Pelabuhan Hati Alina

Pelabuhan Hati Alina
Kerjaan para orangtua


__ADS_3

Para orang tua itu juga pernah berjuang mati matian.


Tidak bisa memiliki teman seperti orang lain.


Tidak bisa merasakan yang nama nya sekolah.


Tidak bisa memilih pasangan sendiri.


Perjuangan orang tua nya jauh lebih sulit, didikan para kakek, nenek nya jauh lebih ketat dari pada orang tua yang sekarang.


Mereka pernah ada di masa ingin menyerah, ingin mengakhiri semuanya, ingin berontak.


Tapi tidak mereka lakukan, padahal jika mereka ingin pergi, mereka bisa langsung pergi karena di rumah itu selalu terbuka untuk mereka.


Tapi jika mereka sudah berada di luar jalur, mereka tidak akan bisa kembali lagi.


Sebelum dunia menguji mereka, para orang tua lah yang menguji kesempurnaan sang anak.


Dan terbukti setelah mereka mampu melewati nya, dengan penuh rasa, menahan amarah, menekan ego mereka bisa tegak dengan kaki mereka sendiri, mampu mengangkat kepala nya di depan siapapun.


Itulah yang saat ini para orang lakukan.


Bukan hanya memberi pelajaran pada Billy, tapi juga untuk ketiga nya.


Mikha di uji dengan kesabaran nya.


Billy dengan semua tekanan yang ada.


Axcel dengan semua penyesalan nya.


Dan Alina yang harus berjuang dengan perasaan nya.


Tidak ada yang nama nya orang tua jahat, sejahat jahat nya orang tua, mereka juga ingin yang terbaik untuk masa depan buah hati nya.


Para orang tua juga sedang di uji, di mana mereka harus rela melihat keadaan anak anak nya.


Bukan hanya Billy merasa kehilangan, tapi juga Axcel.


Ia memang marah pada Alina, tapi sekarang ia sadar apa yang menimpa Mikha pada waktu itu semua karena kesalahan nya, dan ia takut untuk mengakui itu, dan melampiaskan semua rasa takut, dan marah pada Alina.


Ia sadar ia menjadi seorang pengecut, benar apa yang di katakan oleh Mikha.


Seharusnya ia yang paling mengerti Alina, karena sedari mereka di ciptakan mereka sudah berbagi, tapi karena ia pengecut ia malah melakukan kesalahan besar.


Axcel tidak pernah mencaritahu apa masalah nya ia hanya menilai dengan apa yang ia lihat.


Padahal semua itu salah.


Pantas saja sang Mommy sempat menasehati nya, karena diri nya memang masih kekanak-kanakan padahal ia seorang kakak.

__ADS_1


Axcel tidak pernah lagi memperhatikan Alina sejak Alina pergi ke luar negeri.


Ia tidak pernah menghubungi Alina kecuali Alina sendiri yang menghubungi nya.


Tapi sekarang sudah seperti itu lagi.


Dia, dan Alina benar-benar sudah tidak pernah berkomunikasi apalagi ia baru tau jika nomornya di blokir oleh Alina.


Yang membuatnya tambah sesak adalah semua orang mendapat kan salam perpisahan dari Alina tapi dirinya tidak.


Semua orang mendapat kan hadiah tapi dirinya tidak.


Semua orang di peluk nya ketika memutuskan untuk pergi tapi dirinya tidak.


''Kenapa aku sangat bodoh,'' geram Axcel.


Axcel juga sama syok nya dengan Billy, ia bahkan mengurung diri di kamar.


Tapi baik Mommy, and Daddy nya juga tidak pernah menanyakan tentang keberadaan nya.


Axcel sudah tidak peduli dengan itu, karena ia tau orang tua juga merasa tertekan dengan keadaan yang ada.


Dan itu sebuah keajaiban, karena sedikit demi sedikit Axcel juga sudah bisa menekan ego nya, ia sudah belajar untuk menghormati keinginan yang lain.


Dua bulan berlalu dengan sangat cepat.


Dan dua bulan itu juga mereka berada di dalam keadaan yang hampa.


Ke tiga keluarga itu nampak sangat berantakan.


