
Sedang kan saat ini Billy sendiri masih bingung dengan semua keputusan yang ia ambil.
Billy tidak tahu apakah keputusan nya benar atau tidak, tapi Billy mengambil keputusan, dan Billy tidak bisa mundur dengan apa yang sudah ia ambil. Keputusan itu ia ambil dengan kemauan nya sendiri, tidak ada paksaan dari siapapun.
Keputusan itu diambil saat ia masih berada di bangku sekolah menengah atas.
Dan sekarang Billy bingung dengan perasaan nya sendiri.
Billy terpaksa pulang lebih dulu, karena orang tua nya akan membicarakan hal yang penting.
''Apakah ini sangat serius sehingga kalian menunggu ku?" tanya Billy.
''Mereka meminta kita mempercepat acara pertunangan kalian," ucap papa Sean.
Mendengar itu Billy kaget karena ini bukan hal yang bisa ia terima begitu saja.
''Mereka ingin hubungan kita di publish," ucap papa Sean.
Billy tidak bergeming sedikit pun, ia masih diam seribu bahasa.
''Apakah secepat itu," ucap Billy pada akhir nya.
''Bukan kah kamu sendiri yang menyetujui perjodohan ini?" tanya sang papa.
''Apakah sekarang kamu ragu, kamu ingin membatalkan perjodohan ini?" tanya papa Sean dengan serius.
Billy tidak menjawab karena ia pun tidak tahu harus menjawab apa.
Mama Sea tahu jika saat ini putra satu-satu nya itu sedang bimbang, apalagi mama Sea tidak pernah setuju dengan perjodohan tersebut.
Tapi karena Billy yang menyetujui nya secara langsung Mama Sea bisa apa.
''Jika kamu ragu, kamu bisa membatalkan perjodohan ini Billy,'' ucap Mama Sea.
''Atas dasar apa perjodohan ini akan dibatalkan?'' tanya papa Sean.
''Perjodohan ini sudah terjadi sangat lama, jika ingin di batal kan sekarang percuma, karena putri dari Pak Handoko sudah lulus kuliah, maka nya, mereka menginginkan hubungan ini di publish,'' jelas papa Sean.
''Perjodohan ini sudah terjadi 6 tahun yang lalu,'' lanjut papa Sean.
Mendengar itu Billy tambah pusing.
''Jika Billy tidak bahagia dengan perjodohan ini kenapa harus di lanjut kan,'' ucap Mama Sea mengutarakan pendapat nya, dan unek-unek nya selama ini.
''Aku lebih baik kehilangan rekan bisnis dari pada harus mengorbankan kebahagiaan putraku," ucap mama Sea sedih.
__ADS_1
Mendengar itu papa Sean diam, karena apa yang di kata kan oleh istri nya benar ada nya.
Sedang kan Billy masih sibuk dengan pemikiran nya sendiri.
Apalagi pernyataan Alina yang sangat sangat mengusik hati, dan pikiran nya.
Ada rasa sesak, yang Billy rasa kan saat ia harus mengeluar kan kata kata kasar untuk sahabat nya itu.
''Aku pergi dulu Ma, Pa," ucap Billy.
Tanpa mendengar jawaban dari orang tua nya Billy pergi, karena ia butuh waktu untuk sendiri untuk memikirkan apa yang harus ia lakukan, apa yang akan ia hadapi di kemudian hari, apakah ia sanggup atau tidak, apakah ia akan bahagia atau tidak.
Memikir nya saja membuat nya pusing.
Dan tujuan nya saat ini adalah ke apartemen nya.
Di saat ia sedang sendiri seperti sekarang, bayangan se se orang memenuhi seluruh pikiran nya.
Bayangan orang itu tidak pernah hilang sekali pun, Billy sendiri ingin mengusir nya.
''Sekarang hal yang sangat aku takut kan terjadi, bagaimana setelah ini, bagaimana setelah dia tau, setelah hari itu apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku jelas kan," gumam Billy.
