. Bukan salah aku karena kita bertemu," jelas Alina.
Dan Billy mengiyakan saja padahal ia sangat kesal.
''Kamu menginap di mana?" tanya Alina.
''Di hotel xxxx," jelas Billy.
Mendengar itu Alina jadi tidak enak hati.
Karena tempat itu bertolak belakang dengan arah nya, dan mau tidak mau Billy harus memutari nya lagi, dan itu lumayan jauh.
''Maaf merepotkan mu,'' ucap Alina tulus.
''Aku hanya tidak ingin kamu aman, dan untuk mobil mu akan di urus oleh bawahan ku," jelas nya.
Alina hanya mengaguk.
''Mau mampir dulu?" tanya Alina basa basi.
''Tidak ini sudah cukup larut," tolak Billy secara halus.
Dan Alina menyetujui nya.
Setelah itu mereka berpisah.
__ADS_1
Karena terlalu lelah Alina langsung tidur, besok banyak hal yang harus ia urus.
Belum lagi pembangunan itu akan Alina rombak lagi.
Karena luas nya tidak sesuai dengan keinginan Alina.
Dan juga ada beberapa hal yang harus Alina selesai kan dengan cepat.
Alina ingin membuat semua nya menjadi sesuai dengan perhitungan nya.
Dan Alina akan mewujudkan keinginan nya sedari kecil untuk menjadi pembisnis yang hebat.
Saat ini mereka berempat bukan hanya sibuk mengejar mimpi nya tapi juga sedang berperang dengan diri nya sendiri.
Pagi hari nya Alina langsung mengunjungi tempat yang baru, dan di sana sudah ada beberapa pekerjaan nya.
Alina menjelaskan dengan detail apa yang ia inginkan, dan apa yang harus di rombak.
''Aku ingin cepat, jadi setelah ruangan ini selesai, akan ada orang yang akan menyelesaikan nya, fokus pada tugas masing-masing," jelas Alina.
Mereka mengangguk kompak karena aura Alina sangat lah berbeda, di nampak lebih berkarisma, dan juga sangat tegas, sangat persis dengan pembawaan Luna, dan pantas untuk menjadi penerus nya.
Setelah itu Alina pergi ke sebuah kafe untuk mencari referensi.
Alina berkeliling dia pergi ke berbagai restoran, dan satu yang ia tangkap, cafe yang rame cenderung memiliki nuansa ya g santai, dan Alina juga akan melakukan itu tapi dengan versi nya.
Saat hendak pergi Alina tidak sengaja melihat Billy yang juga ada di cafe tersebut, tapi Billy tidak melihat nya.
Alina langsung pergi karena ia harus menemui sahabat sahabat nya yang baru datang dari Paris.
Dan kebetulan mereka juga berasal dari negara yang sama.
Saat ini mereka juga sedang merintis usaha nya sendiri.
Saat ini mereka sengaja pergi ke Alina karena lagi, dan lagi mereka sedang ada usaha di sana.
Mereka saling curhat, satu sama lain, saling menanyakan kabar, dan sebagai nya.
Tapi ada yang mengusik ketenangan Alina saat ia melihat Billy sedang berjalan dengan seorang perempuan tepat di pinggir jalan.
Dan Alina tau jika mereka akan masuk ke restoran yang ada di depan nya.
Ingin rasanya Alina mengejar nya, tapi ia urungkan karena ia tidak berhak dengan itu.
Setelah itu mereka berbelanja, dan malam nya mereka memilih untuk ke sebuah bar terbesar di kota itu.
Karena malam ini Caca akan berulang tahun, Caca bahkan sudah mengundang banyak orang hanya untuk merayakan nya.
Alina hanya geleng-geleng kepala karena pada dasarnya rata rata teman teman nya memang berasal dari orang berada.
Alina juga sudah berbaur dia bahkan sedang berjoget dengan riang.
Tidak ada yang berani menyentuh nya dengan sengaja karena mereka masih ingin hidup tenang.
Mereka semua tau siapa Alina sebenar nya.
Setelah Caca selesai meniup lilin, Alina pamitan karena ia takut ada yang melaporkan pada orang tua nya jika ia masih berada di sana.
__ADS_1
Alina pikir mereka akan melarang nya pergi, tapi siapa sangka mereka malah menyuruh nya cepat pergi.
Bukan karena takut pada kekuatan orang tua Alina, tapi mereka selalu menjunjung tinggi persahabatan.
Saat Alina ingin masuk mobil nya ia berpapasan dengan Billy.
Yang seperti nya ia sedang sedikit mabok.
Tanpa ingin membantu Alina pergi begitu saja.
Tapi siapa sangka ia malah di hadang oleh Billy.
''Anterin aku pulang,'' pinta nya.
Alina tidak menjawab ia hanya menatap Billy dengan bingung
''Mobil ku kenpes," jelas Billy apa adanya.
''Aku tidak mabok,'' lanjut Billy karena ia tau Alina sedang memikirkan nya.
''Ke apartemen mu dulu, nanti mobil nya aku bawa," jelas Billy.
Melihat Alina tetep diam, Billy menganggap Alina keberatan dengan keberadaan nya.
''Baik jika kamu keberatan, aku akan panggil taxi aja.''
Mendengar itu Alina langsung menahan Billy.
''Siapa bilang aku keberatan,'' jawab Alina.
Mendengar itu Billy tersenyum.
Alina menjalan kan mobil nya, Alina penasaran dengan apa yang Billy kerjakan.
''Sebenar nya apa yang kamu kerjakan?" tanya Alina.
''Bekerja," jawab Billy enteng.
''Bukan nya kamu sedang memulai usaha?" tanya Alina kepo.
Billy mengaguk.
''Di bidang apa?".
''Aku sedang bekerja sama dengan beberapa orang untuk menciptakan sebuah geme, di mana game itu bisa menjadi teman di saat kita sedang butuh teman, bisa mengobrol dengan banyak orang juga, bertukar pikiran satu sama lain," jelas Billy.
''Kamu serius?" tanya Alina takjub.
Bully mengangguk.
''Rancangan game itu sudah selesai hanya saja ada beberapa yang harus di perbaiki," jelas Billy.
Alina merasa bangga dengan Billy karena Billy mau keluar dari zona aman nya sebagai pengusaha.
Alina hanya berharap Billy segera menyelesaikan nya, dan Alina jug tak habis pikir kenapa ia selalu di pertemukan dengan Billy.
Alina membuang nafas nya dengan kasar, berbicara jika itu hanya lah pertemuan biasa.
__ADS_1
Maaf ya bestie kemarin kemarin nya jarang up lagi ada kepentingan keluarga.
Jangan lupa tinggalkan jejak.