
Saat ini di kediaman Wen ada yang aneh tidak seperti biasanya.
Jika biasanya tuan, dan nyonya mereka akan bangun pagi-pagi sekali, tapi kali ini tidak.
Sudah jam 08.00 pagi tapi mereka tidak kunjung turun turun mereka juga melewatkan sarapan pagi.
Sedangkan tuan muda di rumah itu juga merasa ada yang aneh, kemaren dia datang tapi seperti nya mansion itu baik baik saja.
Tapi kali ini terasa ada yang kurang.
Sekalipun ia masih merasa Alina yang harus bertanggung jawab dengan keadaan Mikha di masa lalu tapi tak bisa di pungkiri jika ia juga merasa sakit dengan sikap Alina.
Axcel datang sebelum makan siang tapi ia tak langsung pulang, ia malah sengaja membuntuti sang kembaran.
Axcel juga tau jika kemaren Alina sempat berkunjung ke rumah bunda Vio, dan juga kediaman Tyson tapi Axcel tidak membuntuti nya sampai Alina keluar dari kediaman Tyson.
Karena ia sudah di telpon oleh sang mommy.
Tapi saat melihat Alina yang biasa nya ceria, cuek dengan sekitar pecicilan hati nya juga merasa sakit ketika melihat Alina seperti boneka hidup.
Mungkin Axcel memang menyalahkan Alina, tapi bukan berarti hati nya akan membatu ketika melihat keadaan sang adik kembar.
Hari ini adalah pernikahan Billy, dan Sintya tentu saja Alina akan merasa terpukul karena Axcel tau jika Alina sangat mengagumi Billy sedari kecil.
Tapi ada yang tidak ia pahami yaitu sikap orang tua nya.
''Apa mereka sedang merencanakan sesuatu?'' tanya Axcel dengan diri nya sendiri.
Hari ini keluarga besar akan libur dari kegiatan mereka, dari urusan kantor, dan lain sebaginya.
Pemberkatan Billy akan di langsungkan jam 10.00 pagi.
Jadi seharus nya mereka masih bisa berkumpul dengan keluarga masing masing di pagi hari.
Saat Axcel sibuk dengan pemikiran pemikiran yang ada, menggabung kan beberapa kejadian suara sang Daddy mengagetkan nya.
''Hay, Boy,'' sapa sang Daddy.
''Pagi, Dad,'' balas Axcel.
''Bagaimana hari mu di sana, Boy?'' tanya Daddy Al.
''Baik, Dad semua nya berjalan sesuai dengan keinginan Axcel.'' Jawab nya santai.
''Kapan kau akan menyusul Billy?'' tanya sang Daddy basa-basi.
''Yang bener aja, pacar aja belum masa udah ditanya nikah,'' jawab Axcel.
Mendengar itu, Daddy Al hanya tertawa, sudah lama ia tidak ngobrol dengan sang putra rasa nya sangat menyenangkan.
Sekalipun rasa sedih nya tidak dapat di obati karena salah satu anak nya anak nya akan pergi.
__ADS_1
Bukan karena kepergian nya yang membuat nya sedih, tapi karena ia tak tau arah sang putri.
Dan ia pun sudah berjanji untuk tidak ajan mencari nya.
Kehadiran Axcel setidaknya bisa menenangkan hati nya.
''Di mana Alina, Dad?'' tanya Axcel.
''Dia sudah kembali ke kamar nya,'' jawab Daddy Al dengan suara tertahan.
Mendengar itu Axcel menatap bingung sang Daddy.
''Apakah ada sesuatu ?'' tanya Axcel.
''Masalah akan selalu ada jika kita masih bernafas,'' hanya itu yang bisa Daddy Al jawab dengan pertanyaan sang putra.
Jawaban Daddy Al adalah jawaban yang terbaik, tidak mengelak, dan juga tidak menerangkan apa permasalahan nya.
''Bersiap lah sebagai keluarga kita harus datang lebih awal,'' ucap Daddy Al.
''Alina akan ikut?'' tanya Axcel.
