
Mereka yang ada di ruangan itu tidak melakukan apapun.
Mereka hanya bisa mendengarkan Daddy Al yang marah.
Tidak ada yang berani mencegah ataupun menyuruhnya untuk berhenti.
Karena mereka yakin itu yang terbaik untuk semuanya, Daddy Al yang akan menjadi kepala keluarga jika sudah menyangkut dengan ketiga keluarga itu.
Mereka mempercayakan semuanya pada daddy Al termasuk para orang tua sekaligus.
Mikha, Billy dan Axcel hanya bisa menunduk karena mereka sadar mereka sudah melakukan kesalahan besar. Mereka yang membuat masalah tapi, mereka tidak bisa menyelesaikan nya, dan malah membuat semua nya tambah runyam, sehingga orang tu kena dampak nya, perusahaan juga ikut terseret.
Mereka tidak berpikir dewasa. Mereka terlalu mementingkan ego, tidak bisa berpikir dengan kepala dingin, selalu mengutamakan perasaan.
Padahal mereka tahu perasaan bisa membunuh siapapun, dengan mereka berlarut-larut masalah tidak akan menghilang begitu saja, dengan berdiam diri mereka tidak bisa mengubah segalanya kejadian yang sudah membuat nya hancur.
''Maaf," ucap Billy.
''Apa gunanya minta maaf, mau menyalah kan diri sendiri juga rasanya percuma, perusahaan juga ikut ke dalam masalah pribadi, bukan kata maaf yang kami inginkan tapi kebangkitan kalian, jika kalian memang benar-benar menyesal pikiran kan apa yang akan kalian lakukan setelah ini, tapi jika kalian sungguh sungguh kalian harus bisa memperbaiki semua nya, kembalikan saham yang menurun, kembalikan kepercayaan orang-orang yang sudah mulai meragukan kinerja kalian. Tunjukkan pada kami sebagai orang tua yang mendidik kalian. Tunjukkan pada mereka semua jika kalian bisa di andalkan, ambil posisi kalian, dan buktikan jika kalian pantas menjadi penerus dari kami," jelas Daddy Al dengan tegas.
Itulah kenapa mereka setuju Daddy Al menjadi kepala keluarga di tiga rumah tangga itu.
Karena Daddy Al akan selalu bersikap tegas kepada siapapun.
Tidak seperti papa Sean, dan ayah Viktor yang selalu ragu jika harus mengambil keputusan di dalam keluarga besar.
Bukan tiga tegas hanya saja para papa papa itu takut menyinggung perasaan satu sama lain.
Mikha menggenggam tangan Billy, dan Axcel karena sat ini ia berada di tengah tengah mereka.
''Kami akan buktikan jika kamu pantas menjadi penerus kalian.'' ucap Mikha dengan tegas.
''Aku akan berjuang untuk bisa sampai di posisi yang memang seharusnya aku tempati, seperti yang kak Alina katakan,'' jelas Mikha.
''Kak Alina pernah berpesan untuk tidak bergantung pada siapapun, karena yang akan menolong kita adalah diri sendiri, kak Alina juga mengatakan jika ia ingin sukses dengan hasil kerja keras nya sendiri, dan aku akan mengikuti jejak nya, aku akan kembali ke perusahaan, tapi boleh kah aku meminta sesuatu,'' tanya Mikha takut.
''Apa?'' tanya mereka serempak.
Dan itu membuat Mikha terkejut, karena suara mereka sangat nyaring bahkan terdengar seperti membentak.
''Maaf kami hanya reflek,'' jawab bunda Vio.
Karena mereka tidak menyangka Mikha bisa berbicara tegas seperti itu, dan itu hanya karena Alina, dan mereka yakin semua nya akan berjalan dengan sesuai rencana.
__ADS_1
''Bagaimana dengan mu Billy ?" tanya Daddy Al.
''Aku akan kembali ke perusahaan, dan aku juga akan melanjutkan kuliah ku seperti Axcel, dan sebelum Alina ditemukan biar kan aky menunggu nya, Dad,'' jawab Billy dengan tegas.
