Pelabuhan Hati Alina

Pelabuhan Hati Alina
Semakin dekat saat menjauh


__ADS_3

Alina merawat Billy dengan sangat baik.


Sekalipun Alina sangat panik tapi otaknya masih dapat bekerja dengan baik.


Pengalamannya hidup seorang diri pada waktu itu membuat nya bisa berpikir panjang, melakukan apapun sendiri membuat Alina bisa menyesuaikan diri dengan keadaan apapun. Di dalam kepanikan nya sendiri ia dapat mengontrol diri nya sendiri dengan baik.


Billy yang melihat itu tanpa sadar menetes air mata nya.


Dia begitu bangga dengan pembawaan tenang Alina.


Dia merasa bersalah dengan kejadian di masa lalu.


''Andai dulu aku mengikuti kata hati ku, mungkin saat ini dia sudah menjadi milik ku seutuhnya,'' batin Billy.


Demam Billy memang sudah tidak terlalu parah, tapi Billy merasa kepala nya melayang.


Dia merintih sangat kesakitan.


Alina tidak bisa mengikuti peminatan Billy untuk tetep berada di ruangan itu.


Alina akan membawa Billy ke rumah sakit.


Alina yang tidak tau apa apa di kantor itu memilih untuk memapah Billy.


''Bi,'' panggil Alina.


Setelah sekian lama akhirnya Billy dapat mendengar panggilan itu lagi.


Billy hanya tersenyum.


''Kamu bisa bangun kan?" tanya Alina.


Billy mengangguk, tapi dia menolak untuk di bawa ke rumah sakit.


''Sekarang aku gak butuh pendapat mu, Bi," balas Alina.


''Aku hanya bertanya apakah kamu bisa berdiri, jawab Alina.


Billy bukan nya tidak mau di ajak ke rumah sakit hanya saja ia mengkhawatirkan Alina.


Dia takut Alina tidak dapat menyeimbangi berat nya.


Alina memapah Billy dengan sekuat tenaga agar bisa keluar dari ruangan itu.


Benar apa kata pepatah, perjuangan dan usaha seseorang tidak akan pernah mengkhianati hasil, terbukti dengan Apa yang dilakukan oleh Alina.


Alina berhasil membawa Billy keluar sekalipun ia merasa kesulitan dengan itu.


Saat Alina akan membantu Billy masuk ke mobil.


Billy tiba-tiba oleng dan dengan sigap Alina menahan nya tapi karena Alina tidak siap dia juga ikut ikutan oleng, dan tak sengaja bibir mereka bertemu karena mereka sama sama mempertahankan pijakan nya.


Momen itu terjadi berapa detik.


Alina' merasa gugup dengan apa yang terjadi, dia juga merasa bodoh dengan apa yang ia rasa kan.

__ADS_1


Bisa-bisanya dia merasa gugup di saat situasi genting seperti itu.


Billy juga merasakan hal yang sama.


Saat Alina akan menjauhkan tub*h nya, Billy menahan pergerakan nya, Alina bingung tapi ia juga tidak bisa melakukan apa apa, otak nya kini tidak sinkron dengan apa yang terjadi.


Billy mengambil keuntungan dari itu.


Dia memajukan wajah nya agar bisa lebih leluasa untuk menyempurnakan apa yang ia inginkan.


Bully menarik badan Alina sehingga saat ini badan ke dua nya menempel dengan sempurna.


Billy bahkan memegang tangan Alina ke belakang, sedangkan tangan yang satu nya menarik tengkuk Alina.


Alina tidak tau harus merespon seperti apa, tapi ia juga menikmati moment moment itu.


Alina merasa Billy membuka mulut nya, Alina ingin protes tapi Billy dengan cepat menggeleng kan kepala nya pertanda ia tidak memberikan Alina pilihan, dan mau tidak mau Alina mati kutu.


Ini adalah kali pertama nya Billy melakukan hal itu terhadap diri nya, melakukan apa yang ia ingin kan tanpa disuruh orang lain, berani berbuat hal di saat ia memiliki kesadaran penuh.