Daddy Al hanya mengangguk kan kepala nya.
Setelah itu Axcel pergi bersiap, saat melewati kamar Alina kebetulan kamar itu sedang terbuka, dan Axcel melihat ada beberapa koper yang tersusun rata.
''Untuk apa koper koper itu,'' heran nya.
Axcel masa bodoh dengan itu.
''Tidak mungkin kan hanya karena patah hati, Alina akan pergi meninggalkan negara ini.'' Ucapan yang menurut Axcel sangat mustahil tapi itu akan terjadi beberapa jam kedepan.
Mommy Luna juga sedang bersiap tidak ada yang sarapan.
Dari pagi sampai saat ini Daddy Al, dan Mommy Luna belum menyentuh apapun.
Pikiran kedua nya sangat kacau, tapi mereka di harus kan untuk kuat demi sang putri.
Jam 08.45 mereka akan berangkat lagi, dan lagi Axcel menatap heran ke kamar sang adik, sedang kan Alina sedang menatap kamar nya dengan tetesan air mata.
''Sampai ketemu lagi,'' gumam nya.
Axcel yang melihat itu hanya menganggap Alina aneh, ia turun terlebih dahulu saat ia sampai di tangga ia juga merasa heran dengan para pekerja.
''Ada ada dengan kalian,'' heran Axcel.
''Maaf, tuan muda kit hanya senang karena, nona muda memberikan kita hadiah,'' jelas nya.
''Hadiah?'' tanya Axcel.
Mereka semua mengangguk kn kepala nya dengan kompak.
__ADS_1
Axcel acuh, dia pergi meninggalkan para pelayan itu dengan yang masih heboh.
''Tadi malam Daddy, dan Mommy sekarang para pelayan, mau apa coba, apa karena ada aku di sini,'' gumam nya.
Di ruang tamu kedua orang tua nya sudah menunggu.
''Mommy cantik sekali,'' puji Axcel.
''Terima kasih sayang," balas Mommy Luna.
Tak berselang lama Alina datang dengan anggun, ia memakai dress tanpa lengan berwarna gold, di padukan dengan jaket yang ia pegang, dengan rambut yang di gerai.
Tapi penampilan nya itu tidak menunjukkan jika Alina akan pergi ke sebuah acara, melainkan untuk pergi berkelana, apalagi ia menggunakan kacamata hitam.
Axcel sangat tau dengan penampilan sang adik, tapi untuk kali ini ia tidak akan bertanya apapun.
Karena sampai detik ini Alina tidak pernah menunjukkan ekspresi apapun.
Padahal Axcel sangat berharap jika Alina akan bermanja-manja seperti dulu.
Entah lah di lain sisi Axcel merasa Alina bermuka dua, tapi di sisi lain ia merindukan sikap bar bar sang adik.
''Mom, Dad aku akan di antar pak Broto kan?'' tanya nya.
''Iya sayang,'' jawab Mommy Luna.
''Axcel ayo berangkat kita akan mengunakan mobil masing masing,'' ucap Daddy Al karena ia paham Alina butuh ketenangan.
Tanpa menjawab Axcel keluar terlebih dahulu.
''Alina pergi, Mom, Dad,'' pamit nya.
''Biarkan kita Mommy, dan Daddy mengantar mu ke bandara,'' lint sang Mommy.
Tapi Alina menolak bukan tanpa alasan, tapi karena ia tahu jika orang tua nya mengantar kepergian nya itu akan sangat sulit untuk mereka.
Dan Alina tidak ingin melihat air mata dari kedua orang tuanya.
Alina pamitan pada semua orang dengan alasan ia akan pergi berlibur.
Jangan di tanya Mommy, dan Daddy nya sudah menangis.
Al yang notabene nya sangat dingin, tapi hari ini untuk pertama kalinya ia menangis karena sang putri.
Bukan tangisan bahagia melainkan kesedihan.
Alina pergi tanpa meninggalkan jejak.
Bagaimana selanjutnya.
Ada yang tau komet di bawah.
__ADS_1