Sampai akhirnya para orang tua memutus jika waktu untuk bermain main sudah selesai.


Anak anak harus di beri pecutan agar mereka bisa menjadi orang yang berguna untuk masa depan.


Malam hari nya mereka semua berkumpul.


''Apakah dua bulan ini masih belum cukup untuk mengurung diri ?" tanya Daddy Al


''Apa kalian pikir hidup ini akan berhenti dengan keadaan yang menimpa kalian.''


''Kalian pikir hanya kalian yang kehilangan Alina.''


''Kalian lupa jika Alina masih memiliki orang tua.''


''Apa kalian pikir para orang tua tidak sedih, tidak sedang berjuang, hanya berdiam diri?'' tanya Daddy Al dengan marah.


''Apakah kalian tidak pernah melihat perjuangan kami sebagai orang tua?''


''Apakah kalian pernah memikirkan perasaan kami?''

__ADS_1


''Apakah kalian pikir cuma kalian yang tersiksa?''


''Alina masih memiliki orang tua, dan seharusnya orang yang paling tersakiti di sini adalah mommy Luna, karena dia yang melahirkan nya.''


''Jika kalian punya salah pada putri itu urusan kalian dengan diri kalian sendiri.''


''Kaloan bisa menembus nya dengan menjaga keluarga kalian dengan baik, itu jauh lebih baik dari pada berdiam diri seperti orang bodoh.'' Benyek Daddy Al dengan marah.


Apakah Daddy Al acting?


Jawaban tidak karena Daddy Al memang sedang meluapkan emosi nya.


''Tidak usah pikir kan kami sebagai orang tua, tapi pikir kan diri kalian, apa ini keturunan dari raja bisnis terkemuka, yang di takuti semua orang, apakah kalian layak menjadi penerus kami!'' bentak Daddy Al


''Kami tidak pernah mengajar kan kalian untuk menjadi pengecut, bodoh seperti sekarang, apakah kalian pernah berpikir bagaimana sakit nya perasaan ibu kalian, melihat kalian murung, sedih tidak merawat diri kalian mikir gak, apa gunanya memiliki otak jika tidak di gunakan.''


''Kalian sudah dewasa, gunakan otak kalian untuk berpikir, karena sikap kekanak-kanakan kalian perusahaan jadi korban nya,'' ucap Daddy Al dengan sedih.


''Perusahaan yang kita bangun dengan keringat sekarang menjadi korban karena egosian kalian,'' ucap Daddy Al.


Mendengar kata perusahaan membuat mereka sadar jika mereka sudah terlalu lama mengurung diri dari dunia luar.


''Kau senang Billy, sekarang perusahaan mama mu sedang kesulitan itu semua karena kamu, kamu tidak becus jadi anak.''


''Kau jug Axcel senang membuat nama orang tua mu tercoreng karena kelakuan mu di luar sana.''


''Dan kamu Mikha, kau tau kesalahan mu di mana?'' tanya Daddy Al dengan suara rendah.


Karena para bapak bapak itu paling anti berkata kasar pada seorang perempuan.


Mikha tidak menjawab.


''Kau mengacaukan banyak kerja sama perusahaan dengan perusahaan luar.''


''Sekarang bagaimana cara kalian menebus nya?" tanya Daddy Al.


Mikha hanya bisa menangis.


Karena ia masih syok dengan kejadian beberapa bulan yang lalu.


Di mana Mikha yang menjalankan rencana tentang menghilangkannya Alina, tapi di sini para orang tua juga membuat skenario lain di mana Alina di buat bener benar menghilang.


Karena menurut keterangan pak Broto ia hanya mengantar Alina ke persimpangan, tidak ke bandara seperti yang di katakan oleh Mommy Luna.


Dan setelah di selidiki ternyata Alina menaiki taxi.


Dan taxi itu mengalami rem blong, hingga menewaskan sang supir, sedangkan sang penumpang di nyatakan menghilang, yang sudah di pastikan jika itu Alina.


Bagaimana menurut kalian tentang rencana orang tua mereka?.

__ADS_1


Setuju atau gak? komentar di bawah ya.


__ADS_2