''Sejauh ini kita sama sama saling menyakiti satu sama lain, sekarang harus apa, karena tanpa aku setuju pun pertunangan itu akan terjadi,'' lanjut nya dengan lesu.
Saat diri nya sedang kacau tiba-tiba ada yang mengirim kan pesan.
Tak lupa juga dengan beberapa gambar yang orang itu kirim.
Dan ada lagi pesan di bawah nya.
'Dia sedang menghibur diri nya sendiri, sekarang kamu akan melakukan apa, tentukan pilihan mu agar kamu tidak terlalu menyakiti nya, tapi aku rasa itu akan sulit, karena dia bukan orang yang gampang menyerah sebelum takdir itu sendiri yang menghentikan nya.'
Dam detik itu juga Billy membalas nya.
'Keluarga itu meminta agar pertunangan di percepat, dan mungkin ini adalah waktu yang pas untuk membuat nya berhenti.'
Dan mau tidak mau Billy harus bertemu dengan orang yang akan bertunangan dengan nya.
Dan Billy langsung berangkat setelah pesan itu terkirim.
Tidak ada raut kebahagiaan seperti kebanyakan orang yang akan bahagia menjelang hari yang mereka tunggu tunggu.
Saat Billy tiba ternyata sudah ada perempuan yang sedang menunggu kedatangan nya.
''Apa tujuan mu meminta pertunangan ini di publish ?" tanya Billy yo the point.
__ADS_1
''Itu kemauan orang tua ku ," jawab perempuan itu.
''Tapi kenapa tidak ada konfirmasi lebih dulu ke aku?" tanya Billy.
''Billy, perjodohan ini sudah terjadi 6 tahun yang lalu, dan mungkin sekarang adalah waktu yang pas untuk kita mengumumkan pertunangan kita,'' jawab Sintya.
Ya, orang itu adalah Sintya, orang yang di jodoh kan dengan nya.
''Dari awal aku sudah menolak nya dengan keras, kamu tau itu," jelas Billy.
''Tapi pada waktu itu kamu sudah menerima nya," jawab Sintya.
''Dan kamu tau jika ada perjanjian di antara kita waktu itu, dan aku bisa membatalkan perjodohan ini secara sepihak, karena perjanjian itu resmi di mata hukum," jelas Billy.
Mendengar itu Sintya bungkam.
''Ya, aku sadar dengan perjanjian kita, tapi kamu juga harus sadar sekarang semua nya sudah terlambat," jelas Sintya.
''Jika kamu memang menginginkan perjodohan ini berakhir sekarang sudah terlambat," jelas Sintya.
Karena bagaimana pun ia juga merasa kaget dengan rencana orang tau nya, diri nya baru tiba beberapa hari ke tanah kelahiran nya, tapi siapa sangka orang tua nya memberikan ia kejutan dengan mempercepat pertunangan nya bersama dengan Billy.
Orang yang sangat Sintya cintai.
Mungkin karena itu orang tua nya mempercepat semua nya, karena ingin diri nya happy setelah perjuangan yang ia tempuh untuk pendidikan nya di luar sana.
''Kau tau Billy keputusan ini bukan hanya datang dari keluarga ku, aku akui jika orang tua ku yang merencanakan semua ini, tapi kamu jangan pernah melupakan persetujuan dari orang tua mu sendiri.''
''Jika orang tua mu tidak setuju, tidak mungkin acara itu akan terlaksana,'' jelas Sintya panjang lebar.
Karena Sintya jug tidak mau di salah kan terus menerus oleh Billy.
Jika ditanya apakah diri nya egois.
Ya. Sintya akui itu diri nya memang egois, tapi perlu di garis bawahi cinta harus di perjuangkan itu lah yang Sintya lakukan saat ini.
Karena kesempatan tidak akan datang untuk ke dua kali nya.
Selagi ada kesempatan kita harus menggunakan nya sebaik mungkin.
Sintya hanya ingin memperjuangkan apa yang seharusnya ia perjuangkan.
Dan setelah itu Billy pergi
Apa yang sebenar nya terjadi?.
__ADS_1
Koment ya bestie .