
Lanjut bestie.
Sintya masih berada di cafe tersebut sekalian Billy sudah pergi.
Sintya sangat tulus mencintai Billy, dan cita cita terbesar nya adalah untuk bisa bersanding dengan Billy.
Ia sudah menahan diri selama ini, ia sangat menjaga apa yang Billy larang.
Sintya sudah melakukan hal yang terbaik agar bisa membuat Billy tertarik dengan nya.
Sintya selalu menyempatkan waktu untuk bisa bertemu dengan Billy saat ia masih berada di negara yang sama.
Saat ia di luar negeri pun, ia kerap kali pulang hanya untuk bisa bertemu dengan Billy.
Sekalipun hanya wajah datar yang Billy perhatikan itu tidak membuat semangat Sintya melemah.
Sintya menantang dirinya sendiri untuk lebih berusaha lagi mendapat kan hati calon suami nya tersebut.
Billy tidak pernah memberikan kesempatan untuk nya.
Tidak pernah memberi celah untuk ia mendekati nya.
Billy selalu membuat tembok di antara mereka.
''Kenapa kamu tidak bisa menerima ku, Bil," gumam Sintya.
''Apa kurang nya aku?" tanya nya pada dirinya sendiri.
Sintya merasa sangat sakit dengan semua perlakuan, dan juga sikap dingin Billy.
Tapi ia tahan karena itu memang pilihan nya, pilihan yang harus ia terima dengan segala konsekuensi nya.
''Tali kamu salah, Bil jika menganggap aku akan menyerah.''
''Aku akan tetep berada di samping mu, aku akan terus berjuang untuk bisa mendapatkan perhatian kamu,'' ucap nya dengan mata yang tajam.
Setelah itu Sintya pergi dari cafe tersebut.
Sedangkan Billy sendiri masih berada di parkiran ia dapat melihat jika Sintya sudah pergi.
Billy memejamkan mata nya, dan ia harus segera pergi ke kantor karena ada rapat yang harus ia pimpin.
Billy mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang, karena ia dengan keadaan nya sendiri, ia sedang tidak baik-baik saja.
Billy tiba dan langsung di sambut oleh beberapa karyawan nya.
__ADS_1
Billy hanya mengangguk sebagai jawaban untuk menghargai mereka.
Pikiran nya sangat kacau, pertemuan dengan Sintya tidak berjalan dengan lancar.
''Apa yang harus aku lakukan sekarang ?" tanya nya dengan bingung.
Tentu saja pertanyaan itu tidak ada yang menjawab karena itu di tujukan pada dirinya sendiri.
''Aku gak pernah memikirkan hal ini sebelum nya, aku tidak pernah membayangkan jika hal ini akan sangat rumit,'' gumam nya
Benar kata Alfan jika dirinya sudah terlalu jauh untuk melangkah, sekali pun tidak ada kata kata yang menunjukkan diri nya mengiyakan.
Tapi diam nya Billy sudah di anggap tanda persetujuan.
Billy terlalu meremehkan perkataan Alfan, dan sekarang ia yang rugi sendiri.
Billy langsung menuju ke ruang rapat, dan di sana semua nya sudah menunggu.
Billy memimpin rapat dengan cepat, tegas dan tidak bertele-tele.
Karena harus ada yang ia selesai kan terlebih dahulu.
Billy hanya memberikan beberapa poin saja, garis besar yang harus segera di tangani.
Sampai di ruangan nya Billy langsung menghempaskan tubuh nya ke kasur.
Tidak ada tanda tanda kehidupan di wajah nya.
Billy merasa sangat frustasi, dan mau tidak mau ia harus mengikuti acara yang sudah di atur oleh ke dua orang tua nya, karena memang pada awal nya Sintya mengatakan segala nya tidak ada yang di tutup-tutupi.
Apa yang di kata kan Sintya di restoran itu benar ada nya Sintya memang memaksa nya untuk menerima perjodohan itu, tapi bisa saja pada waktu itu Billy menolak paksaan dari Sintya tapi tidak Billy lakukan, karena Billy tidak ingin merendah kan Sintya sebagai perempuan.
Dan sebagai konsekuensi nya ia harus mem pertanggung jawab kan apa yang sudah ia setujui enam tahun yang lalu.
Billy akan melakukan apapun untuk kebahagiaan orang tua nya, meskipun, kebahagiaan diri nya harus di renggut secara paksa.
Billy akan menganggap itu sebagai bentuk rasa terima kasih nya untuk orang tua nya, karena sudah merawat, dan juga mendidik nya dengan baik.
Dan untuk perasaan nya biar lah waktu yang akan menjawab semua nya, karena saat ini ia sendiri tidak bisa melakukan apa-apa.
Semua sudah di atur untuk mundur pun, rasa nya juga percuma.
Billy selalu mengingat kan diri nya sendiri kalau Sintya adalah perempuan yang baik, Sintya bisa menjadi pendamping yang baik, Billy selalu mengatakan itu di saat diri nya ingin mundur.
Sedangkan, Alina sendiri masih berada di puncak ia menikmati kesedihan nya seorang diri, karena Mikha sudah kembali ke kota, dan Ia benar-benar sendirian di puncak.
__ADS_1
Tidak ada rasa takut sedikit pun dalam jiwa nya, karena ia sudah terbiasa hidup sendiri di alam terbuka
Alina sadar dengan hati nya sendiri, saat ini hati nya benar benar tidak bisa di kendali kan, Alina hanya takut itu akan berdampak buruk pada kehidupan nya yang akan mendatang.
Sudah seringkali orang tua nya meminta Alina untuk pulang, tapi Alina masih enggan, karena memang baru kemaren sore ia sampai, dan Mikha sendiri baru kembali tadi pagi.
Setelah Mikha pergi Alina berkeliling di area puncak.
Udara yang dingin, sejuk, dan pemandangan yang indah membuat nya betah di sana.
Alina menghirup udara pagi itu berkali kali berharap pikiran nya bisa tenang.
''Aku merasa betah di sini, bolehkah aku lebih lama di sini ," gumam nya.
''Dasar Lolita aku kita dia akan menemani ku, nyatanya dia kuga kembali,'' kesel Alina.
''Tapi tidak apa, tidak ada merasa juga tidak masalah aku bisa melakukan apapun sendiri.''
Alina melanjutkan perjalanan itu dengan mengabadikan beberapa moment untuk di jadikan kenang kenangan, dan juga akan ia post di medsos nya.
Setelah di rasa cukup Alina memilih untuk kembali.
Alina merasa sangat senang, karena ia bisa menikmati alam dari dekat.
Alina memang sangat menyukai alam, tapi tidak dengan berpetualang.
Setelah sampai Alina pergi ke balkon ia masih merasa belum puas menikmati udara pagi yang sangat menyejukkan itu.
Dan tiba-tiba ia mendengar deringan telepon nya, yang ternyata itu adalah sang Mommy.
Dan entah kenapa Alina merasa itu tidak baik.
Akan ada kabar yang tidak mengenakkan untuk ia dengar.
Dan Alina yakin dengan firasat nya itu.
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
...šššš...
__ADS_1