Pelabuhan Hati Alina

Pelabuhan Hati Alina
Tabir mulai terbuka


__ADS_3

Billy tidak tahu apa yang Alina coba katakan.


Nama Sintya aj sudah membuat nya bingung apalagi dengan anting anting itu.


Tapi Billy yakin ada yang ia lewat kan di masa lalu.


Tapi apa itu Billy sendiri tidak tau.


Billy membawa kotak itu, dan membuka lembaran demi lembaran tapi jug kosong hanya ada tanggal di setiap lembaran nya.


''Apa IQ sudah menurun kenapa aku tidak bisa menebak apa yang Alina ingin katakan,'' gumam Billy.


Karena Alina mengatakan dairy itu khusus untuk nya, apapun yang Billy ingin tahu jawaban nya ada di sana.


tapi buku itu sangatlah tebal sekalipun buku nya tidak terlalu besar.


Butuh perjuangan untuk itu.


Tulisan Alina pun sangat berfariasi.


Billy yakin Alina melatih tangan nya agar lentur, terbukti semakin lama ia membuka lembaran itu semakin bagus tulisan nya.


Sampai akhir nya Billy menoleh ke arah kontak.


Mata Billy menyipit karena ia melihat ada sebuah kartu, dan kunci.


''Apalagi ini,'' gumam nya.


''Tidak mungkin jika dia memberi ku hadiah apartemen sebagai hadiah pernikahan,'' lanjut Billy.


Karena penasaran Billy mengambil nya, dan lagi lagi ia syok.


Ia menemukan hal yang tidak wajar, apalagi lengkap dengan sebuah nomor kamar.


Di mana Billy sangat lah tau arti dari sebuah kamar itu.


Di mana itu menjadi titik balik kehidupan nya.


Tapi tidak ada petunjuk yang di tinggal kan Alina untuk nya.


Semua nya seperti teka teka.


Sampai akhir nya ia terus membuka lembaran demi lembaran untuk ia baca.


Dan ternyata juga tidak ada yang Alina tulis.


Hingga ia menemukan sebuah jawaban tentang permasalahan Mikha.

__ADS_1


Dan Billy akan memberikan coretan itu pasa Axcel, karena dia lebih butuh, dengan begitu Billy harap Axcel tidak lagi membenci sang adik.


Karena memang di sini Axcel yang salah faham.


Sedangkan Alina hanya menjalani tugas nya sebagai seorang saudara.


Dan yang lebih mengaget kan lagi tenyata Axcel menyukai Mikha, dan ia bener bener tidak tau dengan itu.


Apalagi Alina menulis kan jika Mikha juga sadar dengan perasaan Axcel terhadap nya maka nya ia memilih untuk menjauh karena di antara mereka hanya ada sebuah ikatan saudara.


''Ternyata selama ini aku melewat kan banyak hal, aku tidak pernah tau dengan apa yang terjadi pada mereka semua, padahal aku yang seharus nya menjaga mereka bertiga,'' gumam Billy merasa bersalah karena memang di antara mereka berempat Billy yang lebih tua.


Billy memutuskan untuk menemui Mikha, ia butuh penjelasan lebih dari nya, baru ia bisa menyimpulkan.


Alina hanya menulis garis besar nya, tapi tidak menceritakan bagaimana bisa kesalahan pahaman itu terjadi.


Setelah mendapat kabar jika Mikha sudah ada di perjalanan ke kantor Billy juga bersiap dengan pakaian kantor, ia mengurung niat nya untuk tidak masuk ke kantor.


''Aku harus memperjelas semua nya,'' gumama Billy.


Entah kenapa Billy merasa, Alina menutupi banyak hal, dan ia tidak ingin kecolongan lagi.


Nanti malam ia akan terbang ke Paris untuk menemui Axcel.


Billy ingin semua nya kelar satu persatu, apalagi sekarang ia sudah menemukan sedikit cahaya dengan keberadaan Alina.


Billy tiba di kantor Mikha, dan ia langsung nyelonong aja karena itu sudah terbiasa.


''Minum kopi nya dulu,'' ucap Mikha dengan santai.


''Kamu tahu aku akan bicara soal apa?" tanya Billy karena melihat tingkah Mikha Billy sudah dapat menebak.


Mikha mengangguk.