Alina masih mematung, ia tidak bisa berpikir jernih.


Sedangkan Billy berusaha untuk membuat Alina tetep sadar.


''Buka mulut mu, dan tetep sadar,'' pinta Billy.


Alina yang mendengar itu hanya bisa menahan nafas.


''Tetep lah bernafas, aku tidak ingin kehilangan kamu gara gara ini,'' ucap Billy iseng.


Alina kaget dengan tindakan dadakan itu


Alina meremas tangan nya sendiri untuk menyalurkan rasa yang ia rasa kan.


Entah dari mana kekuatan yang Billy miliki padahal untuk berjalan saja ia merasa kesulitan, tapi saat ia membalik Alina ia dengan mudah melakukan itu.


Alina mendongak kan kepala nya saat Billy menjelajahi heler nya dengan sangat brutal.


Satu gigitan itu membuat nya kesulitan untuk bernapas.


Billy melakukan apa yang ia inginkan, sampai akhir nya Alina menghentikan nya.


''Cukup, Bi,'' ucap Alina.


''Jangan lakukan lagi, besok ku harus menemui beberapa klien, aku akan kesulitan untuk menutupinya,'' jelas Alina panjang lebar karena tidak ingin Billy salah faham dengan apa yang ia ucapkan.


Billy sadar dengan apa yang ia lakukan.


Ia merasa kaget saat ia memberikan tanda kepemilikan di atas bola bola kenyal Alina.


Alina juga sama kaget nya, ia langsung mendorong Billy hingga membuat Billy jatuh ke tanah.


''Menyebalkan,'' batin Billy.


Alina merasa kasihan dengan Billy, tapi ia juga harus merapikan pakaian nya.

__ADS_1


Alina membatu Billy, tak lupa ia memakai jaket nya saat turun dari mobil nya agar tanda yang Billy buat tidak terlalu mencolok.


Sedangkan Billy sudah tidak berdaya.


Entah apa yang terjadi tapi percaya lah saat ini ia tidak memiliki tenaga lagi.


Perut nya seakan di aduk aduk.


Alina meminta bantuan sampai akhir nya Billy di tangani.


Alina merasa khawatir, tubuh nya seakan menggigil.


Alina tau jika saat ini Billy sedang tidak baik baik.


''Aku berharap dia tidak apa apa,'' gumam Alina.


Alina tidak berani beranjak dari tempat duduk nya padahal sebelum masuk, Billy sudah menyuruh nya untuk pulang, tapi Alina tidak mau, dia akan menemani Billy sampai pulih.


Bukan karena ia ingin dekat dengan Billy, Alina melakukan itu hanya untuk menghormati mama Sea.


Anggap saja ia sebagai pengganti sang mama.


Setelah beberapa menit dokter keluar.


''Bagaimana keadaan nya?" tanya Alina khawatir.


''Pasien di harus kan untuk di rawat inap,'' jelas dokter.


''Apa ada hal buruk?" tanya Alina.


''Pasien kurang istirahat, banyak mengalami tekanan, darah nya jug tidak normal, dan juga di sertai dengan demam tinggi," jelas dokter.


''Pasien juga mengalami dehidrasi, tapi untung lah masih bisa di atasi,'' lanjut dokter.


''Sebelum pasien di pindahkan silahkan ke administrasi dulu.


Alina hanya mengangguk.


Setelah beberapa menit Billy di bawa ke ruangan yang Alina pesan yaitu VVIP.


Alina menatap Billy yang masih memejamkan mata nya, dan ia akan tidur di sofa untuk menemani nya.


Alina merasa Tuhan sedang mengujinya saat ini.


Karena semakin Alina mencoba untuk menjauh, dia dan Billy semakin dekat.


...Jangan lupa dukungan ya bestie...


...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya...


...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...


...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...


...šŸ’žšŸ’žšŸ’žšŸ’ž...

__ADS_1


__ADS_2