Pelabuhan Hati Alina

Pelabuhan Hati Alina
Pikun


__ADS_3

Billy merasa jika hidup nya akan pendek jika selalu berhadapan dengan Alina.


Tapi bila tidak bisa melakukan apa-apa.


Seakan-akan kehadiran Alina membuatnya kikuk tujuh keturunan.


Billy tidak tahu apa yang terjadi pada diri nya.


Sampai sampai ia bisa melupakan apapun.


Sedang kan saat ini Alfan sudah berada di restoran.


Tapi setelah beberapa menit dia menunggu Billy tidak kunjung datang.


Padahal restoran yang di adakan untuk meeting sangat dekat dengan perusahaan.


''Mereka kemana sih,'' ucap Alfan.


Karena tadi Alfan di suruh pergi lebih dulu oh Billy.


Padahal Alfan sangat menyukai interaksi keduanya yang seperti tom and Jerry.


Sedangkan saat ini Billy, dana Alina masih berdebat.


Lantaran Billy yang di katai pikun oleh Alina.


''Aku gak ya bikin ya Alien,'' jelas Billy.


''Ya, ya gak pikun, cuma sering lupa aja,'' jawab Alina yang tidak ingin kalah dari Billy.


''Alien ka–


''Alina bukan Alien, jangan bikin orang sakit ya Billy.''


''Kamu tau tidak, jika nama di rubah rubah akan membuat orang yang memiliki nama akan sakit, karena nama itu sud–


''Stop,'' ucap Billy dengan tegas.


Alina langsung diam, karena sejujur nya ia kaget dengan bentakan Billy.


''Dasar edan,'' gumam Alina, tapi masih dapat di dengar oleh Billy.


Mereka berada mendekat ke arah mobil Alina, karena mobil Billy sudah tidak ada.


Alina masih menggerutu, tapi pikiran nya sedang berpikir keras, kenapa Billy seringkali membentaknya sekalipun itu hanya hal kecil.


Alina merasa tidak punya salah dengan Billy, sampai akhirnya ia duduk di jok belakang.


Tapi suara Billy menyadarkan nya.


''Turun.'' Ucap Billy dengan datar.


''Sekarang apalagi Billy, aku sudah di mobil cepetan nanti kau terlambat,'' jawab Alina kesal.


''Turun Alina.''


''Iya iya aku turun," jelas Alina.


Sat Alina melewati Billy Alina langsung menginjek kaki Billy, karena Billy masih berada di luar mobil.

__ADS_1


''Alieeeeeeen.'' Teriak Billy.


''Jangan teriak-teriak Bi, ini bukan hutan kamu kayak Tarzan aja,'' ngomel Alina yang membuat Billy tidak bisa berkutik lagi untuk melawan nya.


''Baik lah sekarang masuk aku yang ak–


Belum selesai Billy mengatakan apa yang ingin Ia katakan, Alina sudah masuk lebih dulu dan setelah nya.


BRAK


Suara pintu mobil di tutup dengan sangat kencang.


Dan pelaku nya adalah Alina.


Alina merasa sangat kesal hingga keubun ubun nya, ingin rasanya ia ingin mencaci maki laki-laki tersebut. Tapi tidak bisa, karena di hati nya sudah tertanam rasa cinta laki laki tersebut, dan cinta itu sangat lah besar.


Satpam yang ada di sana pun sangat kaget begitu pun juga dengan Billy.


Bahkan mobil itu sampai bergoyang.


''Sial,'' umpat Billy.


Dan setelah itu Billy langsung naik untuk melajukan mobil Alina dengan kecepatan sedang.


Alina paham kenapa Billy menyuruhnya turun karena ia duduk di belakang, dan secara tak langsung Billy akan menjadi sopirnya.


Beberapa menit setelah nya Billy mendapatkan protes dari Alina.


''Cepetan dong Bi bawa mobil nya, lelet amat kayak siput aja,'' ucap Alina dongkol.


''Ini sudah cepat Alien. Bisa diam gak? kalau kamu nggak diam aku turunin di jalan mau?'' ancam Billy.


Tidak ada pembicaraan, mereka berdua sama sama bungkam, hanya terdengar suara mobil.