''Jauh sebelum pergi Alina, dia sudah memberitahu ku jika ia memutuskan untuk memberikan buku diary nya untuk mu," balas Mikha.


''Sebelum membahas ini, aku ingin tanya, apa yang kamu lakukan setelah ini?" tanya Mikha serius.


''Aku akan mengejar nya,'' jab Billy.


''Kau yakin?" tanya Mikha.


''Kamu meragukan saudara mu ini,'' jawab Billy dengan candaan.


''Kau tau sifat Alina.''


''Sangat keras kepala,'' jawab Billy santai.

__ADS_1


''Dia bahkan masih bersembunyi dari kita semua,'' ucap Mikha.


Ya Mikha, Axcel, dan Billy juga memainkan peran mereka dengan baik.


Mereka sudah mencaritahu tentang kecelakaan itu, memang iya terjadi kecelakaan, dan sopir nya memang meninggal, tapi bukan akibat yang penumpang nya.


Dari sana mereka tahu jika para orang tua memainkan peran, sekalipun mereka tidak tau apakah orang tua mereka tau keberadaan Alina atau tidak.


''Apakah ada sesuatu yang kamu temukan?" tanya Mikha.


''Kenapa kamu sangat kepo," balas Billy datar.


''Ku melihat semakin ke sini kamu mirip dengan kak, terlihat sedikit misterius," jelas Mikha apa adanya.


Dan itu memang benar Billy terlihat sedang memikirkan sesuatu tapi ia masih aman menyembunyikan nya.


''Aku tidak akan mungkin bisa seperti dia, di antara kita berempat dia yang paling jago menekan perasaan nya sendiri, sesakit apapun dia akan tetap tersenyum, tapi sayang nya aku terlambat menyadari nya," jelas Billy.


''Kamu peduli karena merasa bersalah ?" tanya Mikha.


Billy menggeleng.


''Aku mulai menyukai nya di saat yang tidak tepat, aku baru sadar dengan perasaan ku setelah dia pergi untuk menempuh pendidikan di luar negeri, tapi aku tidak bisa buat apa apa karena pada waktu itu aku sudah di jodohkan," jelas Billy.


''Dan sekarang ?" tanya Mikha.


''Untuk apa kamu bertanya,'' heran Billy.


Mikha terdengar seperti mengintrogasi seseorang, dan Billy tidak suka dengan itu.


''Kembali ke topik,'' ucap Billy.


Akhirnya Mikha menjelaskan bagaimana bisa ia mengalami hal yang tidak mengenakkan itu, di mana di masa lalu Mikha terjebak di hubungan yang tidak sehat, sampai itu membuatnya trauma.


Dan Alina dengan berani membereskan semua nya.


''Dan itu semua terjadi karena Axcel, dari awal aku sudah bilang jika aku tidak ingin bergabung dengan pertemanan mereka karena aku merasa tak nyaman, tapi dia tidak peduli mungkin yang dia peduli sat itu hanya perasaan nya sendiri, ingin selalu dekat dengan ku, tapi tidak memikirkan bagaimana mental ku, seharus nya dia tahu dari kecil aku tidak suka berdekatan dengan orang yang tidak aku sukai," jelas Mikha.


''Sampai akhir nya di malam ulang tahun Anton hal yang tidak mengenakkan terjadi, mereka berusaha membawa ku pergi untuk melakukan hal yang akan sangat merugikan ku," jelas Mikha.


''Tapi untung lah Kak Alina datang, dia langsung terbang ke sini karena mendengar aku akan pergi ke sebuah pesta, entah karena ikatan batin atau apa tapi firasat nya bener, aku ingin keluar dari pertemanan itu tapi tidak bisa, hingga akhir nya kak Alina yang berurusan dengan Anton, sampai aku bisa keluar dari hubungan toksix itu, tapi lagi lagi Axcel berulah seakan-akan dia pahlawan padahal dialah pecundang yang sebenar nya," jelas Mikha.


''Aku selalu menghormati nya tapi kenapa di tidak bisa menghormati ku sebagai perempuan," jelas Mikha serius.


''Aku yang menyuruh kak Alina untuk mengancam Anton, agar aku bisa terbebas dari nya,'' jujur Mikha.


Tanpa Mikha tau ada seseorang yang mendengar semuanya.

__ADS_1


Ada yang tau siapa dia.


Koment di bawah ya.


__ADS_2