
Waktu berjalan dengan sangat cepat.
Dan tak terasa hari ini adalah hari perpisahan untuk mereka semua.
Axcel akan pergi untuk meraih apa yang ia inginkan, perjuangan mereka akan di mulai hari ini.
Hari ini mungkin mereka akan bersedih, tapi tidak untuk di masa depan.
Hari ini adalah awal untuk mereka, hari ini akan menentukan bagaimana hidup mereka kelak di masae depan.
Hari ini Mommy Luna yang paling banyak menangis, bukan karena tidak rela anak nya pergi.
Tapi karena Mommy Luna tahu jalan yang akan mereka hadapi kedepan nya tidak lah mudah.
Bukan hanya Axcel, Billy, dan Mikha juga akan menjalani hari-hari nya dengan penuh perjuangan.
Dan mereka serempak untuk mengantar kepergian Axcel.
Mereka semua berinisiatif, karena mereka semua tau hari ini adalah hari yang penuh makna untuk mereka semua.
Axcel memeluk sang semua orang dengan tersenyum, tak lupa Axcel juga meminta maaf karena selama ini ia sudah bersikap egois.
''Mama minta jaga kesehatan,'' ucap mama Sea.
Axcel hanya mengaguk.
Hari ini Axcel lebih baik diam, ia hanya mengaguk, dan selebihnya hanya tersenyum.
Mommy Luna sebisa mungkin juga ikut tersenyum, karena ia tidak ingin sang anak lebih tertekan lagi.
''Doa Mommy, dan Daddy akan menemani setiap langkah mu," ucap Mommy Luna.
''Dan Daddy ingin mendengar tentang kemengan anak Daddy, bisakah boy ," ucap Daddy Al.
Mendengar itu Axcel langsung memeluk sang Daddy.
__ADS_1
''Maaf kan Axcel, Dad kali ini Axcel janji akan menjadi laki laki yang bisa di andalkan di masae depan,'' janji Axcel.
Axcel memeluk Billy, dan Mikha dengan sangat erat.
''Berjanjilah untuk sukses bersama di masae depan,'' pinta Mikha dengan menangis.
''Maaf jika kemaren kata kata ku menyakiti mu,'' ucap nya lagi.
Axcel hanya menggeleng, dan berkata '' Di antara saudara tidak perlu ada kata maaf.''
''Aku akan mendatangimu sesuai janji ku,'' ucap Billy.
Axcel paham dengan maksud tersembunyi dari Billy.
Setelah itu Axcel melangkah pergi tak lupa melambaikan tangan nya, dua mungkin tegar di depan semua keluarga nya, tapi tidak saat ia menjauh.
Air mata nya Axcel semakin deras kala ia melangkahkan kaki nya semakin jauh.
Axcel sudah memantapkan hati nya, ia akan kembali dengan kemenangan seperti keinginan Daddy nya.
Billy hanya bisa menatap Axcel dengan perasaan yang tak menentu.
Saat ini Axcel sudah berada di sebuah pesawat di mana hanya ada beberapa orang di dalam nya.
Termasuk Alina yang berhasil masuk tanpa membuat Axcel curiga.
Axcel hanya menatap awan saat ia sudah berada di atas.
Tidak ada kata yang keluar dari mulut nya.
Hanya terdengar beberapa helaan nafas dari Axcel selebihnya ia sibuk dengan pikiran nya sendiri.
Perpisahan.
Sebuah kata yang mengandung banyak kesedihan.
__ADS_1
Selalu ada kata kecewa.
Selalu ada air mata yang keluar jika sudah ada kata perpisahan.
Dan juga pasti akan ada hati yang terluka.
Perpisahan memang hal yang paling, dan sangat menyakitkan.
Saat itu juga kita akan berada di ambang batas Dan akan semakin larut akan kesedihan itu sendiri.
Namun, dari perpisahan itulah kita belajar arti sebuah kehilangan, dengan begitu kelak di masa depan kita semua akan belajar untuk saling menghargai, dan menghormati apa yang telah kita miliki, begitu pun juga dengan milik orang lain.
Keadaan Alina tak jauh berbeda.
Sekalipun ia sudah tau akan pergi ke mana, tapi hati nya terasa tertinggal.
Nama yang tidak akan mudah ia lupakan.
Nama yang seakan menjadi momok untuk setiap langkah nya.
Tapi Alina bertekad untuk tidak kalah dengan perasaan nya sendiri.
Ia akan kembali dengan nama yang cerah.
Entah nama Billy bisa ia kubur atau tidak itu tidak akan mempengaruhi nya.
''Aku belajar dari sang rembulan. Yang selalu setia menyinari langit malam dengan cahaya nya. Walau awan menyapa kelam. Walau bintang terlihat suram. Seperti aku yang mencintai mu dari balik kegelapan. Menjaga nama mu di balik bayangan. Tersembunyi, tanpa pernah kau tau bagaimana rasa nya, sakit nya, terluka nya, kecewa berkepanjangan, tapi meskipun begitu. Aku akan tetap menjaga nama mu dalam bentangan sayap ku. Ku maknai arti cinta dalam renungan. Cinta bagi ku adalah ketulusan. Mengikhlaskan saat cinta mu bukan lagi milik ku. Dan melepaskan mu, saat kau tak lagi bahagia bersamaku.'' batin Alina.
Tak jauh dari keadaan Billy, Axcel, dan Alina Mikha juga merasa kan hak yang sama dengan ketiga nya.
Perasaan nya campur aduk, hingga ia tak sadar jika ia sudah terlalu lama menutup mata.
''Sahabat ku tercinta. Inilah hidup. Kadang kita harus membuka sesuatu, dan juga kadang harus menutup. Sahabat yang pergi. Ribuan jalan telah kita lewati. Berbagai rintangan telah kita lalui. Penuh wewangian bunga maupun bertabur duri. Penuh suka maupun duka di hati. Saat berpisah harus menyapa. Ku tak ingin kau teteskan air mata. Ku tak ingin kau berduka. Karena hati kita akan tetap bersama. Namun, kita telah tahu. Kita tak selamanya bersatu. Menempuh jalan hidup yang bertabur debu. Bertabur dedaunan yang tak pernah tersapu. Semua bukan lah sekedar kenangan. Semua bukan lah sekedar renungan. Kita akan selalu bersama. Dalam suka maupun duka,'' batin Mikha.
Mereka semua larut dari kesedihan yang mendalam begitu pun para orang tua.
__ADS_1
Bagaimana kalian sedih atau biasa aja baca bab hari ini, jangan lupa tunjukkan ekspresi mu.
Bye bye