Billy hanya melirik Alina sekilas, begitu pun juga dengan Alina.


Tidak ada yang membuka obrolan tidak seperti tadi yang sangat berisik.


Ternyata berduaan di dalam mobil bukan hal yang baik, terbukti kedua nya merasa canggung.


Alina sibuk dengan pikiran nya sendiri, ia juga merasa bingung karena ia sudah mendapat kan beberapa rekomendasi kampus yang bagus untuk meneruskan studinya.


''Bi,'' panggil Alina.


Billy hanya melirik tanpa mau menjawab.


''Kamu ingin melanjutkan pendidikan mu atau tidak?" tanya Alina.


''Penting buat kamu tau ," balas Billy datar.


Alina mengangguk kan kepalanya.


''Aku akan lanjutkan kuliahku tapi aku gak tau harus di kampus yang mana,'' terang Alina.


''Menurutmu kampus mana yang paling bagus ?" tanya Alina.


''Jangan pernah melibatkan aku di dalam keputusan mu, aku tidak ingin ikut campur," jawab Billy.


''Aku kan hanya tanya, gak di jawab juga gpp kenapa kamu sangat sewot," balas Alina sinis.

__ADS_1


Billy hanya mengangkat bahu nya acuh petanda ia tidak peduli.


''Ingat satu hal Alina jangan mengacaukan meeting ku.''


''Iya iya aku tau," jawab Alina.


''Jangan berbicara sebelum aku mengizinkannya.'' Peringatan dari Billy tak main-main, dan Alina akan patuh kali ini.


Setelah mereka sampai, mereka langsung di sambut oleh Alfan.


''Kalian lama banget sih, sampek jemuran tahu nunggu nya,''protes Alfan yang langsung mendapat tatapan tajam dari Alina.


Sejak Alina turun dari mobil Alina tidak membuka mulutnya sama sekali.


Karena ia sudah berjanji tidak akan membuka mulut nya jika Billy tidak mengizinkan.


Alfan yang melihat perubahan Alina hanya menatap heran.


Tapi dia tidak berani bertanya.


Karena dia malas mendengar ocehan tak jelas dari sahabat bos nya tersebut.


Yang entah lah akan menjadi sahabat, atau ke depan nya mereka akan membina rumah tangga bersama.


Hanya Tuhan yang tahu, dan Alfan berharap itu terjadi.


''Apakah sudah datang?'' tanya Billy.


Alfan menggeleng kan kepala nya.


''Tadi asisten nya mengatakan jika em m m klien kita mengalami kemacetan,'' jelas Alfan yang sedikit gugup, karena di tatap Alina.


''Baik lah kalau begitu kita tunggu di dalam.''


Mereka semua masuk, tapi Billy menghentikan Alina.


''Kamu tunggu di luar ini meeting bukan acara keluarga,'' ucap Billy tegas.


Alina hanya mengangguk kan kepala nya saja.


''Jangan pernah membuat keributan, atau aku akan membuat banner di perusahaan untuk melarang mu masuk,'' lanjut Billy.


Lagi dan lagi Alina hanya mengaguk.


''Kenapa kamu diam aja, bicaralah,'' ucap Billy.


''Kan tadi Kamu sendiri yang bilang aku harus diam dasar pikun.'' ucap Alina langsung bereaksi setelah dapat pertanyaan dari Billy.


''Dasar pikun,'' ejek nya lagi.


''Kau sangat menyebalkan, aku ingin sekali mencekik mu hari ini,'' jelas Alina yang merasa sangat kesal dengan tingkah Billy.


Hari ini kesabaran Alina di uji.


Pancaran sang mentari pagi merupakan pancaran untuk masa depan, tatap lah ke depan untuk menggapai sebuah impian, tapi jangan pernah lupa untuk menoleh ke belakang. Gunakan lah kenangan hari kemarin sebagai pelajaran di hari ini, dan juga esok. Jangan sampai melupakan hari kemarin, karena kamu tidak akan dapat menjadi lebih baik apabila tidak belajar dari sebuah kesalahan di hari kemarin, mengakui nya, dan memperbaiki nya. Selamat pagi masa depan gemilang.


...Dan author minta bantu like koment and vote ya bestie....


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2