''Daddy tidak bisa menjanjikan apa apa, karena pilihan ada di tangan Alina," jelas Daddy Al.
''Aku paham.'' Jawab Billy.
''Aku akan fokus kuliah, dan menjalankan perusahaan yang ada di sana.'' jawab Axcel.
Par orang tua itu hanya bisa menghela nafas lega.
Dalam dua bulan ini mereka sangat ketar ketir, apalagi memang Alina tidak pernah memberi kabar sama sekali.
Alina tidak bisa di temukan.
Tapi yang pasti mereka tua jika Alin dalam keadaan baik baik saja.
Mereka semuanya akan berjuang demi awal lagi.
Mereka semua menangis begitu pun juga dengan Billy.
Tidak ada muka datar, tidak ada wajah dingin.
Dan Axcel memutuskan untuk kembali besok pagi.
Malam ini mereka menghabiskan waktu bersama karena setelah ini para anak-anak akan kembali sibuk.
Dan Mikha juga akan kuliah sebagai permintaan dari bunda Vio.
Semua anak-anak saudara nya melanjutkan kuliah masa anak nya tidak.
Dan Alina jug sudah bersiap karena ia mendapatkan pesan jika besok sang kakak akan kembali.
''Bi, aku akan memulai hidup ku yang baru, izinkan aku untuk membawa nama mu, biar lah waktu yang menjawab semua aku mampu atau tidak.'' batin Alina.
''Semoga kamu bahagia dengan pernikahan mu.'' Lanjut nya.
Sekalipun Alina masih sering kali menghubungi salah satu orang kepercayaan nya, tapi tidak sekalipun Alina menanyakan tentang Billy, dia hanya ingin tau apakah keluarga bik atau tidak.
Sedangkan Billy, dan Axcel sedang nongkrong di sebuah bar untuk menghilangkan beban yang mereka pikul sejenak.
''Apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" tanya Axcel serius.
__ADS_1
''Melanjutkan perjuangan orang tua," jelas Billy.
''Bukan itu, tentang alina?" tanya Axcel.
''Aku akan terus menunggu nya, sekarang tanggungjawab ku tambah besar aku akan mencoba fokus dengan semua yang aku lakukan, perusahaan, kuliah, dan juga mencari buku yang Alina berikan sebelum pergi," jelas Billy panjang lebar.
''Kau juga mendapatkan hadiah ?" tanya Axcel.
Billy hanya mengaguk.
''Hanya aku yang terlewat,'' gumam Axcel.
Billy tidak tau harus menjawab apa, karena memang Axcel yang memulai peperangan dengan Alina.
''Dia bilang apa yang ingin aku tau, sudah di catat di buku itu, karena itu buku diary nya sejak masih sekolah,'' jujur Billy.
''Dan semoga ada penjelasan lebih tentang apa yang terjadi pada Mikha, aku hanya ingin tahu apa yang sebenar nya terjadi,'' jelas Axcel.
''Berjanjilah kau akan memberitahu ku,'' pinta Axcel serius.
''Aku akan langsung menemui mu," balas Billy.
''Bagaimana keadaan nya sekarang?" tanya Billy.
''Aku hanya berharap dia baik-baik saja, sampai sekarang aku masih belum percaya dengan semua nya, seakan-akan apa yang terjadi seperti sudah si setting,'' jelas Axcel.
''Ku benar hidup ini memang menakjubkan," balas Billy.
Karena memang kejadian akhir akhir ini sangat tidak masuk akal, di mana dalam sekejap mereka di paksa untuk terjun entah siap atau tidak.
Malam ini adalah malam terakhir mereka untuk bersantai-santai.
Karena mulai besok perjuangan mereka akan di mulai.
Tidak ada waktu untuk mengeluh.
Malam ini mereka mengeluarkan apa yang ingin mereka sampai kan pada diri nya sendiri.
Berharap di depan sana mereka mendapat kan apa yang mereka inginkan.
Besok mereka akan menjadi sosok yang berbeda.
Akankah mereka sanggup bosqoe.
__ADS_1
Koment di bawah jangan lupa dukungan nya.